Selasa, 28 Februari 2012

KerLiPers yang Memukau

Alhamdulillah

Kehadiran sahabat-sahabat KerLiP dari STKS melalui ajakan Joko lalu Oka, Wapres BEM STKS bersama Tiyas dan Taufik menyemarakkan Rumah KerLiP. Prinsip tumbuh bersama pun makin terasa nikmatnya . Terimakasih Niar, Devita, Mega, dan Andis untuk narasi-narasi cerdas yang memikat hati setiap hari. Juga untuk kebersamaan nan indah dalam menyiapkan bahan-bahan untuk sinkronisasi kebijakan dan peningkatan partisipasi publik termasuk anak dan kawula muda mitra dalam penerapan sekolah aman.

Kita berbagi bidang perhatian di setiap badan otonom Perkumpulan KerLiP ya

1. GERASHIAGA yuk!


Direktur : Zamzam Muzaki
Sekretaris : Nurul Fitry Azizah
Staf : Wahyu

a. GERASHIAGA yuk! di kota Bandung : Nindya Puspa Ningtyas
b. GERASHIAGA yuk! di Jakarta : Taufik Akbar
c. GERASHIAGA yuk! di Kabuapaten Bandung : Regi Oka Mahendra

2. Koperasi Syariah "Sahabat KerLiP"


Direktur : Nining Sri Wahyuni

2.1 Area Jawa Barat

Manajer : Dede Sunarya
Staf : Iwang Supartika

Tim Kreatif : GSB MSA SMPN 11 dan School of Volunteer

Supporting :
a. Pemodelan di SMPN 11 : Niar, Mega, Devita
b. Fundraising : Devita, Mahatir, Andis, Afri
c. Kafe Ilmu KerLiP : Joko, Ayu, Restu, Ulil
d. Forum OK! : Erza, Eka

2.2 Area Kalimantan Timur

Manajer : Junaidi Malik

2.3 Area DKI Jakarta

Supporting: Ervin dan Wido

3. KerLiP Production

Producer : Irwan Jabonk
Crew : Andi, Otoy

4. Litbang KerLiP

Direktur : Zamzam
Tim Ahli : Enung Sumarni, Susi Fitri, Irsyad Ridho, Gatot Goei, Dyah, Nuning

5. DAMAR

Direktur : Anastasia Rima H
Staf marketing : Boyke

Family Educare Movement for Safer Milennium

Perkembangan per 28 Februari 2012.

Mohon saling mengingatkan agar output harian bisa dicapai setidaknya 80% dari yang direncanakan.


25 Feb
1. Narasi, foto, absen 100%
3. Narasi, foto 100%
4. Email plus file 100%
5. File contoh budget event barter dg file GERASHIAGA dan teruskan email dari Plan
6. Profil fixed 26 feb

26. Feb
1.0% diantisipasi 27 Feb ke GSB
2. File sinopsis plus film khusus iklan tokoh di Jkt >100%
3. Draft ToR lomba foto, Perkiraan anggaran
4. Surat dan brief2 sudah dikirim 100%
5. Pengetikan dan integrasi ke template panduan oleh Mega dan Niar
6. Belum dicek

27 Feb
1. Surat rekomendasi setditjendikdas ke BNPB ttg pedoman sekolah aman dari bencana disosialisasikan (konfirmasi via sms dari Pak Pryono)
2. Susun ppt sponsorship GERASHIAGA yuk!
3. Narasi Devita ttg Pertemuan Dede, Niar, Devita, Mega dg Pak Agus dan Ibu Mulki (foto dan absen?)
4. Novi siap bertemu 28 Feb
5. Catatan Enung ttg Juknis SRA diterima
Tambahan :
1. Rencana Design ID program oleh Mas Koyak
2. Partisipasi KerLiP Production siapkan event Gladi GERASHIAGA

28 Feb

1. Berita lanjut RSBI dlm Rembug Nasional diangkat kompas. Kita batal hadir karena kesiangan dan belum tuntaskan proposal Plan
2.
a.
Perkiraan Anggaran Gladi GERASHIAGA dr KerLiP Production,
b. survey tempat workshop,
c. Nining siap kirim perkiraan anggaran,
d. kemungkinan pendanaan Gladi dan materi KIE dari BNPB
e. corporate ID GERASHIAGA yuk! dr Mas Koyak
f. Email terpisah gerashiaga@gmail.com

3. Surat siap kirim
4. ToR utk Disdikprov dan BAPPEDA
5. Belum dicek
6. Belum dicel
7. Sedang dituntaskan Enung
8. Sudah dikirim ke KPP-PA tapi akan kembali dicek untuk kesesuaian
9. Pertemuan dengan Direktorat Pendidikan Madrasah hasilkan kesepakatan:
a. Susi jadi staf ahli Kemenag dan review kebijakan manajemen di Kemenag terkait RKB dan Rehab
b. Pak Agus susun juknis rehabilitasi dari hsl revisi Seknas SA
c. Pak Witdji susun juknis RKB dr panlak RKB dan juknis hsl revisi Seknas
d. Yanti susun Pedoman Penerapan Madrasah Aman dlm RKB dan Rehab : adopsi dr draft final Pedoman Sekolah Aman dari Bencana

10. Revisi disepakati, notulen siap dikirim Bodro
11. Belum dicek, Kamis pk 13 bertemu fleksi
12. Belum dicek

Salam
GERA SHIAGA YUK!

narasi Devita@KerLiP - menggali di SMP11

Kembali menggali :D

Eh apa yang digali?

Inspirasi dari anak-anak terbaik di negeri ini(ini hanyalah potret kecil dari ribuan putra-putri bangsa). Kali ini aku berkesempatan dengan lima orang kawan dari kelas perkuliahan untuk bergabung dengan ka Dede Suryana melakukan pendampingan di SMPN 11 Bandung. Hal apa kiranya yang menarik minat ku untuk mau bela-belaan pergi ke sana? Jawabannya adalah jamban BSJ, awalnya cukup lama untuk bernegosiasi dengan kelima kawanku ini, tapi dengan bujuk rayu mautku akhirnya mereka mau menemaniku untuk keliling SMP. Ya diluar yang saya duga Ibu dosen tercinta kami meminta ku untuk mencopy tugas , dan kamipun pulang lebih cepat. Pukul 09.00 tepatnya hingga pukul 10.00 kami tiba di SMP. Mereka sempat meragukanku untuk pergi ke SMP in, karena memang pada dasarnya kami belum tahu dimana posisi letak SMP nya. Namun dengan kemantapan bismillah kami pun melesat, sepanjang jalan aku sempat menanyakan kepada orang , sebanyak 4 kali untuk menemukan keberadaan SMP tersebut, Dua orang kawanku nyasar. Haha sota sih mereka, tapi alhamdulillah kami sampai dengan sambutan senyum khasnya ka dede. Yea akhirnya kami di giring menuju lab mipa, kami bertemu dengan pak Agus yang memang ramah. Dari sedikit perbincangan kami dengan pak Agus, terceletuk keinginan kami untuk menilik jamban BSJ , namun menurut Pak Agus jamban BSJ ini mekanismenya sekarang melalui via sms, soalnya jamban sekarang ada petugas dari kelas tujuh secara bergilir. Kebetulan hari ini kunci jamban berada di tangan anak kelas tujuh yang masuk siang, Jadi kami pun lantas berpandangan, hehe wujud sebuah insiden yang di sayangkan(alias waktunya tidak tepat kedatangan kami ini).

Rasa kekecewaan kami terobati dengan munculnya sosok-sosok wajah yang tidak asing buat aku, mereka adalah anak-anak GSB, ya meskipun tidak semua tapi Diandra, Devita, (yang dua lupa namanya XD ). Dengan antusias, kamipun mengikuti mereka untuk berkeliling sekolah, dan laiknya turis kamipun bertanya ini itu. Kami di perlihatkan letak perpustakaan, hingga sampailah pada Jamban BSJ. Eh eh sebenarnya tidak ada yang istimewa dari jamban ini hanya saja bedanya itu jamban ini di lengkapi dengan fasilitas kewanitaan untuk mereka yang sedang mengalami menstruasi. Setelah cukup melihat jamban dari luar, aku pun lekas menanyakan dimana gerangan hasil kreativitas kalian? Lantas kamipun bergerak maju dan menuruni tangga, hingga sampailah pada ruang penyimpanan hasil kreativitas anak-anak emas ini. Ih wow , banyak nian . Hehehe Kamipun bertanya ini itu tentang darimana, bagaimana, apa dan untuk apa barang-barang yang ada di ruang ini. Wah puas. He banyak yang masih belum gali lagi tentang anak-anak ini, karena waktu juga mengharuskan kami berpisah. Mereka kembali melanjutkan belajar, kamipun harus bergegas pulang soalnya ada kuliah lagi siang ini. Sembari jalan menuju kantin (urusan makan, maklum pada belum sarapan) bersama ka dede kami bertemu anak-anak perkumpulan wirausaha, Wuduh? Rasa ingin tahuku mengembang lagi dan kami pun mewawancarai 3 anak dari kelas 7 yang kebetulan sedang berjaga di tempatnya. Mereka menjajakan beberapa hasil dari olahan mereka sendiri. Kecil-kecil ada saja akal pintarnya? (gumamku) Menurut mereka, mereka membuat hasil olahan yang mereka jajakan dari tangan ke tangan. Loh apa maksudnya? Maksudnya, Seorang guru pembimbing yang mendampingi mereka mengajarkan bagaimana cara membuatnya. Tapi sayang aku tidak bisa mencobanya, karena terbatasi dengan shaum. Tapi tak apa, karena dalam hatiku jika ada kesempatan untuk bertandang lagi kemari maka aku akan mengatakan YA dengan pasti untuk kembali lagi ke sini. Semoga Bermanfaat J

Devita Murni

Narasi Devita@KerLiP - Gerashiaga edisi inklusi, 28 Feb 2012

Hening, rumah ini seakan tak berpenghuni. Sesampainya di Rumah Ibu Yanti terlihat sosok bersitegang dengan layar monitor. Ka dede lagi menyelesaikan laporan., dan seorang lagi terbujur di sudut kursi sedang tidur dengan polosnya. Hoho Lantas aku bergerak kearah kursi kosong di seberang dan menjajarkannya di ujung samping ka dede, terlihat masih tidak bergerak beliau, lalu akupun membuka sesi bicara dengan ka dede ala kadarnya. Bahas apa ya. Proposal fundrissing, dan apa jawabannya coba? masih sama “belum saya cek” dasar >.< padahal ini kerumah berharap ada sesuatu yang baru, tapi tak apalah, aku bisa memaklumi kesibukan tokoh-tokoh ini. Lantas di sodorkanlah sebuah laptop di hadapankku, sontak dalam fikiranku, narasi. Hehe

Memulai obrolan dengan mengkorek informasi tentang agenda pelatihan minggu depan, sangat disayangkan memang aku tidak bisa ikut pelatihan minggu-minggu kedepan. Berat memang, tapi aku harus komit dengan apa yang sudah aku rencanakan. Dua agenda kegiatan melayang lantas, yang ada di depan tidak mungkin aku juga relakan. Dan akupun memilih untuk tetap intens mencari pembelajaran di rumah Ibu Yanti minggu2 ini. Karena sepertinya untuk minggu-minggu kedepan aku akan melewatkan moment moment berharga bersama kerlip. Pastinya juga akan menjadi hal sangat aku rindukan.

Hujan tak jua kunjung reda , kami (Vita, ka dede, dan ka zamzam) masih asyik dengan layar laptop masing2, ketika beliau ini sedang diburu deadline yang gak kunjung selesai, aku sendiri asyik dengan menari-nari diatas keyboard. ^^ Tulisan ini akan terus aku asah sembari, aku yakin dan memantapkan hati untuk menekuni bidang ini. Ya menyiapkan untuk menjadi seorang yang terkenal. Duh siapa yang tidak ingin menjadi terkenal? eits terkenal disini yang aku maksud ialah menjadi penulis terkenal. Amin (^_^)

Menilik layar monitor tapi tak juga penuh dan berganti halaman. . Wah kehabisan kata-kata? Pastilah ada cara untuk mengakalinya. Yuk bahas Gera Shiaga, hayo ada yang tau gera shiaga? Gerashiaga adalah gerakan sehat, hijau, inklusi bagi anak dan keluarga. Eh ada yang berbeda nih dengan singkatan gerashiaga yang sekarang. Kalau dulu kan I di Shiaga adalah indah, tapi sekarang jadi Inklusi, Inklusi?=,= Inklusi ini maksudnya menerima semua anak, baik latar belakang maupun perbedaan yang di milikinya. Wah luar biasa? Artinya baik di keluarga maupun yang di rumah hendaknya sadar akan betapa pentingnya ada Sistem dan lingkungan yang tidak membedakan pelayanan. Kebutuhan anak dengan orang dewasa itu berbeda, Inklusi maksudnya bisa memberikan pelayanan yang sama untuk anak. Misalnya kan ada seorang Tuna Rungu, nah Tuna rungu in pastilah memiliki cara belajar yang beda dengan anak normal pada umumnya. Seharusnya sekolah tidak menolak hadirnya mereka di tengah-tengah sekolah umum yang seharusnya ia rasakan. Inklusi ini sekolah di maksudkan memiliki Layanan khusus seperti daerah terpencil kan beda dengan sekolah di kota (urban)? Jadi bukankah seharusnya merasakan apa yang di dapatrkan anak di kota? Inklusi ini nanti maksudnya sekolah punya system dimana semua anak yang berkebutuhan khusus mendapatkan haknya. Sekolah yang pernah di dirikan Kerlip ialah SD Hikmah Teladan ini menggunakan sistem(Inklusi). Sekolah ini dijadikan permodelan bagaimana cara menerapkan sekolah yang inklusi. Inklusi juga haruslah memiliki system baru merupakan konsekuensi bagi semua pihak untuk melayani apa yang di butukan anak teersebut. Hal ini semata-mata demi terpenuhinya kepentingan terbaik anak. Mereka ini emang khusus jadi harus di tangani dengan khusus, tapi pelayanan ini tidak menghilangkan apa yang seharusnya dimiliki anak. Contohnya sekolah menyediakan pendampingan bagi anak-anak yang berkebutuhan khusus ini seperti pendamping yang mengarahkan anak.Hak anak tidak di batasi, jadi mereka berhak mendapatkan apa yang seharusnya di dapatkan.Pada nantinya anak ini kembali ke masyarakat jadi sebelum mendapatt perlakuan yang kurang mengenakan lantas anak kudu di berikan kenyamanan sedini mungkin sehingga ketika ia berada di lingkungan masyarakat akan merasa nyaman dan mendapatkan haknya. Orang-orang ini mempunyai kelebihan. Orang-orang sekitar seharusnya peka terhadap anak-anak ini, lantas harus mereka hargai dan di perhatikan lagi. Sekolah seharusnya membuat anak nyaman . sekolah seharusnya sebagai proses belajar. Jika di Sd anak mampu mengenal perbedaan yang ada di lingkungan sekitarnya. Maka sudah menjadi kewajiban orang dewasa menyediakan ruang yang kondisif, menyediakan lingkungan optimal agar anak mampu tumbuh kembang dengan maksimal.

**Indonesia menuju pendidikan Inklusi :D

Senin, 27 Februari 2012

Narasi Devita@KerLiP

Sebuah curahan setidaknya melukiskan apa yang aku rasakan, perlahan tapi nyata. Berawal dari dunia maya kini aku ada di dalamnya. Kata asing yang membayangiku waktu itu ialah KERLIP. What is that ? Perkumpulan Keluarga Peduli Pendidikan,dalam kiprahnya KERLIP berusaha untuk mendorong pemenuhan hak atas pendidikan dan perlindungan hak anak bagi kelompok masyarakat yang kurang beruntung. Tahukah kalian? KerLiP juga mengembangkan model pendidikan Lingkungan Hidup dan Bencana. Hal ini merupakan tindakan dalam menyikapi kondisi ekploitasi lingkungan hidup yang semakin masif dan bencana yang menelan korban begitu banyak di seluruh Indonesia serta peran penting pendidikan dalam peningkatan kemampuan masyarakat terutama perempuan dan anak dalam upaya pengurangan risiko bencana. It’s amazing bukan? Ada 3 prinsip kerlip yang aku jadiakn acuan untuk mengenal lebih dalam akan KERLIP ini, ketiganya ialah demi kepentingan terbaik anak, tumbuh kembang bersama dan partispasi. Sekilas membahas ulasan Mahatir Muhammad bahwa ‘anak kunci kemajuan negara’  Kenapa coba anak bisa dikatakan kunci kemajuan negara, benar katanya betapa tidak? Kemajuan negara terletak di tangan kita(sebagai anak bangsa) maju tidaknya bangsa berawal dari kita. Kita sebagai orang yang bisa dikatakan dewasa seharusnya memiliki kesadaran sebagai pelindung dari anak-anak bangsa. (intermezzo)
Kembali ke semula, Masih banyak yang aku dapatkan dari Kerlip, baik dari kesungguhan menulis, bahkan kasih dari sebuah keluarga itu sendiri. Menulis, adalah hal yang paling membuat perhatianku tertuju di situ, menulis dapat memberikan kenyamanan karena dengan menulis aku menemukan dunia yang tidak orang lain punya. Bakat menulis sebenarnya sudah lama aku milki, namun karena tidak terfasilitasi jadi tidak dapat berkembang dengan optimal. Namun hadirnya Ibu Yanti yang senantiasa memotivasi kami untuk menulis narasi, aku jadi lebih semangat lagi, dan bisa di bilang tidak ada kata malas dalam menulis . (bo’ong ga ya?) Bismillah sudah di niati dalam hati, apapun yang kutuliskan berharap menjadi inspirasi bagi kebanyakan orang. Ya meskipun biasa dan sederhana tapi setidaknya menjadi sesuatu yang luar biasa buat akunya. Ibu Yanti semakin memberikan dorongan kepadaku untuk senantiasa berkontrisbusi dalam hal tulis menulis, ya bukan hal yang susah ujarnya mengarahkan saya menjadi seorang jurnalis :D Dan Kasih yang kudapatkan ialah kasih seorang Ibu, beliau Ibu Yanti yang menjadi Ibu keduaku kini, karena beiaulah alasan mengapa aku betah di rumahnya. Hehehe jangan heran, berbulan-bulan sudah aku harus berpisah dengan ibu, dan bagiku Ibu Yanti juga Ibuku, itu sumber kekuatanku mengapa aku mampu jauh dari ibuku.
Bukan hanya Ibu, yang menjadi bagian keluargaku. Aku bersyukur bisa mengenal kaka-kaka hebat, yang juga menjadi tiang penyanggaku kini untuk berdiri. Sudah lama aku mendambakan hadirnya seorang kaka, dan di Rumah kerlip ini aku menemukan kaka. Mereka ialah Ka Zamzam, dan Ka Dede. Unik aku nobatkan untuk mereka. Wah belum lengkap rasanya keluargaku, yuk sebutin deh satu persatu : ‘Ibu Enung, Ibu Nning, Pak Yadi, Teh Dewi, Ka Iyas, Ka Opik,Ka Regi, eits ada mas joko juga * banyaklah. Keluarga ini semakin lengkap dengan gerakan mahasiswa bersatu, mereka ini adalah cambuk buatku untuk maju, eh yuk sebutin nama-namanya :’Ka Ulil, Ka Athir, Ka Afri, Ka Andis(Tiga sekawan), Ka Restu, mereka ini kaka-kaka super(super aneh) hehe, ada juga (korem)komunitas rembang yang paling bisa(bisa di ajak kerja sama ^^ ada Ayu, Riri, Ria, Intan, Yeni dkk, Hmm Ada juga nih yang rempong punya . haha Ajimbo sama Ratu . Wah banget deh jumlahnya. Ada yang lupa tidak ya? Waduh ada dua personil yang belum kesebut namanya . Ega (Mega) dan Iar (Niar) dua sosok ini akhir2 ini dekat denganku. Katanya sih We are AB3
Seharian ini aku kehilangan konsentrasi, kuliah serasa main-main. Pusing, ah paling lelah sudah. Tapi aku mencoba memaksimalkan mata kuliah seusai menyelesaikan tulisan ini, gatal memang ini tangan... Bayangkan! Dua kali gagal menuliskan cerita , emang salah sih, jadi tiap ada laptop nganggur di rumah Ibu pasti aku manfaatin buat nulis, tapi sayangnya, tulisan itu belum sempat di dikirim . hehe Tulisanku sayang tulisanku malang *lebai *lebih baik
Ibu yanti yang ku sayangi, tidak dapat aku ungkapkan apa yang kini aku rasakan sekarang , semoga sebuah perwujudan dari apa yang ibu inginkan pada kami yang senantiasa tulus dalam pengabdian menjadi kenyataan. Mimpi sederhana yang aku bawa dalam misi relawan ini ibu, yaitu terwujudnya cita-cita saya yang biasa yaitu menjadi tenaga pengajar profesional. Meskipun aku juga bermimpi menjadi pemimpin di negeri ini Ibu, tapi alangkah sangat berharganya umurku nanti bila dapat menjadikan putra putri terbaik di negeri ini menjadi pemimpin yang berkualitas tinggi. Cukup tidak melakukan aksi korupsi saja bu?maka aku akan sangat senang dan ikut tersenyum bangga sebagai gurunya. Bimbing aku Bu supaya bisa mewujudkan impian ini. Dan aku akan sangat beruntung jika memang dalam naungan Kerlip ini aku dapat membawa perubahan untuk indoesia yang lebih baik. **Semata-mata untukmu Indonesia
Hidup itu adalah Pilihan, dan setiap pilihan pasti mengandung resiko. Bismillah aku mencoba membangun komitmen itu, keseriusan dan totalitas ini semata-mata wujud sebagai perubahan , perubahan untuk diriku sendiri. Karena perubahan itu dimulai dari hal yang kecil.Hidup itu memerlukan pengorbanan, pengorbanan itu memerlukan perjuangan, perjuangan itu memerlukan ketabahan, dan tabahan itu untuk meraih kemenangan. Semakin matang Usia Semakin berharga waktu buat kita dan aku menyadarinya. Thanks all
To be continoud :D
Devita Murni

Minggu, 26 Februari 2012

Narasi Mega@KerLiP

Mega Kerlip – Pelatihan Sesi Dua

Assalamualaikuum Wr. Wb

Kerlip "MEMUKAU" saya rasa itu merupakan sebuah kata yang dapat mewakili perasaan saya setelah bergabung dengan kerlip (walaupun belum lama) tapi rasanya sudah memberikan impact bagi kehidupan saya. ini lah tulisan pertama saya, ya seharusnya sih saya sudah memulai menulis minggu lalu (seperti niar dan devita) tapi ada kendala yang tidak memungkin saya untuk mulai menulis. baiklaah "tidak ada kata terlambat bagi kerlip" kata bu yanti terus mendorong saya untuk bisa menulis dalam keadaan apapun. Pada kafe ilmu tanggal 26 Februari 2012 bu yanti kembali menceritakan berbagai program serta pengalaman terbarunya di kerlip, saya dan devita yang datang lebih awal mendengarkan dengan serius cerita bu yanti. Setelah bu yanti membagikan pengalamannya kepada saya dan devita, ia kembali menyampaikan dorongannya kepada saya untuk menulis dan itu menggugah hati saya untuk mencobanya.

Pada pelatihan kerlip sesi satu yang jatuh pada tanggal 18 Februari 2012 saya berhalangan hadir karena ada masalah dengan kesehatan saya. Akhirnya ilmu yang diberikan pada hari itu tidak dapat saya dapatkan. Menurut pengalaman teman teman yang mengikuti pelatihan kerlip pada hari itu, ilmu yang diberikan oleh Ka Zam Zam dkk adalah Analisa Situasi dan Stakeholder, materi tersebut berhasil membuat saya penasaran dan ingin mengetahuinya, sebenarnya hal apa saja yang ada pada materi itu.

Seminggu pun berlalu dan pelatihan kerlip sesi dua pun datang. Alhamdulillah senangnya bisa hadir pada hari itu :D Saya mulai masuk ke ruangan begitu juga dengan yang lainnya. Acara pun di mulai, pada awal acara kami di perkenalkan dengan sosok Bu Nia, orang yang sering diceritakan bu yanti, saya senang bisa berkenalan dengan dirinya. Bu nia menjelaskan aktivitasnya sebagai guru IPA Terpadu di SMPN 11 Bandung serta kegiatannya di kerlip. selain itu ia juga menceritakan bagaimana awalnya ia bisa bergabung dengan kerlip sampai hari ini ia bisa membagikan pengalamannya kepada kami semua. Ya setelah bu nia memperkenalkan dirinya, ia memutarkan video tentang Presentasi MDGs mengenai Indonesia Baru serta memutarkan video tentang orang orang inspiratif yang berhasil memberikan perubahan. Setelah berhasil membuat saya terkagum, bu nia menyuruh kami membuat mahkota mimpi. dimana di puncak mahkota yang paling atas dituliskan 3 hal terbaik yang pernah dilakukan serta dibagian bawah ditulis mimpi apa yang kita ingin raih. saya dkk mempresentasikan mahkota mimpi kami masing masing dan saya berhasil menemukan mimpi yang saya ingin fokuskan.

Sukses dengan mahkota mimpi kami masing masing, bu nia kembali memutarkan video, kali ini video itu berisi tentang sosok inspiratif yaitu Amilia Agustin seorang anak yang mampu memberikan perubahan bagi sekolahnya di SMPN 11 Bandung, ia membiasakan seluruh warga sekolahnya untuk memanfaatkan sampah sehingga menjadi berkah, kemudian ia memperlihatkan kepada kami sebuah buku karyanya. dan ia memberi tahu, hal apa saja yang membuat dia berhasil membuat perubahan. Masih ada hal hebat lain yang saya dapatkan, kami dibimbing bu nia untuk membua vision board (passion+isu sosial=ide sosial). awal pembuatan vision board dimulai haal kecil seperti minat dan skill kemudian dilanjutkan dengan isu sosial di masyarakat dan sasaran serta diakhiri dengan ide sosial. saya, ratu dan ajima menuliskan semua minat dan skill kami, lalu terlintas untuk membahas sekolah sehat dengan gerakan 3M. Semua orang jelas mengetahui gerakan 3M (menutup, menguras, mengubur) untuk memberantas wabah demam berdarah, tetapi gerakan ini masih sulit untuk dibiasakan di lingkungan sekolah. diharapkan dengan adanya gerakan 3M ini, anak tidak hanya tahu mengenai gerakan 3M tetapi juga mampu menerapkannya.

Dari semua aktivitas yang kami lakukan pada hari itu, ternyata memiliki makna yaitu 3C (champion,connection, change) yang diusahakan agar mampu memiliki social impact . ya akhirnya saya mengerti maksud dari bu nia, dia membimbing kita untuk bisa menjadi champion yang memiliki connection luas, dan mampu memberikan change. selesai dengan aktivitas kami pada hari itu, kami menuliskan vision statment agar ide sosial bisa terlaksana. Minggu depan akan dibahas mengenai workplan dari ide sosial yang dibuat.

Pengalaman serta makna pada hari itu begitu luas, Ami mengajarkan bagaimana agar selalu merasakan keadaan saudara saudara kita, dari merasakan timbul kepedulian dan menghasilkan tindakan yang mampu memberikan dampak sosial bagi lingkungan. Saya akan terus menggali bagaimana agar bisa memberikan kontribusi bagi negara kita tercinta ini dan memberikan kesempatan bagi anak untuk mendapatkan kesempatan pendidikan yang sama. Selagi masih muda gali terus hal hal yang bermanfaat serta jangan berkata kita "puas" karena jika kita mengatakan kita "puas" kita kan merasa cukup dan orang orang yang merasa cukup adalah orang yang rugi.

Wasallamualaikum Wr. Wb

Salam Sahabat Kerlip
Anisa Megawati

Narasi Niar@KerLiP_Beraksi menuju Indonesia Baru _Indonesia Layak Anak (IDOLA)

Sabtu, 25 Februari 2012

Ada yang berbeda di pelatihan KerLiP yang kedua pada hari ini. Jika minggu kemarin kami hanya di damping oleh Ka Zamzam, Ka Tyas, Ka Taufik, dan Ka Regi, kali ini semakin seru dengan kehadiran Bu Nia dan Ami (dua sosok yang sangat LUAR BIASA) . waaaaaaah, saya jadi lebih semangat dengan kehadiran Bu Nia dan Ami :D .

Main activity kami hari ini yang pertama adalah membuat mahkota mimpi ( berisi mimpi yang ingin kami wujudkan, dan 3 hal baik yang sudah kami lakukan dalam hidup kami), yang kedua adalah membuat vision board ( passion + isu sosial=Ide sosial) . Awalnya, saya mengira hanya sekedar membuat daftar minat, skill, isu sosial, sasaran masyarakat, dan ide sosial.. tapi ternyata ? WOW ! kami membuat sebuah gagasan program. Saya pribadi tidak menyangka bahwa kami bisa membuat gagasan baru berupa sebuah program kerja yang insya allah akan di wujudkan nantinya. Tim saya ( kak Ulil dan Tari ) membuat ide “GERAKAN KANTIN SEHAT TRADISIONAL” di lingkungan sekolah dasar. Dengan minat dan bakat yang kami miliki, kami akan mengadakan pelatihan kepada para pedagang di sekolah untuk hanya menjajakan jajanan tradisional yang tentunya harus lebih menjamin kesehatan dari jajanan yang di jual.

Setelah mempresentasikan vision board kami, kami pun membuat vision statement. Vission statement tim saya berbunyi ;

pada tanggal 12-12-2012 kami telah mewujudkan Gerakan Kantin Sehat Tradisional di tiga Sekolah Dasar di kecamatan Coblong, Bandung.” Singkat memang, tapi kau tahu ? saya saja sampai merinding ketika membaca vision statement yang kami buat sendiri. Kedengarannya lebih seperti sebuah ikrar. Dan yah.. kami akan berusaha untuk benar-benar mewujudkan program tersebut. Insya allah pada pelatihan KerLiP minggu depan, kami akan menyusun workplan nya.. sebuah peningkatan terjadi dalam diri saya. Coba tebak? Saya melihat sesuatu yang besar dalam diri saya.

Sumber inspirasi berikutnya adalah Ami (Amilia Agustin), siswi SMA 11 Bandung yang sudah di daulat menjadi “changes maker” oleh ASHOKA ini benar-benar membuat saya kagum. Ia telah berhasil mewujudkan programnya untuk membantu menyelamatkan lingkungan dari hal yang terkecil, yaitu sampah. Ami telah menularkan kebiasaan baik kepada teman-teman di sekolahnya untuk memisahkan sampah plastik, kertas, dan sampah yang dapat dijadikan kompos . Ami beserta timnya memanfaatkan plastik bekas untuk membuat tas, dan kerajinan tangan lainnya. Dan yang terpenting, aku udah mendapatkan rahasianya Ami loooh,kenapa dia bisa sampe seperti sekarang.. kuncinya adalah 3 hal : konsisten, berkelanjutan, dan jejaring.

Pelajaran lain yang saya dapat dari Ami hari ini adalah, bukalah mata dan hati untuk melihat lingkungan terdekat kita. Dari melihat, kita akan merasakan. Dari merasakan, kita akan peduli/empati. Dari empati, kita akan melakukan. Dari melakukan,kita akan memberikan dampak sosial bagi lingkungan. Itu lah yang telah di lakukan oleh Ami hingga menjadi seperti sekarang ini.

Yang pertama harus dilakukan adalah : Ubahlah cara pandang kita tentang diri kita.

‘‘sekarang saatnya kita beraksi untuk menuju Indonesia baru”

Mughniar AzzahraMughniar Azzahra*ita beraksi untuk menuju Indonesia baru'an. itu ti untuk melihat lingkungan terdekat kita. rasakanlah jajanan

Sabtu, 25 Februari 2012

Narasi Niar @KerLiP

Senin, 20 Februari 2012

Hari ini, sepulang kuliah saya, Nadia dan Devita ke rumah KerLiP. Agendanya adalah rapat pengenalan program “Menjadikan Remaja Mitra GERASHIAGA’’ serta pembagian tugasnya. Rencananya kami akan rolling peran selama dua bulan sekali. Saya, Nadia, dan Devita menjadi satu team. Untuk dua bulan pertama ini, saya mendapat tugas pendampingan ke sekolah, Nadia bertugas menjadi dokumenter/penilaian, dan Devita mendapat bagian pendampingan strategi fundraising. Minggu-minggu ini kami sedang mempersiapkan segala materi untuk program ini, diharapkan awal maret program ini sudah dapat berjalan. Ini merupakan tantangan bagi kami untuk terus belajar dan meningkatkan kapasitas diri.

Siang ini, saya dan Ka Dede melakukan pendampingan ke SMPN 11 Bandung, tetapi baru dalam tahap pengumpulan materi yang diperlukan untuk program ini. Mungkin kedepannya pendampingan ke sekolah akan saya lalui tanpa ka Dede. Sebenernya saya sendiri belum paham benar mengenai pendampingan ini, oleh karena itu saya harus memanfaatkan waktu untuk belajar banyak dari ka Dede. Dan tentunya harus optimis bahwa saya mampu melakukannya :D

Sepulang dari SMPN 11, saya dan Ka Dede kembali lagi ke rumah KerLiP. Kondisi hujan ternyata tidak menyurutkan semangat para relawan dari STKS untuk datang ke rumah KerLiP, mereka adalah Devita yang siang tadi sempat pamit karena ada kuliah , kak Mahatir, Kak Andys, dan Kak Afri. Suasana sore yang di iringi hujan itupun berlangsung menyenangkan dengan games yang diberikan oleh Bu Yanti dan Kak Zamzam. Kami dibekali pengetahuan mengenai cara-cara yang menyenangkan untuk suasana belajar, tentunya dengan tetap mengedepankan Prinsip Hak Anak . selain itu, kami juga di bekali sedikit pengetahuan tentang pendampingan yang baik dan menyenangkan bagi anak.

Saya harap, kami (teman-teman relawan dari STKS, termasuk saya) dapat menjalankan tugas kami dengan baik dan konsisten dalam menjalankan amanat yang diberikan kepada kami dengan penuh tanggung jawab, sehingga apa yang kami lakukan di KerLip ini benar-benar dapat menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi pendidikan di Indonesia.

Mughniar Azzahra

narasi Devita sahabat @KerLiP

6 Januari 2012
Pagi ini bersiap kami bergegas menapaki hari. Dengan mata terbelalak ku bangun dengan tergopoh-gopoh lari ke kamar mandi. Ya kesiangan, karena habis subuh tidur lagi maklumi ku baru tidur jam 3 pagi. Aku menanti kedatang Ega di kosan, sesaat ketika kaki ini mulai beranjak sms masuk, dan dari iar yang ternyata lebih parah dari kami bangunnya. Haha
Dengan semangat baru kami siap mendengarkan berita apa yang di sampaikan Ibu Yanti hari ini. Cukup menengok kearah depan the Walini, Ibu muncul dengan senyum khasnya. Kamipun langsung menyapa beliau, lantas Ibupun memulai sepatah dua patah kata kabar gembira untuk kita semua. Banyak pihak yang memberi respon baik untuk kegiatan Kerlip. Kamipun juga ikud bangga Ibu sekiranya apa yang kita niatkan saat ini menjadi suatu pencapaian yang memukau.
Banyak yang disampaikan Ibu , sengaja kami tidak mencatat atau merekam apa yang di sampaikan Ibu Yanti, Karena kami berusaha untuk fokus dan menyimak apa yang di sampaikan oleh Ibu. Salah satu diantaranya adalah kiprah SMP 11 . Kiprah SMP ini tidak terlepas dari peran Kerlip yang menjadi mitra yang baik, karena memiliki jaringan yang baik. Namun hal ini berkesinambungan dengan hal luarbiasa , entah dari anak-anaknya dan gurunya.
Sebenarnya ada yang kurang di kafe ilmu hari ini, ya karena tidak ada kerumunan anak-anak lucu nan cerdas mereka adalah pahlawan perubahan peradaban. ^^ Meskipun tidak ada anak-anak GSB, Tapi rasa kagum dan bangga terobati dengan sosok Ibu Yanti. Ibu yanti, mungkinlah saat ini hanya ucapan ‘Terima kasih’ yang bisa saya sampaikan, banyak hal yang tidak dapat saya luapkan dengan kata. Harapan semoga dengan hadirnya saya di tengah keluarga peduli pendidikan ini dapan membawa perubahan. :D to be continued

narasi Devita sahabat @KerLiP

25 Februari 2012
Tahukah kalian Siapa Duta Sanitasi Jawa Barat?
AMILIA AGUSTIN
Gadis remaja yang duduk di bangku kelas 1 SMA 11 Bandung ini adalah duta sanitasi Jawa Barat loh? Percaya? Dia menyandang predikat ini saat usianya masih belia ketika Ia SMP. Kiprahnya dimulai saat usianya menginjak 14 tahun. Ih wow bukan? Sahabat kerlip yuk simak ulasan singkat sang pahawan kecil ini.
Suatu kebanggaan dan kekaguman pribadi, ketika dapat menjumpai perangai cantik gadis ini. Betapa tidak? Jika saya dulu mengenalnya melalui media televisi kini dia dihadapan mata saya. Dia sang pembawa perubahan bagi orang-orang di sekitarnya membuat gebrakan di dunia lingkungan. Awalnya dia melihat banyak sampah yang terabaikan bahkan tidak ada yang memperhatikan. Namun baginya sampah itu dapat disulap menjadi aneka kreativitas yang menjanjikan bagi orang yang kehilangan lapangan pekerjaan. Dengan keberaniannya mencoba hal yang baru,awalnya merasakan apa yang ada di sekitarnya lantas melakukan. Dia mencoba memilah sampah mana yang bisa di manfaatkan, setelah memilah ampah yang organik bisa di manfaatkan untuk pupuk organik, sedangkan non organik di jadikan bahan kerajinan yang mampu meraup pundi-pundi rupiah. Tidaklah mudah memang namun berkat sikap konsistennnya ia mampu menunjukan bahwa ia bisa membuat perubahan. Melalui aksinya ini ia mencoba menyumbangkan hasil dari kerajinan sampahnya tadi untuk membelikan mesin jahit pada tetangga di sekitar sekolahnya agar bisa di manfaatkan sebagai alat produksi kerajinan dari sampah.
Satu hal yang membuat saya tertegun merinding dari seorang Ami, ia bergerak maju mulai sesuatu yang kecil namun menjadi perubahan yang besar. Dan yang terpenting katanya ‘ Belive and Do it! ‘
Mau tahu 3 hal tentang Ami yang membuatnya hingga seperti ini? 1.Team, baginya keberhasilannya tidak terlepas dari kerja team, bahkan idepun juga berasal dari sumbangasih teman-temannya. ‘Ide itu mahal?’ tuturnya. 2. Konsisten, Menurutnya suatu pekerjaan jika tidak ada sebuah konsisten tidak akan tercapai dengan optimal. Dan yan 3. Jejaring , Maksudnya dengan berinteraksi dia bisa bertanya tentang apa kekurangan dari aksi yang di tekuni, selain itu jejaring juga memudahkan ami dalam bergerak mencari lahan yang baik untuk memudahkan proyeknya secara berkelanjutan.
Petikan motivasi darinya ialah kata-kataBung Karno bahwa ‘ Seribu orang tua hanya bisa bermimpi, namun satu pemuda mampu membawa perubahan.’ Setelah sukses dengan mimpinya, ia kembali membuat gagasan membuat (komunitas bandung bercerita) dan wujud nyatanya ialah melalui Roadshow sedangkan sasarannya adalah anak SD. Semoga niatmu berbuah manis Ami, jikalau saya bisa menjadi peran yang dapat mewujudkan aksimu pastilah saya mau. Terus berfikir kreatif dan cintai apa yang kamu kerjakan percayalah ALLAH senantiasa memberimu kemudahan :D
KEBAHAGIAAN ADA DI TANGAN KITA , JIKA BUKAN KITA YANG BUKAN BERGERAK, LANTAS SIAPA?


Devita Murni

narasi Devita sahabat @KerLiP

Dan lagi Pelatihan Relawan Kerlip kembali, kali ini kami belajar bersama Ibu Nia Kurniati dan Ka Zamzam pastinya. Kami memulai pelatihan seperti biasa pukul 9 di ruang kelas A.1.4 STKS Bandung. Sebelum bercerita tentang apa yang aku peroleh pada kesempatan hari ini. Yuk mengenal salah seorang sosok pembicara kita. Ibu Nia begitu beliau disapa, Beliau adalah salah seorang tenaga pengajar di SMP 11 Bandung. Hmm Beliau ini guru IPA terpadu loh? ^_^
Tak kenal maka tak sayang begitu bunyi dari seorang Ibu Nia. Lantas siapakah beliau? Jika kalian yang sekolah di SMP 11 Bandung pasti kenalah, sosok motivator ini telah menorehkan banyak kiprah di dunia pendidikan. Kepeduliannya terhadap passion ternyata telah memberi warna pelangi inspirasi bagi anak-anak didiknya. Beliau adalah seseorang motivator yang berani membuat gebrakan dalam pendampingan anak-anak berbakat maupun mereka yang belum menemukan kelebuhan masing-masing.
Fokus pertamanya dimulai dari pendampingan anak bernama Amilia Agustin, dialah gadis pejuang sampah, kenapa mendapat julukan demikian? Karena dia mampu membuat aksi pengolahan sampah terpadu menjadi olah tangan yang bisa di jadikan buah tangan.(intermezzo) Masih kembali mengenal Bu Nia, beliau ini sempat mendapat pengalaman kerjasama dengan BLBB untuk lebih mengenal seluk beluk dunia penelitian.
Menurut kalian adakah kendala yang dialami Bu Nia? Wah tentu sahabat, pastinya meraih kesuksesan itu bak peribahasa berakit-rakit dahulu berenang-renang ketepian, ya bu Nia selama melakukan pendampingan terhadap anak ini terkendala dengan pihak sekolah yang selalu mengutamakan hasil, dan beliau selalu berusaha menjadikan disetiap proses pembelajarannya selalu dijadikan acuan keoptimisan untuk bergerak maju.
Suatu kebanggaan menurut beliau bisa mengenal Ashoka yang bergerak di bidang pencetak sosok unggulan. Ibu Nia juga menuturkan berkesempatan mengikuti lomba yang mengikutsertakan anak dampingannya. Salah diantaranya di bidang lingkungan hidup ada lomba aksi anti streofoam. Ibu ini awalnya mengakui dalam pendampingannya beliau nampak kaku, namun seiring berjalannya waktu Ibu menyadari kekurangannya menjadi pendamping, yaitu tidak seharusnya beiau memaksakan kehendak anak untuk berkreasi agar anak bisa berkembang sesuai dengan jalannya. Dampaknya jika anak mengikuti instruksi guru saja maka anak cenderung tidak leluasa dalam ruang gerak kreativitasnya. Lantas Ibu Nia mendapat masukan bersama Kerlip, Ibu bertindak bersama-sama untuk membuat anak bebas sesuai dengan minatnya. Mau tahu apa hasilnya? Sebuah wujud nyata yaitu ide Jamban Bersih Sehat dan Jujur yang berasal dari ide anak-anak yang di bimbingnya.Sekilas tenytang jamban BSJ ini, sasarannya lebih di tekankan pada anak-anak perempuan yang telah mengalami menstruasi. Karena kebersihan ini akan berdampak pada reproduksi atau bisa jadi ke penyakit misalnya kanker serviks. Nah selanjutnya Sehat, artinya jamban ini memiliki fasilitas yang di butuhkan baik pembalut dan lain-lain, akhirnya jujur, mengadopsi dari kantin kejujuran di berbagai daerah di jawa tengah maksud dari poin jujur ini maksudnya sudahkah anak-anak melakukan tahap-tahap penggunaan jamban BSJ ini? Mulai yang kecil saja yaitu membuang pembalut pada tempatnya.
Itu tadi starting dari narasumber, pelatihan ini di mulai dengan acara menonton film. MDGs film, wow :D renungan dari film itu masih terngiang-ngiang “apakah setiap orang mendapat gizi yang cukup?, apakah laki-laki dan perempuan memiliki persamaan hak?, apakah anak di negeri ini terdidik?, apakah negeri ini sejahtera lagi tiada kemiskinan yang melanda?
Wah menuju Indonesia baru? Siapa yang tidak menginginkan itu? Menurunnya angka kemiskinan global, alokasi dana bagi pendidikan yang tepat sasaran, peningkatan pelayanan masyarakat? Aku percaya bahwa Indonesia bisa mencapainya  karena apa? Aku turut serta dalam mewujudkannya. Melalui sikap aksi peduli aku mencoba untuk belajar membuat gebrakan. Semoga apa yang aku niatkan menjadi kenyataan dan menjadi ladang amal. ^^

To be continued...

Devita Murni

narasi Devita sahabat @KerLiP

24 Februari 2012
Sebuah antusiasme untuk paham benar akan dunia kebijakan mendorong saya untuk mengirim sebuah pesan singkat kepada ka dede. Isinya perihal suatu keinginan saya untuk belajar baik dalam seluk beluk penulisan maupun penggalian informasi lebih dalam tentang Kerlip . Nah tahukah kalian tentang apa itu KERLIP? Singkatnya sih Perkumpulan keluarga peduli pendidikan. Wah luar biasa, ya karenanya saya ingin belajar. Berkaitan dengan penulisan saya lebih senang mengembangkan daya olah kata saya berkesinambungan dengan proyek pembuatan proposal. Sedangkan penggalian informasi ini lebih ditekankan pada pencarian informasi baik pengalaman yang di miliki para sesepuh Kerlip maupun sahabat Kerlip.
Saat ini kami sedang menyiapkan bahan untuk penyusunan proposal fundsrising, terlintas di benak saya itu bingung , ya karena sampai sekarang itu timbul pertanyaan apakah proposal yang kami susun itu dari awal atau sudah ada file sebagai contoh? Jadi alangkah lebih baik bukan? Tinggal copas tinggal edit. Hehe
Akhirnya ada gambaran juga tentang pembuatan proposal yang ditugaskan Ibu. Beberapa contoh proposal telah dikirim ka dede ke email saya. Berharap semoga lebih mudah saya mempelajari dan mengerjakannya. Kegiatan yang tertera dalam proposal tersebut diantaranya gladi, pendampingan dan pelatihan guru, simulasi, pameran hasil roadshow, laporan dan foto narasi.
Sebelum kita bergerak maju ke arah proposal kita pertama melakukan pendampingan terhadap Guru BK SMP 11, karena momentum pendampingan ini bersamaan dengan jadwal UN sehingga Guru BK lebih sibuk mempersiapkan anak untuk tidak stress menjelang UN. Karena kita tahu bahwa kondisi anak pra UN itu sangatlah rentan terhadap psiko mental dan psiko sosial. Maksudnya psikomental pada pengaruh terhadap proses mental , sedangkan psiko sosial nya lebih ke arah interaksinya dengan individu. Ya suatu momen yang pas buat kami sendiri untuk melakukan pendekatan berhubungan dengan pendampingan yang akan kami lakukan.
Hari ini tidak banyak yang saya lakukan hanya sebatas mengobrol dibumbuhi diskusi kecil dengan ka dede. Dirumah kerlip, saya bertemu dengan teh nining, teh yadi, dan mas joko. Ada lagi teh iwang sebenarnya tapi beliau sedang sibuk dengan skripsinya. Awalnya sempat canggung untuk kembali menyesuaikan dengan dua sosok yang asing buat saya, sebatas tahu namanya dari ka dede saya tidak banyak tahu akan dua sosok ini, bu nining dan pak yadi. Dan yang satu ini tidak asing bagi saya, mas joko beliau adalah sosok inspiratif saya, dan semoga saya dapat mengikuti jejak keaktivisan beliau.
Tidak lama memang saya dirumah Ibu yanti, namun saya rasa cukup mendapat gambaran akan penyusunan proposal. Semoga Allah senantiasa memberikan kemudahan. 

To be continued...

Devita Murni

Jakarta 24 Februari 2012

1. Kerlip akan memasukkan Logframe, Workplan dan budget paling lambat tanggal 29 Februari 2012
2. Plan akan review balik paling lambat 7 Maret 2012
3. Kontrak bisa ditargetkan 14 Maret 2012

Output yang disepakato

1. Panduan sekolah Aman
2. Materi kampanye sekolah aman
3. Memperkuat seknas Sekolah Aman
4. Terbentuk Asosiasi Sekolah Aman, Sehat, Hijau Idaman Anak dan Keluarga (ASASHIAGA): termasuk sekolah-sekolah model di Rembang, Grobogan, Sikka (Bandung, Kab. Bandung, Cianjur, Lampung Timur)
5. Website sekolah Aman (Media Kampanye)
6. Foto dan tulisan dan kreasi anak tentang sekolah aman
7. Gerakan siswa bersatu di sekolah-sekolah dampingan.

Narasi Pelengkap Minggu ketiga Februari

Setiap saat selalu memukau @KerLiPers

Hari ini, aku berbagi penjangkauan dengan Zamzam. Kami naik Citi Trasn pukul 5.00 WIB. Masih saja tergopoh-gopoh karena ketiduran saat menyiapkan printout yang diperlukan untuk bahan pertemuan di Jakarta. Aku dan Zamzam langsung bebenah diri di toilet Grand Lucky sesampainya di SCBD.

Pukul 9.15 aku tiba di Hotel Milennium menjadi narasumber tunggal dalam Rapat Pokja penyusunan Juknis Sekolah Ramah Anak setelah mengirimkan sms hasil kesepakatan sebelum berpisah di SCBD dengan Zamzam. Surprised! Di ruang Dahlia sudah ada Ibu Ninin dan staf mengundang BNPB, Kasubditsarpras Kemenag, Asdep PUG di pendidikan, Setditjendikdas, Dit PSMA, dan Asdep Kesehatan Anak dari Kemkes. Kemkokesra, Kemdagri, dan Kemsos ruapanya berhalangan hadir.

Baru kali ini aku memaparkan slide demi slide bahan presentasi hasil edit dari bahan yang disiapkan Zamzam semalam. Respon dari Pokja sangat menggembirakan. Kami bersepakat untuk menyusun Juknis Sekolah Ramah Anak dari hasil pemetaan kebijakan anggaran yang sudah berjalan di K/L terkait.

Pak Budi dari Setditjendikdas menyampaikan tentang persiapan penyusunan Panduan Sekolah Berkarakter bersama Ibu Femmy Kemkokesra dst dan revisi SKB 4 Menteri. Alhamdulillah Pak Budi sepakat untuk menambahkan KPP-PA, BNPB, KemPU selain BNN, BPOM, BKKBN yang sudah duluan masuk. Pak Budi juga menyampaikan kegembiraannya ketika melihat Juknis rehabilitasi Sekolah yang disiapkan Setditjen Dikdas menjadi acuan outline Junis SRA

Ibu Lia dari Kemkes menyampaikan tentang piloting "Keluar Main saat istirahat" di sekolah model di 10 provinsi yang dapat dijadikan piloting Sekolah ramah Anak serta beberapa dokumen terkait Sekolah Sehat di Kemkes.

Ibu Arfa menyampaikan persetujuannya mengenai pemetaan kebijakan anggaran di Kemdikbud dan Kemenag sebagai acuan awal untuk penyusunan Juknis Sekolah ramah Anak.

Ibu Sali dari Asdep PUG di Pendidikan menyampaikan persetujuannya mengenai RSBI yang berkonotasi "bertarif" international seperti yang disampaikan Ibu Ida dari Kemenag.

Banyak hal positif yang disampaikan Ibu Ida terkait Madrasah Unggulan sebagai pengganti RSBI, BOM untuk 75% madrasah di seluruh Indonesia dan persiapan penyusunan Panduan rehabilitasi Madrasah bersama KerLiP. Ibu Ida juga menekankan pentingnya fungsi juknis yang akan disusun agar dapat dijalankan oleh Kemenag dan Kemdikbud sebagai sektor pelaksana fungsi Pendidikan.

Ibu Ari dari BNPB menanyakan hal yang mendasar mengenai pendidikan layanan khusus bagi ABK yang disambut bu Lia dari Kemkes. Rupanya Kemkes sudah banyak mengeluarkan panduan terkait penanganan kekerasan terhadap anak. Alhamdulillah.

Selama kegiatan tersebut sms dari Zamzam menambah keterpukauanku terhadap kasih sayang Allah. Alhamdulillah. Zamzam menyampaikan tentang kesediaan Setditjendikdas menyiapkan bahan presentasi dalam Workshop Pedoman Sekolah Aman dari Bencana yang disiapkan oleh BNPB tanggal 5 Maret 2012.

Rupanya Judil, yang dulu staf ahli Pak Fasli yang menjadi panitia rembug Nasional Pendidikan di Sawang 27-29 Februari 2012. Antusiasme Judil saat menjelaskan profl KerLiP kepada Wamendik dan staf meningkatkan keyakinan akan prinsip tumbuh bersama. Judil meminta KerLiP melalui Zamzam untuk mengisi rubrik khusus dalam media cetak yang diterbitkan Kemdikbud dengan Judil sebagai Pemrednya. KerLiP juga diminta untuk menyiapkan bahan-bahan terkait upaya sinergi untuk memperbaiki pendidikan di Indonesia sejak tahun 2003. Alhamdulillah...hal ini seiring sejalan dengan rencana @KerLiPers mengumpulkan hasil belajar bersama terkait Kampanye dan Advokasi EFA yang dijalankan sejak 2003.

Makan siang di Milennium diisi dengan pertemuan singkat bersama Susi dan Bu Ida terkait persiapan penyusunan Panduan Rehabilitasi Madrasah dan Sosialisasi kepada 17 provinsi penerima bantuan program dan program khusus di Madrasah di Baduy Banten.
Pukul 13.20 aku sudah tiba duluan di Kantor Plan. Pembicaraan singkat dengan Dinda dan Ade secara terpisah mengisi waktu menunggu kordinasi persiapan penyusunan rencana kegiatan bersama Plan.

Alhamdulillah...rupanya Plan menawarkan kerjasama yang lebih intensif dalam upaya penerapan sekolah aman secara fisik dan non fisik di Indonesia. Ada beberapa output yang disepakati sesuai dengan workplan Plan dan GERASHIAGA yuk! yang disiapkan KerLiP.
Kami juga sepakat untuk memperkuat Sekretariat Nasional Sekolah Aman.


Zamzam langsung pulang menggunakan cititrans sementara aku memutuskan untuk mengikuti rapat Kerja IAG ITB, dengan harapan dapat bersinergi dengan beberapa orang sahabat lama di ITB.

Rabu, 22 Februari 2012

narasi Devita sahabat @KerLiP

22 Februari 2012
Kisah kita dimulai dari panggilan tidak terjawab dan satu nomor tidak dikenal dan ternyata uknown itu ialah ka iwang. Ka iwang bermaksud pinjam motor, tapi lucunya motor ada di rumah tapi kunci dan Stnk ada di Vita . Makanya ba’da maghrib Vita terbang ke kanayakan bersama ka mahatir. Diperjalanan Sms di terima dari ka iwang kalau motor tidak jadi di pinjam, ka iwang ada yang mengantar. Akhirnya kami memutuskan untuk berkunjung kerumah Ibu . Sampainya di rumah Ibu bukan Ibu yang kami temuin melainkan ka zamzam yang bersitegang dengan layar computer.
Ka zamzam menyambut baik kami kami pun dengan gaya bak detektif mencoba mengkorek informasi pada ka zamzam. Diawali dengan pertanyaan Vita mengenai pendampingan yang akan kita lakukan nanti. Ka Zam mencoba menjelaskan pendampingan itu bersama guru kita membuat dan menjalankan pelatihan. Sebagai pendamping nanti kita kan menarik partisipasi anak Dalam strategi fundrising. Fundrising ini berupa produk yang nantinya kita sebagai fasilitator memperkenalkan produk-produk ini ke beberapa perusahaan yang sama sama menguntungkan.
Setelah kita membahas tentang peran kita sebagai pandampinbg lalu kita beralih topik bersama Ibu Yanti dan Ka Zam kita di sadarkan tentang pentingnya hak anak. Prinsip hak anak sendiri diantaranya kepentingan terbaik anak, non diskriminasi, hak keberlangsungan hidup dan tumbuh kembang dan hak untuk di dengar pendapat. Adanya analisa di sekitar kita itu sangatlah berpengaruh. Selama 0-16 tahun kecuali yang sudah berkeluarga. Dengan tanggapnya kita akan kesadaran anak memiliki sebuah aksi penyadaran akan hak anakpun sangatlah penting. Penyadaran ini dapat kita lakukan sebagai sosialisator dan mediator. Sosialisator ini yang diperankan oleh kita sebagai dewasa mengenalkan akan hak-hak yang selayaknya diketahui anak. Selain menjadi Sosialisaator kita juga bisa menjadi mediator kepada Negara. Negara kita meliputi Eksekutif, Legislatif dan yudkikatif , serta pihak swasta, civil society, militer.
Sebagai sosialisator ini seperti membuat kreativitas baik kerajinan maupun temuan. Sosialisator ini dapat dilakukan dengan membuat tokoh-tokoh yang menjadi kesukaan anak. Tokoh Supermen sebagai pahlawan pembela kebenaran dapat dijadikan tokoh yang membawakan lakon memberii penyadaran trentang hak anak.
Sebagai mediator kita dapat membukakan hati pemerintah akan pemenuhan hak anak. Jika pemerintah memiliki banyak fasilitas untuk kelancaran dalam melaksanakan kebijakannya maka sudahkah pemerintah mengetahui bahwa banyak anak di negeri ini yang tidak meiliki kelengkapan alat sekolah. Tahukah kalian? Siapa pemerintah di negeri ini? Pemerintah di negeri ini adalah pelayan publik. Pelayan ialah ia yang melayani, nah siapa yang di layani? Masyarakat , masyarakat sendiri merupakan sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem semi tertutup (atau semi terbuka), dimana sebagian besar interaksi adalah antara individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut. Kenapa tidak rakyat? Memang apa sih rakyat? Rakyat dalah sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem semi tertutup (atau semi terbuka) dimana sebagian besar interaksi adalah antara individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut. Nah dengan terpenuhinya hak yang dimiliki masyarakat bukankah akan tercipta suatu kesejahteraan ? Yuk kita rapatkan barisan untuk menjadi sosialisator dan mediator ^^ To be continued…
Salam hangat
Sahabat Kerlip
Devita Murni

narasi Devita sahabat @KerLiP

22 Februari 2012
Asyiknya diskusi dengan ka Dede

Siapa sih yang dengan kenal dengan sosok ini? Dede Sunarya , Kami biasa memanggilnya Ka Dede. Siapa yang dengar bunyi jangkrik pasti ingat dengan ka dede. Hehe Dia adalah salah seorang relawan profesional dari kerlip. Awalnya Ka Dede ikut kegiatan kerlip tahun 2008 dengan rekruitmen anak UPI , mereka yang menjadi relawan ini. Denagan di bentuknya team relawan tadi terbentuklah program RAKA (Reriungan anak dan keluarga), Karena kesibukan ka Dede keluar dari team relawan. Kemudian Tahun 2011 ka dede bergabung kembali hingga sekarang. Keberhasilan Ka Dede terbukti dengan bisa di lepasnya sekolah-sekolah dampingannya tadi. ka dede katanya sih pemalu, pendiam juga sama halnya dengan ka zamzam gitu. Menurut penuturan Ka dede sendiri dengan bergabungnya ka dede dengan kerlip belliau mendapat banyak manfaat diantaranya jaringan,jaringan secara personal kita mendapat banyak teman baru.Yang kedua dengan bergabungnya dengan kerlip kita mendapat ilmu baru ,ilmu itu kita dapatkan entah dari diri sendiri atau dari orang lain dan hal itu menjadi jalan keemasan kita untuk membuka mata bahwa betapa pentingnya ilmu. Yang ketiga yaitu cara berfikir, dengan diskusi dikerlip kita mendapatkan inovasi cara berfikir. Cara berfikir ini menjadi transformasi kita auntuk tumbuh dan kembang menjadi yang lebih baik. Akhirnya yang paling penting ilmunya terbuka dengan luas. Dikerlip sendiri memberikan keleluasaan untuk mereka yang mau belajar. 
Ka Dede membagi pengalamannya tentang kegiatan pendampingan dengan 3 Sekolah diantaranya SMP 11,SMA 11 dan SMK 6. Namun yang lebih menonjol sendiri menurut ka Dede SMP 11, Karena keadaan sekolah lebih mendukung seperti kepala sekolahnya terbuka menerima sesuatu yang baru, ketertarikan pihak sekolah terhadap ekstrakulikuler yang di sesuaikan dengan siswanya. Seperti SESUATU yang di sukai anak. Anak cenderung di beri kebebasan .Peran Kerlip sendiri itu sebagai mitra yang bersahabat dengan anak. Guru-gurunya pun asyik karena mau berperan aktif dalam proses pengembangan bakat anak. Sosok Bu Nia salah satu contohnya beliau sangat menghargai penyadaran hak anak. Bu Nia adalah pengajar IPA yang perannya sebagai pendamping KIR ikut mensukseskan kreatifitas yang di miliki anak-anak SMP 11. Awalnya Bu Nia mendampingi anak itu dengan cara dikte, namun hal ini justru menimbulkan ketidaknyamanan bagi anak karena anak merasa dia bukan dirinya. Selanjutnya ada suatuinisiatif dari Kerlip bersama Bu Nia lebih membebaskan anak untuk membuat inovasi dan berkreasi sehingga anak lebih mudah untuk mengembangkan potensinya melalui carabersama untuk tumbuh kembang.
Sebenarnya SMP 11 dari awal sudah memiliki potensi, Menurut ka Dede sebagai sumber istilahnya mereka sudah menemukan berlian. Nah dengan adanya kerlip lebih mudah lagi interaksinya dengan pihak luar. Penggagas dari Kerlip sendiri Ibu Yanti memberikan banyak sumbangasih sebagai mediator memperkenalkan program dari smp 11. Dengan adanya hubungan baik antara pemerintah, kerlip berusaha berbagi untuk sama-sama mewujudkan tujuannya. Semoga Bermanfaat ^_^

Salam Hangat
Devita Sahabat Kerlip
Ditulis di rumah Ibu Yanti bersama Iar, Egad an Ka Ede pastinya

Selasa, 21 Februari 2012

narasi Devita sahabat @KerLiP

21 Februari 2012

Bermula ketika sms masuk ke inbox dari seorang kawan bernama ‘iar’ . Iar bermaksud mengantarkan foto dari salah seorang sahabat kerlip, awalnya sih vita larang untuk kekosan, tapi ia mengutarakan sekalian ada urusan. Dan bertanyalah dalam hati ‘urusan?’. Setiba dikosan iar memberi tahu ada proyek dari ibu yanti semacam fundrising ato semacamnya. Wah :D dengan sumringah vita antusias menyimak ulasan iar selama diskusi di kafe ilmu bersama anak-anak gsb dan ibu nia. Sebelumnnya sih kenapa iar mau berbagi dengan vita lebih banyak itu karena ia tidak tahu menahu soal tulisannya yang terposting di blog rumahkerlip. Nah permintaan Iar minta di perlihatkan postingannya. Akhirnya senyumnnya mengembang, lantas iar berpamitan dengan vita untuk menemui Nadia. Secara tidak sengaja vita melihat messages masuk via inbox jejaring sosial, ternyata Ibu yanti memberi respon baik pertanyaan vita tentang bagaimana caranya posting di rumahkerlip. Selanjutnya vita memberanikan diri untuk menanyakan soal proyek apa geranganya yang di susun Ibu untuk iar,dy dan ka atir. Jeng jeng Vita mendapat kesempatan untuk bergabung dalam misi mereka. Dengan kaki seribu vita mengejar iar.
Sesampainya dirumah Ibu yanti kami bertiga disambut dengan senyuman hangat dari Ibu yanti dan ka dede yang sedang berdiskusi. Sejurus kemudian kamipun ikut berdiskusi. Dengan bahasan Menjadikan Remaja Mitra Gerashiaga kami menyimak penjelasan Ibu. Tema ini bersasaran untuk SSH SH GSB untuk mengajak partisipasi anak untuk menjadikan KKR 10% sebanyak 2 siswa lantas targetnya sendiri bersama Guru BK sebagai pengenalan HEBAT selain itu untuk tercapainya ini di perlukan partisipasi siswa dengan PKS baik kesiswaan kurikulum dll. Output dari kegiatan ini adalah Sa Hebat Anak. Tugas kita adalah melakukan pendampingan bersama Guru Bk melakukan penilaian, strategi fundrising, dan rencana aksi untuk meningkatkan kapasitas.
Sejauh ini tadi kami belum ada gambaran mengenai pendampingan apa yang kita lakukan. Siang itu juga Iar berkesempatan untuk menemani ka dede ke SMP 11, sementara vita berpamitan untuk kuliah,dan dy di rumah ibu untuk diskusi.
Seusai kuliah vita menemui ka atir untuk berangkat kerumah ibu bersama, dan secara tidak tahu menahu ternyata ada ka andis dan ka afri menemani kami meluncur ke kanayakan. Sesampainya di kanayakan ternyata sudah ada forum diskusi yang dipandu oleh Ibu yanti sendiri sedang pesertanya da iar , ka zam, ka lilik, ka iwang dan ka dede. Loh? Dimana dya? Ternyata dya sudah pulang sedari siang. Wah  nampaknya kita udah tertinggal materi. Ibu sudah memadukan olah pikir diskusi dengan tulisan yang terpampang di white board. Nampaknya ada diskusi seru tentang hak anak.
Tidak hilang akal karena vita sulit menghafal sedangkan banyak pembelajaran yang setiap kita lakukan dalam mengadakan forum diskusi maka vita memutuskan merekam apa yang kita suarakan sore ini. Ada pernyataan menarik Ibu Yanti tentang soal sekolah ekstrem yang jika gurunya menyuruh mencatat atau guru ceramah maka guru dipecat namun sebaliknya guru bisa mengembangkan kompetensi yang berkembang maka guru mendapat penghargaan. Wow :O kenapa vita mengingatkan tentang pernyataan itu? karena kita sempat melakukan dinamika kelompok. Ya kami diingatkan akan arti dari sistem pembelajaran dunia belajar mengajar ini dengan sistem menoton. Anak cenderung tidak tumbung kembang bersama jika hanya di hadapkan dengan pemaparan materi di depan, melalui kertas kami belajar banyak hal. Cara yang pertama vita dan ka afri menjadi peraga di depan untuk memegang kertas di hadapan sahabat kerlip yang lainnya. Tujuannya agar terbayang pembagian bangun persegi panjang bisa menjadi 6 bagian. Kami tidak percaya dengan apa yang disampaikan ibu bahwa bangun tersebut bisa di bagi menjadi 6. Melalui cara yang kedua kami mencoba melakukannya, alahasil ternyata bangun itu bisa terbagi. Melalui ka zam kami juga di belalakan dengan pembuatan burung kertas. Tapi dari bedanya dengan bu yanti, ka zam menggunakan 3 metode pembelajaran. Yang pertama mendengarkan, yang kedua menyimak dan keduanya sangat menjenuhkan bahkan kami sempat kewalahan untuk bisa melakukannya. Yang terakhir seperti cara kedua ibu yanti tadi kami melakukannya bersama, terbukti bahwa dengan belajar bersama kami lebih mudah melakukannya.
Banyak pelajaran yang dapat vita ambil dari dinamika yang kami lakukan, pertama itu Bahagia karena melalui kebersamaan berbagi ilmu kita dapat menemukan hal-hal yang baru, tidak hanya itu kami juga merasakan kepeduliaan diantara kami satu sama lain. Kedua kami mendapat motivasi karena dengan berfikir bersama kita lebih berani mengungkapkan pendapat, berinovasi dan berkreatifitas.
Terngiang dengan cerita iar dan ka dede yang membuat saya ingin bersegera jelajah dan menggali mereka yang ada di SMP 11. Betapa tidak kreativitas anak-anak yang jauh dengan usia vita sangat membuat jatuh hati saya dengan rencana kami melakukan pendampingan. Semoga dimudahkan untuk segala sesuatunya. Terima kasih Ibu Yanti, Ka zam, Ka Iwang, Ka Dede, Ka Lilis, dan sahabat Kerlip lainnya kalian adalah sumber inspirasi vita 
...to be continued

Salam hangat
Devita Murni

kegiatan 21 Februari 2012 di Jakarta

Alhamdulillah, tiba di Jakarta masih cukup pagi untuk mengontak Lovely terkait penyusunan proposal CACT internet sehat dengan flexi di Jakarta dan Jatim.

Kabar gembira diterima pagi ini dari mitra kerja yang menyampaikan keinginannya untuk "pulang" setelah yakin hanya Allah tempat bergantung dan hanya Dia yang mampu menenangkan.

Hampir 2 jam BBM an dengan Lovely mengenai banyak hal sebelum pergi ke Hotel Morrissey memenuhi undangan Plan International.

Pukul 10.15 tiba di ruang Klasse 5 saat fasilitator dari Plan international menyampaikan beberapa hal mengenai project safer school. Rupanya Plan International mendapatkan dukungan SIDA sebesar $1 juta. Senang mengetahui hal ini.

Karena agenda presentasiku pukul 13, jadi diputuskan untuk kontak Kasubditsarpras Direktur Pendidikan Madrasah dan janjian bertemu di Starbuck Sarinah.

Dalam perjalanan menuju Starbuck, staf dari BNPB dan SCDRR bergantian menelpon untuk revisi ToR finalisasi pedoman sekolah aman dari bencana.

Tidak lama setelah duduk di starbuck, Lovely datang. Kami membahas draft proposal dari perspektif calon penerima manfaat di Jakarta.

Pukul 13, Plan memperkenalkan KerLiP sebagai National NGO yg berpengalaman dalam advokasi hak atas pendidikan khususnya mengenai Ujian Nasional. Setelah itu selama 1 jam lebih aku, interpreter, Vanda dan participant dari Plan China, Indonesia dst (kalau tak salah dari 6 negara) membahas paparanku tentang GERASHIAGA terutama hasil dan model advokasi anggaran untuk penerapan skeolah aman yang sudah dilaksanakan KerLiP bersama mitra di Seknas Sekolah Aman.

Selepas dari Plan terus kordinasi melalui telpon dan BBM :
1. Kordinasi dengan Santo terkait pertemuan dg Direktorat P2B Ditjen PUM Kemdagri untuk persiapan sosialisasi dan launching GERASHIAGA ditandai dg peluncuran SE dan Pedoman Sekolah Aman dari Bencana akhir Maret mengundang 444 walikota/bupati se-Indonesia.

2. Kordinasi dengan Wamendik dan Setditjendikdas untuk persiapan sosialisasi Surat Edaran Kepala BNPB tentang Sekolah Aman dari Bencana dalam Rembug Nasional Renstra Pendidikan Nasional tanggal 27 Februari 2012 serta kesepakatan Wamendik untuk menjadi narasumber dalam kegiatan workshop di Bandung pada tanggal 5 Maret 2012.

3. Zamzam, Dede, Mbak Tititerkait finalisasi draft Renkon banjir DAS Citarum bersama CPWG

4. Kasubditsarpras Kemenag dan Susi ITB88 rupanya sudah sepakat dan akan melaksanakan penjadwalan bersama Direktur Pendidikan Madrasah hari Kamis siang. Kami juga sepakat untuk menyusun panduan penerapan sekolah aman dalam program rehabilitasi madrasah

5. Disepakati dengan BNPB dan SCDRR tanggal 5 dan 9 Maret untuk finalisasi Pedoman Sekolah Aman dari Bencana dan masih penyesuaian FGD 27 Februari dengan rembug nasional

6. GFDRR melalui Santo menawarkan kontrak individual seperti yang dilakukan sebelumnya bersama Oya dan Hizrah.

7. Kontak Zamzam khusus terkait kordinasi dengan Forum KKN Tematik dan TP UKS Jabar serta BBWS Citarum

Setiba di Bandung, aku terlibat obrolan asyik Zamzam dengan Devita dan Mahatir mengenai UU Sisdiknas, Perlindungan Hak Anak, dan praktek-praktek baik yang perlu dilaksanakan bersama relawan KerLiP lainnya.

GERASHIAGA yuk!

Kegiatan 20 Februari 2012

Kegiatan relawan kerlip yang dilaksanakan di kanayakan pada tanggal 20 februari 2012 yaitu di lakukan pembahasan mengenai uu sisdiknas di mana salah satu pasal yang di bahas yaitu pendidikan dilakukan secara sadar dan terencana.
Dalam implementasi UU sisdiknas tersebut, para relawan kerlip yang dibimbing oleh ibu Yanti kerlip mencoba menerapkan pasal tersebut dengan cara melakukan pembelajaran sesuai dengan UU sisdiknas, seperti melakukan dinamika kelompok yaitu dengan membuat bujur sangkar kemudian membaginya ke dalam 6 bagian yang sama besar.
Jika hanya diperhatikan maka seolah olah kegiatan tersebut tidak memiliki banyak manfaat tetapi sebenarnya dalam dinamika kelompok tersebut mengandung banyak sekali pembelajaran seperti meningkatkan partisipasi pesertanya, mengajarkan kegiatan melipat, membagi, dan meningkatkan kreatifitas siswa. Selain kegiatan di atas di lakukan jga evaluasi kegiatan ketika road show di sd plesiran bandung.
Jadi kegiatan yang dilakukan kemarin pada tanggal 20 februari 2012 memberikan manfaat yang sangat besar terutama kepada teman teman relawan yang sempat hadir kemarin, karena setelah adanya kegiatan kemarin maka kami mendapatkan berbagai pengetahuan baru terutama mengenai implementasi dari undang undang sisdiknas.
Salam kerlip

Minggu, 19 Februari 2012

Gender equality in Education

Progress is some areas has been made in recent years toward gender equality - education is one. There are now more girls in school worldwide than ever, with girls outnumbering boys in secondary schools, and young women outnumbering men in universities.

Gender equality in Indonesia has improved significantly over the last two decades, a World Bank report says. However, more improvement is needed in areas such as labor participation, access to formal financial institutions and development planning.

Our country still have some significant gender issues in the education system. The educational curriculum, for example, replicates gender stereotypes starting from very early ages. Men in textbooks — and this happens in a number of countries, including Indonesia — are portrayed as leaders and heroes, while women are portrayed as mothers and caregivers. Traditional gender norms are replicated from early ages so that when people seek a higher level of education, we see that women go into female areas of study, such as education and nursing. Men go into traditional male areas, such as engineering.

Ensuring informal education for out-of-school young women is also equally important. This is due to the needs of continuous improvement for better life skills and ability to educate their children.

Cafe Ilmu "SIAGA" KerLiP, 19 februari 2012, Niar kerLiP

Minggu, 19 Februari 2012
Seperti biasa, pagi ini Bu Yanti menyelenggarakan Cafe Ilmu di Car Free day tepatnya di depan outlet teh walini. Awalnya saya kebingungan mencari teman-teman kerlip yang saya kira sudah berkumpul di cafe Ilmu, ternyata setelah saya cari-cari saya hanya menemukan Bu Yanti yang sedang berbincang-bincang dengan teman-teman GSB dari SMPN 11 Bandung. Saya dan Nadia pun langsung ikut bergabung dalam perbincangan tersebut.
Hari ini adalah pertama kalinya saya menghadiri Cafe Ilmu. Saat mendengar kata “cafe ilmu” pikiran saya langsung membayangkan tempat yang tersedia banyak buku, dengan orang-orang yang sibuk membuat segala macam kreatifitas. Ternyata eh ternyata.. saya salah. Café ilmu pagi tadi berbeda dengan pemikiran saya. Ternyata café ilmu yang sesungguhnya lebih menyanangkan dari yang saya bayangkan. Walaupun disana tidak ada buku-buku dan kami hanya sekedar sharing saja, tapi buat saya itu menyenangkan.
Pertama saya datang, saya diminta untuk bercerita tentang pelatihan yang kemarin kerlip lakukan, dan saya menceritakan tentang analisa situasi. Setelah itu, analisa situasi pun menjadi topik pembicaraan kami hari ini. Kami mencoba menganalisa situasi pendidikan di Indonesia saat ini, dan melakukan analisa stakeholder. Kami bertukar pikiran, dan mencoba mengemukakan contoh-contoh kasus yang terjadi di sekitar kami, bahkan yang dialami langsung oleh teman-teman dari GSB SMPN 11 Bandung. Dari situ pikiran saya pun mulai terbuka dan kritis dengan apa yang terjadi di dunia pendidikan Indonesia saat ini.
Selain itu, Bu Yanti menjelaskan bahwa untuk menganalisa suatu masalah kita harus menggunakan pisau analisa, yaitu ; kepentingan terbaik anak, non diskriminasi, hak untuk di dengar, dan hak keberlangsungan hidup + tumbuh kembang anak. Dari pisau analisa itu kita dapat menemukan gap-gap yang terjadi dalam masalah tersebut.
Banyak sekali yang saya dapatkan hari ini, salah satunya semangat dan motivasi yang kuat untuk menjadi volunteer di KERLIP setelah saya melihat teman-teman dari GSB SMPN 11 Bandung. Mereka anak-anak yang hebat di usianya yang belum mencapai 17 tahun sudah dapat berbuat sesuatu untuk lingkungannya. Benar-benar potensial dan mereka menginspirasi saya untuk “melakukan sesuatu” di usia yang masih muda ini. Tentunya saya harus banyak belajar dari mereka, Bu Nia dan juga Bu Yanti.
Ohya, saya merasa sangat beruntung sekali dapat mengenal langsung sosok Bu Yanti yang hebat dan memotivasi saya untuk bisa menjadi seperti beliau (dan bahkan lebih), bermanfaat untuk orang banyak, khususnya di bidang pendidikan. Seperti kata Ami, kita hebat ketika kita sudah berhasil membuat orang lain menjadi lebih hebat daripada kita . SEPAKAT!
SEMANGAT PENDIDIKAN INDONESIA :D
Mughniar Azzahra
(NIAR KERLIP 2012)

Minggu, 12 Februari 2012

PEMENUHAN HAK PENDIDIKAN ANAK DALAM SITUASI SIAGA DARURAT DI JAWA BARAT

Diintisarikan dari buku INEE 2009 untuk penyusunan renkon banjir DAS Citarum dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan BBWS Citarum

PEMENUHAN HAK PENDIDIKAN ANAK DALAM SITUASI SIAGA DARURAT DI JAWA BARAT

Hak asasi manusia adalah universal dan berlaku meskipun dalam situasi darurat. Pendidikan adalah hak asasi manusia yang mendasar bagi semua orang termasuk pada usia anak. Pemenuhan hak pendidikan anak sangat penting, namun sering secara signifikan terganggu dalam situasi darurat.


Pendidikan dalam situasi darurat diyakini dapat menjamin kelangsungan hidup dan tumbuh kembang anak bahkan dalam situasi darurat dengan mempromosikan tempat belajar yang lebih aman yang dapat memungkinkan identifikasi dan dukungan terhadap bantuan kemanusiaan lainnya untuk anak. Dalam situasi darurat sampai pemulihan, pendidikan yang berkualitas bagi semua anak menyediakan perlindungan fisik, psikososial dan peningkatan pengetahuan dan keterampilan yang dapat mendukung upaya mempertahankan dan menyelamatkan nyawa anak. Anak-anak akan memiliki ketangguhan dalam menghadapi bencana jika memperoleh informasi penyelamatan kehidupan untuk memperkuat keterampilan bertahan hidup bahkan dalam situasi darurat. Inisiatif pemenuhan hak pendidikan anak dalam situasi darurat merupakan wujud dari pemenuhan pengarusutamaan hak anak dalam 5K layanan pendidikan untuk semua

Prinsip-prinsip hak anak yang non diskriminasi, demi kepentingan terbaik anak, kelangsungan hidup dan tumbuh kembang anak serta hak untuk didengar pendapatnya menjadi dasar dalam hal ketersediaan, keterjangkauan, kualitas/mutu dan relevansi, kesetaraan dan kepastian/keterjaminan hak anak atas pendidikan termasuk dalam situasi darurat.

Sekolah, madrasah dan satuan pendidikan lainnya tempat anak belajar merupakan pintu masuk yang strategis untuk penyediaan dukungan yang sangat penting bagi kehidupan anak bahkan orang dewasa dalam hal perlindungan, nutrisi, air, sanitasi dan pelayanan kesehatan.

Kordinasi antara pemangku kepentingan utama di sektor pendidikan, perlindungan, hunian, air dan sanitasi, kesehatan dan psikososial penting dalam membangun sekolah, madrasah dan satuan pendidikan sebagai lingkungan yang inklusi, ramah, damai, nyaman dan aman bagi anak.
Ketika anak dalam lingkungan belajar yang aman, maka risiko terhadap eksploitasi seksual, ekonomi, pernikahan dini, perekrutan kedalam angkatan bersenjata dan kelompok-kelompok bersenjata atau kejahatan terorganisir akan berkurang.

Reformasi sistem pendidikan nasional dengan memberikan 5K layanan prima pendidikan harus segera dimulai setelah situasi darurat untuk menjamin pemenuhan hak pendidikan anak dalam konteks pembangunan berkelanjutan.

Partisipasi anak dan kaum muda sebagai mitra dalam mewujudkan sistem pendidikan yang lebih berkeadilan, tanpa diskriminasi memberikan kesempatan bagi para pemangku kepentingan di sektor pendidikan untuk melakukan tindakan afirmasi terhadap anak berkebutuhan khusus, anak perempuan, pengungsi, penyintas agar dapat menikmati hak atas pendidikan yang berkualitas.

Pemenuhan Hak Pendidikan Anak dalam Situasi Darurat.

Status Siaga Darurat Bencana Banjir dan Tanah Longsor untuk wilayah Jawa Barat selama 4 (empat) bulan terhitung sejak tanggal 3 Januari 2012 sampai dengan 3 Mei 2012 yang dinyatakan oleh Gubernur Jawa Barat dalam Surat pernyataan siaga darurat bencana Nomor 360/01/BPBD perlu segera ditindaklanjuti oleh semua pihak dengan mengerahkan potensi sumber daya yang ada termasuk dalam upaya pemenuhan hak pendidikan anak.

Penyusunan Rencana Kontijensi Banjir Das Citarum yang dilaksanakan pemerintah provinsi Jawa Barat bekerjasama dengan BNPB pada tanggal 18-20 Januari merupakan langkah kesiapsiagaan yang tepat untuk menjamin respon kemanusiaan yang terkoordinasi dan berkualitas, termasuk terpenuhinya hak pendidikan anak dan kebutuhan masyarakat yang terkena bencana melalui proses yang menegaskan martabat mereka dalam situasi darurat.

Perencanaan Kontijensi adalah suatu proses perencanaan kedepan, dalam keadaan yang tidak menentu, dimana skenario dan tujuan disepakati, tindakan teknis dan manajerial ditetapkan dan sistem tanggapan dan pengerahan potensi disetujui bersama untuk mencegah, atau menanggulangi secara lebih baik dalam situasi darurat atau krisis (UNHCR).

Pendidikan merupakan bagian yang tak terpisahkan dalam perencanaan dan penyediaan respon kemanusiaan. Khusus untuk sektor pendidikan, Buku Pegangan Standar Minimum INEE menyediakan kerangka kerja praktik yang baik bagi semua pemangku kepentingan untuk membantu perencanaan kontijensi di sektor pendidikan.

Semangat hukum hak asasi manusia termasuk hak-hak anak sebagai dasar perencanaan pendidikan dalam Standar Minimum INEE membantu mencapai 5K layanan prima pendidikan dengan membawa prinsip-prinsip partisipasi, akuntabilitas, non-diskriminasi dan perlindungan hukum.

The Inter-Agency Network for Education in Emergency (INEE) memfasilitasi proses konsultasi yang panjang dan dengan hubungan INEE yang kuat terhadap praktisi serta pembuat kebijakan pendidikan, kemanusiaan dan pembangunan dalam mengembangkan Standar Minimum INEE.

Buku Pegangan Standar Minimum INEE memberikan pedoman bagaimana mempersiapkan dan menanggapi situasi darurat akut dengan cara-cara pengurangan risiko, meningkatkan kesiapsiagaan masa depan dan meletakkan dasar yang kuat untuk pendidikan berkualitas.

Ada 5 domain dalam Standar Minimum INEE :
1. Standar dasar : standar ini mencakup koordinasi serta partisipasi dan analisis masyarakat. Standar ini harus diterapkan di semua domain untuk meningkatkan respon yang berkualitas dan menyeluruh
2. Akses dan Lingkungan belajar : standai dalam domain ini berfokus pada akses informasi kesempatan selajar yang relevan dan aman. Standar-standar ini menyoroti hubungan penting dengan sektor lain seperti hunian, air dan sanitasi, perlondungan, nutrisi dan gizi serta perlindungan untuk meningkatkan keamanan, keselamatan dan fisik, kognitif dan kesejahteraan psikologis.

3. Belajar Mengajar: standar-standar ini fokus pada elemen-elemen penting yang mempromosikan pengajaran efektif, proses pembelajaran termasuk kurikulum, pengembangan profesional dan dukungan, instruksi dan proses pembelajarab dan penilaian hasil belajar.

4.Guru dan Tenaga Kependidikan Lainnya : standar dalam domain ini meliputi administrasi dan manajemen sumber daya manusia di bidang pendidikan termasuk didalamnya adalah rekrutmen dan seleksi, kondisi pelayanan dan pengawasan dan dukungan

5. Kebijakan Pendidikan: standar dalam domain ini berfokus pada perumusan kebijakan dna pemberlakuannya, perencanaan dan pelaksanaan.

Isu-isu kunci perlindungan, dukungan psikososial, mitigasi konflik, pengurangan risiko bencana, pendidikan anak usia dini, gender, HIV dan AIDS, hak asasi manusia, pendidikan inklusi, hubungan antar-sektoral (kesehatan, air, sanitasi dan promosi kesehatan, tempat tinggal, makanan dan nutrisi) dan pemuda.

Setiap bagian dari buku pedoman Standar Minimum INEE Kelima menggambarkan suatu domain yang spesifik untuk kerangka kerja respon kemanusiaan di sektor pendidikan. Kelima domain tersebut dilengkapi catatan panduan mengidentifikasi hubungan penting dengan standar lain yang relevan atau catatan panduan dalam domain lainnya untuk memberikan pandangan yang komprehensif dari kualitas pendidikan.

Sumber daya yang tersedia dan tahap situasi darurat harus dipertimbangkan sebagai bagian dari perencanaan kontijensi pendidikan dan kesiapsiagaan. Kelima domain dan isu kunci seyogyanya menjadi bahan pertimbangan utama dalam mendetilkan perencanaan kontijensi termasuk Rencana Kontijensi Banjir DAS Citarum khususnya di kota/kabupaten yang berpotensi banjir selama masa siaga darurat.

Latihan partisipatif dan kolaboratif selama situasi siaga darurat akan sangat membantu efektivitas perencanaan kontijensi dan kesiapsiagaan termasuk di sektor pendidikan setelah disahkan pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Diperlukan upaya kordinasi dan kolaborasi para pemangku termasuk anak dan kaum muda sebagai mitra dalam pengurangan risiko bencana dalam upaya melaksanakan 5K layanan prima pemenuhan hak pendidikan anak dalam situasi darurat melalui penerapan kelima domain dan isu-isu kunci dalam Buku Pegangan Standar Minimum INEE.

Mari bekerja demi kepentingan terbaik anak

Jumat, 10 Februari 2012

PROFIL KERLIP

Perkumpulan Keluarga Peduli Pendidikan (KerLiP) dibentuk pada tanggal Dua puluh Lima Desember, tahun seribu sembilan ratus sembilan puluh sembilan, di Bandung, Jawa Barat dan DKI Jakarta, berbadan hukum pada tanggal dua belas April tahun dua ribu empat,dihadapan Notaris Dr. Wiratni Ahmadi, SH, dengan nomor 7 dan nomor 12 dengan nama Perkumpulan Keluarga Peduli Pendidikan dengan singkatan KerLiP.
Pada awal berdirinya, perkumpulan ini mengembangkan model- model pendidikan alternatif baik formal, nonformal maupun informal. Prinsip kepentingan terbaik bagi anak dan perempuan terus menerus diteliti dan dikembangkan terutama terhadap untuk mendorong pemenuhan hak atas pendidikan dan perlindungan hak anak bagi kelompok masyarakat yang kurang beruntung.
Seiring dengan berkembangnya kemitraan dengan keluarga dan komunitas di daerah bencana, KerLiP mengembangkan model pendidikan Lingkungan Hidup dan Bencana. Hal ini merupakan tindakan dalam menyikapi kondisi ekploitasi lingkungan hidup yang semakin masif dan bencana yang menelan korban begitu banyak di seluruh Indonesia serta peran penting pendidikan dalam peningkatan kemampuan masyarakat terutama perempuan dan anak dalam upaya pengurangan risiko bencana.
Keterlibatan KerLiP didalam penanggulangan bencana sejak pasca bencana Tsunami di Aceh, Tsunami Pangandaran Jawa Barat dan DKI Jakarta, Gempa Jogjakarta, Gempa Sumatera Barat, Banjir Jakarta, serta Gempa Tasikmalaya Jawa Barat dan DKI Jakarta dalam bentuk bantuan peningkatan kapasitas lokal, pengiriman bantuan spesifik perempuan dan anak sekolah, dan batuan kemanusiaan lainnya. Sejak tahun 2009 KerLiP berjejaring dengan para pelaku penanggulangan bencana dengan menjadi anggota Presidium Konsorsium Pendidikan Bencana dan Kordinator Bidang Pendidikan dan IPTEK Platform Nasional Pengurangan Resiko Bencana. Banyak pembelajaran yang diperoleh, dan merupakan pengalaman yang sangat berharga, sehingga mampu menumbuhkembangkan gagasan, ide dan pemikiran kedalam suatu tindakan didalam upaya pencapaian Visi.



PRINSIP DAN NILAI
Perkumpulan KerLiP berkomitmen penuh memegang teguh prinsip dan nilai
1. Demi kepentingan terbaik bagi anak
2. Tumbuh bersama
3. Partisipatif
4. Keadilan sosial
5. Otonom

VISI KerLiP
Pada tahun 2019, Perkumpulan KerLiP menjadi model gerakan sosial kritis keluarga peduli pendidikandi Indonesia untuk mendorong pemenuhan hak hidup bermartabat terutama hak atas pendidikan, perlindungan anak dan pemberdayaan perempuan di bidang pendidikan, lingkungan hidup dan kebencanaan.

MISI KerLiP
1. Bersikap proaktif dalam upaya tumbuh bersama mengembangkan kelembagaan dan kemitraan yang menjunjung tinggi prinsip dan nilai KerLiP
2. Meneliti dan mengembangkan model-model gerakan keluarga dan komunitas dalam kerangka aksi Pendidikan Untuk Semua dan Pengurangan Risiko Bencana
3. Memobilisasi sumber daya yang ada demi kepentingan terbaik anak dan perempuan
4. Mengurangi kesenjangan dalam pemenuhan hak hidup bermartabat melalui pengembangan pendidikan anak merdeka di sekolah dan pendidikan formal, non formal dan informal lainnya

ANGGOTA
1. Sandi Sahrinnurrahman, STP
2. MH Aripin Ali
3. Yanti Sriyulianti (Anggota Tetap)
4. Adi P Hendarin (Anggota Tetap)
5. Yusron Saaroni
6. Herry Sugiharto (Anggota Tetap)
7. Iwan Setiawan
8. Lukmanul Hakim

DEWAN PENASEHAT DAN PAKAR
1. Prof. Dr. Fasli Jalal 6. Drs. Zulfikrie Anas
2. Utomo Dananjaya 7. Antarina SF Ami
3. Prof. Dr. S. Hamid Hasan 8. Dadang Sudardja
4. Prof. Dr. H. A. R Tilaar 9. Hening Parlan
5. Deddy S Panigoro 10. Pdt. Jonathan Victor Rembeth

PENGAWAS
Herry Sugiharto dan Adi P Hendarin

PENGURUS
Ketua : Yanti Sriyulianti
Bendahara : Nining Sriwahyuni
Sekretaris : Sandi Sahrinnurrahman
Litbang KerLiP
Direktur : Zamzam Muzaki SM
Peneliti : Enung Sumarni, Yuvita, Gatot, Dyah, Nuning
Program Piloting :
1. PPLHB : Joko, Taufik Akbar, Nindya Puspa Ningtiyas, Regi Oka Mahendra
2. SanDi KerLiP : Eka Chandraleka
Koperasi Syariah “Sahabat KerLiP”
Manajer Area Jabar : Dede Sunarya
Staf : Iwang Supartika
Manajer Area Kaltim : Junaidi Malik
Perwakilan Jakarta : Wahyu

BADAN OTONOM KERLIP
I. KerLiP Production
Producer : Irwan Zabonk
II. PPPAM (Pusat Penelitian Pendidikan Anak Merdeka)
Direktur : Anastasia Rima Hendrarini

Program Prioritas Tahun 2012
1. Kampanye dan Advokasi Sekolah Aman
a. Menjadikan Anak Gaul dan Kawula Muda Mitra dalam Penerapan Sekolah Aman
i. Pelembagaan aktivitas anak dalam GSB SIAGA di Sekolah
ii. Pelembagaan aktivitas mahasiswa dalam GMB SIAGA
iii. Pelembagaan Asosiasi Sekolah Aman SHIAGA
b. Gerakan Pengumpulan 131.298 foto kelas rusak berat di Indonesia
c. Gerakan Jabar SHIAGA
d. Sekretariat Nasional Sekolah Aman
e. Penyusunan Pedoman Sekolah Aman dari Bencana
2. Program Pendidikan Lingkungan Hidup dan Kebencanaan
a. Kafe ilmu “SHIAGA”
b. Perlindungan Anak termasuk ABK di daerah bencana
c. Pelatihan INEE bagi relawan fasilitator Gerakan SHIAGA
3. Produksi Film layar lebar “Berawal dari Impian”
4. Program Penelitian Pendidikan Anak Merdeka
a. Festival Dunia Anak Merdeka menuju Indonesia Layak ABK
b. Parenting Academy untuk orangtua ABK
c. Aktivasi Dunia Anak Merdeka
5. Institut Kewirausahaan Mandiri (Sandi) KerLiP
6. Pengarusutamaan Hak-Hak Anak dalam Pendidikan
a. Penyusunan Pedoman Kebijakan Pendidikan Ramah Anak
b. Pemodelan Gerakan SHIAGA di SMPN 11 Bandung
c. Penyusunan Standar-Standar Minimum untuk Sekolah Ramah Anak
d. Partisipasi aktif relawan GSB dan GMB dalam
i. Koalisi Pendidikan Kota Bandung
ii. Lingkar Perlindungan Anak kota Bandung
iii. Konsorsium Pendidikan Bencana
iv. Sekretariat Nasional Sekolah Aman
v. Education Sector Working Group
vi. Klaster Pendidikan Penanggulangan Bencana

Program Kemitraan yang sudah dan sedang berjalan

1. Preparing National Coordination meeting with multistakeholder in Education to implement Safer school in Indonesia : Seknas Sekolah Aman, KerLiP, GFDRR, MoNE, MoHA, MoRA, NDM, MoPW, Bappenas, BPPT, CDE, Plan, UNESCO, SCDRR
2. Reviewed technical guidance of DAK Pendidikan 2011 for retrofitting school in National Movement of Rehabilitation of School for technical guidance of DAK Pendidikan 2012
3. Preparing KIE material for Technical Assistance of 20 Sekolah Penyangga in 8 provinces
4. Workshop of Implementation of Safer School in. West Java Provinces with GFDRR, Setdaprov Jabar, TP UKS, Kimrum, BPBD, Cipta Karya, Government of Cianjur, Bandung Barat, Kota Bandung, Bandung, Cimahi, Majalengka, Karawang, Sumedang 12 Nov 2011 : Seknas Sekolah Aman, KerLiP, GFDRR, West Java Provinces
5. Workshop of Implementation of Safer School in. East Kalimantan Provinces with Dewan Pendidikan & Dinas Pendidikan Balikpapan, SMART FM, IA ITB Kalimantan Timur, 25 September and 12 November 2011
6. Workshop of Implementation of Safer School in Socialization of Juknis DAK Pendidikan 2011 at Makasar, Surabaya, Batam and Jakarta, BOS and DAK Project Manager of MoNE and GFDRR, Seknas Sekolah Aman, KerLiP 15 - 21 September 2011
7. Workshop of Implementation of Safer Schools on School Rehabilitation on DAK Pendidikan, 22 September 2011, Hotel Century Jakarta, MoNE, Cipta karya, Komisi X DPR RI, NDM, local government, Schools, INGO, AIFDR, GFDRR, National Platform for DRR, KerLiP, etc
8. Meeting with Deputy 1st NDM, MoNE, Komisi X DPR RI and NDM15 September 2011
9. Make Child and Young partner in Implementation Safer School as CSO’s partner of RCMU BAPPENAS , August 2011 – Jan 2012
10. Secretariat Meeting of Safer School Implementation on DAK Pendidikan with Deputy MoNE, Deputy Ministry of Public Works and Chief of NDM , IA ITB Secretariat, 25 August 2011
11. Develop Handbook of Retrofitting School Implementation, With GFDRR, NDM, MoNE, Ministry of Public Works , August – September2011
12. Safer Culture in School Festival May 2010- October 2011 KerLiP, Skala and National Platform for DRR
13. Education Cluster Meeting ,:Minimum Standards of Education in Emergencies” Ministry of People Welfare and UNICEF, 27 July 2011
14. Child right Perspectives on DRR in East Lampung, Pringsewu and Southeast Sumatera, Childfund April-July 2011
15. Making Local Action Plan for DRR West Java Disaster Management Institution and NDM July 2011
16. National Seminar of Character Education through family, education institution and communities” Ministry of Women Empowerment and Child Protection reprecentatives, 29 July 2011
17. Reflection of annual 1 MSSHC, Jakarta, 27th July 2011, “Safer School for Children” KerLiP with National Disaster Management, MoNE, LKBN Antara, National Platform for DRR July 2011
18. Workshop of Evaluation of The fullfilment of Child Right to Education in 17 provinces Ministry of Women Empowerment and Child Protection reprecentatives, April – September 2011
19. Guidelines Book of Disaster Management in Directorat of Secondary Education, May-June 2011 Task Force of School Disaster Preparadness in Education Cluster
20. Socialization of Concept of School Disaster Preparadness held by Consortium Disaster Education May 2011 Task Force of School Disaster Preparadness in CDE
21. Work Book of Student United Movement : Go Safer School and Its Community, April-June 2011
22. Develop Storyboard of ChildRight Mainstreaming in education and Social Welfare April-May 2011, Partner of LKBN Antara
23. Socialization of draft of act of Restorative justice for Children held by Ministry of Women Empowerment and Child Protection, April 2011
24. Developing Guidance ofsocializatioan and advocacy book of holistic and integrative ECCD and Guidance Book of Childfriendly education policy, held by Ministry of Women Empowerment and Child Protection, held by Ministry of Women Empowerment and Child Protection, Asdep Child Right to Education Fullfilment March-June 2011
25. National coordination of Ministry of Women Empowerment and Child Protection, March 2011
26. West Java Forum for Islamic Women Organization, February –June 2011, west java provinces
27. Guidance Book of Safer School rehabilitation, held by National Disaster Management (BNPB) , Jan-Feb 2011 Safer School teamwork (NDM, MoNE, Bappenas, WB, UNESCO, Plan, PMB ITB, Ciptakarya)
28. West Java Communication Forum of Disaster Management, May 2010 – June 2011
29. National Committee for One Million Safe Schools and Hospitals campaign, February 2010 – April 2011
30. “West Java Earthquake Recovery Programme”, Oxfam with KerLiP and partners in the project ‘Community Based Disaster Risk Management’ December 2009 – May 2010
31. Research and Development Cara Asyik cari Tahu , Lembar Inspirasi bagi Ragam Anak and Daftar rencana Anak mandiri (DReAM book), Naskah Akademik Kurikulum dan bahan Ajar Pendidikan Anak Merdeka , Homeschooling KerLiP October 2005 – July 2011
32. Consortium of Disaster Education, February 2010 – January 2011
33. Monitoring and Evaluation Program PPSW –TDH in Klender, July 2010
34. Post Disaster assessment System for Education Sector (UNESCO-HFI-MonE), February – April 2010

Article related with KerLiP and our concern in massmedia
 Demo Murid SD Perjuangkan PUS, Republika, Kamis 10 April 2003
 P. Bambang Wisudo, Pendidikan Alternatif :Gerakan Orang Tua Menembus Sekolah, HU Kompas halaman 14 tanggal 11 Oktober 2006
 P. Bambang Wisudo, Pendidikan Alternatif :Anak – anak Merdeka di SD Hikmah Teladan, HU Kompas halaman 14 tanggal 12 Oktober 2006
 P. Bambang Wisudo, Pendidikan Alternatif :Guru – guru yang tak Berhenti Belajar, HU Kompas halaman 14 tanggal 13 Oktober 2006
 P. Bambang Wisudo, Sosok :Pemberontakan Aripin Memperbarui Sekolah, HU Kompas tanggal 17 Oktober 2006
 P. Bambang Wisudo, Pendidikan Untuk Anak ; Suara Mereka Tak Didengar oleh Wakil Rakyat, HU Kompas, Kamis 4 Mei 2006
 Alpha Amirurrahman, Yanti Sriyulianti : Promoting Awareness of Education, The Jakarta Post, p. 24, Thursday, 26 Oktober 2006.
 Yanti Sriyulianti, Sekolah-rumah : Model Pendidikan Anak Merdeka, HU Kompas, 15 Januari 2007
 Yanti Sriyulianti , Komunitas Sekolahrumah : Sebuah Model Pemenuhan Hak Atas Pendidikan, HU Kompas, 2 Mei 2007
 Yanti Sriyulianti, Pendidikan Kesetaraan: Elegi bagi Korban UN, HU Kompas, 2 Juli 2007
 Yanti Sriyulianti, Sekolah-Rumah: Mendidik Anak menjadi Pribadi Dewasa, HU Kompas, 2007
 Yanti Sriyulianti dkk, Menggugat Ujian Nasional: Memperbaiki Kualitas Pendidikan, Teraju (printed by PT Mizan Pustaka, Agustus 2007
 Yanti Sriyulianti, Pemiskinan Melalui Pendidikan, HU Pikiran Rakyat, 15 januari 2009
 SM, Zamzam Muzaki. (2007). Pendidikan, Sekolah dan Belajar. Bandung: Harian Radar Bandung.
 Homeschooling Book, printed by Kompas, 2007
 SM, Zamzam Muzaki. (2007). Keluarga Peduli Pendidikan (KerLiP), Gerakan Sosial Kritis Berbasis Keluarga. Bandung: Harian Radar Bandung.
 Dasawisma Siaga Bencana Book, printed by SC DRR BAPPENAS
 Kurikulum Pendidikan Anak Merdeka, printed by Perkumpulan KerLiP
 Kompas, HU Pikiran Rakyat, Media Indonesia, Republika, Sindo, etc 2006-2011 in line with UN (National Examination), Homeschooling, alternative education, education policy, disaster risk reduction, etc.