Senin, 30 April 2012

Alhamdulillah

Kafe Ilmu KerLiP kali ini jauh lebih seru. Bu Nia menemani Allisa dan Ica temannya mengelola kemasan plastik pembungkus mie. Keduanya senang sekali bisa belajar bersama bu Nia juga kakak-kakak mereka. Niar mengajak dani, Lutfi dan kawan-kawannya bergabung menjadi sahabat KerLiP. Seperti bias, Iwang menjadi pahlawan stand GERA SHIAGA di dago car free dya. Dia sangat cekatan dalam menyiapkan stand. Kami sepakat untuk menjadikan stand depan bank Muamalat ini taman bacaaan masyarakat mengenai GERA SHIAGA dalam upaya pengurangan risiko bencana di Bandung Raya. Ada 3 ibu-ibu yang bersedia datang kembali membawa sampah kemasan plastik untuk membuat prakarya bersama, Tiga anak kecil menemani Icha membaca beberapa buku yang kami gelar di trotoar tersebut. dani, Niar dkk menunjukkan promo kit GERA SHIAGA di pinggir jalan. Sungguh membanggakan mendengar cerita Gea dari SMAN 11 Bandung yang sudah berhasil membangun Eleven Green Club sebagai ektra kurikuler resmi bersama Ami.

Dalam kesempatan ini, kami juga menerima Profesor Ismu dari SEAMEO QITEP yang menawarkan kerjasama sosialisasi pengurangan risiko bencana kepada guru-guru di kabupaten bandung, bandung barat. Kota Bandung dan Cimahi. Sayang sekali, Dede masih belum tergerak untuk ikut memeriahkan kafe ilmu yang terbentuk setelah GSB SMPN 11 bandung mendapat tantangan luar biasa di sekolah mereka.

Alhamdulillah, hadirnya Erick dari FKPA membawa harapan adanya ketersediaan bibit pohon yang lebih banyak lagi untuk menjadi stimulan roadshow rutin GERA SHIAGA ke sekolah-sekolah dasar di zonasi sesar Lembang. Kami sepakat untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman setiap hari rabu ba'da magrib dan hari ahad  di Dago Car Free Day. Akan dibentuk pasangan sosialisasi door to door ke kelas 5 di SD/MI sekitar bandung raya dan mulai dengan mengajak mereka menyanyikan lagu kesiapsiagaan gempa dan mempraktekkannya kemudian diiringi dengan praktek menanam bibit pohon untuk diadopsi oleh setiap perwakilan anak menjadi hadiah oksigen dan tabungan air masa depan.

Saatnya mencetak ID card dan promo kit GERA SHIAGA untuk membekali pasangan sahabat KerLiP motoris keliling sekolah/madrasah mengajak warga sekolah termasuk anak bernyanyi gembira membangun budaya aman dari bencana mulai dari sekarang.

Mari bekerja demi kepentingan terbaik anak bangsa

Capaian April 2012 = 74.22%

1 rakor Seknas dengan K/L persiapan peluncuran pedoman penerapan sekolah/madrasah aman dari bencana,
2 sosialisasi GERA SHIAGA dalam raker Penddikan Layanan Khusus,
3 Penyusunan Juknis Sekolah Ramah Anak,
4 Laporan akhir ke Bappenas
5 pertemuan dengan BBWS
6 Pendampingan di SMPN 11 Bandung,
7 Koordinasi persiapan Roadshow GERA SHIAGA
8 penyusunan renstra GERA SHIAGA sd 2014
9 Logframe GERA SHIAGA sampai tuntas,
10 penyusunan storyline film penerapan sekolah aman dari bencana,
11 Kordinasi ke BBWS
12 penuntasan laporan,
13 penyusunan bahan presentasi SRA di Malut,
14 penyusunan profil KerLiP
15 Peliputan penerapan sekolah aman dari bencana dengan kerLiP production,
16 pertemuan dengan Humas SDN Banjarsari Bandung,
17 persiapan ke Maluku Utara,
18 Revisi ToR dengan GFDRR
19 penjangkauan ke Bank Muamalat untuk stand GERA SHIAGA
20 Rapat persiapan Roadshow GERA SHIAGA,
21 sosialisasi GERA SHIAGA di Maluku Utara,
22 penyusunan 60 jam BBM untuk GERA SHIAGA,
23 persiapan buka stand GERA SHIAGA
24 pembahasan BBM
25 Kafe Ilmu di Dago Car Free day
26 Buka stand GERA SHIAGA
27 Pemeriksaan kesehatan gratis
28 konsultasi pendidikan inklusi dan ramah anak
   
April, Minggu ke-3
29 Finalisasi Pedoman Penerapan Sekolah Aman dari bencana
30 Isi CFP UN Habitat 
31 Revisi Juknis Sekolah Ramah Anak
32 Bahan presentasi laporan Bappenas
33 Perbaikan proposal BBWS
34 Jangkau SIDA
35 Kontak Plan
36 Translate profil KerLiP
37 Finalisasi KAK Seknas
38 Progres Edit Film Penerapan Sekolah Aman
39 Susun LF Gerashiaga in adrasah
40 review dokumen terkait standar kemanusiaan,
41 penuntasan laporan,
42 Finalisasi Draft Pedoman
43 Bahan Fundraising
44 Koordinasi By Phone perihal permohonan 500 bibit pohon ke DAS Cimanuk
45 Kordinasi penguin Seknas SA
46 Bahan stand GERASHIAGA
47 Jangkau Gates
48 penjangkauan finalisasi draft Pedoman ke BNPB,
49 Kontak Pak Juju mengenai permohonan 1000 bibit pohon
50 Finalisasi Juknis SRA
51 Penjangkauan ke K/L/D/I
52 Rapat persiapan AMCDRR
53 persiapan buka stand GERA SHIAGA
54 pendampingan SAHABAT KerLiP,
55 Jangkau Gates
56 Kafe Ilmu di Dago Car Free day
57 Iwang : perlengkapan, Ami : pengelolaan sampan non organik. Ria : jamban BSJ, Arlian : Takakura, Niar dan Devita : majalah GERA SHIAGA, Tiyas : GERA SHIAGA Institut, Ibu Nia : Pendamping, Taufik : fundraising
58 Pemeriksaan kesehatan gratis
59 konsultasi pendidikan inklusi dan ramah anak
   
April, Minggu ke-4
60 Kontak Bank Muamalat Dago untuk ttd kontrak pemasangan stand GERA SHIAGA dan pojok konsultasi pengelolaan sampah anorganik, kesehatan dan pendidikan ramah anak  sd Desember 2012 setiap ahad pagi pk 7-10.
61 Perkembangan persiapan majalah GERA SHIAGA
62 Kontak Plan
63 Perbaikan kerangka kerja seknas sekolah aman
64 Finalisasi draft pedoman penerapan sekolah/madrasah aman dari bencana
65 Persiapan untuk AMCDRR, cek websitenya
66 Penyusunan concept Note talkshow, stand, pidato abk, pemutaran film di AMCDRR
67 Finalisasi film penerapan sekolah aman
68 Penjangkauan pendataan SD penerima rehab dg APBN dan DAK di kota Bdg dan Kab Bdg
69 Briefing sahabat GERA SHIAGA dengan Mas Koyak utk promosi kegiatan2 GERA SHIAGA plus workshop film kebencanaan oleh Bdg Green Institut di Katumiri
70 Finalisasi Juknis rehabilitasi madrasah dengan Kemenag
71 Finalisasi aplikasi fase I
72 Pengambilan Bibit Pohon dari BPDAS Cimanuk

Menyiasati Keterbatasan

Untuk yang kesekian kalinya, kami harus menjangkau banyak pihak agar tersedia ongkos secukupnya bagi upaya advokasi yang hampir tuntas untuk tahap pertama. Bukan tak ada yang menawarkan bantuan. Hanya saja pointers tertulis dalam persyaratan yang diajukan tidak selaras dengan prinsip tumbuh bersama yang menjadi landasan pengelolaan perkumpulan Keluarga Peduli Pendidikan. Hari ini, Zamzam terpaksa pergi menjelang sore hari, setelah beberapa hari mencari sumber dana yang cukup untuk ongkos dan biaya makan sampai saat peluncuran Pedoman penerapan Sekolah/Madrasah Aman dari Bencana dilaksanakan. Dede menjadi perantara yang baik untuk menghantarkan Zamzam pergi ke Jakarta. Aku sendiri terpaku di depan laptop menghitung ulang biaya yang diperlukan untuk kerjasama dengan salah satu lembaga internasional karena harus disesuaikan dengan standar mereka yang berbeda dengan standar resmi yang berlaku di negeri ini. Sejujurnya hal-hal seperti ini membuatku tak nyaman. Terpaksa menahan diri untuk tidak mengabaikan tawaran kerjasama yang nilainya sebenarnya tidak seberapa dibanding dampak yang sudah kami jangkau sejauh ini. Tapi aku harus realistis dengan kebutuhan harian yang makin membengkak seiring dengan menguatnya upaya kampanye dan advokasi sekolah/madrasah aman dari bencana tahun 2012. Tagihan dari berbagai kartu kredit dan asuransi sudah dua bulan terabaikan. Uang pengganti transport dari hasil "ngamen" empat hari di Yogya hanya cukup untuk membayar biaya pembelian tiket yang dipinjam dari pihak lain. Beberapa peluang untuk akhir tahun sampai tahun depan sudah mulai berdatangan, mulai dengan kerjasama roadshow di 1.000 sekolah dalam zonasi sesar lembang dari Qitep, penguatan GSB di sekolah-sekolah mitra FKPA, roadshow di 30 sekolah dari pemprov Jabar, pemodelan di 120 sekolah di jabar dan Sumbar dengan mekanisme GFDRR BNPB, loma foto essay dan artikel dari Plan Indonesia, roadshow di hulu DAS Citarum dari BBWS juga kerjasama workshop film dengan IKJ. Semua peluang ini harus dimaintain dengan baik ditengah keterbatasan biaya operasional KerLiP di semester pertama 2012. Dana talangan dari closing program dengan Bappenas masih terhambat dengan berubahnya kerangka pelaporan. Seharusnya ini bisa diurus bulan lalu. Namun keterbatasan sumber daya manusia yang siap bekerja fulltime sebagai relawan KerLiP ditengah kecepatan advokasi sekolah aman menjadi tantangan tersendiri. Sudah saatnya untuk fokus pada upaya meningkatkan produktivitas agar tidak bergantung pada sumber daya diluar pengaruh kita. Aktivasi Koperasi Syariah Sahabat KerLiP diharapkan akan sangat membantu upaya kampanye dan advokasi yang kami jalankan tanpa pamrih. Semuanya demi kepentingan terbaik anak bangsa. Insya Allah

Rabu, 25 April 2012

Konsolidasi awal Workshop Film "Berlibur Sambil Membuat Film"

Alhamdulilah... GERA SHIAGA akan mengadakan Workkshop Film.
dari famplet yang kami baca temanya "Berlibur Sambil Membuat Film belajar lingkungan lewat film", berlibur sambil belajar film, akan dibimbing langsung oleh film maker dari FFTV IKJ lho....
rencana akan diadakan pada tanggal 15,16,17 Juni 2012 di katumiri resort bandung.

Pertemuan kali ini dihadiri oleh Mas Koyak dari IKJ, EGC SMAN 11, ISMAKES, dan mahasiswa STKS. Penjelasana awal tentang kegiatan pelatihan film untuk SMP & SMA. Team GERA SHIAGA menjadi tim pelaksana. Dibutuhkan 20 orang yang akan terbagi untuk 4 tim. Pelaksanaan pelatihan yaitu 4X selama liburan.

Rencananya kami akan mengadakan pertemuan lagi hari Jumat yang bertujuan untuk menentukan Pimpro kegiatan ini. Bulan April ini akan dilaksanakan Training Of Traner untuk 20 orang calon pengelola kegiatan ini.

Semoga diberikan kelancaran yah... GERA SHIAGA yuk...!!!

Selasa, 24 April 2012

Diskusi Pelaksanaan Program SSB dengan LIPI

Pada tanggal 23 April 2012 kami menerima surat melalui email dari LIPI-Jakarta perihal Kunjungan dalam rangka diskusi pakar. Informasikan dari Zamzam bahwa dari pihak LIPI akan mengunjungi Rumah KerLiP pada tanggal hari Selasa, 24 April 2012 pada pukul 09.00.

Hari ini kami waktu sudah menunjukkan pukul 10.00, tamu dari LIPI belum datang juga. Setelah membalas email LIPI memastikan bahwa kami menyetujui kunjungan tersebut, kemudian saya menghubungi Ibu Ranti sebagai contact person dari LIPI untuk memastikan kedatangan mereka. Ternyata mereka masih diperjalanan dan kemungkinan tiba di Rumah KerLiP pada pukul 14.00.

Pada pukul 11.30 Ibu Nia datang berkunjung untuk mendiskusikan perihal Pendampingan di SMP 11 dan Sosialisasi GERA SHIAGA di CFD setiap hari Minggu. Ketika disela-sela diskusi, tamu dari LIPI pun datang. Pak Triyono dan Pak Akos namanya. Wawancara dilakukan dengan Zamzam, Dede dan Bu Nia membahas tentang pemodelan sekolah aman terutama di SMPN 11, cara kerja KerLiP dan Perka Penerapan Sekolah Aman. Dokumen yang kami sertakan dalam wawancara dan diskusi ini yaitu Panduan Sekolah Aman, Pedoman Sekolah Aman dan Berkas MoU dengan SMPN 11. Diskusi berlangsung sampai pukul 16.30. Rencana tindak lanjut dari diskusi dengan LIPI ini yaitu koordinasi hasil Perka.

GERA SHIAGA yuk...!

Senin, 23 April 2012

Bibit Pohon untuk GERASHIAGA


Ini pertama kalinya saya membuat narasi untuk KerLiP, sejauh ini saya belum bisa berbuat banyak untuk KerLiP.

Pada tanggal 10 April 2012 kami membuat surat yang ditujukan kepada Kepala Balai Pengelolaan DAS Cimanuk perihal Permohonan 500 Bibit pohon, yang berbunyi ”Sehubungan dengan pentingnya gerakan peduli lingkungan hidup di sekolah/madrasah, kami bermaksud memberikan hadiah O2 dalam bentuk bibit pohon untuk diadopsi oleh anak-anak yang mengikuti Roadshow GERA SHIAGA dalam upaya menabung air sebagai aksi nyata GERA SHIAGA. Oleh karena itu untuk mendukung kegiatan tersebut kami menyampaikan permohonan penyediaan bibit pohon sedikitnya 500 pohon”. Waktu itu surat beserta lampirannya diantar langsung oleh A Dede ke Kepala Balai Pengelolaan DAS Cimanuk dan tembusan ke BPBD Jabar, Kabiroyansosdas Setdaprov Jabar, Kadisdik Provinsi Jabar. 

Seminggu kemudian tepatnya tanggal 17 April 2012 saya ditugasi A dede untuk menanyakan progress surat kami tersebut ke BPDAS Cimanuk via telpon. Saya juga ditugasi ibu Yanti untuk menghubungi Pak Juju dari LMDH Karyawangi. Kata beliau harus koordinasi dulu dengan dinas. Jadi beliau minta dihubungi kembali beberapa hari kemudian.
Kemudian saya dianjurkan menghubungi pak Eka di BPDAS Cimanuk, namun pada saat itu beliau tidak masuk kantor karena sakit. Beberapa saat kemudian saya hubungi kembali BPDAS Cimanuk dan menanyakan sudah sejauh mana surat dari KerLiP mengenai permohonan Bibit Pohon tersebut. Akhirnya saya berbicara dengan Staf di bagian Evaluasi yaitu Pak Kholiq. Pada saat itu beliau belum bisa memberikan kepastian dan saya memberikan no hp serta no telp KerLiP pada beliau.

3 hari kemudian tepatnya tgl 20 saya menghubungi Pak Kholiq lagi ke no telp kantornya namun beliau sedang ke lapangan dan saya dianjurkan untuk menghubungi langsung ke HPnya. Tapi Hpnya susah dihubungi. Pada saat itu saya juga menghubungi kembali Pak Juju, dan ternyata bibit pohon belum bisa kami dapatkan karena masih berukuran sekitar 15-20cm. Dan menurut beliau bulan desember baru bisa diambil.

Hari ini saya menghubungi kembali pak Kholiq ke kantornya dan ternyata beliau masih dilapangan. Saya memutuskan untuk kirim sms saja. Dan Alhamdulilah… sms saya dibalasnya, begini bunyinya : “Waalaikum salam bibit pohon sudah bisa diambil di kantor BPDAS Cimanuk Citanduy, jl. Soekarno hatta no.751, belakang kantor dishut prop. Jabar, samping gading regensi, jenisnya kenari, cemara dan tanjung”. Kemudian beliau sms lagi “kenari 175btg, 200 tanjung, cemara, kalau ibu mau ada asam sama pete,…”
Alhamdulilah… yah… “sesuatu” hehehe…. saya senang sekali walaupun hanya sekedar koordinasi saja.

Segera T Iwang mencarikan angkutan berupa mobil kol untuk mengambil bibit pohon tersebut. Jam 11.30 A dede dan T Iwang meluncur ke BPDAS Cimanuk untuk mengambil bibit pohon. Pukul 14.00 A dede dan T Iwang datang, kurang lebih 400 bibit pohon kita pindahkan dari mobil ke halaman Rumah KerLiP…
Semoga bibit pohon ini bermanfaat yah… GERA SHIAGA YUK…!!!


Minggu, 22 April 2012

Selamat Hari Bumi 2012




hari ini (minggu, 22/04/12) , tim gera shiaga kembali menggelar aksi sosialisasi gera shiaga di Dago Car Free Day. aku berangkat pagi-pagi bersama Nadia, tapi lagi-lagi keduluan sama Ami dan teh Iwang. tak apalah.. mungkin lain kali aku bisa lebih pagi lagi ..
saat aku dan Nadia tiba di stand Gera Shiaga, Ami dan teh Iwang sedang asik menata stand, aku dan Nadia pun turun tangan membantu menatanya, saat itu ka Dimas dan ka Udin dari ISMAKES datang bergiliran, ka Udin akhirnya membantu kami menyelesaikan penataan stand. stelah selesai, mulai berdatangan satu persatu teman-teman dari GSB, yaitu Rifa, Arlian, Ria, Ayu, dan beberapa GSB laki-laki yang saya tidak hafal namanya.hehe . tak lama kemudian, Bu Nia pun datang dan disusul oleh teh Aas.

kami pun memulai aksi dengan memegang spanduk, dan berkoar-koar seperti minggu lalu, bedanya kali ini kami sudah mempunyai stand gerashiaga . asiikk :D
Ada yang baru lagi nih, kalau minggu kemarin kami hanya diam di stand, minggu ini dengan menyatukan kekuatan dari GMB dan GSB serta dukungan dari Bu Yanti dan Bu Nia, kami pun kampanye berkeliling Dago Car Free day sambil bernyanyi dan meneriakan “SELAMAT HARI BUMI 2012, GERA SHIAGA YUK!” .  asyik kaaan :D  Arlian pun membuat moto “SELAMAT HARI BUMI 2012, BEBAS ASAP ROKOK, BEBAS SAMPAH, UNTUK BUMI IDAMAN. GERA SHIAGA YUK”
Di Dago Car Free Day sendiri sudah banyak komunitas remaja yang berkampanye terkait hari bumi, Semoga dengan langkah kecil kami, akan bertambah banyak orang yang terbuka hati dan pikirannya untuk peduli pada lingkungannya dan bergerak untuk keselamatan bumiku tercinta ini. Bumiku, bumi kami , bumi kita semua :D save our earth !

Rabu, 18 April 2012

Menggali Asas Manfaat

Alhamdulillah, penawaran 7 kebaikan menyediakan 60 jam BBM untuk GERA SHIAGA sudah ditebarkan. Agenda roadshow yang disusun bersama Fitry menjadi acuan bagi proses belajar bersama gerakan siswa bersatu dalam menyusun agenda roadshow berikutnya. Perjalanan panjang mengelola energi negatif yang muncul akibat ketidakselarasan ekspektasi dengan beberapa sahabat KerLiP. Mengendapkan dan mengobatinya dengan menggali asas manfaat dari setiap langkah yang mungkin disebarluaskan ternyata lebih memerdekaaan diri. Jangan biarkan ada sebutir pasir pun yang mengganggu perkembangan perluasan dampak untuk menjangkau lebih banyak lagi anak-anak yang mendapatkan manfaat dari setiap kegiatan yang sudah direncanakan. Menelusuri jalan sunyi membangun gerakan sudah menjadi sunatullah.

Pagi ini, bangun dengan semangat ekspansi GERA SHIAGA melalui jejaring sosial yang ada. diskusi panjang mengenai keunikan anak-anak menjadi hiburan tersendiri. Setiap anak adalah Juara. satu pintu pengetahuan baru terbuka untuk setiap rasa ingin tahu karena gejala yang belum dipahami. Anak-anak, titipan Ilahi. Semoga tumbuh menjadi anak shalih yang paling banyak manfaatnya bagi semua makhluk Allah di bumi. Amien.

Kehadiran para sahabat KerLiP yang merintis penerbitan Majalah GERA SHIAGA, GERA SHIAGA Institut, Roadshow GERA SHIAGA disela-sela diskusi bersama para pendukung kesekretaritan mengenai penjangkauan ke pihak lain dalam bentuk proposal, surat dan laporan kegiatan. Alhamdulillah. Nikmat seperti ini bisa terkubur dalam jika kita fokus pada gangguan.
Ya Allah beri hamba kemampuan untuk bersabar terhadap semua hal yang belum mampu hamba ubah, kemampuan mengubah untuk hal-hal yang mampu hamba ubah.

Beberapa agenda yang belum bisa dijangkau sempat disiasati dengan meminta bantuan mitra KerLiP. Setidaknya 4 (empat) orang yang diminta membantu revisi Juknis Sekolah Ramah Anak. Belajar dari kegagalan penjangkauan kepada pihak lain, kuputuskan untuk menekuni sendiri proses kepada pihak yang masih mungkin dijangkau. Alhamdulillah, Dede sangat membantu dalam penyederhanaan pengisian aplikasi dan Rika membantu penyesuaian anggaran yang diperlukan. Laporan pada pihak lain pun rupanya sudah bisa didelegasikan Dede kepada Rika dengan bantuan Nining.

Setelah pertemuan Senin dengan GFDRR, nampaknya Zamzam lebih siap untuk menerbangkan Seknas Sekolah Aman. Kerangka kerja tahun 2012 pun dituntaskan sebelum memutuskan pergi tadi malam. Juga Pedoman Penerapan Sekolah/Madrasah Aman.

Kabar menggembirakan dari Irwan, KerLiP production mengenai proses pembuatan film penerapan sekolah aman.
Seluruh perkembangan tersebut dikirim ke sahabat lama, teman sekelas di SMA dulu yang memintaku mengajukan diri ke danamon award. Hari Senin pihak Danamon award sudah menghubungi, sayang terputus dalam 3 kali telpon. Dengan bantuan Dede, aku berhasil mengajukan bu Nia dan Zamzam ke Danamon Award. Perkembangan kegiatan KerLiP rupanya memikat hati sahabat lamaku. Insya Allah minggu ini kami akan kembali bertemu untuk bundling program GERA SHIAGA dengan CSR tempo dan beberapa kliennya. Jazakumullah khoiro jazaa Imam.

Kabar menggembirakan ini segera kusampaikan kepada Dede. Penguatan dari Dede terkait penolakan tawaran dukungan dana taktis dari pihak lain dengan berbagai persyaratan yang dikhawatirkan akan membelenggu KerLiP, turut memperkuat komitmen kami untuk tumbuh bersama.

Alhamdulillah, proposal ke BBWS, surat ke Meneg PP-PA, konfirmasi dan tiket ke Yogya, laporan Citepus, agenda minggu ini, komitmen Iwang untuk menata perlengkapan stand GERA SHIAGA sudah dituntaskan. Pilar-pilar Gerakan KerliP dengan pengelolaan sekretariat yang profesional sudah mulai dipancangkan. Alhamdulillah, semuanya berkat pertolongan Allah.
Mudah-mudahan agenda berikutnya dapat dilaksanakan sesuai rencana.

Amien YRA

Selasa, 17 April 2012

7 kebaikan dalam 60 jam BBM untuk GERA SHIAGA

Tersedia Sertifikat khusus bagi sahabat-sahabat KerLiP yang menuntaskan :

1. 60 jam BBM (Belajar Bersama Masyarakat) untuk GERA SHIAGA.
2. Laporan narasi setiap kegiatan sudah diterima sebelum pelaksanaan roadshow berikutnya
3. laporan akhir dalam bentuk foto essay pilihan pribadi dan lesoon learnt diterima paling lambat 1 bulan setelah roadshow ketiga dievaluasi bersama.

Setiap kali roadshow setara dengan 20 SKS dengan rincian :
6 SKS pelaksanaan roadshow
1 SKS evaluasi bersama
3 SKS perencanaan kegiatan Roadshow berikutnya
2 SKS penulisan Narasi
6 SKS penyusunan laporan Foto Essay
2 SKS cross learning antar kelompok pelaksana

7 (Tujuh) manfaat bagi pemilik sertifikat BBM untuk GERA SHIAGA :

1. Gratis biaya pelatihan fasilitator dari GERA SHIAGA Institut pada tahun berjalan
2. Gratis iuran satu tahun sebagai anggota Koperasi Syariah Sahabat KerLiP bagi yang sudah berkeluarga
3.Masuk nominasi utama untuk mendapatkan dukungan untuk mengasah kemampuan berbahasa Inggris
4. Masuk nominasi utama untuk menjadi fasilitator pendamping dalam workshop yang sesuai dengan kompetensi masing-masing yang diselenggarakan oleh GERA SHIAGA Institut
5. Masuk nominasi utama untuk magang profesional 3 jam/hari di Perkumpulan KerLiP dan mitra untuk usia 15-18 tahun
6. Masuk nominasi utama untuk diterima bekerja paruh waktu di Perkumpulan KerLiP dan mitra untuk usia 18-24 tahun
7. Masuk nominasi utama menjadi pengurus GERA SHIAGA untuk usia 18-24 tahun

Mari bekerja demi kepentingan terbaik anak

Fastabiqul Khoirot

Roadshow GERA SHIAGA

21 langkah praktis mengemas GERA SHIAGA dalam roadshow ke sekolah/madrasah/komunitas

1. Registrasi
2. Pembukaan
3. Menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya
4. Sambutan dari anak dan kepala sekolah
5. Praktik menanam hadiah oksigen menabung air untuk masa depan
6. Berdoa bersama
7. Atraksi Seni
8. Menyanyikan lagu kesiapsiagaan gempa
9. Cara Asyik Cari Tahu tentang kerentanan sekolah/madrasah dalam praktek sederhana
10. Menandai zona aman, hati-hati dan awas di sekolah/madrasah
11. Demonstrasi Cuci Tangan Pakai Sabun
12. Makan makanan ringan sambil menonton film Sekolah Aman
13. Simulasi
14. Atraksi Wayang Kardus oleh anak-anak Gerakan Siswa Bersatu
15. Presentasi Dream Board
a. Gerakan Siswa Bersatu
b. Zero Waste event
c. Jamban Bersih Sehat Jujur
16. Pelatihan pembuatan Rencana Aksi Nyata GERASHIAGA tahun ini di sekolah/madrasah dengan buku DReAM (Daftar Rencana Anak Mandiri
17. Demonstrasi berikrar aman online di www.berikrar-aman.net
18. Presentasi Rencana Aksi Nyata
19. Penyerahan hadiah untuk perwakilan anak laki-laki dan perempuan dengan buku DReAM terfavorit
20.Penyerahan kit GERA SHIAGA
21. Penutupan : Cucitangan pakai sabun dan makan Siang

Senin, 16 April 2012

Narasi_Devita_tentang GMB

DARI VISI KAMI BERAKSI
Bermula dari hati nurani kami untuk membuat pergerakan, dari visi kami mencoba untuk membuat gebrakan. Semata-mata kesempatan kami di Kerlip ini tidak tersia-siakan. Apalagi kita tahu bahwa kita di kerlip ini terikat kontrak, karena kami ikut open rekruitment yang diadakan BEM kerjasama dengan Kerlip.
Sms melayang ke kotak masuk Hape ku, nampaknya Iar yang mengajak merapat di kamar mungilku. Dan aku pun mengiyakannya, dengan bergegas aku membereskan kamarku. Malulah terlihat seperti kapal pecah. Haha Aku menjemput Iar i depan gang, lantas kami bergerak menuju kampus untuk mampir ke Atm. Laparlah perut kami, sebelum menelurkan ide dasyat malam ini. Di atm bertemulah kami dengan Meun yang berboncengan dengan Danny, usut kami mereka keluar mencari makanan. Selagi aku mengantar tugas ke asrama putri, Iar mentransfer uang di atm. Seusainya kami berkeliling mencari makanan juga sebagai teman rapat kecil kami.
Sampai di kosanku kamipun segera bergerak untuk membuka laptop dan buku binderku untuk segera membahas apa yang telah kami rencanakan tadi. Agenda pertama @kamarvita pukul 21.00 kami memfokuskan diri pada Gerakan Mahasiswa Bersatu. Dengan berjibaku dengan harapan yang cukup melebar dari diskusi kami menghasilkan yaitu akan melakukan fixsasi anggota Gerakan Mahasiswa Bersatu melalu tiga cara pertama melalui sms kami mnyebarkan informasi untuk melakukan pertemuan dengan Kak Regi Oka Mahendra besok siang ba’da dzuhur di set BEM, kedua melalukan penyebaran informasi dengan membuat dan memasang pamflet terkait siapa –siapa yang benar adanya serius mengikuti kerlip ini. Dan ketiga kami akan mendatangi orangnya yang telah mendaftar menjadi anggota Kerlip ini.
Sealin itu kita juga berupaya untuk mengadakan pertemuan dengan GMB yang fix untuk pengenalan program gera shiaga ,pembagaian team untuk roadshow dan penjelasan tentang manajemen gerashiaga yang nantinya akan di bentuk juga struktur organisasinya. Pamflet rebornisasi ini dibuat hari minggu setelah kita mengadakan rapat kecil minggu, 15 April 2012 rencananya akan kita sebarluaskan di mading kampus pada hari ini senin, 16 April 2012 sebagai penanggung jawabnnya Devita dan Niar. Fixsasi data berdasarkan konfirmasi sms yang masuk akan kitab lakukan pada hari Selasa, 17 April 2012. Rencanannya kami tidak menutup kemungkinan bagi mereka yang mau serius bergabung di Kerlip, kami menyebutnya GMB baru yang akan di pegang tanggung jawab oleh Niar, sedangkan rekapitulasi data GMB yang baru tanggung jawab Devita. Pertemuan GMB akan kita selenggarakan pada hari Rabu, 18 April 2012. Hari ini rencananya kami akan ke kanayakan menanyakan dan meminta formulir biodata anggota koperasi syariah Kerlip yyang terkait juga dengan pembuatan Id Card dan kaos untuk roadshow. Laporan atas fixsasi anggota GMB akan kita sampaikan pada Teh Iwang berdasarkan pengembvalian biodata dan pada ka Iyas,ka Oka atau ka Opik pada hari Selasa, 17 April 2012.
Intermezzo, sejenak kami mengotak-atik facebook. Dan bergegas menuju agenda selanjutnya. Huaaaa :3 setengah jam berlalu pukul 21.38 @kamarmungilku kembali kami gelar, kali ini kami membahas tentang Gera shiaga Magazine Team. Semoga pa yang kami rencanakan ini dapat menumbuhkan keseriusan kami dalam bekerja dalam dunia jurnalistik khususnya peliputan dan ranah penulisan. Koordinator tentang struktur redaksi dengan ka Zamzam yang rencananya hari ini merapat di kanayakan (conditional waktunya). Setelah struktur organisasi terbentuk kami akan menyusun rencana pelatihan jurnalistik yang akan kami bicarakan dengan ka zamzam pula. Pemodelan majalah yang akan di bagi menjadi 3 kategori yaitu anak, remaja, dan orangtua. Lalu kami akan melakukan penjangjkkauan anak-anak GSB tentunya mengacu pada program lomba foto essay. Penyiapan alat bantu yang mendukung kami juga sangat kami perlukan, seperti kamera, record tools, buku dan id card “GMB JURNALISTIK”. Pembuatan jadawal pelatihan dengan trinner yang nantinya bersama Ibu Diandra, dan yang terakhir pembagian tugas liputan berupa narasi. Selesai ... ;)
“Dibandingkan dengan yang pertama tadi cepet juga ya ceu”,celetukku pada Iar.Gak mau berbelit-belit kami langsung menuju ke agenda III kita yang pembahasannya tentang Program kantin sehat. Program kantin sehat ini merupakan proyek yang di tangani Iar, dan aku ternyata di berikan kesempatan untuk masuk team yang nantinya akan berusaha mewujudkannya. Sngat di sayangkan memang ketika memiliki ide cerdas tapi tidak di aktualisasikan, meskipun aku juga ada proyek bersam dua orang lainnya mengenai Asmomed tapi akan fokus dulu bersama Iar dan team dalam membuat evaluasi vision board kantin sehat tradisional. Setelah itu kami akan membuat rasionalisasi vision statement kembali. Pembuatan Workplan yang niatnya kami susun untuk beberapa hari kedepan, Minggu, 15 April 2012. Lantas kita meluncur ke penentuan target sasaran, penyiapan fasilitator (mahasiswa ahli gizi) yang penanggung jawabnya aku nanti dengan memnfaatkan link dari menwa jawabarat semoga akan mempermudah kami dalam mewujudkan visi. Dan yang terakhir adalah penentuan pemodelan sekolah. Selesai lebih cepat... :D
Alhamdulillah workplan kami selesai kamipun bergerak ke tugas yang lain. Iar tepar aku pun belakangan untuk istirahat. Semoga hari ini lebih baik dari hari kemarin. Apa yang visikan tidak akan hanya menjadi angan-angan melainkan kenyataan. Shabat Kerlip sekalian mohon bantuan dan dukungan yak! ^^ #Gerashiaga yuk?

Minggu, 15 April 2012

Narasi_Devita_belajar jadi menwa ya?

Semangat pagi sahabat kerlip?Apa kabar hari ini? Semoga tetap Luar Biasa, lama tak bersua rindu juga rasanya. Dan rasa rindu ini akhirnya menggerakan jemariku untuk berbagi pengalamanku selama kurang lebih dua minggu ini aku mencoba membenamkan diri dari segala seluk beluk aktivitas di Kerlip, meskipun berat tapi hidup adalah pilihan , segala pilihan mengandung resiko dan resiko itu adalah merelakan melewatkan hari-hari yang memukau untuk tumbuh kembang bersama sahabat Kerlip.
Indah pagi ini tatkala bisa terbangun diatas empuknya kasur sahabat . Hehehe emang betul karena mulai kemarin aku memastikan diri untuk menginap di kosan Ninis. Bukan apa-apa tapi sengaja untuk mengisi waktu libur dan merehatkan diri untuk menyembuhkan luka di kaki yang bengkak pasca diksar Menwa. Luka bengkak di kaki nampaknya menjadi oleh-oleh yang membekas buatku saat ini, namun selayaknya aku tidak akan pernah menyesal dengan keputusan yang telah aku ambil karena segala sesuatu pasti mengandung resiko. Dibalik resiko tentulah ada hikmah maka dari itu aku sampai sekarang masih bisa memberikan senyuman ketika di tanya kenapa? #Dasar padahal tahu kalau sakit ini . Aneh di dengar memang aku bisa menulis seperti ini dengan sukacita. Kalalulah teman-teman tahu sudah di hantam dengan kata-kata pedas. Kata-kata pedas mereka semata-mata adalah butir-butir rasa sayang yang ditujukan untukku yang agaknya keras dalam mempertahankan suatu keinginan. Ya pastilah teman mana yang rela temannya pulang dalam keadaan babak belur kasarnya. Alhamdulillah saat ini keadaan ku agaknya membaik betapa tidak bertolak belakang dengan pertama kali aku menginjakan kaki di kampus aku bisa di katakan tidak mampu berjalan, tapi dalam kesakitan itu senior mencoba mengkuatkan agar aku bisa berjalan dengan gagah. Ada keraguan untuk berjalan sewaktu di kampus, mungkin malu pasti karena aku pulang dalam keadaan basah kuyup dengan lumpur yang menempel di sekujur badan, lagi-lagi senior menghiburku untuk bisa berbangga diri. Aku pun bisa tersenyum.
Memang dulu aku bercita-cita menjadi resimen mahasiswa, tak tahulah apa itu resimen mahasiswa tapi bermula dari melihat ada mahasiswa yang memakai seragam layaknya tentara maka timbulah tekat jika aku menjadi mahasiswa nanti aku ingin menjadi seperti mereka. Hehe :p Dan mengetahui dikampusku (Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial Bandung) :D ada Resimen Mahasiswa dari awal penerimaan mahasiswa baru sewaktu ada pengenalan program unit kegiatan mahasiswa lantas aku dengan antusias mencari info perihal seluk-beluk resimen mahasiswa ini dikampus. Sampai pada info yang kudapat perihal diksar gelombang I yang diadakan bulan Desember lalu aku niatku tumbang karena UAS. Karena masih prinsip Kuliah yang pertama, maka belum jadi aku merasakan pendidikan dasar gelombang I itu. Hingga kini pertengahan maret kudapati lagi berita bahwa ada Diksar gelombang II,Aku mencoba untuk memantapkan hati. Bersyukur bisa latihan sekali duakali dengan senior. Meski hanya materi PBB yang kami dapati tapi hal itu menjadi bekal yang senantiasa memupuk motivasi kami bertujuh. Setelah hari berganti tiga teman kami tumbang, diantaranya karena kesehatan, UTS yang tidak bisa di tinggalkan dan terkait perijinan orangtua. Kami mencoba menghibur diri untuk tetap menatap hari dimana kami bisa melaksanakan diksar nanti. Hari berganti tiba waktu aku sudah mantap untuk berangkat ternyata hari itu aku harus mengurungkan semangat untuk merelakan penundaan keberangkatan kami ke Lanud Sulaiman. Buyarlah konsentrasiku waktu itu. UTS pun tidak dapat terfokus dengan benar, tapi hari itu tidak menyurutkanku untuk tetap memiliki semangat mengikuti pendidikan. Hari masih Rabu sesampai di kosan tawaranpun datang dari kakak senior di kosan mengajak jalan-jalan menghilangkan kejenuhan, lantas ku ambil saja kesempatan itu. Kami tancap gas untuk pergi ke PB di PB hanya membeli rok lah kita tanpa basi-basi menguras kantong bergegas ke Salman. Tidak berhenti di situ kami menuju Cimahi untuk kerumah sahabat ku juga mengambil laptop ku untuk di benahi ke BEC, ya hari itu lelah sekali. Seusai itu semua nampaknya aku masih di hadapkan dengan tugas sebagai prasyarat mengikuti UTS esok hari. Dan tidak lama ku tuju kampus untuk menemui teman-teman yang sudah lama menunggu untuk mengerjakan tugas individu itu. Dan tidak sempat aku kerjakan itu tugas tepar sudah.
Hari itu kami berangkat ke Skomen dengan langkah pasti membawa perlengkapan yang seharusnya di bawa di hari H, Pak Firman menemani dengan sabar hari pertama kami melakukan resgistrasi. Hari itu kami bisa pulang dengan membawa informasi esok kembali lagi. Hari kedua, sabtu tepatnya kami melakukan tes mental ideologi. Hmm Apalah itu? MI singkatnya kami berbaris untuk mengisi identitas dan kelengkapan diri dan menunggu untuk di panggil. Karena tidak terlalu familiar dengan adat, aku hanya ikut-ikutan istilahnya. Wkwk Ruang pertama tentang riwayat pendidikan, aman. Ruang kedua wah ini yang bikin deg-degan, menunggu awalnya hingga datang giliranku untuk mengetok pintu aku menegakan badan ketok tiga kali dan meneriakan “Ijin masuk” lantas ku buka, eh di usir si Bapak dan beliau meneriakan “Belum saya persilahkan masuk!” kedua kalinya ku ketok dan berteriak lagi, hmm apa jawabnya? “Kurang keras!” ededeh -____- sabar baru yang ketika ini dengan genggaman ku pukul pintu dan berteriak kuat, aku di perbolehkan masuk. Dua orang Bapak yang satu berdiri dengan muka masam, sedang yang satu duduk dengan mata melotot. Aku di minta laporan, dengan guguplah sama seperti laporan di ruang pertama, eh agaknya mungkin di maklumi oleh Bapak yang di ruang pertama, tapi di ruang kedua ini aku di bentak dan di tanya balik “Siapa yang memberi materi” mengrenyitlah dahiku. Huhu aku dapat tugas di minta mengatur lalu lintas sontak aku menjawab tidak siap. Hehe lantas hal itu berlalu dan di tanyalah tentang kesiapanku, sampai di pertanyaan sudah siapkah fisikku?Aku menjawab siap sudah, tidak berhenti disitu aku diminta push up sebanyak 1 seri. Selesai keluar dan menunggu lagi diruang ketiga aman karena baru kali ini aku di bilang lulus, padahal yang kedua tadi aku di vonis tidak layak oleh Bapak-bapak dari skadik 204. Grrrrrr Selesai semuanya aku masih harus menunggu yang lainnya, sambil bertanya dengan teman-teman yang sudah selesai juga kami tertawa riang mendengar pengalaman anak-anak yang diminta makan gelaslah, cium tanahlah bahkan ada yang disuruh joget ala ayu ting-ting. Wkwkwk berkesan*** Kudapati cerita dari teman-teman perti lain ternyata pasukan kami tertinggal jauh materi. Sebuah optimisme ternyata menguatkan kami melangkah untuk maju. Sore itu kami pulang dengan sejuta harapan untukn esok yang lebih menyenangkan.
Dan lagi kami kembali , namun agak siang kami berangkat ke Skomen karena hari ini kami hanya melakukan cek kesehatan. Wew sesampainya di Skomen anak-anak sudah ngumpul. Kamipun menunggu untuk giliran cek kesehatan. Kejadian lucupun terjadi di sela-sela cek kesehatan , nak-anak laki-laki diminta untuk bercelana kolor dan berjaket kulit(alias tanpa baju) hehe wah wah bgaiku parnolah sudah. Tapi sambil menahan geli melihat teman-temanku tampaknya aku mendapat giliran awal dan hal ini mempercepat prosesku untuk tes kesehatan.Dan sembari aku menunggu banyak tingkah konyol yang dilakukan oleh teman-temanku, mungkinkah ada hal yang lucu dalam prosesi tes kesehatan di dalam ruangan itu berlangsung? Perasaan selama aku masuk kedalam ruangan hanya di cek buta warna dan dengan stetoskop lantas di suruh berbaring dan di periksa perut, pernafasan , mata dan tenggorokan. Biasa bukan? Tapi ko teman-teman cowok hingga demikian ya? “___” Dan fakta yang kutemukan ternyata dari penuturan cowok-cowok yang di dalam ekstrem pemeriksaannya sampai bugil segala pula. Wah-wah parah ya?Pemeriksaan untuk semua anak-anak usai dan kamipun harus kembali menunggu hasil dari pemeriksaan kami. Karena hasil pemeriksaan atas tes kesehatan ini akan menentukan kami apakah kami lolos. Setelah menunggu lama ‘’jeng-jeng” #musik mencekam Kami lolos, muka kami riang hehe **biasa padahal Dan kamipun pulang bersama pak Firman yang biasa mengantar dan menunggui kami dengan setia. Dipastikan kami besok siang berangkat dan yang pasti kami bisa mengikuti UTS dihari terakhir kami mengikuti UTS.Menurut info yang kami dengar ada yang tidak lolos untuk mengikuti pendidikan dasar resimen mahasiswa gelombang dua ini ya alasan kesehatan. Sedihlah pasti ,tapi ada hikmah lah untuknya yang pasti kesehatan adalah yang utama janganlah sampai mengabaikan kesehatan karena kalau anda tidak kuat pastilah akan menyiksa. Bukan apa-apa pendidikan ini bukan main-main, banyak fisik dan mental yang akan di gunakan dalam pendidikan dasar ini. Kalaulah aku pastilah modal nekat ini. Hehe betapa tidak ibarat kata aku seorang perempuan yang sejatinya lemah berbeda dengan 3 orang temanku yang memiliki fisik lebih kuat dariku karena mereka cowok.Kenapa aku sampai demikian itu bukan tanpa alasan prinsip yang masih terngiang di benakku adalah aku harus memiliki mental yang kuat karena dengan memiliki mental yang kuat maka fisikku pun akan kuat.
Aku pulang malam dan malam ini aku menyibukan diri untuk prepare segala perlengkjapan yang akan aku bawa esok, yang pasti segala sesuatunya harus lengkap tas kuat bajupun juga harus sudah berjahit dan bertuliskan nama dan nomor siswa. Wew malam ini aku tidak bisa langsung istirahat karena tugas laporan penelitian lapangan yang harus aku kumpulkan besok. Begadang,akupun bersemangat untuk menyelesaikan deadline artikel untuk penyusunan buletin dan majalah yang sejatinya alhamdulillah aku di percaya dalam penulisan artikel. Hehe pengalaman baru sejak kebiasaanku menulis status di facebook ternyata ada yang percaya dan memberikan amanah untukku untuk menjadi timred. Asyik. Selesai mengirim email lantas tertidur aku saat itu juga. Aku terbangun dengan badan sakit semua karena posisi tidur duduk masih menghadap layar monitor. Hedeh -.- Pagi ini hingga siang nanti ku susun jadwal untuk memaksimalkan waktu yang tersisa selagi aku bisa sebelum kutinggalkan rutinitas selama kurang lebi dua minggu. Huhu beberapa pesan ku layangkan pada temanku , kuawali dengan menemui senior yang meminta untuk ditemani sarapan pagi lantas ke kampus untuk bersendau gurau gak jelas. Akhirnya siang itu di temani dua sahabatku untuk packing dan bersiap berangkat menuju skomen. Yeah Aku berangkat dengan bismillah
Sesampainya di Skomen kagetlah bukan kepalang, ada bus perti dari semarang, purwakarta dan jogja. Kok? Oh ternyata pasukan yang digembar-gemborkan ada dduaratus pasukan dari satuan lain, eh terjawablah bukan duaratus yang datang sih melainkan 89 orang siswa yang siap di berangkatkan ke Skadik 204 Lanud Sulaiman . Kami menunggu lagi, karena tambahan calon siswa dari satuan mahadipa dan mahakarta harus mengikuti MI seperti yang di berikan pada kami, dengan tujuan mereka memiliki pengetahuan dan pandangan tentang satuan kami mahawarman.Menjelang maghrib kami bersiap untuk sholat dan makan, tak seperti biasa ada ibu ayu dan ibu dyan serta pak firman yang pasti ada menjenguk kami untuk memastikan kalau kami siap. Kami makan berbeda dengan hari-hari lainnya yaitu mkaan dua porsi untuk berempat. Wah maklumlah harga BBM naik jadilah harus ada iritsitas. Wkwk Alhamdulillah seusai isya kami dimasukan kedalam ruangan untuk istirahat. Degdeg sudah mulai main kekerasan euy *Suaranya haha Akupun mencoba untuk memejamkan mata, dordordor suara dobrakan pintu membuat kami sempoyongan rupanya kami memang di bangunkan tengah malam untuk di berangkatkan ke Skadik 204 dimana nantinya kami akan menimba ilmu disana. Aku mendapat giliran untuk masuk mobil tentara , ah apalah namanya aku lupa. He :p ngantuk ku sudah hilang didalam mobil teman-temanku mengantuk sangat, duh kasian pelatihpun menggertak kami untuk menyanyi. Wela malam-malam ko di suruh nyanyi ya? :? Ya akhirnya pada menyanyi, aku yang dari awal tidak di bekali dengan yel-yel pun ikut menyimak. Haha *modus
Sesampainya di Skadik 204 kami di sambut oleh Bapak-bapak nan gagah, asyik kita pbb menuju barak. Kesan pertama memasuki barak, jreeeeeeng takut banyak peraturan sih. Hmm kamipun tidur. Keesokan harinya pelatih Ayu membangunkan kami, keanehan mulai muncul jam 3 masak sudah adzan? Welah? Adzan apa (dalam gumam) mungkinkah adzan tahajud? Edede kerennya, dan pukul setengah lima adzanpun kembali berkumandang. Hari ini kami di bangunkan pagi untuk melaksanakan rutinitas awal yaitu mengeluarkan jemuran, mandi, nyuci, ngepel. Sesudahnya kami makan pagi. Kagetlah bukan kepalang porsi makanan ku hari itu 3kali dari biasanya. Wah mantap sangat, dan yang tidak biasapun pada mengkerut dahinya. Haha kami lelet hari itu. Dilanjutkan untuk melakukan latihan, gladi hingga upacara pembukaan betulan. Lamanya, sampai istirahat sholat dan makan kamipun melakukan makan siang, eh belum aku sampaikan kalau dalam makan kita ada prosesi laporan dari duduk siap, berdoa sampai mengucapkan selamat makan. heheheHari itu hukuman sudah di beerlakukan , kami di minta untuk push up berseri-seri . hihi ada juga acara jalan jongkok, lari setelah makan , selama perjalanan menuju lapangan seperti ituah kami. Dan lutut inipun serasa kaku karena tidak terbiasa. Dan kamipun menjalani gladi kotor, wah masih kurang sip lanjut gladi bersih lumayan berajhir dengan upacara penutupan dengan di hiasi pingsan oleh Ibu Okta dan pak Dede . Kasihanlah, mampu berbuat apa kita yang ada malah di minta jauh-jauh. Aku dengar Bu okta pingsan karena darahnya tidak dapat mengalir dengan baik pakai korset dia, dan pak dede karena sebelumnya melakukan tranfusi darah dua kali darahnya habis kali ya? Xp Hari itu berlanjut dengan materi, benar dengan apa yang disampaikan senior ngantuk sangat, sampailah aku kena cubit dan tendang. Dan yang paling bikin tidak enak di tungguin provost. Ehehe Materi disampaikan oleh Pak Joni selaku komandan Menwa yang perawakannya tegas, beliau menyampaikan tentrang Tridharma perguruan tinggi yaitu pendidikan, penelitian dan pengabdian. Komandan juga menyampaikan sebagai Menwa kita memiliki plus yang tidak dimiliki mahasiswa lain, betapa tidak dalam menwa kita menyelaraskan ilmu pendidikan dan ilmu keprajuritan yang keduanya memiliki disiplin tinggi dan jiwa korsa yang kuat. ASYIK :D Materi kedua masih berlanjutlah itu di isi oleh Bapak Taufik yang sedari aku melihatnya pun sudah terpana, meskipun beliau udah tua lho ya . haha soalnya dalam dinginnya beliau sempet memujiku bangun tidur aku mengajukan pertanyaan tentang Peraturan Urusan Dinas Dalam yang menjadi topik pembicaraan kita. PUDD semata-mata untuk menyiapkan mahasiswa terlatih dalam meningkatkan ketahanan nasional. Sebagai contoh untuk memasuki ruangan hendaknya kita ketok pintu dan dengan suara lantang bilang ijin masuk itu merupakan PUDD.
Hari berikutnya, wah lamanya sudah terasa dinginnya malam di Margahayu, hmm malam harinya aku jaga serambi dua oranglah dengan siapa namanya lupa ngeeek tidurku serasa cepat ku bangunkan para siswa dan mereka berhamburan merapikan tempat tidur, karena jika ada kusut sedikit saja terlihat mata maka sanksi akan kami dapat. Jemuran di keluarkan, dan kamipun berbaris di depan dan di bentak-benatak cepat-cepat seruan Provost.Pagi benar kami melakukan senam militer bersama para kolat. Hmm beginilah bunyinya “sikap pokok, jas” hehehe asyikasyik jos larilah kita di suruh mengelilingi lapangan yang banyak debu batu bata, sebanyak-banyaklah kita lari. We e e eh capek sudah selain itu kita juga diminta pushup, bending, sit up danberguling-guling ditanah lapang.Tidak berhenti disini makan pagi menanti porsipun dari hari kehari semakin banyak pula, sungguh nikmat yang luar biasa terkira. Parah ketika makan enak itu harus ternoda dengan tragedi muntah yang dilakukan salah seorang siswi yang tidak bisa menahan rasa kenyang di perut, dan apa coba selanjutnya? Kami di minta untu memakannya.... SESUATU
Materi lagi ngantuk lagi padahal hari ini sudah ku siasati untuk melakukan aktivitas menggambar namun tetaps sajalah mengantuk tiada tandingannya. Mencatat juga tak mampu menahan rasa ngantukku, dan ujung-ujungnya aku mendapat buah tamparan dari teman di sebelahku. Arggggh sakit. Materi selanjutnya tentang Panca Dharma Satya, eh kalian tahu gak apa Panca Dharma Satya? Hmm dari harfiah katanya saja Panca berarti 5, Dharma berarti janji atau pengabdian , dan Satya adalah kesetyaan Jadi Panca Dharma Satya merupakan 5 kejanji dan perwujudan kesetyaan yang kita pegang teguh dan amalkan. Panca Dharma Satya yang pertama adalah Kami adalah mahasiswa warga negara, negara kesatuan republik indonesia yang berdasarkan pancasila. Artinya menwa tumbuh dan berkembang di Negara kesatuan republik indonesia di dalma lingkup mahasiswa.Menwa itu dari walawa yaitu mahasiswa yang berkeyakinan atau berfalsafah pada 5 dasar negara indonesia yaitu pancasila.Yang kedua Kami adalah mahasiswa yang sadar akan tanggung jawab serta kehormatan akan tanggung jawab serta kehormatan atas pembelaan negara dan tidak kenal menyerh. Ini berarti kita sebagai mahasiswa memiliki sumpah terhadap pembelaan negara, dalam hal ini kita sebagai cadangan nasional harus siap jika sewaktu-waktu di minta untuk berperang. Ih wow :D Yang ketiga Kami putra indonesia yang berjiwa kesatria dan bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa dan membela kejujuran kebenaran dan keadilan . Hmm jadi inget sama celetukannya temenku, eh eh kenapa ya panca dharma satya yang ketiga ini gak jadi yang pertama aja? Hmm **soksokan mikir iya ya kenapa? Lantas ada keberanian lah temanku untuk menanyakan Jawabannya karena panca dharma yang pertama itu sudah mengandung makna dari panca dharma yang ketiga ini yaitu dalam penegasannya yang berdasarkan pancasila .... hohoho
Masih di Panca Dharma satya yang keempat Kami adalah mahasiswa yang menjunjung tinggi nama dan kehormatan garba ilmiah serta sadar akan pembelaan atas hari depan bangsa dan negara , hayo siapa yang tau artinya? Sepantasnya demikian karena menwa lahir dan tumbuh berkembang dang lingkup perguruan tinggi haruslah menujung trilogi perguruan tinggi demi tercapainya hari depan berupa cita-cita bangsa dan negara seperti apa yang sudah tertera di pembukaaan UUD 1945. Yang kelima atau yang terakhir yaitu Kami adalah mahasiswa memegang teguh disiplin lahir dan batin, percaya pada diri sendiri dan mengutamakan kepetingan nasional diatas kepentingan pribadu maupun golongan. (agak lupa kayaknya) heheheh arti dari pernyataan kelima ini bahwa kita sebagai mahasiswa hendaknya memiliki kedisiplinan dalam segala bidang dan senantiasa percaya diri dan senantiasa mengutamakan kepentingan nasional.huuuufft lelah sekali, dan dalam jeda kamipun bersorak sorai menyanyikan yel yel. Ketika kami di beri kesempatan untuk memberanikan diri membuat yel-yel temanku Bu nisa maju tampil eksis dengan semarak suara semelekete nya ... hahahaha dan penutupnya dari siswa dika tepuk salut ;) T.O.P B.G.T lah yah sayang andailah kami diajari hal macam demikian aku juga mau mengeksiskan diri #ngeeeeeeeek
Sorenya duhadu kami melakukan orientasi dengan jalan menyusuri skadik 204, walayah Lanud Sulaiman yang begitu luasnya... sampai-sampai aku harus digandeng oleh teman-temanku agar bisa jalan. Ada yang lain dalam perjalanan kami yaitu melewati atau bahkan menepi di areal sungai Citarum (kalau gak salah) yang aku tahu dari Ibu Yanti sungai itu sudah tidak layaklah sudah untuk menjadi habitat bagi makluk hidup maupun lingkungan bagi kita. Makanya ada program dari kerlip sendiri yang memperhatikan kesehatan dan keberadaan sungai ini di tengah masyarakat. Lelah juga akhirnya sampai kami di Barak, kami di beri waktu 30 menit untuk mandi dan sholat maghrib. Seperti itu berulangkali hal yang kami lakukan kedepan. Materi lagi kali ini kami belajar cara memeberikan instruksi, perlu di maklumi karena setiap gerak-gerik yang kita lakukan pastilah ada instruksi baik makan menerima materi dan lain sebagainya.
Mulai malam ini kami di biasakan untuk apel. Ah menyita waktu istirahatlah pastinya. Tragedi itu dimulailah dengan alibi pakaian yang masih tergantung di jemuran aku di panggil provost. Tepatnya di halaman di samping barak putri aku di seret provost dan dihukum jalan jongkok mengelilingi barak. Pukulan di kepala yang masih memakai helm bodoh membuat kepala ini rasanya mau pecah. Tapi apalah yang kurasakan tidak bisa kucurahkan. Mungkin mengira aku dongkol tapi sungguh tidak terbesit sama sekalipun bagiku untuk dongkol. Senyum dan selalu senyum , melekat sudahlah siswa senyum untukku . hehe Tapi karena senyumku itu aku jadi sering mendapat hukuman, ya maklum karena selama pendidikan kami di tuntut untuk serius bukan elek-elekan *kata pelatih Istirahat Cuma sesaat karena aku harus mencuci baju yang penuh dengan debu dan tanah. Pukul 3 pagi aku di bangunkan teman untuk piket jaga serambi. Wealah laporan lagi. Selama piket serambi keliling barak mengecek semua siswi, dan yang terakhir membangunkan siswi untuk bersiap melakukan aktivitas senam pagi. Pagi itu kami kembali di giring ke areal lapangan untuk lari kurang lebih lima kali putaran . capekkk setelah itu kami di minta jalan jongkok, sampai puncaknya dalam selah-selah senam pagi di minta gulung-gulung dan shit up-push up dengan hitungan yang tak terhPagi itu terhingga  Wew lanjut ke aktivitas makan yang semakin hari semakin menyiksa saja (bagi teman-temanku) betapa tidak coba? Selama pendidikan kami mengalami kesulitan dalam BAB sedang kami harus menikmati porsi makan tiga kali lipat kami selama tiga kali dalam satu hari. Lagi-lagi kami di hukum karena teman kami melakukan kesalahan dalam laporan sebelum makan kita push up sebanyak dua seri sampai 5 seri , sesudahnya kami makan push up lagi sebanyak itu. Dan setelah selesai makan itu kami jalan jongkok ke barak untuk mengambil perlengkapan kami. kami juga mendapat pukulan di kepala kalau tidak bisa cepat. Sebelum menuju ke kelas untuk menerima materipun kami harus apel pagi. Hmmmm dwaktu apel itu ada sesi menyanyikan lagu nasional lho, dengan maksud untuk meningkatkan rasa nasionalisme kita terhadap negara, sebelum sampai ke kelas kami yang letaknya cukup jauh itu kami biasa dki minta jalan jongkok dan berguling di atas aspal. Mantap bukan? Kembali ke materi hari ini pak Syahrir dengan tema macam-macam senjata membuat kami tegang, hadee betapa tidak cara menatapnya itu loh yang bikin kami mati rasa jika berhadapan dengannya. Senjata yang masih ku ingat adalah jenis laras pendek sepertis eri FN 46, Brownie, dan lain-lain “Vita”! pak Syahrir mengagetkan ku, keluar dan temui provost! Arggghhh provost lagi, aku ketahuan mengantuk oleh pak syahrir dan di minta keluar. Diluar ada dua orang provost yang tersenyum nampaknya mereka hafal dengnaku dan ada maksud tertentu di balik senyuman itu ah ada udang di balik bakwan . Aku ternyata di minta cuci muka hampir mau di minta jongkok di bawah keran air tapi tak jadi dan tamparan meluncur ke pipi agaknya juga harus aku terima dengan menelan ludah. Tidak berhenti disitu aku juga kena tekan hidungku. Hado tambah peseklah saya .....
Hari demi hari kami lalui di skadik 204 ini ah banyak cerita dan banyak suka duka, kami rasakan ingin sekali aku mencurahkan apa yang aku rasakan mulai dari hari pertama hingga hari terakhir kami di barak karena kami harus bertolak ke gunung puntang untuk survival tapi rasanya tangan ini sudah lelah. Hehehe *alasan tapi benarlah cerita ini tidak bisa ku ungkapkan dengan kata-kata karena membekas sangat di hati saya. Mungkin aku mencoba meraba-raba dulu apa yang ku alami lagi di skadik 204 , maklumlah sudah ku coba membuat catatan harian di setiap aktivitas yang kami lakukan tapi raiblah sudah pelatih meminta catatanku itu . huhu Eh ada cerita yang belum ku bagi ternyata yaitu pengalaman pingsan ku akibat dari aksi pemukulan yang dilakukan provost, ih wow menurut penuturan teman-temankua ku di biarkan pingsan selama berjam-jam dan baru di angkat oleh teman-temanku ketika di tinggalkan provost. #tragis hal itu aku dapatkan bukan tanpa alasan tapi karena laporan dari salah seorang pelatih yang menganggap aku elek-elekan dengan teman-teman, aku mendapat pukulan itu sampai tertahan air mata sampailah aku sekonyong-konyong gak kuat lalu jatuh tersungkur ke tanah. Bnagun-banun sudamh si atas ranjang dan di kerubuti teman-teman , masih ingat ada seorang palatih yang setia menungguiku si situ ibu ayu beliau laiknya seorang kakak yang dengan sabar menunggu adiknya untuk tebangun. Malam itu seakan mencekam bagi teman-temanku ya karena selama aku tidak bisa membuka mata aku meraung-raung kesakitan dan tidak jelas arahnya. Aku tidak bisa berkata-kata tapi sesak nafas dan kejang. Sakitnya bukan di badan tapi di hatis aya karena tidak ada yang menolong atau bahkan minta maaf atas tindak yang di lakukan padaku.
Keesokan harinya bangun sudah nampak biasa apa yang ku alami semalam seakan tidak pernah terjadi karena bagai angin yang berlalu, wah sedihlah saya mana kepala masih pusing tiada terkira. Langsung ke materi , hmm apel pagi ini seakan membuatku ingin tertidur dalam posisi siap. Betapa tidaklah, wadanlatnya memberikan amanat yang membuat suasana pagi ini nyenyak. Luamaaa penyampaiannya. Kesalahan yang disampaikan pembina di setiap apel ini memaksa kami harus turun untuk push up dan parahnya kami push up dengan memakai couple dan ransel yang berisi pasir yang beraaat sangaaaat. Materi hari ini yeitu tentang manajemen staf, wah awalnya bingung sih staf yang di maksud itu dalam lingkup apa ya? Hmm menwa ya? Apakah dalam lingkup menwa ini sama halnya dengan staf yang berada dalam organisasi lainnya. Sekilas tentang unsur-unsur resimen yaitu ada pimpinan yang semata-mata menentukan kebijakan umum dan memberikan petunjuk umum dalam pelaksanaan pengawasan. Yang keduan staf itu sendiri diaman tugasnya menyelenggarakan pengwasan, penyusunandan pemberian usul dan saran dalam pertimbangan penetapan anggaran dan pelaksan aselaku kompi markas yang menjalankan apa yang telah di rencanakan.
Materi selanjutnya tentang Peraturan dinas garnisun, tidak seperti biasanya penyampaian materi berlanjut. Peraturan dinas garnisun merupakan suatu tempat atau daerah sebagai pemusatan markas yang saat ini kita menyebutnya TNI.Hari berganti rutinitas itu hampir menjadi suatu kebiasaan bagi kami materi lagi , lagi dan lagi ... ngantuk juga wah ... ada yang berbeda hari ini materi di laksanakan di luar . asyik kami mendapatkan materi navigasi darat yang menyenangkan sampai membawaku mengenal lebih dalam, sosok dari anak-anak yon II mereka itu sesuatu. Dalam personalnya memikatku untuk menggali potensi mereka lebih dalam. Dalah yang namanya Ibu Okta sosok manyun yang ramah dan cukup dekat denganku apalagi soal banyol . Dia memiliki tubuh yang bagus menurutku, hanya saja dia mengeluh anaknya, wah manjanya gak ketulungan hehehe tapi dia memiliki daya nisiatif yang cerdas.. Fatimah si choco chip , tai lalat merupakan ke khasannya dia, semangatnya luar biasa, akupun bisa berdiri sampai sekarang karena dia. Sembako dia memiliki bakat di bidang PBB pelatih dari TNI AU pun sempat di buat kagum olehnya, dia adalah rekan seperjuanganku yang biasa melayangkan tamparan untukku agar aku bisa melek. Wkwk ah itu baru perempuannya ya, belum lagi yang laki-laki. Cerita penutu selama kami di barak adalah kegiatan pengenalan beladiri militer yang di ajarkan oleh pelatih dari TNI AU. Meskipun dasar tapia da keinginan buat mencoba ikut latihan beladiri secara nyata. :D Tidak cukup di situ kami juga di manjakan untuk latihan pendaratan heli... meluncur dari ketinggian... mencekam ... mau lagi tapi ... hehehe Berlanjut dengan penyeberangan tali yang hanya bertumpu dengan satu tali ... alhamdulillah berhasil ... penutup manisnya adalah jaring aku berhasil jatuh dengan mulus . Pengelaman ini tidak akan terlupakan dan tidak akan tersudahkan masih ada perjalanan yang amat melelahkan menuju puntang ... kami bisa mencapainya ... dan kami bisa menaklukannya ,... pengalaman tersesat di hutan , makan kedebong pisang , jamur dan penutupnya darah dan daging ular agaknya perlu di bagi lewat cerita saja karena nano-nano rasanya ... Kedinginan di hutan menjadi pembelajaran hidup buatku, aku jadi lebih bisa mengingat apa yang telah aku tunaikan dan apa yang belum aku capai. Introspeksi diri, yang membwaku untuk tetap bertahan. Takut mati adalah sebersit pikiran yang menggelayut. Allah yang memberikan kayakinan aku mampu bertahan dan bayangan Ibu selalu menguatkanku. Sedih hatiku karena selama aku disibukan dengan aktivitas perkuliahan tidak ada terlintas pikiranku untuk sejenak pulang, tapi sungguh yang ku alami di hutan menggerakanku untuk ingin pulang, pulang dan pulang. Alhamdulillah aku mampu melewatinya, kaki melepuh karena berjalan selama satu hari atu malam dari puntang menuju lanud sulaiman menjadi oleh-oleh demi mendapatkan baret ungu. To be continued .......................

Narasi_Niar_roadshow GERA SHIAGA di DCFD

Hari ini (minggu, 15 april 2012) adalah pertama kalinya tim Gera Shiaga mengadakan roadshow di Dago Car Free Day. Tentu saja roadshownya berbeda dengan roadshow yang kami lakukan di sekolah-sekolah. Kalau roadshow di sekolah-sekolah bentuknya formal, sedangkan roadshow di Dago Car free day ini bentuk informalnya. kami menyediakan stand Gera Shiaga di depan Bank Muamalat, memasang banner, memegang spanduk Gera Shiaga, dan mensosialisasikan kepada setiap pengunjung yang berlalu-lalang di Dago Car Free Day . akupun berbicara seperti seorang SPG di mall, "selamat pagi Bapak, Ibu, boleh mampir sebentar ke stand kami, kami sedanga ada launching gerakan sekolah aman, sehat, hijau, inklusi, dan ramah bagi anak dan keluarga loh, ada juga pendidikan mengenai kebencanaan nya,ayo silahkan Bapa Ibu.." begitu lah kira-kira . hehe .. seru kan?! :D
Roadshow hari ini cukup menyenangkan, aku merasa tertantang untuk mengundang sebanyak-banyaknya orang untuk mampir ke stand Gera Shiaga. Walaupun belum banyak yang mampir ke stand Gera Shiaga, minimal kami sudah mensosialisasikan bahwa ada gerakan untuk mewujudkan sejuta sekolah aman di Indonesia, sehingga masyarakat yang awalnya tidak tahu, menjadi tahu 
Setelah roadshow selesai, Bu Yanti yang baik hati mengajak kami makan di Kartikasari, sambil memperbincangkan rencana perbaikan roadshow berikutnya. Dari perbincangan ini mulai terarah roadshow kedepannya, selain menggelar sosialisasi Gera Shiaga di Stand, kami juga insya allah akan menyediakan konsultasi kesehatan dengan GMB ISMAKES, praktek pengolahan sampah plastik dengan Ami dan Bu Nia, dan konsultasi pacaran sehat dengan devita. Semakin semarak, semoga semakin banyak juga yang mampir ke stand kami.
Dan hasil kegiatan hari ini adalah, aku mendapat beberapa PR yang harus dilakukan segera. Yaitu ; menyusun jadwal dan rencana untuk pelatihan jurnalis bersama devita untuk persiapan majalah Gera Shiaga, menyusun work plan dan log frame untuk proyek kantin sehat yang insya allah akan bekerjasama dengan Devita juga, selain itu harus mengusahakan agar GMB bisa lebih banyak lagi yang bergerak khususnya di roadshow ini. Semoga semuanya bisa terlaksana sesuai rencana. Amin 

Narasi_Devita_stand GERA SHIAGA

(15/04/2012)Pagi lagi,kali ini benar adanya kicau burung membangunkanku dari nyenyak tidur semalam. Sakit semua badan karena posisi tidur tidak beraturan. Edede hari ini harus berangkat lebih pagi ke car free day, ada apa geranganya?Ada Launching Gera Shiaga. Setelah lama aku tertinggal dari bentang cerita yang sangat sayang untuk di lewatkan, aku kembali menampakan diri untuk berkontribusi dalam tercapainya tujuan dari program Kerlip ini. Tidak jauh dari niat yang memang ini mendalami dunia kejurnalisan. Berangkat pukul 07.42 menit berjalan aku menyusuri gang, aku janjian dengan iar pagi ini di simpang. Tidak bermaksud untuk telat datang tapi keadaan mengharuskan aku dan iar harus telat. Iar minta keleluasaan waktu untuk berangkat agak siang, ia harus sarapan dan minum obat. Oke dengan langkah tenang aku melenggang. Hehe Sesampainya di simpang ku sempatkan merapat ke tukang gorengan, maklumlah perut kosong pastilah tidak ada tenaga ini nanti untuk berteriak-teriak. :p
Seusai itu aku duduk di halte bus untuk menyambut iar, tepat suapan terakhir gorengan masuk mulut iar datang dengan membawa senyuman kerinduan. *berharap* maklumlah sudah lama kami tidak bersua karena aku harus mencari pengalaman di dunia keprajuritan ceritanya dalam pendidikan dasar resimen mahasiswa mahawarman jawa barat. Kamipun berangkat, menuju bank muamalat. Kenapa jadi di depan bank muamalat? Soalnya itu merupakan apresiasi yang baik dari pihak bank yang memberikan ruang bagi kami Kerlip dalam mensosialisasikan sekolah aman, apalagi kita ada gerakan berikrar satu juta sekolah aman di Indonesia. Wah seru juga ya? :D

Mendekati Bank Muamalat , terlihat dua sosok Ibu dan seseorang yang tidak asing bagi kami, Ami atau sering kita kenal Ratu Sampah . hehehe Dari belakang kami lantas mengagetkan Ibu Yanti dan Ibu Nia yang asyik berdiskusi strategi lauching kami yang pertama ini di Car free day Dago. Kami lantas melepas kerinduan dengan Ibu Yanti karena maklumlah sudah lama tidak bertemu apalagi Ibu juga baru pulang dari perjalanan keluar kota. Kami lantas bergabung dengan Ami yang sudah membawa pamlet besar dengan icon si aga. Kami dengan semangat memandu orang di jalan agar antusias terhadap program kami. Akhirnya akupun mendapat kesempatan memandu salah seorang teman dan dua orang temannya . hehehe mereka adalah mahasiswa stks yang sengaja dalam hati aku niatkan kalau ketemu mahasiswa stks pokoknya harus mampir di stand kami. Dan dengan di bantu Ami si Duta Sanitasi ini, teman akupun tertarik dengan apa yang telah di lakukan Ami ini. Luar biasa katanya.

Setelah beberapa lama berlalu selesai sudah kegiatan kami pada hari ini.Dan kamipun langsung mengadakan evaluasi, kendala yang kami hadapi hari ini adalah belum adanya meja dan alat bantu seperti toak yang mempermudah kami untuk bersosialisasi. Selain itu kami juga perlu membuat stand yang mendukung gera shiaga sendiri, stand dari ismakes berupa pelayanan kesehatan, lalu stand tentang kerajinan yang dihasilkan anak-anak super dari gerakan siswa bersatu. Absen untuk pengunjung yang datang juga sangatlah kami perlukan. Saat ini manajemen kafe ilmu telah mendapat kepastian siapa yang bertanggung jawab dalam perkap nya yaitu teh iwang, sedangkan kami gmb, lagi gsb sebagai team sukses. Semoga minggu depan dapat lebih baik lagi. Kami inginnya seperti itu. Aku berharap gerakan mahasiswa bersatu dapat menyemarakan sosialisasi ini. Yakin kita bisa #gera shiaga yuk? :D

Rabu, 11 April 2012

Sosialisasi GERASHIAGA di Sekolah Penerima Bantuan Rehab dengan APBN

Meskipun surat dan bahan untuk SMAN 1 Banjaran sudah diterima dari Dede, karena bangun hampir jelang subuh dan belum menyiapkan surat ijin dan bahan-bahan lainnya untuk peliputan, terpaksa rencana penjangkauan ke SMAN 1 Banjaran ditunda.

KerLiP production sudah siap berangkat pukul 4 pagi tadi, namun print out bahan peliputan perlu waktu. Alhamdulillah pukul 5.30 berangkat menuju SDN Pinggir Sari 1 Kabupaten Bandung. Irwan, producer KerLiP Production memutuskan untuk melewati jalan terusan Buah Batu. Beberapa kali kami perlu menanyakan jalur yang benar kepada penduduk setempat karena lupa jalan. Aku langsung menemui ketiga anak perempuan cantik yang sedang bermain didekat bangunan sekolah yang hampir rampung direhabilitasi. Pak Sukanda, mandor yang akan kami temui sedang belanja bahan bangunan tambahan ke toko material. Anak-anak mempertemukan kami dengan Bu Ade, guru yang tengah mendampingi anak-anak kelas 1 belajar di ruangan yang masih layak pakai. Bu Ade menyambut antusias rencana peliputan praktik baik mandor dan tukang yang direkrut oleh Tim rehabilitasi bangunan sekolah tersebut.

Sutradara KerLiP Production mulai menata rencana peliputan agar film yang dihasilkan dapat menggambarkan upaya penerapan sekolah aman dari gempa yang dilaksanakan oleh Pak Sukanda dan anak buahnya. Bu Ade memperkenalkan Pak Asep, wakil ketua Komite Sekolah yang juga ketua MUI di kecamatan Arjasari. Kami berdua jadi asyik membahas banyak hal terkait kesehatan reproduksi anak-anak perempuan, pentingnya tempat cuci tangan, wc laki-laki perempuan, sumber air yang memadai agar SDN Pinggir Sari benar-benar menerapkan sekolah aman dari gempa termasuk dari aspen jaminan kesehatan selama warga sekolah termasuk anak terjamin setiap saat.

Andi, kameramen KerLiP production terlihat asyik beraksi meliput anak-anak yang sedang bermain di sekitar bangunan sekolah yang sedang direhabilitasi.

Tak lama kemudian Pak Asep memperkenalkan kami dengan Pak Wawan, ketua tim pelaksana rehabilitasi dengan dana APBN tersebut. Waktunya anak-anak istirahat, KerLiP Production tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut untuk melibatkan anak dalam peliputan penerapan skeolah aman dari gempa di sekolah mereka. Menarik menyaksikan aksi spontan anak-anak dalam arahan laku dari sang sutradara yang sangat kreatif, Otoy. Ketiga tim KerLiP production ini bergabung belum lama dengan kami di Perkumpulan KerLiP. Mereka tertarik untuk membantu gerakan keluarga peduli pendidikan dnegan mengemas bahan sosialisasi program agar mudah diterima oleh masyarakat Indonesia termasuk anak berkebutuhan khusus. Alhamdulillah sebelum ini, mereka berhasil membuat film sekolah aman dalam versi penyelarasan gagasan dan harapan antara warga sekolah di SDN Sirnajaya 2 yang terkena dampak gempa Tasik 2009 dan praktik-praktik baik sekolah sehat, hijau dan aman di SMPN 11 Bandung.

Senang sekali ketika ada perwakilan masyarakat yang sudah berpengalaman lebih dari 30 tahun didalam penerapan bangunan tahan gempa di berbagai wilayah bencana di Indonesia. Pak Ade Chandra, namanya. Beliau bersedia untuk membantu melakukan pemeriksaan penerapan sekolah aman dari gempa dalam rehabilitasi bangunan SDN Pinggir Sari. Tanpa ragu Pak Ade meminta kami menghadirkan tukang, Tim pelaksana, penanggung jawab, dan guru untuk ikut dalam pemeriksaan tersebut. Langkah Pak Ade ini direkam dengan cermat oleh tim KerLiP production. Menurut pak Ade, Tim rehabilitasi SDN Pinggir Sari sudah bekerja sesuai dengan standar bangunan tahan gempa. Hanya saja dalam hal sila-sila masih diperlukan perbaikan agar benar-benar mengikat dari sudut ketengah sampai keempat sudut tersebut terhubung.

Pak Ade menggambarkan dengan jelas dibalik draft final pedoman penerapan Sekolah.Madrasah Aman dari bencana yang kami bawa. Tim Rehabilitasi SDN Pinggir Sari berupaya menjelaskan bahwa usulan perbaikan dari Pak Ade ini akan dipertimbangkan dengan membaca kembali desain bangunan yang mereka terima dari Dinas Ke-PU-an Kabupaten Bandung.

Setelah memeriksa kelas, kami meminta Pak Wawan untuk menjelaskan standar ukuran besi 10 dengan cincin 8 dan jarak antar cincin 15-20 untuk perkuatan struktur bangunan. Anak-anak kelas 6 bersiap untuk belajar bersama Pak Wawan. Alhamdulillah, Pak Sukanda tepat tiba waktunya. Aku memandu penjelasan Pak Sukanda mengenai besi tersebut kepada anak-anak dengan pertanyaan terkait apa, mengapa, bagaimana. Dan Pak Sukanda mengikuti arahan sang sutradara untuk menunjukkan langsung dengan besi struktur yang diletakkan bersandar pada tiang yang sedang dibangun. anak-anak menyimak penjelasan Pak Sukanda. Seluruhnya direkam oleh Andi dnegan seksama. Irwan menyiapkan microfon khusus. Tim KerLiP production kemudian meliput kegiatan bermain dengan tiang-tiang kayu "esteger" atau tempat berpijak tukang saat memasang ring balok. Ada 3 anak perempuan dan 2 anak laki-laki yang bersedia bermain sambil diliput oleh Tim KerLiP production. Adik-adik kelas mereka terlihat berkerumun dibalik jendela yang belum berkaca.

Sebelum istirahat makan, kami meminta Pak Wawan, anak-anak dan Bu Ade untuk peliputan persiapan belajar di SDN Pinggir Sari. Rupanya ada anak kelas 4 dan 5 yang mendapat giliran masuk kelas siang hari karena kekurangan jumlah ruang untuk belajar.
Kami sepakat untuk meliput kegiatan belajar 55 anak di kelas 4 dan 30 anak, di kelas 5 yang belajar di siang hari.

Sambil menunggu giliran peliputan, aku mengajak anak-anak kelas 5 untuk menyanyikan lagu evakuasi gempa atas ijin Bu Euis, guru mereka. anak-anak senang sekali bernyanyi. Teza dan Santi mendapat giliran pertama untuk memimpin teman-teman sekelasnya menyanyikan lagu tersebut dan mempraktekkannya langsung. Setelah mencoba 3 kali, anak-anak terlihat mulai antri berlari keluar kelas diakhir lagu.Aku menceritakan praktek baik yang dijelaskan Pak Sukanda, mandor bangunan, kepada anak-anak kelas 6. kapur tulis menjadi model untuk mengukur keliling dan diameter benda berbentuk silinder batang seperti besi. Anak-anak terlihat menikmati proses belajar langsung yang kami lakukan bersama. Menarik menyimak jawaban anak-anak kelas 5 terkait penggunaan besi untuk perkuatan struktur bangunan. Mereka dengan fasih menyebut sabuk pengaman ikatan besi diantara kayu dan ring balok di atas dinding. Kebetulan pikirku. Akhirnya aku ajak anak-anak untuk mengajak teman-teman di sekolah mereka belajar menyelamatkan diri dari gempa dengan bernyanyi bersama. Lalu menggunakan warna lampu lalu lintas untuk menandai zona aman, hati-hati dan tidak boleh dilewati untuk menetapkan jalur evakuasi ke lapangan terbuka, tempat kumpul yang aman dari gempa.

Rupanya Tim KerLiP production tertarik untuk meliput kegiatan belajar bersama anak-anak tersebut. Teza, Santi dan 2 anak lainnya berdiri didepan memimpin lagu evakusi gempa. Secara bergantian mereka direkam oleh Andi, Otoy, Irwan dengan bantuan Ubay. Alhamdulillah. Tiba saatnya tim KerLiP production merekam beberapa gambar pelengkap untuk film penerapan sekolah aman dari gempa di SDN Pinggir Sari.

Bu Ade sudah menyiapkan kelapa muda dirumah bu Ima guru kelas 5, persis diatas bangunan yang sedang direhab. Sudah tersedia berbagai kripik singkong di meja tamu. Sambil menunggu Irwan dkk bergabung, aku menikmati alat refleksi yang disediakan bu Ima. Alhamdulillah. Rupanya bu Ima guru binangkit. Beliau juga membuka kantin sehat untuk anak-anak di dapur rumahnya dan terapi ion untuk kaki dengan biaya sukarela didepan rumah. Tidak hanya itu, Bu Ima juga menyediakan tempatnya sebagai kelas sementara bagi anak-anak kelas 5 yang masuk pagi serta ruang tamu untuk penyimpanan loker dan lemari sekolah. Tak lupa kusampaikan GERA SHIAGA kepada keduanya dan rencana kami untuk menindaklanjuti kegiatan hari ini dengan roadshow GERA SHIAGA pada peresmian bangunan sekolah tersebut.

Alhamdulillah, keduanya menyambut baik gagasan tersebut
Setelah menikmati hidangan yang disediakan, aku dan Tim kerLiP production kembali pulang ke Bandung.

Innalillahi wa inna ilaihi rojiuun, jelang sore persisnya pukul 15.30 aku menerima kabar tentang gempa di Aceh dengan skala 8,9 SR. Segera aku kontak Adelila dari TDRMS dan Unsyiah. Masyarakat Aceh kembali dilanda bencana. Adelila dan kawan-kawannya sedang mengungsi ke lantai 2 masjid kampus saat sirine peringatan dini tsunami dibunyikan. Kuhubungi berbagai mitra KerLiP di BNPB, BPBD Aceh, BPBD Sumbar, BPBD Lampung, BPBD Bengkulu, Masyarakat Nias, Aceh, padang, dan Lampung Barat. Semuanya dalam posisi siaga. Mas Hakim dari BMP yang juga anggota RAPI berjanji untuk update info. Begitu juga Erie rekan dari ASEAN secretariat. Pak Arie dari BNPB menjelaskan beberapa hal penting terkait kondisi pasca gempa.

Setiba di rumah langsung menyimak berita di metro TV dan TV One secara bergantian sambil meminta Zamzam berkordinasi dengan Tim SAR terlatih dari FKPA, rekan KerLiP untuk kaji cepat situasi pasca bencana. Akupun berkordinasi melalui telpon, email, facebook, tweeter dengan mitra-mitra setempat. Dani dari FKPA sudah menyiapkan 2 orang terlatih untuk berkordinasi dengan Zamzam menyiapkan tanggap darurat jika diperlukan.

Alhamdulillah, saat narasi ini ditulis update info dari Bapak Herry Sugiharto cukup menggembirakan. potensi tsunami rupanya lebih kecil menurut ahli dari ITB.

Segera kutuntaskan draft presentasi Juknis Sekolah ramah Anak untuk dikirim ke Asdep Pemenuhan Hak Pendidikan Anak. Pukul 1 dinihari aku harus berangkat ke bandara untuk menemani KPP-PA presentasikan draft juknis dan ujicoba di maluku Utara sampai tanggal 14 April yad. Bahan terkait GERA SHIAGA sudah tersedia di meja. Iwang menyiapkan semuanya dengan baik. Masih berharap Rika dan Nining membantu menuntaskan perkiraan kebutuhan anggaran untuk melaksanakan kegiatan kampanye dan advokasi Penerapan Sekolah Aman dari bencana yang dilaksanakan KerLiP dalam wadah Seknas Sekolah Aman bersama K/L/D/I terkait. Semoga

Oh ya tadi ada kabar menggembirakan dari Zamzam mengenai progress persiapan peluncuran penerapan sekolah aman dari bencana yang akan diintegrasikan kedalam peringatan Hardiknas 2 Mei yad.

Sayang sekali, aku kembali tidak dapat memenuhi jadwal pertemuan dengan Wamendik esok hari karena sudah terjadwal ke Maluku Utara.

Saatnya beres-beres untuk pergi ke Ternate.

Salam