Selasa, 09 September 2008

Identifikasi Keluarga dan Lingkungan Gugunungan Kiara Condong Bandung



Identifikasi dilakukan pada Ahad, 7 September 2008


Coretan izoel....

Aku datang bareng fery n listya. Saya datang terlambat karena nunggu listya yang ga tau jalan. Ternyata, di lokasi (rumah sahabat Ira dari SEMAK) zamzam n dheka sudah memulai obrolan bareng bapak-bapak dan ibu-ibu di daerah Babakan Sari III (Gugunungan-Kiaracondong).
Setelah prolog dari zamzam, para orang tua dibagi 3 kelompok yang terdiri dari 4 orang. Dengan didampingi zamzam, dheka, fery, listya dan saya sendiri maka mulailah kami mengeksplor sekaligus mengidentifikasi warga. Kebetulan saat itu, ova belum datang di lokasi.
Saya memandu kelompok ’candil’ yang terdiri dari ibu eti, ibu supriyatin, ibu ilah dan ibu ambar. Kecuali ibu supriyatin yang bekerja di industri rajutan, mereka adalah ibu rumah tangga biasa.
Bu eti tinggal di RT 03. Ia mempunyai 4 orang anak. 2 orang anaknya sudah bekerja dan tidak tinggal bersama orang tuanya lagi. Sedangkan 2 orang yang lainnya masih duduk di kelas 1 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Taman Kanak-kanak (TK). Suaminya tidak bekerja lagi. Keduanya berjualan makanan kecil-kecilan di depan rumahnya.
Bu Ilah tinggal di RT 04. Ia mempunyai 3 orang anak. Dua orang anaknya tinggal bersama neneknya di garut. Hanya 1 orang anak yang duduk di kelas 1 Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP), tinggal bersama orang tuanya. Suami bu Ilah berjualan es cincau dengan menggunakan roda.
Bu ambar tinggal di RT 04. Suaminya bekerja di pabrik. 2 orang anaknya bersekolah di kelas 4 dan 1 Sekolah Dasar. Sedangkan seorang lagi masih berumur 3 tahun.
Bu supriyatin tinggal di RT 04. Berbeda dengan 3 orang ibu lainnya yang tidak bekerja, bu supriyatin bekerja di suatu industri rajut. Suaminya bekerja sebagai buruh serabutan. 2 orang anaknya sudah tinggal berpisah dari orang tuanya. 2 orang lainnya masih sekolah di kelas 2 SLTA dan kelas 2 SLTP. Sedangkan 1 orang lagi berumur 5 tahun.
Keempat keluarga ini seperti juga keluarga-keluarga lainnya yang tinggal di kawasan Gugunungan, tinggal dengan rumah-rumah kecil di pinggiran rel kereta api. Secara jujur mereka mengakui, mereka sebenarnya menempati lahan yang dimiliki oleh PT KAI, sehingga sangat mungkin mereka tergusur.
Rumah-rumah mereka kecil dan berdempetan. Sebagian malah tidak punya sanitasi dan ventilasi yang baik. Ketika obrolan diarahkan pada isu perubahan iklim, mereka mengatakan tidak punya lahan untuk menanam pepohonan. Paling tumbuhan ditanam dalam pot.
Ketika Izul sudah kehabisan bahan diskusi dengan Ibu-ibu. Para Ibu tersebut curhat tentang masalah ekonomi.
Sempat dibicarakan juga tentang forum OK!, narasi harian, dan pembelajaran anak.


Ova telat datang. Diminta menemani oleh ijul. Ova menolak karena belum in dengan hal yang didiskusikan. Lalu Ova memilih mendengarkan obrolan Ibu-ibu kelompok ’ujug-ujug’ dengan Feri dan Listya. Dari yang Ova dengar mereka mendiskusikan perbandingan kondisi lingkungan Gugunungan dahulu dengan sekarang. Dari situ mereka masuk kepada aktivitas keseharian Ibu-ibu dengan anak. Aktivitas mengerjakan PR, masak, nonton teve. Sempat disinggung juga tentang pekerjaan sehari-hari dan penghasilan keluarga.
Pada Kamis malam, 4 September 2008 Ova dan Zamzam mengunjungi Sahabat Ira untuk mengkonfirmasi rencana kegiatan identifikasi keluarga dan lingkungan Gugunungan. Rencananya identifikasi dilakukan pada Ahad, 7 September 2008.
Kami mendiskusikan strategi mengundang warga, apakah datang langsung ke masing-masing rumah atau warga dikumpulkan di satu tempat. Kami perlu mendiskusikan dengan Sahabat Ira terkait dengan kebiasaan warga setempat agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Akhirnya pada malam itu diputuskan bahwa fasilitator akan langsung mengunjungi rumah warga.
Kami juga membicarakan tentang anak jalanan ”high risk” yang tinggal di sekitar pasar kiara condong. Tentang penanganan anak jalanan tersebut, juga lembaga/yayasan/lsm yang turut menambah ruwet penanganan anak jalanan.

2 komentar:

Komunitas Homeschooling KerLiP mengatakan...

Alhamdulillah

Maju terus ya
Kita bangun gerakan sosial kritis berbasis keluarga melalui kegiatan forum OK! di berbagai komunitas.
Narasi pendampingan akan menjadi bahan penyusunan silabus Forum OK! di komunitas pinggiran perkotaan. Jangan ragu untuk posting setiap narasi untuk menginspirasi pembaca membangun gerakan ini.

KerLiP

Komunitas Homeschooling KerLiP mengatakan...

Maju terus ya
Kita bangun gerakan sosial kritis berbasis keluarga melalui kegiatan forum OK! di berbagai komunitas.
Narasi pendampingan akan menjadi bahan penyusunan silabus Forum OK! di komunitas pinggiran perkotaan. Jangan ragu untuk posting setiap narasi untuk menginspirasi pembaca membangun gerakan ini.

KerLiP