Sabtu, 20 September 2008


Peserta pelatihan fasilitator RAKA (Reriungan Anak dan Keluarga untuk Adaptasi Perubahan Iklim sedang menyimak paparan rekan peserta lainnya

Daur ulang kemasan makanan


Anak-anak Rumah KerLiP Kp. Jawa mengunjungi stand khusus yang menyediakan bahan praktek pembuatan aneka ragam hiasan dari bekas kemasan makanan yang penuh warna seperti cheetos, taro, dst. Mereka menyimak penjelasan fasilitator sebelum mencoba.

Mengerjakan CACT di sekretariat RW 09


Kegiatan CACT : Cara Asyik Cari Tahu dilaksanakan setelah kegiatan role play, "Bertukar kata dari nama kita," selama 30 menit. Topik CACT kali ini adalah komunikasi penuh kasih. Anak-anak terlihat asyik menuliskan apa saja yang mereka ketahui pada kolom Aku Tahu. Ismi (berpakaian biru) selangkah lebih maju. Dia menanyakan cara mengisi kolom Aku Ingin Tahu dengan pertanyaan Apa, Siapa, Dimana, Kapan, Mengapa dan Bagaimana.

Selasa, 16 September 2008

Families and Environment Identification Gugunungan Kiara Condong Bandung

The identification was done on Sunday, September 7, 2008.

IZOEL's Scratches...

That day, I came with Fery and Listya. I came late because I was waiting for Listya, who didn't know the place. But apparently, Zamzam and Dheka have arrived on the location (Sahabat Ira from SEMAK's house) and they have started the chat with men and women from Babakan Sari III (Gugunungan-Kiaracondong).

After the prologue from Zamzam, the parents were divided into 3 groups which formed with 4 people each. Guided by Zamzam, Dheka, Fery, Listya, and myself, we started explorating and also identificating the people. At that time, Ova hasn't arrived yet in the location.

I was guiding "CANDIL" group, included Mrs. Eti, Mrs. Supriyatin, Mrs. Ilah, and Mrs. Ambar. Except Mrs. Supriyatin who worked on knitting manufactory, they were all ordinary housewives.

Mrs. Eti live on RT 03. She has 4 children, two of them has been working and doesn't live with their parents anymore. Meanwhile another two were still on the first grade of Vocational High School and Kindergarten each. Her husband doesn't work anymore. Both of them sell foods on small scale in front of their house.

Mrs. Ilah live on RT 04. She has 3 children. Two of them still live with their granmother in Garut. Only one child sat on the first grade of Middle School, live with the parents. Mrs. Ilah's husband sells Cincau Ice on wheels.

Mrs. Ambar live on RT 04. Her husband works on factory. Two of her children study on the fourth grade and first grade of Elementary School each, and another one is still 3 years old.

Mrs. Supriyatin live on RT 04. Differ with another mothers, Mrs. Supriyatin works on a knitting manufactory. Her husband works as unoccupied labour. Two children of hers have lived separately, and another two are still on the second grade of High School and the second grae of Middle School each, meanwhile another one is still 5 years old.

These four families, along with another families which live on Gugunungan area, stayed on small houses next to train-rails. They admitted honestly that they lived on the area which was owned by PT KAI, so then there were good possibilities that they would be removed.

Their houses were small and stucked together with each other. Half of them didn't even have good sanitation and ventilation. When the chat was directioned into climate change issues, they said that they didn't have place to plant trees, plants could only be planted on pots this far.

When Izul has run out of topics with the mothers, they started talking about their economical problems.

OK! Forum, daily narration, and children learning were also brought onto discussion.




Ova came late and was asked to accompany Ijul. Ova refused because he hasn't 'in' to the discussion's topics. Then Ova chose to listen to women's group "UJUG-UJUG." which guided by Fery and Listya. From what Ova had listened, they discussed the comparation with the environment condition on the past and the present. From there, they stepped into mother's daily activities with their children. Doing homework, cooking, watching TV activities. Also was brought up about daily jobs and family's income.

On Thursday night, September 4, 2008, Ova and Zamzam visited Sahabat Ira's house to confirm the activity plan of family and Gugunungan environment identification. The identification was planned to be done on Sunday, September 7, 2008.

We discussed the strategy to invite people, whether we should visit every houses or the people was gathered into one place. We needed to discuss with Sahabat Ira about the habit of the people to prevent unwanted casualties. Finally that night we decide that facilitator would visit each family's house.

We also talked about "high risk" street children which lived around Kiaracondong Marketplace. About the street children handling, also the organization/association/institute which also added into the complexion of handling the street children.

---------

PICTURES look to the Indonesian version.

Translation was done by Fitry. ^_^

Selasa, 09 September 2008

Identifikasi Keluarga dan Lingkungan Gugunungan Kiara Condong Bandung



Identifikasi dilakukan pada Ahad, 7 September 2008


Coretan izoel....

Aku datang bareng fery n listya. Saya datang terlambat karena nunggu listya yang ga tau jalan. Ternyata, di lokasi (rumah sahabat Ira dari SEMAK) zamzam n dheka sudah memulai obrolan bareng bapak-bapak dan ibu-ibu di daerah Babakan Sari III (Gugunungan-Kiaracondong).
Setelah prolog dari zamzam, para orang tua dibagi 3 kelompok yang terdiri dari 4 orang. Dengan didampingi zamzam, dheka, fery, listya dan saya sendiri maka mulailah kami mengeksplor sekaligus mengidentifikasi warga. Kebetulan saat itu, ova belum datang di lokasi.
Saya memandu kelompok ’candil’ yang terdiri dari ibu eti, ibu supriyatin, ibu ilah dan ibu ambar. Kecuali ibu supriyatin yang bekerja di industri rajutan, mereka adalah ibu rumah tangga biasa.
Bu eti tinggal di RT 03. Ia mempunyai 4 orang anak. 2 orang anaknya sudah bekerja dan tidak tinggal bersama orang tuanya lagi. Sedangkan 2 orang yang lainnya masih duduk di kelas 1 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Taman Kanak-kanak (TK). Suaminya tidak bekerja lagi. Keduanya berjualan makanan kecil-kecilan di depan rumahnya.
Bu Ilah tinggal di RT 04. Ia mempunyai 3 orang anak. Dua orang anaknya tinggal bersama neneknya di garut. Hanya 1 orang anak yang duduk di kelas 1 Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP), tinggal bersama orang tuanya. Suami bu Ilah berjualan es cincau dengan menggunakan roda.
Bu ambar tinggal di RT 04. Suaminya bekerja di pabrik. 2 orang anaknya bersekolah di kelas 4 dan 1 Sekolah Dasar. Sedangkan seorang lagi masih berumur 3 tahun.
Bu supriyatin tinggal di RT 04. Berbeda dengan 3 orang ibu lainnya yang tidak bekerja, bu supriyatin bekerja di suatu industri rajut. Suaminya bekerja sebagai buruh serabutan. 2 orang anaknya sudah tinggal berpisah dari orang tuanya. 2 orang lainnya masih sekolah di kelas 2 SLTA dan kelas 2 SLTP. Sedangkan 1 orang lagi berumur 5 tahun.
Keempat keluarga ini seperti juga keluarga-keluarga lainnya yang tinggal di kawasan Gugunungan, tinggal dengan rumah-rumah kecil di pinggiran rel kereta api. Secara jujur mereka mengakui, mereka sebenarnya menempati lahan yang dimiliki oleh PT KAI, sehingga sangat mungkin mereka tergusur.
Rumah-rumah mereka kecil dan berdempetan. Sebagian malah tidak punya sanitasi dan ventilasi yang baik. Ketika obrolan diarahkan pada isu perubahan iklim, mereka mengatakan tidak punya lahan untuk menanam pepohonan. Paling tumbuhan ditanam dalam pot.
Ketika Izul sudah kehabisan bahan diskusi dengan Ibu-ibu. Para Ibu tersebut curhat tentang masalah ekonomi.
Sempat dibicarakan juga tentang forum OK!, narasi harian, dan pembelajaran anak.


Ova telat datang. Diminta menemani oleh ijul. Ova menolak karena belum in dengan hal yang didiskusikan. Lalu Ova memilih mendengarkan obrolan Ibu-ibu kelompok ’ujug-ujug’ dengan Feri dan Listya. Dari yang Ova dengar mereka mendiskusikan perbandingan kondisi lingkungan Gugunungan dahulu dengan sekarang. Dari situ mereka masuk kepada aktivitas keseharian Ibu-ibu dengan anak. Aktivitas mengerjakan PR, masak, nonton teve. Sempat disinggung juga tentang pekerjaan sehari-hari dan penghasilan keluarga.
Pada Kamis malam, 4 September 2008 Ova dan Zamzam mengunjungi Sahabat Ira untuk mengkonfirmasi rencana kegiatan identifikasi keluarga dan lingkungan Gugunungan. Rencananya identifikasi dilakukan pada Ahad, 7 September 2008.
Kami mendiskusikan strategi mengundang warga, apakah datang langsung ke masing-masing rumah atau warga dikumpulkan di satu tempat. Kami perlu mendiskusikan dengan Sahabat Ira terkait dengan kebiasaan warga setempat agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Akhirnya pada malam itu diputuskan bahwa fasilitator akan langsung mengunjungi rumah warga.
Kami juga membicarakan tentang anak jalanan ”high risk” yang tinggal di sekitar pasar kiara condong. Tentang penanganan anak jalanan tersebut, juga lembaga/yayasan/lsm yang turut menambah ruwet penanganan anak jalanan.

Senin, 08 September 2008

Popularitas Blog rumahkerlip

Pada blog rumahkerlip ada 2 elemen untuk mengetahui tingkat popularitas. Web counter (tersedia: amazingcounters.com) dan Google PageRank yang disediakan oggix.com.
Dengan web counter kita dapat memantau jumlah pengunjung yang datang ke blog rumahkerlip. Web counter menilai popularitas blog berdasarkan tingginya frekuensi kunjungan.
Sedangan page rank membantu kita mengetahui apakah blog kita cukup terkenal atau tidak melalui skala popularitas dalam bentuk peringkat halaman.
Berbeda dengan web counter, page rank menilai popularitas berdasarkan jumlah situs yang mengarahkan link ke blog kita. Link tersebut bisa berupa hasil tukar-menukar alamat situs blog ataupun media massa berbasis web yang mereferensi blog kita sebagai acuan.
Saya rekomendasikan pada semua apabila kita mengirim tulisan ke milis/situs lain atau japri dengan teman sertakan "kunjungi blog KerLiP di rumahkerlip.blogspot.com".
Saya mendaftarkan blog rumahkerlip untuk jadi agen iklan di Google melalui program Adsense Google. Nah, Google melihat page rank blog kita.

Jumat, 05 September 2008

Jum'at , 4 September 2008

Tiba di kantor SMP Bhakti Nusantara 40 menit sebelum kelas dimulai, langsung menyapa Bu Wiwi, Bu Tuti, dan Bu Rini. Ada dua orang tak dikenal dengan tumpukan LKS di dekatnya. Bu Wiwi dengan senang hati mengikuti ajakan diskusiku tentang rencana pengembangan sekolah. Panduan beban kerja guru dan panduan yang diambil Bu Wiwi dari lemarinya menjadi bahan diskusi kami. Tidak lama kemudian datang Bu Ria dan Pak Ali menanyakan beberapa hal seputar homeschooling. Tim lengkap ini kuajukan untuk menjadi tim pengembangan sekolah ramah anak bersama Ibu Tuti dan kepala sekolah, Bu Aida.

Ternyata waktu belajar setiap jam dikurangi 10 menit. Hal ini berarti, anak-anak kelas VII tidak kutemani belajar karena jam istirahat sudah tiba. Akhirnya kulanjutkan diskusi tentang kemungkinan mengembangkan SPM Bhakti Nusantara menjadi sekolah ramah anak dengan model moving class.

Bel masuk sudah dibunyikan, anak-anak kelas VII sudah menunggu. Anak-anak sedang asyik menabuh ember bekas, bangku, meja dan alat lainnya sambil menyanyikan lagu-lagu yang populer saat aku tiba di kelas mereka. Guru Bahasa Inggris masih menyelesaikan pelajarannya. Rupanya ada sebagian anak yang tidak berisitirahat karena belum menyelesaikan hafalan mereka. Ibu Natalia kuajak diskusi tentang model pembelajaran yang tidak membebani anak dengan kewajiban menuntaskan buku pelajaran tertentu. Setelah bu Natalia keluar kelas kuikuti irama lagu yang dibawakan anak-anak. Kami pun menyanyi bersama. Beberapa anak menghampiriku untuk menanyakan beberapa hal tentang usaha mereka membuat pengumuman, laporan, cerpen dan cerita berantai secara berkelompok. Keempat materi tersebut kutulis di papan tulis. Sambil diiringi nyanyian murid laki-laki, beberapa anak membahas tentang pengumuman dan laporan. Kelompok 2 mencatat bahwa dalam pengumuman sekurang-kurangnya berisi sasaran pengumuman, kegiatan, waktu, dan penyelenggara. Kelompok yang menyusun laporan menyatakan bahwa isi laporan adalah fakta, opini, kesimpulan dan evaluasi (apa manfaatnya bagiku dan kelas kita). Kuminta anak laki-laki berhenti bernyanyi sejenak dan menjawab tawaranku. Dua murid perempuan menyediakan diri meminjam koran kompas hari ini ke rumah Ibu Aida.

Ada dua murid perempuan yang siap menganalisa model pengumuman di koran dan pemberitahuan dari sekolah kemudian membandingkan keduanya. Anak-anak lainnya lebih senang menulis lagu ciptaan mereka dan menyanyikan lagu populer lainnya. Monik adalah anak pertama yang menyanyikan dua lagu yang ditulisnya secara spontan. Kurekam momen berharga ini. Sambil menunggu kelompok pencipta lagu menyelesaikan tugasnya, kudampingi anak-anak yang menganalisa pengumuman. Tidak lama kemudian Rahma menyanyikan lagu ciptaannya sambil malu-malu duduk di bangkunya. Kurekam lagi. Faris memintaku untuk merekam kegiatan teman-temannya.

Trio pencipta lagu menyanyikan lagu ciptaan mereka disusul oleh duet bersuara emas di kelas VII. Duet ini juga membantu menyanyikan syair lagu ciptaan teman mereka yang begitu indah. Sementara itu, anak laki-laki masih asyik menyanyikan lagu populer. Akhirnya kuijinkan Bahtiar dan Ervan menyanyikan lagu Jackmania kesukaan mereka. Bahagianya mendampingi anak-anak kreatif ini berkarya dengan bahasa Indonesia kebanggaan mereka. Momen indah ini kurekam dengan HP.

Menjelang pulang, Pak Ali menyodorkan catatan pengajuan sistem penggajian baru dan memintaku untuk mengusulkan gaji dan transportku sendiri. Kutelpon Bu Aida untuk membahas rincian keuangan sekolah. Guru-guru sedang menunggu honor dan transport mereka di kantor. Kuajak Ibu Tuti untuk menemaniku ke rumah Bu Aida. Sambil menunggu Bu Aida siap, Bu Tuti menemaniku melengkapi rincian RAPBS yang sudah disampaikan kepada komite sekolah. Rupanya honor SDM di SMP Bhakti Nusantara masih dibawah UMP. Sumber penerimaannya pun sangat terbatas. Kuminta Bu Tuti untuk berkomitmen mengikuti RAPBS ini dan menjaga agar setidaknya sumber penerimaan untuk honor dan transport guru dipastikan tidak defisit. Bu Tuti kembali ke sekolah.

Program pengembangan sekolah terpaksa hanya dibahas berdua dengan Bu Aida. Pada prinsipnya, kepala sekolah antusias untuk mengembangkan SMP Bhakti Nusantara menjadi sekolah ramah anak. Kami berkomitmen untuk memikirkan dengan serius penggalian dana yang tidak membebani keluarga peserta didik terutama untuk perbaikan penghasilan guru. Kuusulkan untuk memberi tampahan honor 1 jam bagi guru yang mengumpulkan resume tindakan kelas dan tunjangan rapat khusus bagi Tim Pengembang Sekolah. Bu Aida tidak keberatan.

Rabu, 03 September 2008

Cara mudah memulai homeschooling

Keluarga Indonesia

Silakan klik www.home-school inc.com dari blog ini. Ikuti langkah-langkah berikut
1. klik sign up to day
2. Isi seluruh kotak yang disediakan
3. baca term use
4. klik sign up
5. klik planner
6. ketik nama homeschooling keluarga anda pada kotak yang disediakan
7. Pilih pertanyaan yang sesuai
8. ketik jawabannya di pada dua kotak kosong dibawahnya
9. ketik password
10.Klik click here (muncul hanya jika set question and answer Anda succesfully)
11. Klik create term
12. pilih tanggal dan klik pada kotak start date dan end date
13. Ketik Topik 3-6 bulan yad pada term name
14. Klik create
15. Klik click here
16. Klik add new student
17. Pilih website theme
18. Ketik nama awal dan akhir warga belajar Anda
19. ketik pasword untuk warga belajar Anda
20. klik create

Web based planner homeschooling keluarga Anda sudah siap.
Silakan klik www.home-school.inc.com dan ikuti langkah berikutnya
1. klik planner
2. klik switch School Member
3. ketik password pada student
4. klik log in
5. klik click here
6. klik log in educator
7. klik edit
8. ketik password baru untuk educator
9. Pilih plan/educate/record
10. Klik course at glance untuk create tern baru
11. Klik create a new course untuk kegiatan baru
12. Isi semua kotak sesuai dengan petunjuknya
13. Klik create
14. Ulangi 11-13 untuk setiap kegiatan hasil kesepakatan keluarga untuk topik 3-6 bulan tersebut
15. Silakan pilih item lainnya sesuai dengan keinginan Anda
16. Dampingi ananda untuk log in dan memilih itenm yang perlu diprin seperti school today atau My courses

Selamat ber homeschooling

Alhamdulillah

Keluarga Indonesia

Pagi ini makin terasa penuh berkah. Ananda Zakky imut antusias menyusun jadwal kegiatan belajar sampai 20 Desember 2008. Alhamdulillah free web planner yang disediakan www.home-school inc.com mewujudkan harapan keluarga Indonesia untuk menyusun jadwal, melaksanakan, memantau perkembangan minat, bakat dan kemampuan ananda dengan mudah dan partisipatif.
Selamat mencoba