Kamis, 29 Maret 2012

Narasi hasanudin_workshop hasil penelitian gender dan kesehatan reproduksi

Pembahasan : Hasil Penelitian Gender dan Kesehatan Reproduksi

Australian Demographic and Social Research Institute - Australian University
Hotel Baltika - Bandung, 28 Maret 2012

Pemateri :
Prof. Peter McDonald (Direktur ADSRI - ANU),
Dr. Iwu Dwisetyani Utomo,
Dra. Ida Rosyidah, MA

sub pembahasan :
- deskripsi gender dalam buku-buku pendidikan d SD, SMP dan SMA sederajat
- Meningkatkan Pendidikan kesehatan reproduksi dalam kurikulum Nasional Indonesia
- derskripsi gender dalam buku-buku Pendidikan Agama Islam
- Hasil positif pendidikan kesehatan Reproduksi

Tujuan dari penelitian masih semu dan terlalu umum, dengan menghasilkan beberapa rekomendasi untuk dinas, LSM dan guru2 atau tenaga pengajar serta tokkoh masyarakat dalam hal -pendidikan kesehatan reproduksi.

Ada beberapa hal yang menjadi catatan :
1. Dr. Iwu tidak mempunyai basic kesehatan (beliau mengakuinya) sehingga penelitiannya bersifat umum dan tidak spesifik dari sisi kesehatan reproduksi ;
2. sangat disayangkan pemahaman gender menurut Dra. Ida tidak sesuai dengan apa yang sudah ditafsirkan dalam Al-Qur'an ;
3. saya (Udin) sempat memberikan pemaparan tersendiri mengenai kesehatan reproduksi, karena yang dibahas bukan KESPRO UMUM tapi lebih ke HIV / AIDS dan perilaku seksual (termasuk pelecehan seksual) walau pada dasarnya hal tersebut juga termasuk materi KESPRO.
4. saya (Udin) memasukan GERA SHIAGA dalam menyikapi persoalan ini, respon dan antusiasme peserta workshop baik sekali, terbukti dengan adanya permintaan untuk penjelasan lebih lanjut, ada juga yang meminta profil dari GERA SHIAGA itu sendiri dan bagaimana cara bergabungnya,

5. Jamban BSJ menjadi trading topik (kyk d tweeter) pada saat workshop dan beberapa sekolah antusias ingin menerapkan JAMBAN BSJ di Sekolahnya berkaitan dengan kesehatan reproduksi. untuk jamban BSJ sendiri diminta profil dan keterangan lengkapnya untuk dibawa ke BKKBN pusat untuk dilaporkan pada hari Jum'at, 30 Maret 2012

demikian yang bisa saya laporkan
terima kasih

Selasa, 27 Maret 2012

Jakarta-Bandung

Lampu sorot mobil di seberang jalan
lewat sekilas
silih berganti
menerobos untaian belukar

diantara area terjamah
kantuk tak jua menyapa
sesak menerpa
tiba-tiba

ulah beribu anak manusia sisakan lengang.
nikmat
hadir bersama bisikan
halus

Ada yg terkulai di sudut
diam
membisu
luruh
seperti biasa

tol Cikampek-Pasteur, 27032012 jelang tengah malam

Pagi ini kembali terbangun dengan kaki kram. Beberapa bulan terakhir sejak penyusunan Panduan Umum Pendidikan Ramah Anak lalu Pedoman Sekolah Aman dst 5-6 jam sehari kaki diam tergantung di kursi travel Bandung-Jakarta pp.
Upaya sinkronisasi kebijakan yang menjadi strategi utama dalam mengembangkan Gerakan Aman, Sehat, Hijau, Inklusi dan ramah Anak dengan dukungan keluarga Sekolah/Madrasah membuat jarak tempuh kedua kota besar tersebut terasa pendek.
Kecepatan respon dari K/L terkait upaya penerapan Prinsip-Prinsip Hak Anak dan Pemenuhan Hak Pendidikan Anak membasuh lelah dan memperkuat semangat untuk memperbaiki Sistem Pendidikan Nasional menjadi niscaya.
Semuanya demi kepentingan terbaik anak.

Kemarin pagi tiba pukul 6.00 wib di SCBD. Langkah-langkah kecil diayunkan menuju Kalibata menyerahkan titipan. Hampir 1 jam menunggu metromini 640. Akhirnya diputuskan mengikuti salah satu kawan baru kenal naik bis 54. Macet total. Sms dari Santo menyadarkanku tentang D day demo kenaikan BBM. Ada yang melintas sekilas. kembali kutepiskan agar tak larut dalam ketidakpastian.

&9 hari lagi website berikrar-aman habis, Pak Ardito dari UNESCO menawarkan perpanjangan domain kepada beberapa pihak. Hening langsung menyambut untuk Planas atau CDE, Rupanya tentang Seknas Sekolah Aman masih belum masuk dalam ingatan. Lalu Vanda menyampaikan rencana kerjasama advokasi sekolah aman dengan KerLiP. Akhirnya kuputuskan untuk mencoba kontak Rini dan kemudian nyambung dengan Dian. Rini pun menjawab tentang kesediaan Planas mengelola mwebsite tersebut. Alhamdulillah.

Pukul 9.05 tiba di Sarinah menikmati teh dingin dan sepotong kue. langsung menyebrang menuju Menara Thamrin. Hari ini memperjuangkan 'tempat" apresiasi bagi upaya sinkronisasi kebijakan yang sudah berjalan. Benar saja. Alhamdulillah, setelah berupaya keras untuk memasukkan Planas PRB, Forum PRB Yogya, Seknas Sekolah Aman, HFI, Kemhub, KPP-PA, Asosiasi Perusahaan Peduli Anak, serta rencana tempat tambahan diluar JEC untuk dikelola GERA SHIAGA akhirnya rapat persiapan AMCDRR pun usai.

Sempat melobby Novi dan Robby BNPB untuk memastikan Perka mengenai Pedoman Sekolah/Madrasah Aman dari Bencana bisa dikeluarkan sebelum 5 April 2012. Sayang sekali, rupanya tidak ada yang melakukan kordinasi lebih intensif dengan ajudan Wamendik hingga terjadi kesimpangsiuran dan pertemuan audiensi pun batal. Mohon maaf pun disampaikan kepada pihak-pihak yang sudah datang atas undangan Seknas Sekolah Aman. Setelah sinkronisasi jadwal dengan Mas Yunan akhirnya disepakati audiensi dilaksanakan tanggal 2 April 2012.

Jalan Thamrin cukup lengang saat aku naik ojek menuju KPP-PA. Ada dokumen yang harus diserahkan kepada Asdep Pemenuhan Hak Pendidikan Anak. Sinkronisasi jadwal penuntasan juknis Sekolah Ramah Anak. Jadwal yang disampaikan atas permintaan Setjen DPR tadi malam dan jadwal KPP-PA menjadi acuan. Ada intermezo sedikit terkait Hak Anak yang lahir diluar nikah. Kembali bersiasat.

Dede diminta untuk menyampaikan surat an KerLiP ke Wamenpu. Zamzam diminta untuk mengirimkan surat perubahan audiensi dengan Wamendik.

Mobil dinas ibu Ninin mengantarkanku ke SCBD.Tadinya mau ketemu Santo, tapi kuputuskan untuk kordinasi dengan Santo melalui BBM, langsung naik ojek menembus hujan.

Dede masih mencari nomor fax Wamendik saat aku tiba di rumah. Malam ini aku ajak Dede membuat lingkaran pengaruh dan lingkaran kepedulian yang berpusat pada dirinya. Seluruh kegiatan dalam pengaruh langsung dimaksimalkan agar dapat memastikan upaya tumbuh bersama Dede dan KerLiP bermuara pada kepentingan terbaik anak. Bagian lain yang sulit kita pengaruhi dimasukkan ke lingkaran kepedulian. Mudah-mudahan pagi ini jauh lebih baik dari kemarin. Insya Allah.

GERA SHIAGA yuk!

Selasa, 20 Maret 2012

FGD Finalisasi Pedoman Penerapan Sekolah Aman dari Bencana

Pagi ini kembali menikmati sarapan khas di Hotel Milennium bersama Dede dan Zamzam, menunggu FGD Finalisasi Pedoman Sekolah Aman dari Bencana dimulai.

Materi display GERA SHIAGA yuk! sudah dibawa ke ruangan tempat FGD dilaksanakan. Ada Cahyo, Novi, dan Pak Anas. Rupanya pointers sambutan yg disusun Zamzam sudah diprint. Namun ternyata, Mas Lilik yang membuka acara.

Bahan presentasi GERA SHIAGA yuk! yang disusun Mas Koyak kembali memukau banyak orang. Materi-materi KIE GERA SHIAGA yuk! pun dimasukkan kedalam kit peserta FGD.

Alhamdulillah, akhirnya bahan presentasi GERA SHIAGA yuk! Lengkap dg pernak-perniknya dipresentasikan dlm pembukaan FGD tersebut. Sambutan dari Bu Ida sangat membesarkan hati saat mendengar kritikan Zamzam karena tidak mengupas draft isi Pedoman yg sudah disusun.

Memang sengaja, sudah saatnya mendorong upaya kampanye dan advokasi khas Perkumpulan KerLiP yang merajut impian banyak pihak yang sudah diinisiasi sebelumnya dg penerapan Sekolah Aman.

Peserta FGD yg sangat terbatas tidak menyurutkan kami untuk merevisi ketiga bagian Pedoman. Adalah Esti, dr PBL KemPU yg sangat menguasai isi yg terkait Ke-PU-an yg membantu kelompok 1 menataulang outline dan maksud Pedoman tersebut.

Alhamdulillah Ruby dr GFDRR, Esti KemPU, Novy, Pak Budi dr BPPT, Bu Ida dengan kekhasannya, dan Susi staf ahli kemenag siap membantu merev isi agar Pedoman Penerapan Sekolah Aman melalui (GERA SHIAGA Indonesia) di sekolah/madrasah siap diluncurkan 26 Maret 2012.

Instrumen Monev akan segera disiapkan setelah Pedoman ini di Perka-kan. Ruby lah yang mengingatkan agar Pedoman ini mengikuti sistematika Perka BNPB.

Bagaimana dengan kelompok 3?
Alhamdulillah Dede mempresentasikan hasilnya dengan baik dilengkapi catatan kritis dari Amin Plan yg membuatku berpikir ulang untuk mendorong istilah GERA SHIAGA Indonesia dicantumkan dalam judul.

Zamzam sempat mengingatkan soal motivasi. Rupanya masih diperlukan perjalanan panjang untuk membangun trust antara aku dan Zamzam terkait motivasi GERA SHIAGA dikedepankan.
Buatku upaya ini adalah bentuk apresiasi bagi Mas Koyak dan Zamzam juga Dede, Tyas, Oka, Taufik dan sahabat-sahabat KerLiP lainnya yang terlah dan selalu bersemangat mempersiapkan GERA SHIAGA yuk! Dengan berbagai materi pendukungnya.

Terima kasih untuk Zamzam yg sudah mengingatkan dalam posisinya sebagai pengampu program GERA SHIAGA yuk! Peristiwa kecil ini mengingatkan pada saat mencoba mendorong kontrak tertulis yg menjunjung tinggi prinsip tumbuh bersama di MI Asih Putera lalu di Hikmah Teladan.

Sudah bisa ditebak ujungnya selalu meyakinkan diri untuk tetap bekerja demi kepentingan terbaik anak dengan segala kekhasan yg Allah karuniakan kepada hamba Nya yg dhaif ini.

Mudah-mudahan prinsip ini selalu hidup dalam setiap gerak, ucap, laku lampah keseharianku dalam mengembang amanah gerakan kenabian yg penuh liku-liku.

Insya Allah
GERA SHIAGA YUK!

Selalu Memukau

Alhamdulillah

Saat-saat memukau Devieta kembali bisa kita nikmati ya.

Pagi ini, ibu menikmati kesendirian di kamar mandi setelah tertidur nyenyak sambil mengirimkan beberapa pesan untuk memastikan upaya advokasi sekolah aman melalui program GERA SHIAGA masuk dalam pointers BNPB yang sedang disusun Zamzam.

Kemarin cerita panjang lebar mengenai upaya PRB yang dilaksanakan bersama sahabat-sahabat KerLiP didepan Ina, peneliti S2 dari Untar. Ina menggali lebih jauh mulai dari rintisan Gerakan Keluarga Peduli Pendidikan sampai munculnya GERA SHIAGA.

Alhamdulillah, ujung-ujungnya, Ina siap membantu knowledge management Litbang KerLiP dan siap bergabung selasa malam untuk menyiapkan workplan GERA SHIAGA di masjid-masjid.

Sebelumnya, Ibu, Tyas, Oka, dan Fitry berbagi pengetahuan mengenai Konsep dan Praktek GERA SHIAGA yuk! Mulai dari Gerakan KerLiP di rumah, sekolah/madrasah/lainnya, rumah ibadat, kebijakan, pelayanan publik, media dan dunia usaha. Ide GERA SHIAGA yuk! Muncul sebagai bentulk apresiasi terhadap praktek-praktek baik yang digali saat menyusun Panduan Umum Pendidikan Ramah Anak bersama K/L/D/I lengkap dengan perkembangan potensi anak-anak GSB MSA SMP11 yang luar biasa dalam dampingan Ibu Nia, Pak Agus dan guru-guru mereka didukung manajemen berbasis sekolah yang peduli anak dalam pimpingan Pak Asep.

Ide besarnya adalah sebesar-besar manfaat agar 75% sekolah/madrasah lebih aman, peduli lingkungan dan lebih sehat
Bagi 44 juta anak Indonesia dengan menjadikan anak, remaja, kawula muda mitra dalam penerapan sekolah aman melalui GERA SHIAGA.

Bagaimana dengan strukturnya? Sinkronisasi kebijakan, peningkatan partisipasi publik termasuk anak, pelembagaan aktivitas anak dan keluarga di sekolah dalam upaya Pengurangan Risiko Bencana menjadi metode terpilih. Beberapa aktivitas sebelum Gladi GERA SHIAGA menjadi penting dilakukan. Mulai dengan Kordinasi K/L/D/I, roadshow GERA SHIAGA ke sekolah/madrasah, sosialisasi melalui jejaring sosial, pembuatan materi KIE. Dana hibah kecil untuk mendukung rencana aksi GERA SHIAGA di sekolah/madrasah yang terjangkau dalam roadshow akan digalang melalui sponsorship berkelanjutan.

Pengumpulan foto kelas rusak berat, lomba foto essay dan lomba menulis artikel "GERA SHIAGA" diharapkan dapat meningkatkan efektivitas partisipasi anak dan keluarga.

Tyas mempresentasikan rencana kegiatan Roadshow GERA SHIAGA yang akan dimulai di SDN Coblong 4 tanggal 24 Maret 2012. Ada banyak hal menarik yang kita bahas sebelum Udin dan Dimas dari ISMAKES bergabung.

Kafe Ilmu KerLiP minggu ini luar biasa. Tyas menjelaskan konsep dan rencana aksi GERA SHIAGA kepada Udin dan Dimas. Berlanjut dengan pengalaman Udin dan Dimas membangun ISMAKES Jabar atas permintaan Oka dengan impian GMB nya.

Alhamdulillah, kita menyepakati untuk memperkuat kerjasama BEM STKS, ISMAKES Jabar dan KerLiP dalam merintis Gerakan Mahasiswa Bersatu. GMB ini akan dilaunching pada Hari Keluarga Nasional tanggal 28 Juni 2012. Praktik adopsi pemeliharaan pohon di pinggir jalan sepanjang jalan anak-anak menuju sekolah, promosi kesehatan, keselamatan dan keamanan di sekolah/madrasah, dan kegiatan-kegiatan lainnya termasuk untuk kader-kader posyandu dan rumah-rumah ibadat menjadi pilihan kegiatan menarik yang akan diusung GMB.
Bahkan Tyas, Oka, Udin dan Dimas sepakat berbagi pengetahuan dan keterampilan di wilayah dampingan masing-masing.

Alhamdulillah, setiap saat memukau bagi KerLiPers ya. Apalagi saat Zamzam dan Dede kembali membawa materi KIE GERA SHIAGA yang didesain dan dicetak Mas Koyak. Lengkap sudah impian kita untuk mewujudkan GERA SHIAGA Indonesia.

Siomay lezat dari simpang jadi menu sarapan kita. Menu penutup main ular tangga pendidikan ramah anak yang dicetak Kementerian Pemberdaya Perempuan dan Perlindungan Anak. Tyas, Oka, Teh Dewi, Icha menyemarakkan ruang publik di teras Rumah KerLiP sampai malam.

Beberapa materi KIE GERA SHIAGA disiapkan untuk pameran di acara internal Setditjendikdas di Horison Bandung. Tyas dan Oka membuka stand khusus GERA SHIAGA disana. Kita sepakat untuk buka stand dan jual merchandiser GERA SHIAGA setiap kumpul di Kafe Ilmu KerLiP. Oh ya, kita juga sempat merencanakan recommitment untuk terus saling belajar dan jadikan Kafe Ilmu KerLiP wahana belajar bersama.

Ibu, Zamzam dan Dede berangkat ke Jakarta dengan harapan baru untuk usung GERA SHIAGA Indonesia dalam FGD finalisasi Pedoman Penerapan Sekolah Aman dari Bencana. Insya Allah
GERA SHIAGA YUK!

Narasi Devita diawal Diklatsar

hehe sentilan nakal dari iklan indomie rupanya menggairahkan semangatku tuk mememutar ulang rekam pengalaman selama tes mengikuti MENWA ...Tak pernah kuduga sebelumnnya, diksar yang seharusnya aku jalani sejak hari rabu ternyata mundur sampai hari ini. Menurut jadwal sih tanggal 20 sampai tanggal 4 April nanti, wah semakin lama saja -___- Ternyata kesibukan kami sejak hari rabu itu merupakan tes yang wajib kami ikuti. Dan kemarin meripakan puncak ketegangan kami yaitu pengumuman hasil tes, yea alhamdulillah pasukan kami lolos semua . Asyik :D Hmm sebuah awal yang baik semoga berakhir dengan hasil yang baik sekali.Awal yang baik ini kami capai melalui tes mental ideologi dan tes kesehatan, tes mental ideologi sendiri merupakan tes yang berkautan dengan visi misi kami mengikutu menwa . Wah seru pokoknya, kami di bentak-bentak , bahkan aku sendiri harus menikmati push up karena ketidaksengajaanku ngomong. hede ya alhamdulillah selamat dari tamparan . ckckkck oh iya di sini aku juga sempet menggali lho, hoho alahasil aku mendapatkan informasi mengenai ikatan mahasiswa DIY dan Jawa Tengah, sebuah komunitas mahasiswa swasta yang menentang pemerintahannya Pak SBY. ( Frontal ) Selain itu melalui tes kesehatan aman, meskipun BB tidak sebandung dengan TB wkwkwk, tapi yang lucu disini bisa melihat anak laki-laki di kerjain senior. Beh to be continued

Bu Yanti, Ka Zamzam, Ka Dede, Sekilas cerita saya, memang bukan sebuah derita tapi inilah kisah saya, saya tunggu cerita Ibu maupun kakak selanjutnya. Semangat. Salam GMB. Gerashiaga yuk :)

Minggu, 11 Maret 2012

analisa Dreamboard ala Devita_CFD 4 maret 2012

Indahnya hari ini ... Cantiknya mentari pagi ... J

Kubuka mata dengan setengah sadar, rencana hari ini bersiap untuk belajar seperti biasa di kafe ilmu. Santai tapi cepat, lari sana-sini menyiapkan apa yang di bawa. Suatu kesempatan yang sayang di lewatkan, yaitu menghadiri seminar nasional tentang sekolah Ramah Lingkungan. Wah pastilah banyak ilmu yang akan di dapat nanti. Sebelum berangkat menuju jakarta, aku dan Niar bergegas menuju kafe Ilmu. Buru-buru kami di kejar waktu karena memang sudah telat kami pastinya. Dengan langkah yang tergesa kami menemukan sosok Ibu yang duduk santai dan terlihat anak-anak yang riang sedang menggambar. Wah siapa geranganny?Wah ada Ibu Yanti yang sudah datang lebih awal dari kami (memang demikian) beliau ini rajin sekali untuk meramaikan CFD(Car free day). Dan langsung saja kami menemui Inu untuk memohon maaf atas keterlambatan kami. Setelah bertemu Ibu lantas kami menghampiri mereka, dan diantaranya ada dua orang yang aku tak asing rupanya, ada Dul (Daul) dan Rivo (Riva) hehe wah senangnya bisa bertemu dengan ,mereka lagi setelah beberapa hari terakhir ketemu di SMP 11. Baru beberapa menit menyidik dua bocah cerdas ini, datanglah ka Dede yang membawakan sarapan pagi. Asyik , , nikmatNya memang tiada orang yang menduga. Luar biasa :p

Ibu Yanti mengutus kami untuk menjadi analisator dream board anak-anak SMP 11 ini berdasarkan INEE. Ada yang tahu INEE?Interagency Network for Education in Emergencies, atau trennya Standarstandar minimum untuk pendidikan : ‘kesiapsiagaan, respon dan pemulihan. Inilah sebagaian manfaat yang kami dapatkan dari kerlip, ini baru sebagian loh? Apalagi lebihnya... dan aku tidak akan melewatkan detik demi detik yang memukau bersama KERLIP :D

Kembali ke top news , sebelum kita mengulas apa INEE, nah pastilah kalian mengikuti ceritaku kan seputar dreamboard, anak-anak dari smp 11 memang di minta mengkreasikan tentang seperti apa harapan mereka untuk sekolah mereka, nahloo terbayang ga apa harapan kalian untuk sekolah kalian? Gini nih, kebetulan aku dan ega meun dapet kebagian tuh menganalisa dreamboard dul dan rivo, heran kami di buatnya awalnya 3 dreamboard mereka sodorkan ke kami . Ih woh “dalam benakku” iar aja udah dapet 2 anak yang di analisa, eh kita malah sama sekali. Dih separah inikah kami jadi analisator, atau kami belum paham tupoksi yang di berikan Ibu Yanti? Dan akupun memutar kepala untuk memahami arti dari dream board yang di buat kedua anak-anak cerdik ini. Sambil menunggui Ega yang sedari tadi membuka lembar demi lembar buku INEE dan tak kunjungi mendapatkan pencerahan, sejurus kemudian aku mendapat jawaban dari anak-anak cerdas ini.

Anak-anak ini mengemukakan sebuah jawaban yang membuatku ternganga, ih ‘harapan mereka adalah tidak ada diskriminasi antara anak yang bersekolah di desa maupun dikota’ hmm berat :O tapi fenomena demikian merupakan potret yang terjadi di negeri nan melimpah ini. Yah bayangkan sumberdaya yang seharusnya menjadi aset yang tiada dua ini tidak ada yang sadar akan keberadaanya. Tahukah kalian? “Jawabannya ialah anak-anak” bagi kita anak-anak merupan titipan ilahi yang memang sudah sepantasnya kita membesarkannya dan mendidiknya, tapi apakah kita(sebagai orangtua bahkan gurugurunya) sudah mengenalkan anak pada skill yang dimilikinya?wah sangat disayangkan ketika aku harus mengetahui bakatku pada saat sebesar sapi ini, tapi tidak menutup kemungkinan untukku berkarya mulai dari sekarang. Tidak ada kata terlambat itu prinsipkku, ya meskipun malu ketika harus dekat dengan rivo atau dul mungkin akulah yang paling jadul gambarannya. Ngiri deh sama mereka yang jago nggambar dan berorasi. Hiks

Ah kembali lagi, setelah di dekati Bu Yanti , ngeh juga akhirnya kita . anak-anak dan pemuda berpartisipasi aktif dalam, pengembangan, pemantuan dan evaluasi....INEE hal.28. Ya berkaitan dengan harapan mereka bahwa anak mendapatkan haknya seuai dengan apa yang seharusnya di perolehnya, gambar jembatan dan jalan cukup menggambarkan perbedaan antara anak di desa dan dikota. Semoga kedepannya tidak ada lagi anak yang menempuh perjalanan kekotanya melalui hutan rimba atau jalan yang tidak layak pakai. Apalagi yang di pedesaan yang berlubang itu membuat dada terelus, betapa tidak jika hujan bukannya membahayakan? Hmm flash back ke pengalaman aku sering jatuh karena lubang yang tidak kunjung di perbaiki.Maklumlah rumah di desa ,kesekolahpun harus menbempuh dengan sepeda, bersyukurlah aku yang memiliki sepeda? Bagaimana nasib teman-temanku di komunitas adat sana?

Anak-anak ini juga tidak ketinggalan memaparkan ketertinggalan anak-anak desa yang takkunjung mendapatkan fasilitas teknologi yang memenuhi. Seperti internet masuk desa, bukannnya seharusnya anak memperoleh hak yangs ama untuk mengenal dunia melalui dunia maya? Tapi di temukan lho.. dedeuh nyeri hati ini ketika fasilitas anak di desa belum memenuhi standar hidup mereka tapi sekarang justru betebaran sekolah bertaraf internasional. Ada lelucon bahwa SBI itu sekolah bayar iuran. Bgaimana mau maju justru ketiadaan perataan itulah yang akan merugikan pendidikan di Indonesia.

Dan kamipun selesai dengan satu gambar yang di analisa padahal iar dan ayu sudah menganalisa 2 gambar . hehe meskipun demikian akutetap senang bisa berdiskusi dengan dengan yang lain.

Seusai dari kafe ilmu kami lantas ke kanayakan, untuk segera di berangkatkan. Wah lama tidak?kjami tugasnya edit sana sini, Seukses untuk kesemuannya.

Aisyah aqilah (Devita Murni)

Gerakan Mahasiswa Bersatu

Kamis, 08 Maret 2012

Advokasi berbasis pulsa

Ketika apresiasi sudah menjadi kebiasaan, maka sinergi antar pihak tidak lagi hany berupa impian. Proses panjang dan berliku-liku dalam upaya tumbuh bersama dari kapasitas masing-masing pihak untuk menyiasati keterbatasan jadi kenangan tersendiri. Ada sebuah kenikmatan baru saat menggunakan moda transportasi umum untuk menempuh jarak ratusan kilometer Bandung Jakarta pp dan antar kantor K/L/D/I, kadang diguyur hujan dan tak jarang terpanggang teriknya matahari. Beberapa foto Jakarta di pagi hari dan kilauan lampu dari gedung-gedung bertingkat sepanjang perjalanan mengisi SD card dalam handphone dan kamera digital. Suara burung bersahutan dari depan rumah melengkapi pelukan hangat putri kecilku yang masih menahan kantuk melepas kepergian bunda menjelang subuh. Tak jarang memaksa Zamzam bahkan Zakky bangun untuk mengantar dengan motor karena lupa menyiapkan bahan, bangun kesiangan, mengejar jadwal Cititrans yang sudah dipesan.

Kenikmatan yang selalu hadir dalam keseharian ini juga didukung dengan ketersediaan pulsa dan akses terhadap internet. Upaya penjangkauan melalui sms terbukti sangat efektif terutama untuk update info yang berhasil dijangkau dari satu pihak ke pihak lainnya seperti sms yang baru saja dikirim.

Assalamu'alaikum Pak Wamendik, menindaklanjuti rencana dg Setditjendikmen th 2011 perihal rakor pemodelan dukungan non fisik oleh 17 SMK sekolah penyangga di 8 provinsi terkena bencana berkordinasi dg BNPB, KemPU/ciptakarya, PPMB ITB, BPPT, Kemkes, Klaster Pendidikan, KLH, KPPPA dlm rehabilitasi SD/SMP/MI/MTs bersinergi dg Setditjendikdas, didukung LKBN antara, Plan Int, KerLiP prod, BEJ dan mitra lainnya, kami bermaksud menyebarluaskan praktik baik dg pembuatan film dokumenter selama pemodelan retrofitting melalui rehabilitasi di 8 provinsi tsb dilaksanakan, film layar lebar, lomba foto essay dan artikel, gladi, dan pameran yg dihadiri 65 negara di AMCDRR Yogya. Besar harapan kami Bapak berkenan bekerjasama. Terimakasih. Yanti@KerLiP

Sepuluh tahun yang lalu, Pak Fasli (waktu itu sebagai Dirjen PLS, Ketua Forkornas EFA)adalah pejabat pelayanan publik yang membuka sekat dan membuatku nyaman berkomunikasi seperti ini. Pernah satu kali mendapat teguran dianggap tidak sopan menanyakan konformasi dari nomor HP yang diduga milik ibu negara serta nomor Dirjen Mandikdasmen. Sejak saat itu berhenti mengirimkan sms ke kedua nomor tersebut, tapi tidak pernah menyurutkan langkah untuk memanfaatkan komunikasi melalui sms kepada pihak-pihak lainnya. Selama yang bersangkutan tidak menyatakan keberatan, meskipun tidak ada respon balik, update info melalui sms pun menjadi bagian penting dalam kampanye dan advokasi yang dijalankan bersama sahabat-sahabat KerLiP.

Bekerja berlandaskan prinsip demi kepentingan terbaik anak untuk menikmati hak atas pendidikan yang memerdekakan dalam lingkungan yang aman, sehat, hijau, inklusi dan ramah bagi kelangsungan hidup dan tumbuh kembangnya selama belajar di sekolah dan madrasah. Hanya perlu sedikit modal : keberanian, kesantunan dalam berbahasa, sikap apresiatif, dan tentunya tersedia pulsa untuk mengirim sms.

GERASHIAGA yuk!

Selasa, 06 Maret 2012

NOTULEN WORKSHOP PEDOMAN PENERAPAN SEKOLAH AMAN DARI BENCANA

MINUTES NOTES OF THE MEETING
WORKSHOP PEDOMAN PENERAPAN SEKOLAH AMAN DARI BENCANA
Hotel Millenium-Jakarta, 5 Maret 2012


 Merupakan tindak lanjut dari 1) Surat edaran MenDiknas nomor 70a/MPN/SE/2010 ttg pengarusutamaan PRB di sekolah, serta kampanye sejuta sekolah dan rumah sakit aman yang diluncurkan pada tanggal 29 juli 2010, maka Kemdikbud memberikan prioritas khusus untuk melakukan rehabilitasi ruang kelas rusak untuk menciptakan sekolah aman, dengan menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) Pendidikan TA 2011-2012, dana yang dialokasikan untuk rehabilitasi 194.844 ruang kelas rusak berat adalah 17,4 T ditambah dengan 7.081 madrasah, 2) Surat Rekomendasi Ka BNPB Nomor B.146/BNPB/II/2010 tentang rekomendasi Usaha PRb di sekolah dan Panduan Teknis Rehabilitasi Sekolah Aman melalui DAK pendidikan 2011 tertanggal 18 Februari 2011.

 Pedoman ini disusun bersama oleh BNPB, Kemdikbud, KemenPU, KemenAg, Bappenas, BPPT, Sekretariat Nasional Sekolah Aman, ITB, UNESCO, World Bank, Plan Indonesia, Perkumpulan kerLip, KPN, dan Paguyuban ITB’88.

 Pedoman ini disusun untuk menjadi acuan bagi para pemangku kepentingan di sekolah dan madrasah terutama Pemerintah Daerah, Kepala sekolah, Kepala Madrasah, Komite Sekolah, dan Komite Madrasah.

 Pedoman ini merupakan dokumen pendukung untuk implementasi Gerakan Nasional Penuntasan Rehabilitasi sekolah tahun 2012 melalui program DAK Pendidikan dan APBN 2012.

 Acara dibuka oleh Deputi bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BNPB, Bapak Sugeng Triutomo. Dihadiri oleh WamenkemenPU dan DirJen PUM-KemenDagri. Penghargaan dan apresiasi untuk rekan seknas sekolah aman dan instansi terkait untuk terwujudnya penyusunan pedoman ini.

 PB adalah urusan semua orang (disaster management is everybody business)







Sambutan WaMenPU (Bpk. Hermanto Dardak):

Kami sangat mengapresiasi penyusunan pedoman ini. Dalam pembangunan gedung terdapat informasi penting terkait media pembangunan gedung yang belum memenuhi persyaratan teknis sesuai pedoman yang harus diikuti. Terkait struktur bangunan dan kaidah-kaidah yang ada, serta tertib terhadap peraturan seperti K3. Lebih khusus lagi untuk daerah dengan tingkat intensitas dan frekuwesi gempa yang tinggi (rawan gempa). Selain itu, penempatan isolasi listrik, jalur evakuasi juga sangat penting sesuai standar yang telah ditentukan. Minimal keamanan dan keselamatan untuk pengguna sudah terpenuhi. Selain itu, IMB juga harus dipenuhi terlebih sekarang kita menerapkan green cities and green building standard terkait upaya kesiapsiagaan (latihan menghadapi gempa untuk anak/siswa). Disamping bangunan, perlu kita pikirkan bagaimana nantinya pemaanfaatan bangunan tersebut oleh siswa dan pengguna bangunan terkait kapasitas kita dan kapasitas bangunan terhadap gempabumi serta bagaimana kita mengelola area/wilayah kita yang lebih dominan perairan daripada daratan. Bangunan-bangunan dengan kemiringan-kemiringan tertentu dibangun berdasarkan kaidah-kaidah khusus pula. Di Jakarta telah terjadi 316 kasus kebakaran yang dominan karena konsleting arus listrik. Di sisi lain disebabkan karena kondisi bangunan yang belum sepenuhnya memenuhi kaidah-kaidah struktur yang mengakibatkan dampak yang sangat signifikan bila bencana terjadi. UU tentang bangunan gedung, yakni UU Nomor 28/2008, antara lain bangunan gedung harus mampu mendukung kapasitas beban bangunan dan dapat mengurangi risiko bencana. PermenPU Nomor / 2006 tentang petunjuk teknis bangunan. PerMenPU terkait pedoman teknis pembangunan gedung negara, pemanfaatan dan pemeliharaan gedung. PermenPU tentang rencana induk proteksi sistem kebakaran, pedoman teknis rumah instan sehat. Ini akan menjadi acuan gedung sekolah untuk meningkatkan kapasitas bangunannya terhadap gempa.














Paparan Dirjen PUM - Kemendagri
Oleh: Dr. Made Suwandi, M.Soc,Sc.

Peran Pemda dalam mengelola Pendidikan aman dari bencana (dalam koridor UU 31/2004 dan PP 38/2007).

Otonomi diberikan seluas-luasnya kepada daerah kecuali urusan UU yang ditentukan dan dipegang oleh pemerintah pusat seperti pertahanan, keamanan, moneter, yustisi, politik luar negeri, dan agama. Ada 31 urusan yang diotonomikan (www.ditjen-otda.go.id), terdiri dari urusan absolute (mutlak urusan pusat) dan concurrent (urusan bersama pusat, provinsiinsi, dan kab/kota). Concurrent terdiri dr dari pilihan optional (sektor unggulan, seperti pertanian, industri, perdagangan, pariwisata, dan kelautan) dan wajib/obligatory (pelayanan dasar, misal tramtib, kesehatan, lingkungan hidup, pendidikan  SPM).

Kriteria distibusi urusan pemerintahan antar tingkat pemerintahan:
1. Eksternalitas  siapa kena dampak, mereka yang berwenang mengurus
2. Akuntabilitas  yang berwenang mengurus adl tingkatan pemerintahan yang paling dekat dengan dampak tersebut (sesuai prisnsip demokrasi)
3. Efisiensi  Otda (otonomi dearah) harus mampu menciptakan pelayanan publikyang efisien dan mencegah High Cost Economy. Efiseiensi dicapai melalui skala ekonomis (economic of scale) pelayanan publik. Skala ekonomis dapat dicapai melalui cakupan pelayanan (catchment area) yang optimal.

Bagian urusan pemerintahan yang dilaksanakan oleh masing-masing tingkatan pemerintahan berdasarkan 3 kriteria: Pusat, Provinsi, dan Kab/kota. Aturan main dibuat oleh Pusat, dengan melibatkan stakeholder dan tegakkan  law inforcement.

Pengelolaan bencana sesuai UU otonomi:
1. Bencana masuk dalam gugus urusan pemerintah umum yang kewenangan ada di BNPB
2. BPBD menjadi SKPD di tingkat Provinsi
3. BPBD menjadi SKPD Kab/kota
4. Anggaran BNPB dari APBN, BPBD Provinsi/kab/kota dari APBD Provinsi/kab/kota
5. BNPB membuat norma, standar, prosedur, dan kriteria untuk dijadikan acuan bagi BPBD dalam PB
6. Personil BPBD berstatus pegawai daerah

Konsekuensi pendanaan  urusan bencana skala nasional pembiayaan keseluruhan menjadi tanggungjawab pusat (APBN), urusan bencana skala provinsiinsi pembiayaannya menjadi tanggung jawab provinsi, urusan bencana skala kab/kota menjadi tanggung jawab APBD kab/kota, urusan bencana skala nasional dapat ditugas pembantuan-kan ke provinsi atau ke kab/kota dibiayai dengan APBN; pengawasannya dilakukan oleh gubernur sebagai wakil pusat melalui dana dekonsentrasi (PP Nomor 19/2012 jo PP Nomor 23/2011).
Kriteria sekolah dan madrasah aman:
1. Aman dari segi lokasi (dilihat dari peta rawan benacana yang dapat dilihat dr BNPB)
2. Aman struktur bangunan
3. Aman dari desain dan pengaturannya
4. Didukung oleh sarana dan prasarana pendukungnya
5. Harus Memperhatikan pengetahuan kebencanaan, pelatihan dan cara-cara menghadapi bencana (kesiapsiagaan)

Tanya Jawab:
1. Apakah sampai saat ini sudah ada sekolah percontohannya?
 dikarenakan bentuk pelaksanaan dikerjakan sesuai dengan dana dari sumber yang berbeda-beda, mereka membangun/retrofit sehingga model yang dihasilkan berbeda. Di Sumatera Barat sudah ada model konsep sekolah aman terkait retrofit. Dengan adanya dana APBN dan APBD, kita dapat mengimplementasikan ke seluruh wilayah

2. Kapan pedoman ini dapat diplikasikan? Dalam bentuk apa? Perda atau UU?
 pedoman ini sudah diprakarsai sejak 2 tahun lalu. Realisasi dari pengalaman dari pusat permukiman PU, standar-standar dari PU kita gunakan untuk menyusun pedoman. Dana DAK dr kemendikbud, sehingga Kemendikbud perlu pedoman dalam menyalurkan dana DAK tersebut. Ada alokasi jumlah anggaran dan sekolah setiap tahun terkait sekolah aman

3. Terkait lokasi sekolah yang sudah terlanjur berada di daerah yang rawan bencana?
 BNPB mengupayakan menjauhkan bahaya dari kerentanan, menjauhkan bencana dari masyarakat, dan living harmony with risk. Jika memungkinkan untuk dipindahkan akan lebih baik serta local wisdom

4. Pelaksanaan sekolah aman, apakah berbeda dengan sekolah umumnya karena agama tidak termasuk dalam otonomi daerah?
 sekolah aman menjadi acuan nasional dari semua jenis sekolah, madrasah, dan pesantren, serta jenjang pendidikan lainnya. Ada UU dan PP bangunan gedung dan pedoman yang mengatur agar amannya struktur bangunan, indicator dan parameter apa saja yang harus dipenuhi agar kriteria sekolah aman tadi dapat terpenuhi. Tentunya tercakup juga dalam pedoman sekolah aman ini. Lokasi jika sudah terlanjur terletak di daerah rawan bencana, upaya-upaya pencegahan, mitigasi, kesiapsiagaan dan risk transfer sangat berperan. Teknologi rekayasa teknik sangat membantu dalam memitigasi bencana. Lingkungan juga harus turut dirancang untuk Ruang Terbuka Hijau dan kawasan yang dapat mendukung apabila bencana terjadi. Lokasi dengan kemiringan curam (> 40%) perlu direview kembali dengan rekayasa teknis (alternative) atau merasionalisasikan Rencana Tata Ruang di lokasi tersebut, atau pemindahan lokasi bangunan tersebut ke daerah yang lebih aman.

Dana dekonsentarsi tiap daerah besarnya berbeda-beda, yang bisa diakses untuk rehabilitasi sekolah apalagi terkait bencana. Sekolah yang dibantu, bukan saja hanya dari sisi bencana saja.

Sesi II. Pembicara dan diskusi panel
Narasumber:
a. Pak Dedi (Cipta karya-PU),
b. ibu Ida (Kasubdit Sarpras, Dit. Pendidikan Madrasah-Kemenag),
c. Pak Supryono (Setditjendikdas-Kemendikbud),
d. Yanti Kerlip (Ketua Seknas Sekolah aman), dan
e. Petra Bodrogini (Education WB)

Pak Dedi (Cipta karya-PU)

Seringkali struktur bangunan tidak mempunyai kapasitas dan tidak cukup waktu (ada jeda waktu yang cukup untuk menyelamatkan diri) untuk menghadapi bencana. Adanya pembangunan yang tidak terkontrol, bangunan yang tidak laik fungsi dapat menimbulkan kecelakaan, layanan umum yang tidak memiliki akses (aksesibel) bagi penyandang cacat memperbesar risiko kebakaran yang ada.

Berdasarkan UU Nomor 28/2001 tentang Bangunan Gedung, salah satunya menunjukkan persyaratan keselamatan bangunan Pasal 17 dan 18. Melalui UU ini, pemerintah sudah mendorong semua pihak bahwa harus memperhatikan beban-beban yang ada (beban hidup, beban mati, beban angin, beban gempa, dll). PP Nomor 36/2005 pasal 33 dan 36.

Adanya sosialisasi secara berkelanjutan pada PemProv dan Pemkab/Pemkot tentang ketentuan dan pedoman penyelenggaraan bangunan gedung di daerah masing-masing, termasuk juga gedung sekolah, dalam rangka mewujudkan sekolah aman.

- Tidak ada bangunan gedung yang 100% tahan terhadap bencana termasuk gempabumi,
- kita harus mengupayakan bangunan yang handal. Apabila terjadi Bencana, kerusakan hanya pada bagian non struktur sehingga memberikan kesempatan penghuni untuk menyelamatkan diri saat terjadinya bencana.
- persyaratan konstruksi bangunan gedung tahan gempa tidak cukup sebatas stabilitas struktur saja melainkan harus mempertimbangkan aspek stabilitas tanah dan pondasi, serta pengaturan tata bangunan berskala kawasan.
- Kelalaian dan kesalahan perencanaan maupun pelaksanaan terhadap konstruksi tahan gempa dapat mengakibatkan kerusakan dan keruntuhan gedung termasuk korban jiwa.


Ibu Ida ( Rencana Rehabilitasi Ruang Kelas MI dan MTS kondisi rusak berat tahun 2012-2014)

Perkembangan madrasah swasta sebesar 6% setiap tahun. Posisi swasta yang berkembang sendiri -- terkait UU Sisdiknas tahun 2003, beberapa madrasah swasta mendapat bantuan yang hampir sama dengan madrasah negeri. Kondisi kelas ruang kelas rusak berat MI 4%, rusak ringan 26% dimana mayoritas terdapat di jawa timur, jawa Barat, dan Jawa Tengah. Sedangkan kondisi MTs yang rusak ringan sebesar 21% dan rusak berat sebesar 11%, mayoritas di Jawa Barat dan Jawa Timur.

Kriteria khusus penerima bantuan:
1. Kriteria ruang kelas rusak berat mengacu kepada kriteria yang telah ditetapkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum
2. Prioritas madrasah yang memperoleh anggaran rehabilitasi adalah madrasah yang memiliki setidaknya 3 ruang kelas rusak berat untuk MI, dan 2 ruang kelas untuk MTs
3. Status Madrasah terakreditasi atau telah memiliki NSM (Nomor Statistik Madrasah) dari Kementerian Agama
4. Kualitas bangunan hasil rehabilitasi harus memenuhi kualitas bangunan “B” (memiliki ketahanan di atas 20 tahun)
5. Untuk madrasah yang berada di daerah rawan gempa, ruang kelas hasil rehab harus memenuhi standar bangunan tahan gempa

Mekanisme penyaluran dana:
a. Madrasah negeri  dana rehab dialokasikan langsung pada DIPA Satker MIN dan MTsN dan pelaksanaanya dilakukan sesuai dengan Perpres Nomor 54/2010 tentang pengadaan barang dan jasa pemerintah
b. Madrasah swasta  dana Rehab dialokasikan pada DIPA Ditjen Pendidikan Islam atau Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi yang penyalurannya dilakukan langsung dari KPPN ke rekening madrasah dalam bentuk bantuan langsung (blockgrant). Pelaksanaan rehab dilakukan melalui swakelola oleh Komite Madrasah dengan melibatkan Bhakti TNI dan PTAIN setempat.

Update: Rehabilitasi rusak berat yang awalnya dirancang sampai dengan tahun 2014 akan diselesaikan pada tahun 2012. Rehabilitasi rusak ringan tahun 2012 dilaksanakan sebesar 12% dari total 51.036.


Pak Supryono, M.Si (Kebijakan Bangunan Sekolah Pasca Bencana)

UU 23/2002 tentang perlindungan anak, UU Nomor 20/2003 tentang Sisdiknas (pasal 49 ayat 3, pasal 51 ayat 1), PP Nomor 48/2008 tentang pendanaan pendidikan (pasal 3 ayat 1 dan 2, psl 5 ayat 1, psl 83), PP Nomor 19/2005 tentang Standar nasional pendidikan. Perpres Nomor 54/20120 tentang pengadaan barang dan jasa (pasal 26 ayat 1, Psl 27 ayat 4, psl 31 ayat 1), Permendiknas nomor 044/U/2004 tentang dewan pendidikan dan komite sekolah. Minimal ada 3 dampak akibat bencana: tidak bergunanya sarana prasarana, perlu biaya rehab-rekon, masyarakat mengalami trauma psikologi. Subsidi yang diberikan sekolah diprioritaskan untuk ruang kelas, perpustakaan, kamar mandi; pembangunan/rekonstrukasi infstruktur, pagar, dinding, dan atau mebeler.

Ditjen Mandikdasmen menerbitkan SK penetapan sekolah penerima subsidi dan menerbitkan MoU dengan kepsek penerima dana subsidi. Dinas pendidikan provinsi melakukan koordinasi dengan dinas kab/kota berkaitan subsidi sarana prasarana, dinas pendidikan kabupaten membuat usulan ke pusat, yang akhirnya pusat menerbitkan SK komite pembangunan/rekonstruksi sekolah (KPPS), KPPS membentuk tim Pelaksanana rekonstruksi (TPR), dan TPR akan membuka rekening komite Pembangunan/rekonstruksi sekolah


Petra Bodrogini (Pelaporan Data Elektronik Rehabilitasi dan Madrasah)

Semua kegiatan termasuk rehabilitasi dan rekonstruksi/ berawal dari data, karena data digunakan salah satunya untuk alokasi sumber daya, penentuan standar, pengambilan keputusan, meningkatkan outcome, transparansi dan akuntabilitas publik. Adapun data yang sebenarnya diperlukan yaitu : data pra-rehabilitasi, selama rehabilitasi, pasca rehabilitasi. Bentuk datanya berupa kuantitatif, kualitatif dan image (gambar). Pada era sekarang ini pemanfaatan GIS sangat penting, di Filipina GIS sudah sangat dimanfaatkan untuk pengelolaan dan Indonesia mestinya mulai mengadopsi sistem ini.

Yanti Sriyulianti (Penerapan Sekolah Aman Melalui Gerashiaga)

Harapan melalui upaya-upaya perkuatan fisik, maka sejak awal masyarakat termasuk anak dilibatkan dalam upaya pengurangan risiko bencana, melalui perencanaan sampai dengan monev. Upaya partisipasi publik terus digiatkan dengan dukungan dari pemerintah (K/L).

Sesi Diskusi Kelompok. Grup 3 — GERASHIAGA
Hasil diskusi:
 Konten yang ingin disampaikan dalam GERASHIAGA apa? TOR nya seperti apa?
 Gerakan ini merupakan model pembelajaran untuk menghadapi ancaman bencana.
 Bagaimana memberikan pemahaman ke siswa tentang kesiapsiagaan dalam menghadapi ancaman bencana, gerakan ini mencoba untuk mengajak siswa, guru, ortu murid untuk berperan aktif dalam diseminasi informasi dan peningkatan kesiapsiagaan masyarakat terhadap ancaman bencana.
 Tujuan utama GERASHAIGA  untuk meningkatkan komitmen multipihak termasuk sekolah untuk menyediakan suasana belajar dan proses pembelajaran, pendidik dan tenaga pendidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan dan pembiayaan yang memberikan jaminan kesehatan, keselamatan, kelayakan termasuk bagi anak berkebutuhan khussus, kenyamanan dan keamanan anak dan warga sekolah lainnya terjamin setiap saat.
 Topic ‘aman’ sangat luas sehingga harus kita lokalisir.
 Dalam juknis turunan DAK yang merupakan standar bangunan tahan gempa, GERASHIAGA lebih kepada upaya kesiapsiagaan terhadap bencana gempa bumi.
 Gerakan ini merupakan sosialisasi dan asistensi tentang penerapan sekolah aman dari bencana sehingga ada materi mulai dari informasi dan edukasi sampai pada aspek pelatihan dan dukungan.
 Mengoptimalkan kebijakan anggaran yang ada.
 Buat tema-tema pada muatan loka dan atau ekstrakurikuler di suatu sekolah/madrasah yang bertemakan Bencana.
 Dalam juknis BOS ada item khusus untuk pembelajaran aktif, inovatif dan menyenangkan. Kita memanfaatkan alokasi dana ini untuk penerapan sekolah aman dari Bencana (gempa misalnya). Kita perlu model/percontohan untuk sekolah jenis ini.
 Pendidikan dan pembelajaran bagaiman kita dalam menghadapi gempa harusnya tidak dijadikan program ekstrakurikuler, namun harus dimasukkan dalam mata pelajaran yang harus diketahui oileh seluruh penggiat pendidikan walaupun tidak permanen. Tema ini harus rutin diadakan dan rutin dilakukan latihan, yang disesuaikan dengan karakter dan kondisi daerah/ wilayahnya masing-masing
 Sangat sulit bagi kita untuk memasukkan kurikulum baru ke dalam kurikulum yang sedang berjalan, walaupun hasilnya real dan sangat bermanfaat oleh masyarakat.
 Goal nya merupakan gerakan siswa/ penggiat pendidikan bagaimana tercipta sekolah aman yang diatur dalam pedoman yang mengatur kebijakan, pelatihan yang rutin terhadap warga sekolah terhadap cara-cara menghadapi gempa.
 Pedoman ini diperlukan untuk mengetahui mana saja yang penting untuk ditindaklanjuti dan dijadikan prinsip dalam pengupayaan sekolah aman dari Bencana.
 Genious local theory sangat mempengaruhi local wisdom di suatu wilayah. Karena belum tentu aplikatif untuk wilayah lain.
 Harus ada EWS yang disepakati bersama dan dilakukan latihan secara periodik.
 Perlu media percepatan untuk sosialisasi dan asistensi, bisa juga dengan duta atau idola.
 Budaya sekolah aman, apa saja perangkatnya dapat kita perjuangkan melalui ID program, maskot, sertifikat (penghargaan) sekolah aman.
 Gerakan ini diharapkan tidak terlalu kaku sehingga bisa dipenetrasikan ke semua muatan lokal, ekstrakurikuler yang sudah ada.
 Sertifikat sekolah aman dilihat dari sudut prinsip-prinsip dasar bencana dan prinsip-prinsip kesiapsiagaan diharapkan BNPB menjadi instansi yang menilai dari sisi kesiapsiagaan warga sekolah.
 Gerakan ini lebih kepada pengetahuan, kesiapsiagaan dan mempunyai minimal jalur evakuasi, peralatan pendudkung dalam menghadapi Bencana diikuti latihan rutin. Penerapan atau budaya sekolah aman, ID program untuk mempercepat penerapan sekolah aman dari bencana, juga duta/mascot/idola. Terutama mata pelajaran yang bisa diselipkan dalam mata pelajaran yang sudah ada.
 Diharapkan gerakan ini berupa satgas dalam gugus ekstrakurikuler masing-masing. Ada gerakan sekolah bersatu (gerakan siswa bersatu—melibatkan berbagai ekstrakurikuler yang ada termasuk ketua organisasi) yang melibatkan ketua-ketua organisasi ekstrakulikuler yang ada sebagai forum PRB skala sekolah.
 Adanya kekawatiran akan banyaknya korban yang timbul akibat bencana yang terdiri dari anak-anak sekolah membuat siswa/pelajar ingin meningkatkn kemampuan mereka untuk siap dalam menghadapi bencana.
 Idola akan terbentuk apabila ada partisipasi aktif dalam strategy branding. Anak/pelajar dicari tahu minat/passionnya sehingga ketika sudah mempunyai komunitasnya masing-masing, kita hembuskan isu yang terkait sekolah aman dan upaya-upaya menangani Bencana, dan upaya PRB. Jika ingin disempurnakan, perlu dilakukan pembinaan.

Senin, 05 Maret 2012

Jejak Pemikiran Zamzam 5 maret 2012

kamis jadi rapat sama dirjen PUM kemdagri bu? kamis siang saya dapat panggilan dari KI Jabar untuk mediasi dengan walikota bandung terkait dokumen yang dimintakan kepada mereka. mudah2an pedoman bisa beres tanggal 7. pagi ini saya ke kanayakan, nanti sore daya ke kliningan untuk mendiskusikan langkah2 mediasi...

makasih untuk mega meun, narasinya bagus banget, aku sampai merinding bacanya, begitulah kalau orisinalitas pengalaman bila dituliskan, selalu terkagum bacanya.ibu yanti udah upload ke blog kerlip yaa. terimakasih telah memberi pembelajaran cara keluar dari kegalauan dan membagi kebanggaan yang mega alami kepada kita, aku sendiri bangga...beberapa pelajaran yang aku ambil:
  1. selalu meyakinkan diri bisa, menghilangkan prasangka dan kekhawatiran diri bahwa saya tidak bisa melakukannya
  2. selalu mengkomunikasikan kondisi diri kita kepada rekan kerja untuk memastikan bahwa kegiatan bisa tetap berjalan - kalau dari pengalaman mega, bagaimana mega mengkomunikasikan kepada penanggung jawab (kak Dede dan Bu Yanti), sehingga Dede bisa langsung cari pengganti...dan ketika mega akhirnya bisa, mega pun bisa kembali gabung...
  3. sesuatu yang dianggap sulit (misal mendampingi guru bk), kalau dikerjakan dengan sepenuh hati dan langsung dikerjakan, bisa membuahkan kebanggaan dan selalu takjub akan hasil yang dicapai...kesulitan akan kita ketahui tidak sulit, ketika kita lurus mengerjakannya...
  4. semangaaaat ^_^
gak kalah seru dengan mega, Tias, Niar dan Devita masih semangat menyelesaikan buku panduan umum PRA yang diminta KPPPA di kamar sebelah setelah 6 jam menembus derasnya hujan di sore hari, begitu juga Kak Dede yang berjibaku dengan printer dalam menyiapkan material yang akan dibagikan kepada peserta. kalian memang orang-orang pilihan yang senantiasa gigih untuk menyelesaikan tanggungjawabnya. kalau aku sama wa dadang, masih sempat menikmati kehangatan selimut dan empuknya bantal hotel, mereka masih tetap saja semangat, walaupun dede sempat membenamkan setengah tubuhnya dibawah selimut karena teman kencanya si epson T100 gak mau ngasih biru...akhh..akhirnya waktu udah jam 3, dan aku belum juga bisa burning DVD karena materinya sangat terbatas dan DVD eksternalnya gak mau main sama si Lenovo... ya sudah akhirnya aku ikut naik disamping dede...tapi begitulah, aku ini masih saja belum berubah, ga bisa mengalahkan malas dan lebih memilih menemani kantuk...tapi ini aku lakukan supaya besok bisa lebih fresh..hehe alibi sebenarnya ini, begitulah kalau ngomongin diri sendiri, walaupun aku seneng mengapresiasi orang lain, tapi masih agak sulit mengapresiasi diri sendiri, hehe, harus banyak belajar ari anak-anak ni...perlahan mataku dibukakan oleh anak-anak SMP 11 untuk tak takut bermimpi, setinggi tingginya mimpi...dan sekarang aku dibukakan oleh adik-adiku di STKS untuk semangat dan terus bekerja...makasih yaa, kalian guru-guruku yang hebat...

aah, mari aku lanjutkan sedikit ulasannya...pagi itu bu yanti sudah mewanti-wanti untuk menyelesaikan Pers release, dan aku bergegas membuka dokumen-dokumen seknas sebagai bahan untuk pers release, dan dalam 10 menit pers release itu beres untuk di review bu yanti. karena sebenernya hanya mindahin beberapa hal yang ada dalam sambutan yang aku buat buat sestama BNPB yang dudah di benerin bu yanti. gak lama kemudian bu nia dan bu yanti. bu nia langsung membantu memasukan brief sekolah aman ke dalam goody bag BNPB. bu yanti langsung mengambil alih si Lele. seperti biasa bu yanti mengkoreksi kata per kata dan kalimat perkalimat, sambil mengyebutkannya. bu yanti selalu meminta agreement kepada yang buat dokumen awal untuk perubahan kalimat dari dokumen yang sedang dikoreksinya tersebut. dan aku inisiatif saja mandi karena udah jam 7 pagi ternyata. singkatnya aku dan dede bergegas ke bawah tanpa sempat sarapan, karena masih harus print sambutan buat pak Sugeng dan bahan materi yang akan dipaparkan pak Sugeng...Mas Lilik sempat kmentar, wah ini yang nanti akan dibacain, banyak banget yaa, katanya sampai 4 lembar, saya bilang engga pak , ini tiga lembar isinya, karena memang ada banyak hal yang harus disampaikan...sambutan tersebut aku sesuaikan dengan gaya sambutan pemerintahan, tapi tidak mengurangi substansi berupa kronologis perjalanan sekolah aman, pencapaian yang dihasilkan, upaya-upaya sinergi multi pihak dalam mewujudkan sekolah aman dan apresiasi terhadap pihak2 tersebut, sekilas tentang pedoman yang akan disusun dalam workshop ini, dan terkahir diisi dengan harapan2 terhadap peserta yang ikut workshop supaya tujuan2 workshop bisa tercapai...

pak Isman dari BPPT orang yang pertama kali datang, disusul dengan pak ardito dari unesco dan pak Sugeng, Deputi pencegahan dan kesiapsiagaan BNPB. Pak Ardito dan Pak Sugeng langsung ditodong sama anak-anak untuk foto bersama, bu nia, pak ardito, arlian, diandra, pak sugeng, bu yanti dan kak dede. seperti juru kamera gak pernah kebagian foto yaaa...hehe, gpp gpp (bari gondok we anger :D)...sambil print mas lilik mengingatkan untuk konfirmasi kehadiran pak Wamendik dan wamen PU...saya bergegas menghubungi Mas Yunan, Asisten Wamendik, dan ternyata pak Wamendik gak bisa hadir, karena dipanggil pak menteri untuk ngadep ke Pak Agung laksono, menkokesra...mas yunan ngabari kalau dari wamendik akan diwakili staff ahli, yaitu pak Hhanief. aku minta nomor pak hanief dan lewat sms Mas yunan ngaih nomor pak hanief. langsung aku tlp, dan ternyata udah deket di thamrin...sementara kalau wamen PU sedang perjalanan dari bandara langsung ke hotel millenium...dan pas masuk, eh tenyata sudah ada pak sugeng, dari staf pak Dardak, dia memeatikan acara dan mengabarkan bapak sedang dalam perjalanan....

singkatnya, acara dibuka oleh pak Sugeng dengan membacakan naskah yang kami sediakan...ditengah pembukaan pak Dardak dateng dan berlanjut langsung ke sambutan pak Dardak...acara mengalir saja dengan sendirinya mengikuti selera pembicara dan aku, di belakang mengamati peserta workshop dan ada yang mengejutkan, Kak dede membawakan roti dan tart dari depan...ini zam buat kamu, belum sarapan kaaan...ooooo sooo sweeeet, haha....sebenernya aku cuma mau nyampein ini aja, pagi itu Kak Dede perhatian banget, jadi terharu...haha :p, tos ah, bilih aya nu kembung pangamungna..haha :p...

singkatnya acara berjalan dengan perubahan2 spontan karena para pejabat itu nyelonong aja langsung ke depan, maklum wamen sama dirjen kali yaa, tapi bukan karena itu sih, karena memang kursinya di depan ada 3 dan pak sugeng kasihan kali sendirian buka acara, makanya 2 orang temannya langsung kedepan, bagian dari solidaritas..hehe...sambutan terus jalan dan aku seneng Kang zabonx ngasih film yang diedit untuk ditayangkan...mengapresiasi itu, aku langsung ngubungin teh novi dari BNPB untuk menyisipkan film sekolah aman setelah pak Dardak, biar wamennya liat...tapi eh ternyata pak Made, dirjen PUm Kemdagri ingin cepat2 ngomongin peran kemdagri di era otonomi daerah untuk mendukung implementasi sekolah aman, kekecewaanku karena film sekolah amannya ditunda diputar kebayar denagan pernyataan2 pak Made yang mengharuskan dirinya menghadiri acara ini karena merasa perlu membawa sekolah aman ini ke dalam agenda pengembangan otonomi daerah...bahkan di sesi selanjutnya Pak Sfafrizal stafnya pak Made, kasubdit pencegahan dan kesiapsiagaan bencana, menekankan lagi perlunya sekolah aman masuk dalam evaluasi kinerja pemda....

wooow, lompatan yang bagus untuk advokasi sekolah aman...begitulah cara kita menyebarluaskan konsep dan dampak dari program yang kita usung...selalu jangkau piranti dan sistem yang sudah terbentuk, kasih manfaat bagi lembaga dan personal pengambil kebijakannya dan dengan sendirinya mereka sendiri yang meminta memasukan agenda advokasi kita menjadi program mereka...syukur alhamdulillah, sampai saat ini kerlip senantiasa merasa berkelimpahan ketika gagasan2 terkait model pemenuhan hak pendidikan anak yang kita usung diadop untuk disebarluaskan dalam jejaring yang merkea punya...dan alhamdulillahnya lagi, puji syukur pada Allah SWT, kita senantiasa diberi kelimpahan untuk menyebar luaskan kepada siapaun tanpa takut kehilangan "hak cipta"....apa yang kita anut tentang konsep menebar kebaikan pada semesta, senantiasa kita pakai dalam menjalankan program-program lembaga...menurut saya ini hal baik yang jadi dasar makin berkembangnya gagasan dan praktek baik yang kita miliki yang akan dengan sendirinya mengembangkan lembaga yang jadi motor penggerak sekaligus perahu yang kita dayung dalam lautan dakwah ini, dakwah untuk memurnikan ketauhidan kita sebagai hamba Allah, khalifah di muka bumi. senang sekali ketika tiba2 kita tahu bahwa apa yang kita gagas dijadikan acuan oleh orang lain dalam mengembangkan karyanya, tanpa harus menyampaikan itu adalah karya saya/kami, kebanggaan itu muncul dan menjadi motivasi dalam mengembangkan inovasi-inovasi program lainnya...secara pribadi saya menghaturkan beribu terimakasih untuk bu Yanti, sebagai kakak, sahabat, guru, murid sekaligus Ibu bagi kami, yang senantiasa menjadikan kami teman dialog dan memberi teladan kepada kami untuk terus bekerja seoptimal kemampuan kita....bekerjalah seoptimal kemampuan kita tanpa harus khawatir dengan hasil yang akan kita peroleh....syukur ini saya haturkan juga buat sahabat kerlip yang senantiasa semangat, tanpa pamrih dan mau bersama-sama belajar dan mengembangkan diri, lembaga, masyarakat dan bangsa..aku tak lagi takut untuk bermimpi, bahwa aku adalah bagian dari orang yang menjadikan dunia kita lebih indah, damai dan aman, bahwa aku bagian dari sejarah yang membuat peradaban dunia lebih aman, peradaban IDAMAN...bagi saya ini adalah lecutan untuk terus bertarung, bukan hanya bertahan dalam kebaikan ini tapi juga berkembang danmenjadi penyebar kebaikan...semoga ini jadi bagian dari tahaddust binni'mah atau dalam bahasa kerennya mengapresiasi apa yang selama ini berjalan baik dalam diri dan lingkungan kita....

wah, jadi melebar yaa dari seminar jadi ngomongin apresiasi, tak apalah, mari kita lanjut...acara dilanjutkan dengan konfrensi pers, walau gak banyak wartawan yang meliput, kegiatan ini jadi ajang bagi sahab kerlip, devita murni yang dengan antusias mengikuti konfrensi per ini...Devita yang kemudian tertarik menjadi seorang jurnalis saat secara langsung menanyakan perihal penerapan sekolah aman dalam rehabilitasi madrasah kepada para pejabat, eh pelayan publik ini...ngomong2 tentang pelayan publik, para staf di BNPB terlihat sudah waswas karena wamen sudah terlalu lama di depan, karen asetelah wamen PU menyampaikan sambutannya, pak Made lumayan panjang menjelaskan otonomi daerah kaitannya dengan penerapan sekolah aman, sitambah lagi, pak wamen ditahan sejenak untuk mendengarkan para wartawan dan peserta workshop...bagi kami ketidaknyamanan ini harus dibiaskan untuk membiasakan para pelayan publik di level apaun untuk lebih lama melayani daripada dilayani.salah satu target kami juga dalam gerakan keluarga peduli pendidikan ini adalah memposisikan para pejabat di pemerintahan ini sebagai pelayan publik, mendekonstruksi pandangan dan prilaku masy terhadap pelayan publik, atau dalam bahasa bu yanti mereka itu adalah public servant.

Hal ini bukanlah bentuk arogansi kita terhadap para pengambil kebijakan tersebut, tapi ini menjadi wujud nyata dalam menerjemahkan peran kita sebagai khalifah di muka bumi ini. ini adalah dasar gerakan kepedulian yang lain, dimana kita menghargai status kekhalifahan kita dengan menempatkan orang sebagai lain sebagai khalifah, wakil Allah di muka Bumi. seperti kita ketahui, Allah tak pernah tidur, tak pernah berhenti mencipta, dalam bahasa lain apa yang Allah kerjakan itu semuanya untuk makhluknya. nah, kalau kita bertindak sebagai wakil Allah di muka bumi, maka yang kita kerjakan juga harus senantiasa memberi manfaat bagi makhluk Allah, dalam bahasa yang lebih sederhana lagi adalah apa yang kita kerjakan adalah melayani makhluk bumi dan makhluk Allah lainnya. Nah kalau kita sepakat dengan term itu dan kita masukan term itu dalam kehidupan sosial, bermasyarakat dan bernegara...maka kondisi yang akan muncul adalah "status kita di muka bumi adalah saling melayani satu sama lain"...apalagi sebagai pelayan publik yang memperoleh penghasilan dari pajak, dari masyarakat, atau dalam terminologi zakat, pelayan publik itu berhak akan seperdelapan zakat yang mereka kelola....jadi ketika ada pelayan publik yang masih ngoyo ingin selalu dilayanai rakyatnya, tugas kita sebagai wagra negara dan hamba yang sadar akan ketauhidan kita sebagai khalifah adalah mengingatkan mereka dan mengajak mereka untuk senantiasa melayani....jadi jangan bagi adek-adekku di STKS, tugas mulia sekali sebagai peksos dan pelayan publik, karena hakikatnya kita adalah pelayan satu sama lainnya...ketika pelayanan2 itu berjalan harmoni, maka kesejahteraan, keadilan dan nilai asasi lainnya niscaya akan tercapai. dengan konsep yang saya fahami ini, maka saya senantiasa mengingatkan diri saya sendiri untuk menjadi pelayan bagi sesama dan lebih luas lagi menjadi pelayan bagi semesta.....

eh eh, kok kepanjangan yaa, kita lagi ngobrolin workshop pedoman penerapan sekolah aman dari bencana...udah sampai mana yaa..oh iya konfrensi pers dan kegundahan para staf eselon, 2, 3 dan 4 BNPB karena pak wamennya terlalu lama menghadiri acara mereka... saya termasuk orang yang masih bangga bersandingan dengan "orang2 gedean". istilah "orang2 gedean" aku dapet dari sms adekku di STKS, ".....bsok2 Ada acra ini lg aq ikt ya, jd co fasilitator jg gk pa2, aq pgen jd fasilitator org2 gdean"...hayooo siapa yang sms itu ngacung, hehe, maaf ya dek aku tulis disini. aku seneng banget dapet sms itu, mulia sekali nak ingin jadi fasilitator mereka2 yang para pengambil kebijakan, yang kemanfaatannya bisa dirasakan oleh orang banyak. Yuk bareng2 belajar, memfasilitasi para pelayan publik supaya melayani lebih baik kepada masyarakat dan bangsa...wooow, bukankah itu hebat...Yuuuk mariii, siapa yang mau ikut belajaaar :D...

nah, acaranya sendiri dilanjut dengan sesi kedua yang dimoderatori oleh bu nia, yang bicara sekarang adalah para penyusun draft pedoman dan pelaksana pedoman penerapan sekolah aman dari bencana ini. dimulai dengan pak Dedy dari PU yang menceritakan bagaimana bangunan aman terhadap gempa dan apa yang dilakukan PU ini. dilanjut dengan Pak Supryono dari sesditjen dikdas yang mengurusi kebencanaan dan rehab SD SMP. dilanjut bu Ida, kasubdit sarpras kemenag yang menjelaskan proses rehab madrasah di kemenag. konten ketiganya merupakan program pemerintah dalam menuntaskan rehabilitasi ruang kelas rusak berat pada tahun anggaran 2012. nah selanjutnya adalah bu yanti dan Bodro, dua orang ini adalah para pengusung draft pedoman yang dibahas dalam workshop ini. bu yanti menyoroti mengenai gera shiaga, yaitu gerakan aman sehat hijau inklusi bagi anak dan keluarga...bu yanti cuma membahas 2 slide, slide pertama tentang 4 prinsip hak anak yang harus jadi dasar dalam penerapan sekolah aman ini, slide ke dua menjelaskan flowchart beserta kebutuhan pembinaan teknis dan yang dilakukan oleh PU, PT, SMK, dan GSB. cukup singkat tapi fokus. bodro, panelis terakhir menjelaskan mengenai pelaporan elektronik yang bisa dipakai dalam penerapan sekolah aman dari bencana terutama untuk melihat kebutuhan, progres dan monev sekolah aman. waktu sudah menunjukan pukul 13.00 dan ada 2 pertanyaan diajukan kepada para panelis. pertama dari pak Medi terkait usulan keluaran pedoman ini, apakah sebagai pedoman atau panduan? siapa yang mengeluarkan dan sasaran penggunanya siapa. kedua dari pak Syafrizal terkait usulan sekolah aman dimasukan sebagai evaluasi kinerja pemda....terkait dengan siapa yang mengeluarkan pedoman ini, ada saling lempar antara BNPB dan kemdiknbud, Pak sugeng menyampaikan ini akan jadi permendiknas dan pak Supryono ini akan menjadi perka BNPB, karena urusan kebencanaan ada di BNPB tapi pak Dedi menengahi dengan mengusulkan kemdikbud yang mengeluarkan dan kemenag mungkin...

sekilas gambaran saya tentang pedoman ini, sekolah aman merupakan isu lintas sektor yang menghubungkan beberapa kementerian teknis untuk mengadaptasi kebijakan yang mereka buat dengan standar sekolah aman ini yang dimuat dalam pedoman ini...pedoman ini akan menjadi pedoman komplemen atau penguat dari mekanisme yang berjalan di K/L. makanya diperlukan adanya pemilahan tanggungjawab dan kewenangan atau yang biasa disebut tupoksi. Nah, bagaimana sekolah aman ini dapat diintegrasikan dalam tupoksi masing-masing K/L tersebut. Upaya yang dilakukan seknas sekolah aman sekarang ini adalah mendorong masing-masing K/L untuk mengeluarkan NSPK tentang sekolah aman. ini memerlukan energi yang cukup besar karena ibarat pedagang di sebuah kampung, seknas ini menjajakan sekolah aman ke kementerian2, tapi dengan bekal portofolio advokasi dan jejaring yang seknas miliki, jajanan tersebut gak harus dijajakan sendiri oleh kita, seknas menghubungkan antar kementerian untuk menjadikan seklah aman ini sebagai dagangan bareng, bikin pasar bareng, dan ini berhasil didorong oleh seknas, setidaknya ada beberapa kementerian yang sudah dihubungkan, yaitu Kemdikbud, kemenag, kemPU, BNPB, KPPPA, kemkes dan Kemdagri.... kedepannya seknas sekolah aman ini harus mendorong pasar yang bisa digarap bareng, bentuk kerja barengnya yang cocok untuk sekolah aman ini adalah SKB antar kementerian. tahapan ini tentunya butuh waktu yang panjang, tapi dengan progres yang dihasilkan seknas sekarang ini, sebenarnya tinggal memanggil saja peran masing-masing K/L yang sudah dijangkau seknas dan jejaringnya untuk duduk bersama merumuskan ulang SKB tersebut, mungkin judulnya revisi SKB UKS plus...nah, gayung bersambut, kemdikbud melalui sesditjen dikdas sedang melakukan revisi UKS, ini adalah momen yang pas untuk melakukan pengintegrasian sekolah aman ke dalam program dan mekasnisme K/L/D/I. jadi memang bridging yang dilakukan seknas untuk menghubungkan antar kementerian bisa ditindak lanjuti dengan upaya konkrit penyusunan revisi SKB 4 menteri...

wah panjang lagi ni, tadi kita lagi ngobrolin sekolah aman yaa, status pedoman ini sebenernya seperti apa. nah, setelah istirahat makan, aku cek out kamar temen2...dan pas mau naik lift papasan dengan pak hanief, staff ahli yang mewakili kemendikbud. saya sempat ngobrol sebentar dengan pak hanief, intinya kalau pedoman ini sudah jadi, tinggal diajukan saja ke kemdikbudm, nanti launchingnya di kembdikbud, Pak hanief minta saya menyampaikan ini ke Pak Sugeng...ok Pak hanief dengan senang hati akana kami sampaikan. bahkan kami rencanakan tanggal 7 revisi pedoman dari hasil workshop ini akan dibawa ke wamendik..kemudian tanggal delapannya akan dibawa ke dirjen PUM sebagai bahan masukan untuk penerapan sekolah aman ini di daerah dan diajukan juga sebagai salah satu komponen evaluasi kinerja Pemda...mudah2an jalannya dipermudah, demi kepentingan terbaik anak....

nah sesi selanjutnya adalah diskusi kelompok, bu yanti mencamtumkan tiga fasilitator, yaitu kang Oya, dede dan saya sendiri. sambil makan siang, dede dan kang oya menghampiri, kumaha ieu teh teknisna? saya bilang review dari dokumen saja, sesuai dengan yang tertera dalam jadwal, Oya untuk penulisan, dede untuk monev partisipasi dan aku kebaikan gerakan Shiaganya. dede sempet bingung mau ngapain dan sempet menyerahkan fasilitasi kepada bu yanti, tapi dengan gayanya yang khas dede tak bisa menolak untuk jadi fasilitator (hehe, keep fight de. chayoooo pati bisaa). mungkin ini untuk pertamakalinya bagi dede memfasilitasi di acara yang diadakan kerlip dengan kementerian, bener ga de...tapi hebat bagi dede, berani. dan aku ngusulin aku di monev saja, karena dede kan yang dampingi SMP 11 supaya benar2 dede bisa menuntun diskusi sebagaimana dia fasilitasi GSB di SMP 11. proses diskusi cuma sebentar, sekitar satu jam, tapi itu tantangan bagi fasilitator untuk mengarahkan obrolan ke jalan yang benar, apalagi dengan peserta yang baru menerima draft dan belum sempat membaca, ini adalah keuntungan juga sekaligus tantangan. keuntungannya karena kita bisa memberikan informasi dan progres sehingga jalan diskusinya mudah, tantangannya frame berfikirnya belum sama, ada banyak istilah yang dipahami berbeda...ini pembelajaran juga bagi kita untuk menyiapkan draft panduan diskusi, supaya waktu yang dimiliki lebih efektif...ok deh, ini PR buat kita semua, eh buat aku deng ..hehe :D

di kelompok aku lumayan lama untuk menyamakan persepsi tentang pedomannya sendiri, secara aku juga belum terlalu paham seluk beluknya, masih baca sekilas2, tapi karena proses penyusunan bukunya juga hasil diskusi, jadi sedikit banyak tahu....kalau dari kerangka monev...karena sekolah aman ini isu Antar K/L/D/I...Proses penerapan sekolah aman ini adalah bagaimana mengintegrasikan sekolah aman ke dalam mekanisme yang berjalan di K/L. inilah poin yang dimonitoring....maka kami menyusun tupoksi masing2 K/L/D/I dan melihat bagaimana integrasi sekolah aman ke dalam tupoksi mereka. proses integrasi inilah yang dimonitoring, juga proses hasil integrasi yang menjadi program masing2 K/L/D/I. sayang dari kemdikbud tidak ada yang hadir,. kami cuma Kerlip, BNPB dan Kemenag. tapi so far cukup memuaskan lah....

nah tiba saatnya presentasi masing2 kelompok...presentasi berurutan dari kelompok 1, 2, 3. kang oya menyampaikan bagaimana perubahan yang diusulkan oleh kelompok. yang saya tangkap perubahannya dalam judul dan tata letak bab. bab gerashiaga di usulkan untuk dijadikanlampiran pedoman. gerashiaga merupakan praktek baik, bagaimana upaya pengurangan resiko bencana dilakukan di sekolah. keumuman masih menganggap praktek baik cukup jadi lampiran saja. ini juga yang terjadi saat saya dan bu yanti menyusun pedoman kebijakan pendidikan ramah anak. praktek baik selalu dibilang terlalu teknis dan sangat subjektif mengangkat pelaku praktek baiknya....mungkin aini belum umum terjadi dalam pedoman yang disusun oleh kementerian tapi suatu saat ini jadi hal yang lumrah dan jadi rujukan. mengingat apa yang kita kerjakan terkait panduan ini adalah meramu berbagai praktek baik, merumuskan langkah generalnya, kemudian disusun kepingan puzle praktek baik dan konsep2 umum menjadi sebuah pedoman yang melibatkan lintas K/L...nah, dasar berpikir inilah yang ingin kita sampaikan kenapa praktek baik ini selalu kita masukan dalam batang tubuh pedomannya. masih ingat mikro makro bridging, yaa itulah gambaran ruang lingkup advokasi yang kita lakukan, begitu juga dalam sekolah aman, 3 lingkup tersebut selalu kita pakai....Mikro, Makro, Bridging...pendekatannya adalah aktivasi sumberdaya dan mendorong pemenuhan standar universal...karena standar2 universal yang dipakai, maka dengan mudah instansi yang berbeda tupoksi bisa duduk bareng meruskan sekolah aman...

ok, sekarang giliranku, aku sudah menulis beberapa catatan dalam word, tapi berhubung LCDnya sudah diberesin maka cukup cuap2 saja...seperti yang aku jelaskan sebelumnya, aku membahas monev partisipatif, hasil diksusi menunjukan kebutuhan adanya bab tersendiri tentang Monev, karena butuh tahu tujuan monevnya apa, hasil yang diharapkan dari monev ini seperti apa, kemudian, komponen yang di monevnya apa saja, pelaksana monev, proses monev, budgeting monev sampai pada instrumen monevnya sendiri...tambah satu lagi yang sebenernya gak ada dalam diskusi, cuma insight aja di pikiran saat presentasi, yaitu hasil monev ini akan digunakan untuk apa? saya hubungkan dengan usulan pak Syafrizal tentang pengintegrasian sekolah aman kedalam evaluasi kinerja spemda, juga evaluasi diri sekolah untuk level mikronya...

dan inilai yang ditunggu2, penyampaian hasil diskusi terakhir oleh kelompok 3 tentang gerashiaga...semua tepuk tangan saat Arlian dan diandra maju kedepan...dengan suaranya yang khas dan intonasi ajakan yang memukau, arlian membuat para peserta workshop berdecak kagum, jalinan kata yang keluar dari mulut arlian begitu runut, sistematis dan analistis, dan paparannya selalu induktif, sebab akibat dan kadang jalan pikir yang tidak kita duga, dalam bahasa saya arlian itu jauh diatas harapan...nah, sahabat kerlip, tak kalah dengan Arlian Puri, adalah ketua OSIS gaul dari SMP11 yaitu Diandra, anak yang ikut ekskul dance ini selalu energik ceria dan memawa suasana semarak. dengan cara berpikir sistemik, diandra menjelaskan jalin kelindan antar organisasi yang ada di Sekolah, Diandra menjelaskan upaya-upaya yang dilakukan oleh masing-masing organisasi tersebut dalam upaya pengurangan resiko bencan di sekolah...mereka berdua menjelaskan ada banyak cara menyampaikan pesan dan cara berlatih kesiapsiagaan yang asik, bisa dengan menyanyi, menggambar, latihan drama, dan lain-lain...ditangan mereka, pengurangan resiko bencana menjadi aktivitas yang mengasikan dan sperti kata Arlian, mereka menggabungkan diri dalam GSB, gerakan siswa bersatu dimana GSB terdiri dari pimpinan lima ekskul yang berbeda-beda. mereka secara rutin bersama2 belajar tentang cara penanggulangan bencana versi anak-anak. kenapa anak, kata Arlian, kalau guru itu sedikit, paling satu guru ngehandel satu kelas, tapi kalau anak-anak itu akan banyak dan lagi kalau sama anak-anak itu mudah dimengertinya, anak GSB itu jadi tutor sebaya bagi temannya. dan lagi karena anak GSb terdiri dari berbagai ekskul yang berbeda, ada dari PMR, Pramuka, KIR, PPLing, dan KKR. misalnya kalau terjadi gempa anak-anak GSB yang menjadi ketua PMR menggerakan teman-temannya untuk memberikan pertolongan pertam kalau ada yang luka, anak pramuka bisa menggerakan pasukannya untuk menunjukan jalur evakuasi ke tempat yang aman. ada juga PPLing yang menjaga suaya pasca gempa itu lingkungan tetap terjaga sdengan baik, nah kalau di KIR lebih banyak mengembangkan model kampany sebelum terjadi gempa, bagaimana simulasi yang asik, belajar penangguklangan bencana yang mengaskan. dan tahukah kalian, semua peserta tak henti berdecak kagum saat arlian dan diandra menyampaikan hasil diskusi kelompoknya...tepuk tangan riuh dan senyuman lebar para peserta menyertai langkah Arlian dan Diandra ke kursinya masing masing...

naaah, sampailah kita di penghujung acara, pembawa acara juga menyampaikan kekaguman kepada arlian dan diandra, pembawa acara mengajak kita untuk tetap semangat seperti mereka, walau kita sudah tua semangat harus tetap muda. pembawa acara meminta Pak Roby Kapus penilaian resiko untk menutup Acara. sambil berjalan melewati arlian dan diandra, pAk Roby dengan senyum bangga menepuk nepuk punggung arlian, sapaan kebanggaan seorang ayah, orang dewasa terhadap anak2 hebat ini. dalampembukaannya, Pak Robby menyampaikan baru pertama kali ini dia mengikuti acara penanggulangan bencana dimana anak menjadi fasilitaor dan sekaligus narasumber. kitapatut bangga dan bersyukur ternyata masa depan bangsa ini cerah dengan kehadiran-anak-anak hebat seperti kalin, pak Robby terus menyampaikan kekaguman dan menyampiakn bahwa anak diharapkan menjadi fasilitator dalam pelatihan pengurangan resiko bencana. hhhmmm, pasti banyak anak-anak seperti arlian dan diandra yang jauh diatas harapan memukau orang dewasa dengan ajakan-akan yang menyentuh, runutan bahasa yang sistematis dan tentunya kepolosan anak yang tanpa pamrih, tanpa banyak kepentingan. terimakasih nak sudah menjadi bagian dari generasi penerus bangsa yang membuat peradaban kita menjadilebih aman, memanjangkan harapan akan perubahan masa depan yang lebih baik....

keriuhan itu pun berlanjut dengan ramah tamah saat pembawa acara menutup dengan wassalamualaikum. semua peserta pulang debnan wajar ceria, melihat closing yang memukau dari anak2...pencapaian anak ini tidak terlepas dari sosok pendmping, guru sekaligus sahabat bagi anak2, itulah Bu Nia...tentang bu Nia sendiri, waaaaw...hebat pokoknya, (makasih bu NIaa semangatnyaa :)...nanti ya, ulasan tentang bu nia, hehe jadi katyak reportase gini yaa, gpp ah, namanya juga narasi...dan kami pun bercanda ria sepanjang sesaat sebelum berpisah..munculnya sosok idola, Kak bisma makin mempererat hubungan dan kedekatan kita...to all sahabat kerlip, makasih yaa atas kebersamaan selama ini..ayoo bergerak demi kepentingan anak, generasi penerus bangsa... yuuuk gera Shiaga Yuuuk.. ^_^

waduh, jadi narasi gini yaa, tadinya gak niat bikin narasi hanya meneruskan email panggilan dari Komisi Informasi Daerah jawa Barat perihal mediasi terkait keberatan yang aku ajukan kepada walikota (atasan kepala dinas pendidikan) karena tidak memberikan informasi yang aku minta ke mereka. mediasi adakn dilaksanakan kamis 8 maret 2012 jam 11.00 - 12.00. doakan yaa, hehe ^_^

segitu dulu yaa, sekarang mau ke kanayakan ni, beresin panduan umum pendidikan ramah anak dan proposal lengkap buat plan...

haturnuhuuuun, gera shiaga yuuuuk! ^_^

salam

Zamzam Muzaki SM


Pendampingan ke Guru BK SMPN 11 Bandung_Narasi 2 Mega @KerLiP

Tanggal 4 Maret 2012 ketika di kafe ilmu, bu yanti serta ka dede menunjuk saya dan ayu untuk melakukan pendampingan perdana ke guru BK SMPN 11 Bandung. Saya dan ayu pun sempat berfikir apakah saya bisa melakukannya karena pendampingan ke guru bk bukan lah hal yang mudah. Saya pun menarik nafas dan meyakinkan diri saya bahwa saya bisa, terlepas dari pikiran saya dapat melakukannya atau tidak. Sebelum saya dan ayu kembali ke kos kami masing-masing, kami ke kanayakan dulu untuk menyiapkan peralatan untuk pendampingan besok.

Sesampainya di kos, saya melanjutkan mengerjakan tugas kuliah untuk presentasi pada hari senin. Saya tidak mengerjakan sendiri karena itu adalah tugas kelompok. Ketika mengerjakan tugas, sms datang dari ketua kelas dan memberi tahu bahwa hari senin ada penambahan jam kuliah, seharusnya kuliah pulang jam 09.30 ini menjadi jam 12.00, sempat sih galau (kata-kata anak gaul kalo dilema) tapi saya langsung memutuskan untuk mengabari ka dede serta bu yanti tentang kegalauan saya dan alhamdulillah mereka mengerti. Malamnya ka dede memberi tau saya kalo ka regi siap untuk ke smpn 11, saya pun lega karna ka regi bisa pergi bersama ayu. Senin pagi ayu memberi tau saya bahwa ia tidak bisa ikut ke smpn 11 karna ada urusan lain.

Allah berkehendak lain, dosen saya membatalkan kuliah pada jam 09.30 saya pun langsung di sms oleh ka regi bahwa beliau siap ke smpn 11. Saya pun langsung ke kanayakan dan akhirnya pergi ke smpn 11 bersama ka regi. Sesampainya di smpn 11 saya dan ka regi menuju ruang guru BK dan bertemu. Ka regi menjelaskan tujuan kedatangan kami dan memberi arahan dalam pembuatan dream board "hebat" tanpa pikir panjang, semua guru guru BK langsung membuat dream board dan mereka memberi kan penjelasan tentang gambar gambar yang mereka gunting. Sebuah dream board berhasil mereka ciptakan dan ini lah hasilnya





Bermakna, rame, fenimim penuh dengan warna itulah kesan yang ditimbulkan dari dream board yang dihasilkan guru guru BK. Mereka bekerja sama untuk menyusun apa saja yang mereka cita - citakan dan apa harapan mereka tentang hebat. Penuh dengan bunga bunga, ya mungkin karna semua guru bk itu semuanya wanita hehehe tapi dengan gambar gambar bunga itu semakin menghiasi dream board itu :D . Berbagai gambar ditempelkan, dan saling memilki keterkaitan yang pada akhirnya nanti, kelak mereka mengharapkan anak anak dapat mencapai semua mimpi mereka dan terbebas dari narkoba serta seks bebas agar anak anak mampu memiliki masa depan yang cemerlang.

Selesai membuat dreamboard saya, ka regi dan tentunya guru guru BK menempelkan dream board di ruangan guru guru BK agar dream board tersebut dapat selalu dibaca dan dapat diterapkan dalam proses belajar yang pada akhirnya apa yang di cita cita kan guru bk tercapai.

Waktu memang cepat dan pada akhirnya saya dan ka regi selesai dengan tugas kami. Walaupun hanya kurang lebih satu jam pertemuan dengan guru BK saya merasa puas dan bangga sekali dengan keberadaan guru guru tersebut. Mereka begitu antusias dalam melaksanakan tugas mereka dan mereka pun semangat sekali dalam membimbing para siswa untuk mencapai masa depan mereka yang indah. Guru BK memang memiliki peranan penting dalam proses tumbuh kembang anak di sekolah. Mereka mengarahkan kemampuan anak, dan menjembatani anak dalam penggapaian kesuksesan anak. Selain itu mereka juga selalu membantu anak yang memiliki masalah masalah agar anak mampu menyelesaikan masalahnya dengan pilihannya sendiri.

Diharapkan dreamboard tersebut dapat selalu memotivasi ibu ibu guru bk dalam memberikan pendidikan melalui program hebat. Dan diharapkan pula, agar anak anak mampu untuk selalu belajar dan menemukan masa depan mereka yang cemerlang. Maju terus pendidikan Indonesia ! :D

Anisa Megawati

Minggu, 04 Maret 2012

Prinsip Tumbuh bersama

Prinsip tumbuh bersama yang ditemukan dalam perjalanan mengemas konsep dan implementasi Pendidikan Anak Merdeka di SD Hikmah teladan terus bergerak menuju kesetimbangan.

Nilai tauhid yang terkandung dalam prinsip tumbuh bersama diharapkan dapat diterapkan dalam seluruh aspek manajemen PDH. Arah pertumbuhan ke atas tidak sekedar lengkap tapi juga sempurna. Sebuah lembaga pendidikan disebut lengkap jika sudah memiliki sarana dan prasarana dan siswa sesuai daya tampung dan dikatakan sempurna jika senantiasa meningkatkan mutu pendidikan dan pendidiknya, memberikan imbalan untuk guru dan staf secara adil, memberikan kepuasan terhadap masyarakat yang dilayani terutama anak dan orang tua/wali, dan memikirkan keberlangsungan lembaganya. Realitas obyektif menunjukkan beberapa keterbatasan sumber daya yang diamanahkan untuk dikelola PDH dalam memenuhi persyaratan untuk tumbuh bersama sampai saat ini. Pertumbuhan yang dipaksakan tanpa melihat realitas obyektif takkan membuahkan hasil yang sempurna. Dalam kaitan inilah kejelian, kesabaran, dan seluruh aspek kesadaran moral lainnya menjadi sumber daya utama yang dapat menjamin tumbuh bersama berjalan dengan arah yang jelas dan berkelanjutan.


Alhamdulillah..praktek-praktek baik yang terus ditumbuhkembangkan dari prinsip ini, terus memberikan warna dalam perjalanan Gerakan Keluarga Peduli Pendidikan.

Insya Allah melalui GERA SHIAGA yuk! akan tumbuh keluarga-keluarga peduli pendidikan yang bergerak terus dengan senantiasa menjadikan kepentingan terbaik anak sebagai pertimbangan. Insya Allah seluruhnya sebagai perwujudan dari aksi-aksi nyata menjadi hamba Allah yang layak merepresentasikan DIRINYA dalam semesta ciptaan-Nya

semua yang diatasnamakan Allah dan ditujukan untuk menebar Rahman-Rahim Nya di muka bumi ini Insya Allah menjadi pusat...tumbuh bersama gerakan kesetimbangan di alam semesta.

Bismillahirramaanirrahiim...

reportase Vita@KerLiP nih...

Yuk Ikuti bebagi ilmu di pelatihan Kerlip sesion tiga :D
Berawal dari dilema yang mendera, dan berujung pada pilihan yang bijaksana*maybe Hari ini cerah secerah hatiku yang memilih untuk bergabung dengan Gerakan Mahasiswa Bersatu untuk melakukan pelatihan rutin kami yang biasa di lakukan setiap akhir pekan di sabtu pagi. Pagi benar pukul tujuh aku sudah menjejakan kaki untuk meniatkan diri mencari ilmu bersama Kerlipers. Sayang, pagi ini tidak satu batang hidungun aku temui, lantas aku menyusuri gan pojok untuk singgah di rumah seorang kawan, Meskipun tidak di rencanakan aku berdalih untuk menanyakan kabar dan ingin mengerjakan tugas yang belum sama sekali aku sentuh “statistika”. Hemm malang benar , sudah ku bilang pada Ayu untuk menghampiriku tapi sms datang justru dia mengatakan sudah di kampus. Oh My :3 Lantas aku berburu dengan waktu untuk cus ke kampus. Dan tepat ka Zamzam dengan sosok Ibu Yanti yang kali ini menyempatkan diri untuk berbagi dengan kami.
Pelatihan ini diawali dengan to the point oleh Ibu Yanti, Ibu mencoba untuk menanyakan sekilas gambaran tentang definisi Bencana. Lantas diantara kami ada yang celetuk satu hingga semuapun turut serta bersuara.Wah wah Apa itu Bencana? Welah apa ya? Versi Vita nih, simak deh “Bencana adalah suatu kejadian yang dapat mengganggu keseimbangan kehidupan baik fisik maupun psikososial kerugian material maupun non material serta kerusakan yang menimbulkan kerugian dan berjatuhan korban. That’s my opinion, How about You ?
Selang beberapan lama ka Dede datang dengan penampilan barunya. Cieh ckck bagus-bagus kelihatan lebih muda ka, selamat yaa... Cukup terbantu dengan cara yang dilakukan Ibu untuk memberi gambaran pada kami mengetahui definisi bencana melalui definisi versi kami. Lalu kamipun di hadapkan dengan belajar mengetahui apa saja bencana , kapan terjadinya dan dampak yang di timbulkan. Kami itu ibaratnya warung loh, jadi di dalam warung itu ada yang menjadi notulen , pembeli dan penjual sendiri pastinya. Eh tapi warung ini bukan sembarang warung. Hah? :O Ya betapa tidak kan kita jualan bencana ? Luar biasa bukan?Setelah menit berlalu Ibu Yanti berpamitan dengan kami untuk menyelesaikan agendannya, rutinitas bagi aktivis pendidikan.
Sepulangnnya Ibu dengan ka Dede lantas kamipun melanjutkan dengan pkn (pelatihan karya nyata) hehe Dari sanalah ketahuan apa yang di koreksi teman-teman dari kelompok lain. Yang diantaranya ada strategi melakukan pencegahan atau mitigasi dalam penanggulangan bencana alam, selain itu pula juga cara menganalis bencana baik pra, saat dan pasca. Wah dasyat benar ini materi. Tak terasa waktu menunjukan waktunya dzuhur, dan kamipun bergerak untuk Ishoma, ya berbeda dengan yang sebelumnya aku harus berpisah dengan teman-teman untuk tidak mengikuti makan siang, dan di ikuti 3 senior kami, Ka Athir yang beralasan karena ada sepupu yang datang sehingga harus mengantar jalan-jalan dan Ka Andis yang menuturkan ada urusan mendadak, serta Pak SBY atau Ka restu yang ingin makan di Dapla(Dapur Lantai Dua) hha. Malang part II, lama dinanti kawan-kawanku ini tak kunjung datang, terpaksalah aku menunggu sendirian di masjid . Setengah jam berlalu ku lirik jam ha,mpir jam dua, eh pada kemana? Atau aku tidak di kabarin nih. Panas siang ini akupun mengeluarkan secarik kertas untuk mengerjakan statistika, eh pusing justru kudapat. Ckck karena apa? Ada satu nilai yang tidak terdeteksi oleh matakku, maklumlah kalau belajar angka yang satu ini memanglah harus jeli. Pusing itu ternyata membawaku dalam suasana kebosanan dan ngantukpun melanda, dan alahasil aku ketiduran dalam posisi yang tidak mengenakan. Sempat kaget tapi tidur kembali hingga malaikat membangunkanku , ku lihat kekanan-kekiri ternyata mereka muncul. Hmm Syukurlah,
Setelah itu kami kembali ke kelas hingga kembali ke agenda yaitu belajar membuat workplan dan log frame . Ah apa itu? *mana aku tau =___= Serunya sebelum kami mempelajari itu aku berkesempatan ,maju untuk menjadi model dari matei yang disampaikan ka Zamzam. Konyolnya kami di depan kelas kayak orang geje yang tidak tahu apa yang sedang kami lakukan. Padahal sederhana, tapi asli bingung malah. Sebenarnya pemodelan ini bertujuan untuk menunjukan Resiko = Kejadian + Kerentanan : Kapasitas. Jengjeng kami mendapat satu kata kunci yaitu SMART . Smart ini semacam kiasan yang menjelaskan visi misi kami.S : Spesifik , M : Measurable , A :Achivable , R :Reasonable, dan T : Time
Aku rasa cukuo, semoga memebrikan motivasi untuk vita bisa belajar 
Salam GMB
Devita Murni

Jumat, 02 Maret 2012

Asyik...ada narasi lagi_punya Devita

Ada yang hilang .... Apakah gerangan ???
Dua hari berlalu tanpa memperoleh pesan , baik media maya maupun media telekomunikasi. Pada kemana ini? Sudahkah semua kewajibanku terjalani? Dan apakah sudah saatnya ku peroleh hak untuk misi ini? Ih wow apa-apaan ini :D Apa yang ku tuliskan saat ini menggambarkan apa yang kurasakan, dan mungkin hanya bisa terpendam, namun melalui keyboard ini setidaknya dapat mengurangi rasaku kini, Ada yang hilang semenjak dua hari terakhir aku tidak bertandang kerumah Ibu Yanti. Mungkin ada beberapa hal yang tidak bisa aku dapatkan ketika aku tidak berkunjung ke rumah Ibu, ya salah satunya asyiknya berbagi ilmu dengan ka Zamzam, terkadang agaknya memang terlalu panjang apa yang disampaikan namun ada beberapa kata kunci yang patut aku catat dan cermati karena pastinya kata kunci itu membawaku menuju kebaikan. Banyak yang bilang Ka Zamzam itu pendiam, Ibu Yanti pun turut meniyakan, ah bagiku sih “pendiam darimana?” hehe Ka zamzam itu bisa di bilang tergantung situasi dan kondisi, jadi kadang bisa serius kadang bisa bercanda. Meskipun bercandaannya tidak separah Ajima atau Ratu tapi saya akui cukuplah untuk menyemarakan. ^^ Selain kehilangan sosok paman guru yang menyenangkan, rasanya yang hilang juga termasuk suara jangkrik. “krik-krik” apalagi kalau bukan suara ringtone dari ponselnya ka dede. Hmm seorang yang satu ini, menurut Ibu sih pendiem juga, tapi aslinya? :p 11-12 lah dengan ka Zamzam, yang satu ini juga kalau sudah masuk sesi bercanda, keluar semua deh. Weleh-weleh tak kusangka ... Eits sebelum mengkoreksi orang lain, mengkoreksi diri sendiri dululah. Sempat terngiang di benakku tentang celetukan ka Zamzam kalau diamnya emas vita tidak berlaku ... Loh :O Sontak kaget dong? -__-a
Sebuah teguran itu bak lecutan, lecutan itu adalah pelajaran. Nah darisanalah Vita berfikir untuk menjaga suatu perkataan yang keluar. Tapi dari ka Zamzam dan ka Dede Vitapun juga bisa belajar, belajar untuk bisa memposisikan.  Ada kalanya Vita bisa menjadi sersan (serius tapi santai) tapi ada saatnya pula vita ngelawak ala kang Sule. Hehe *ngelawak kan sebagian dari ibadah bukan? Sempat terlintas di pikiran. Ibu Yanti? Bagaimana kabarnya beliau sekarang? Sudah Istirahatkah? Atau sedang begadang menyelesaikan seabrek agenda? Dalam harap semoga Ibu senantiasa dalam kesehatan dan kemudahan menjalankan segala aktivitasnya, karena vita percaya apa yang sedang Ibu kerjakan sekarang, maka itu bermanfaat untuk kita semuanya. Tak jauh pula dengan Vita, vita yang selalu berharap belajar banyak dari seorang Ibu, Ibu Yanti telah membangkitkan sinergi-sinergi keingintahuan akan dunia anak. Betapa pentingnya anak dalam mencetak anak generasi penerus bangsa. Alangkah mulianya apa yang kita kerjakan saat ini. Semoga langkah kita ini tidak berhenti di sini. Karena tujuan belum kita capai. Wah tidak sabar menunggu datangnya esok. Menurut sumber besok itu ada pelatihan Kerlip sesion 3 yang pasti lebih seru dan menyenangkan.

Semangat Gerakan Mahasiswa Bersatu

Devita Murni