Minggu, 15 April 2012

Narasi_Devita_belajar jadi menwa ya?

Semangat pagi sahabat kerlip?Apa kabar hari ini? Semoga tetap Luar Biasa, lama tak bersua rindu juga rasanya. Dan rasa rindu ini akhirnya menggerakan jemariku untuk berbagi pengalamanku selama kurang lebih dua minggu ini aku mencoba membenamkan diri dari segala seluk beluk aktivitas di Kerlip, meskipun berat tapi hidup adalah pilihan , segala pilihan mengandung resiko dan resiko itu adalah merelakan melewatkan hari-hari yang memukau untuk tumbuh kembang bersama sahabat Kerlip.
Indah pagi ini tatkala bisa terbangun diatas empuknya kasur sahabat . Hehehe emang betul karena mulai kemarin aku memastikan diri untuk menginap di kosan Ninis. Bukan apa-apa tapi sengaja untuk mengisi waktu libur dan merehatkan diri untuk menyembuhkan luka di kaki yang bengkak pasca diksar Menwa. Luka bengkak di kaki nampaknya menjadi oleh-oleh yang membekas buatku saat ini, namun selayaknya aku tidak akan pernah menyesal dengan keputusan yang telah aku ambil karena segala sesuatu pasti mengandung resiko. Dibalik resiko tentulah ada hikmah maka dari itu aku sampai sekarang masih bisa memberikan senyuman ketika di tanya kenapa? #Dasar padahal tahu kalau sakit ini . Aneh di dengar memang aku bisa menulis seperti ini dengan sukacita. Kalalulah teman-teman tahu sudah di hantam dengan kata-kata pedas. Kata-kata pedas mereka semata-mata adalah butir-butir rasa sayang yang ditujukan untukku yang agaknya keras dalam mempertahankan suatu keinginan. Ya pastilah teman mana yang rela temannya pulang dalam keadaan babak belur kasarnya. Alhamdulillah saat ini keadaan ku agaknya membaik betapa tidak bertolak belakang dengan pertama kali aku menginjakan kaki di kampus aku bisa di katakan tidak mampu berjalan, tapi dalam kesakitan itu senior mencoba mengkuatkan agar aku bisa berjalan dengan gagah. Ada keraguan untuk berjalan sewaktu di kampus, mungkin malu pasti karena aku pulang dalam keadaan basah kuyup dengan lumpur yang menempel di sekujur badan, lagi-lagi senior menghiburku untuk bisa berbangga diri. Aku pun bisa tersenyum.
Memang dulu aku bercita-cita menjadi resimen mahasiswa, tak tahulah apa itu resimen mahasiswa tapi bermula dari melihat ada mahasiswa yang memakai seragam layaknya tentara maka timbulah tekat jika aku menjadi mahasiswa nanti aku ingin menjadi seperti mereka. Hehe :p Dan mengetahui dikampusku (Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial Bandung) :D ada Resimen Mahasiswa dari awal penerimaan mahasiswa baru sewaktu ada pengenalan program unit kegiatan mahasiswa lantas aku dengan antusias mencari info perihal seluk-beluk resimen mahasiswa ini dikampus. Sampai pada info yang kudapat perihal diksar gelombang I yang diadakan bulan Desember lalu aku niatku tumbang karena UAS. Karena masih prinsip Kuliah yang pertama, maka belum jadi aku merasakan pendidikan dasar gelombang I itu. Hingga kini pertengahan maret kudapati lagi berita bahwa ada Diksar gelombang II,Aku mencoba untuk memantapkan hati. Bersyukur bisa latihan sekali duakali dengan senior. Meski hanya materi PBB yang kami dapati tapi hal itu menjadi bekal yang senantiasa memupuk motivasi kami bertujuh. Setelah hari berganti tiga teman kami tumbang, diantaranya karena kesehatan, UTS yang tidak bisa di tinggalkan dan terkait perijinan orangtua. Kami mencoba menghibur diri untuk tetap menatap hari dimana kami bisa melaksanakan diksar nanti. Hari berganti tiba waktu aku sudah mantap untuk berangkat ternyata hari itu aku harus mengurungkan semangat untuk merelakan penundaan keberangkatan kami ke Lanud Sulaiman. Buyarlah konsentrasiku waktu itu. UTS pun tidak dapat terfokus dengan benar, tapi hari itu tidak menyurutkanku untuk tetap memiliki semangat mengikuti pendidikan. Hari masih Rabu sesampai di kosan tawaranpun datang dari kakak senior di kosan mengajak jalan-jalan menghilangkan kejenuhan, lantas ku ambil saja kesempatan itu. Kami tancap gas untuk pergi ke PB di PB hanya membeli rok lah kita tanpa basi-basi menguras kantong bergegas ke Salman. Tidak berhenti di situ kami menuju Cimahi untuk kerumah sahabat ku juga mengambil laptop ku untuk di benahi ke BEC, ya hari itu lelah sekali. Seusai itu semua nampaknya aku masih di hadapkan dengan tugas sebagai prasyarat mengikuti UTS esok hari. Dan tidak lama ku tuju kampus untuk menemui teman-teman yang sudah lama menunggu untuk mengerjakan tugas individu itu. Dan tidak sempat aku kerjakan itu tugas tepar sudah.
Hari itu kami berangkat ke Skomen dengan langkah pasti membawa perlengkapan yang seharusnya di bawa di hari H, Pak Firman menemani dengan sabar hari pertama kami melakukan resgistrasi. Hari itu kami bisa pulang dengan membawa informasi esok kembali lagi. Hari kedua, sabtu tepatnya kami melakukan tes mental ideologi. Hmm Apalah itu? MI singkatnya kami berbaris untuk mengisi identitas dan kelengkapan diri dan menunggu untuk di panggil. Karena tidak terlalu familiar dengan adat, aku hanya ikut-ikutan istilahnya. Wkwk Ruang pertama tentang riwayat pendidikan, aman. Ruang kedua wah ini yang bikin deg-degan, menunggu awalnya hingga datang giliranku untuk mengetok pintu aku menegakan badan ketok tiga kali dan meneriakan “Ijin masuk” lantas ku buka, eh di usir si Bapak dan beliau meneriakan “Belum saya persilahkan masuk!” kedua kalinya ku ketok dan berteriak lagi, hmm apa jawabnya? “Kurang keras!” ededeh -____- sabar baru yang ketika ini dengan genggaman ku pukul pintu dan berteriak kuat, aku di perbolehkan masuk. Dua orang Bapak yang satu berdiri dengan muka masam, sedang yang satu duduk dengan mata melotot. Aku di minta laporan, dengan guguplah sama seperti laporan di ruang pertama, eh agaknya mungkin di maklumi oleh Bapak yang di ruang pertama, tapi di ruang kedua ini aku di bentak dan di tanya balik “Siapa yang memberi materi” mengrenyitlah dahiku. Huhu aku dapat tugas di minta mengatur lalu lintas sontak aku menjawab tidak siap. Hehe lantas hal itu berlalu dan di tanyalah tentang kesiapanku, sampai di pertanyaan sudah siapkah fisikku?Aku menjawab siap sudah, tidak berhenti disitu aku diminta push up sebanyak 1 seri. Selesai keluar dan menunggu lagi diruang ketiga aman karena baru kali ini aku di bilang lulus, padahal yang kedua tadi aku di vonis tidak layak oleh Bapak-bapak dari skadik 204. Grrrrrr Selesai semuanya aku masih harus menunggu yang lainnya, sambil bertanya dengan teman-teman yang sudah selesai juga kami tertawa riang mendengar pengalaman anak-anak yang diminta makan gelaslah, cium tanahlah bahkan ada yang disuruh joget ala ayu ting-ting. Wkwkwk berkesan*** Kudapati cerita dari teman-teman perti lain ternyata pasukan kami tertinggal jauh materi. Sebuah optimisme ternyata menguatkan kami melangkah untuk maju. Sore itu kami pulang dengan sejuta harapan untukn esok yang lebih menyenangkan.
Dan lagi kami kembali , namun agak siang kami berangkat ke Skomen karena hari ini kami hanya melakukan cek kesehatan. Wew sesampainya di Skomen anak-anak sudah ngumpul. Kamipun menunggu untuk giliran cek kesehatan. Kejadian lucupun terjadi di sela-sela cek kesehatan , nak-anak laki-laki diminta untuk bercelana kolor dan berjaket kulit(alias tanpa baju) hehe wah wah bgaiku parnolah sudah. Tapi sambil menahan geli melihat teman-temanku tampaknya aku mendapat giliran awal dan hal ini mempercepat prosesku untuk tes kesehatan.Dan sembari aku menunggu banyak tingkah konyol yang dilakukan oleh teman-temanku, mungkinkah ada hal yang lucu dalam prosesi tes kesehatan di dalam ruangan itu berlangsung? Perasaan selama aku masuk kedalam ruangan hanya di cek buta warna dan dengan stetoskop lantas di suruh berbaring dan di periksa perut, pernafasan , mata dan tenggorokan. Biasa bukan? Tapi ko teman-teman cowok hingga demikian ya? “___” Dan fakta yang kutemukan ternyata dari penuturan cowok-cowok yang di dalam ekstrem pemeriksaannya sampai bugil segala pula. Wah-wah parah ya?Pemeriksaan untuk semua anak-anak usai dan kamipun harus kembali menunggu hasil dari pemeriksaan kami. Karena hasil pemeriksaan atas tes kesehatan ini akan menentukan kami apakah kami lolos. Setelah menunggu lama ‘’jeng-jeng” #musik mencekam Kami lolos, muka kami riang hehe **biasa padahal Dan kamipun pulang bersama pak Firman yang biasa mengantar dan menunggui kami dengan setia. Dipastikan kami besok siang berangkat dan yang pasti kami bisa mengikuti UTS dihari terakhir kami mengikuti UTS.Menurut info yang kami dengar ada yang tidak lolos untuk mengikuti pendidikan dasar resimen mahasiswa gelombang dua ini ya alasan kesehatan. Sedihlah pasti ,tapi ada hikmah lah untuknya yang pasti kesehatan adalah yang utama janganlah sampai mengabaikan kesehatan karena kalau anda tidak kuat pastilah akan menyiksa. Bukan apa-apa pendidikan ini bukan main-main, banyak fisik dan mental yang akan di gunakan dalam pendidikan dasar ini. Kalaulah aku pastilah modal nekat ini. Hehe betapa tidak ibarat kata aku seorang perempuan yang sejatinya lemah berbeda dengan 3 orang temanku yang memiliki fisik lebih kuat dariku karena mereka cowok.Kenapa aku sampai demikian itu bukan tanpa alasan prinsip yang masih terngiang di benakku adalah aku harus memiliki mental yang kuat karena dengan memiliki mental yang kuat maka fisikku pun akan kuat.
Aku pulang malam dan malam ini aku menyibukan diri untuk prepare segala perlengkjapan yang akan aku bawa esok, yang pasti segala sesuatunya harus lengkap tas kuat bajupun juga harus sudah berjahit dan bertuliskan nama dan nomor siswa. Wew malam ini aku tidak bisa langsung istirahat karena tugas laporan penelitian lapangan yang harus aku kumpulkan besok. Begadang,akupun bersemangat untuk menyelesaikan deadline artikel untuk penyusunan buletin dan majalah yang sejatinya alhamdulillah aku di percaya dalam penulisan artikel. Hehe pengalaman baru sejak kebiasaanku menulis status di facebook ternyata ada yang percaya dan memberikan amanah untukku untuk menjadi timred. Asyik. Selesai mengirim email lantas tertidur aku saat itu juga. Aku terbangun dengan badan sakit semua karena posisi tidur duduk masih menghadap layar monitor. Hedeh -.- Pagi ini hingga siang nanti ku susun jadwal untuk memaksimalkan waktu yang tersisa selagi aku bisa sebelum kutinggalkan rutinitas selama kurang lebi dua minggu. Huhu beberapa pesan ku layangkan pada temanku , kuawali dengan menemui senior yang meminta untuk ditemani sarapan pagi lantas ke kampus untuk bersendau gurau gak jelas. Akhirnya siang itu di temani dua sahabatku untuk packing dan bersiap berangkat menuju skomen. Yeah Aku berangkat dengan bismillah
Sesampainya di Skomen kagetlah bukan kepalang, ada bus perti dari semarang, purwakarta dan jogja. Kok? Oh ternyata pasukan yang digembar-gemborkan ada dduaratus pasukan dari satuan lain, eh terjawablah bukan duaratus yang datang sih melainkan 89 orang siswa yang siap di berangkatkan ke Skadik 204 Lanud Sulaiman . Kami menunggu lagi, karena tambahan calon siswa dari satuan mahadipa dan mahakarta harus mengikuti MI seperti yang di berikan pada kami, dengan tujuan mereka memiliki pengetahuan dan pandangan tentang satuan kami mahawarman.Menjelang maghrib kami bersiap untuk sholat dan makan, tak seperti biasa ada ibu ayu dan ibu dyan serta pak firman yang pasti ada menjenguk kami untuk memastikan kalau kami siap. Kami makan berbeda dengan hari-hari lainnya yaitu mkaan dua porsi untuk berempat. Wah maklumlah harga BBM naik jadilah harus ada iritsitas. Wkwk Alhamdulillah seusai isya kami dimasukan kedalam ruangan untuk istirahat. Degdeg sudah mulai main kekerasan euy *Suaranya haha Akupun mencoba untuk memejamkan mata, dordordor suara dobrakan pintu membuat kami sempoyongan rupanya kami memang di bangunkan tengah malam untuk di berangkatkan ke Skadik 204 dimana nantinya kami akan menimba ilmu disana. Aku mendapat giliran untuk masuk mobil tentara , ah apalah namanya aku lupa. He :p ngantuk ku sudah hilang didalam mobil teman-temanku mengantuk sangat, duh kasian pelatihpun menggertak kami untuk menyanyi. Wela malam-malam ko di suruh nyanyi ya? :? Ya akhirnya pada menyanyi, aku yang dari awal tidak di bekali dengan yel-yel pun ikut menyimak. Haha *modus
Sesampainya di Skadik 204 kami di sambut oleh Bapak-bapak nan gagah, asyik kita pbb menuju barak. Kesan pertama memasuki barak, jreeeeeeng takut banyak peraturan sih. Hmm kamipun tidur. Keesokan harinya pelatih Ayu membangunkan kami, keanehan mulai muncul jam 3 masak sudah adzan? Welah? Adzan apa (dalam gumam) mungkinkah adzan tahajud? Edede kerennya, dan pukul setengah lima adzanpun kembali berkumandang. Hari ini kami di bangunkan pagi untuk melaksanakan rutinitas awal yaitu mengeluarkan jemuran, mandi, nyuci, ngepel. Sesudahnya kami makan pagi. Kagetlah bukan kepalang porsi makanan ku hari itu 3kali dari biasanya. Wah mantap sangat, dan yang tidak biasapun pada mengkerut dahinya. Haha kami lelet hari itu. Dilanjutkan untuk melakukan latihan, gladi hingga upacara pembukaan betulan. Lamanya, sampai istirahat sholat dan makan kamipun melakukan makan siang, eh belum aku sampaikan kalau dalam makan kita ada prosesi laporan dari duduk siap, berdoa sampai mengucapkan selamat makan. heheheHari itu hukuman sudah di beerlakukan , kami di minta untuk push up berseri-seri . hihi ada juga acara jalan jongkok, lari setelah makan , selama perjalanan menuju lapangan seperti ituah kami. Dan lutut inipun serasa kaku karena tidak terbiasa. Dan kamipun menjalani gladi kotor, wah masih kurang sip lanjut gladi bersih lumayan berajhir dengan upacara penutupan dengan di hiasi pingsan oleh Ibu Okta dan pak Dede . Kasihanlah, mampu berbuat apa kita yang ada malah di minta jauh-jauh. Aku dengar Bu okta pingsan karena darahnya tidak dapat mengalir dengan baik pakai korset dia, dan pak dede karena sebelumnya melakukan tranfusi darah dua kali darahnya habis kali ya? Xp Hari itu berlanjut dengan materi, benar dengan apa yang disampaikan senior ngantuk sangat, sampailah aku kena cubit dan tendang. Dan yang paling bikin tidak enak di tungguin provost. Ehehe Materi disampaikan oleh Pak Joni selaku komandan Menwa yang perawakannya tegas, beliau menyampaikan tentrang Tridharma perguruan tinggi yaitu pendidikan, penelitian dan pengabdian. Komandan juga menyampaikan sebagai Menwa kita memiliki plus yang tidak dimiliki mahasiswa lain, betapa tidak dalam menwa kita menyelaraskan ilmu pendidikan dan ilmu keprajuritan yang keduanya memiliki disiplin tinggi dan jiwa korsa yang kuat. ASYIK :D Materi kedua masih berlanjutlah itu di isi oleh Bapak Taufik yang sedari aku melihatnya pun sudah terpana, meskipun beliau udah tua lho ya . haha soalnya dalam dinginnya beliau sempet memujiku bangun tidur aku mengajukan pertanyaan tentang Peraturan Urusan Dinas Dalam yang menjadi topik pembicaraan kita. PUDD semata-mata untuk menyiapkan mahasiswa terlatih dalam meningkatkan ketahanan nasional. Sebagai contoh untuk memasuki ruangan hendaknya kita ketok pintu dan dengan suara lantang bilang ijin masuk itu merupakan PUDD.
Hari berikutnya, wah lamanya sudah terasa dinginnya malam di Margahayu, hmm malam harinya aku jaga serambi dua oranglah dengan siapa namanya lupa ngeeek tidurku serasa cepat ku bangunkan para siswa dan mereka berhamburan merapikan tempat tidur, karena jika ada kusut sedikit saja terlihat mata maka sanksi akan kami dapat. Jemuran di keluarkan, dan kamipun berbaris di depan dan di bentak-benatak cepat-cepat seruan Provost.Pagi benar kami melakukan senam militer bersama para kolat. Hmm beginilah bunyinya “sikap pokok, jas” hehehe asyikasyik jos larilah kita di suruh mengelilingi lapangan yang banyak debu batu bata, sebanyak-banyaklah kita lari. We e e eh capek sudah selain itu kita juga diminta pushup, bending, sit up danberguling-guling ditanah lapang.Tidak berhenti disini makan pagi menanti porsipun dari hari kehari semakin banyak pula, sungguh nikmat yang luar biasa terkira. Parah ketika makan enak itu harus ternoda dengan tragedi muntah yang dilakukan salah seorang siswi yang tidak bisa menahan rasa kenyang di perut, dan apa coba selanjutnya? Kami di minta untu memakannya.... SESUATU
Materi lagi ngantuk lagi padahal hari ini sudah ku siasati untuk melakukan aktivitas menggambar namun tetaps sajalah mengantuk tiada tandingannya. Mencatat juga tak mampu menahan rasa ngantukku, dan ujung-ujungnya aku mendapat buah tamparan dari teman di sebelahku. Arggggh sakit. Materi selanjutnya tentang Panca Dharma Satya, eh kalian tahu gak apa Panca Dharma Satya? Hmm dari harfiah katanya saja Panca berarti 5, Dharma berarti janji atau pengabdian , dan Satya adalah kesetyaan Jadi Panca Dharma Satya merupakan 5 kejanji dan perwujudan kesetyaan yang kita pegang teguh dan amalkan. Panca Dharma Satya yang pertama adalah Kami adalah mahasiswa warga negara, negara kesatuan republik indonesia yang berdasarkan pancasila. Artinya menwa tumbuh dan berkembang di Negara kesatuan republik indonesia di dalma lingkup mahasiswa.Menwa itu dari walawa yaitu mahasiswa yang berkeyakinan atau berfalsafah pada 5 dasar negara indonesia yaitu pancasila.Yang kedua Kami adalah mahasiswa yang sadar akan tanggung jawab serta kehormatan akan tanggung jawab serta kehormatan atas pembelaan negara dan tidak kenal menyerh. Ini berarti kita sebagai mahasiswa memiliki sumpah terhadap pembelaan negara, dalam hal ini kita sebagai cadangan nasional harus siap jika sewaktu-waktu di minta untuk berperang. Ih wow :D Yang ketiga Kami putra indonesia yang berjiwa kesatria dan bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa dan membela kejujuran kebenaran dan keadilan . Hmm jadi inget sama celetukannya temenku, eh eh kenapa ya panca dharma satya yang ketiga ini gak jadi yang pertama aja? Hmm **soksokan mikir iya ya kenapa? Lantas ada keberanian lah temanku untuk menanyakan Jawabannya karena panca dharma yang pertama itu sudah mengandung makna dari panca dharma yang ketiga ini yaitu dalam penegasannya yang berdasarkan pancasila .... hohoho
Masih di Panca Dharma satya yang keempat Kami adalah mahasiswa yang menjunjung tinggi nama dan kehormatan garba ilmiah serta sadar akan pembelaan atas hari depan bangsa dan negara , hayo siapa yang tau artinya? Sepantasnya demikian karena menwa lahir dan tumbuh berkembang dang lingkup perguruan tinggi haruslah menujung trilogi perguruan tinggi demi tercapainya hari depan berupa cita-cita bangsa dan negara seperti apa yang sudah tertera di pembukaaan UUD 1945. Yang kelima atau yang terakhir yaitu Kami adalah mahasiswa memegang teguh disiplin lahir dan batin, percaya pada diri sendiri dan mengutamakan kepetingan nasional diatas kepentingan pribadu maupun golongan. (agak lupa kayaknya) heheheh arti dari pernyataan kelima ini bahwa kita sebagai mahasiswa hendaknya memiliki kedisiplinan dalam segala bidang dan senantiasa percaya diri dan senantiasa mengutamakan kepentingan nasional.huuuufft lelah sekali, dan dalam jeda kamipun bersorak sorai menyanyikan yel yel. Ketika kami di beri kesempatan untuk memberanikan diri membuat yel-yel temanku Bu nisa maju tampil eksis dengan semarak suara semelekete nya ... hahahaha dan penutupnya dari siswa dika tepuk salut ;) T.O.P B.G.T lah yah sayang andailah kami diajari hal macam demikian aku juga mau mengeksiskan diri #ngeeeeeeeek
Sorenya duhadu kami melakukan orientasi dengan jalan menyusuri skadik 204, walayah Lanud Sulaiman yang begitu luasnya... sampai-sampai aku harus digandeng oleh teman-temanku agar bisa jalan. Ada yang lain dalam perjalanan kami yaitu melewati atau bahkan menepi di areal sungai Citarum (kalau gak salah) yang aku tahu dari Ibu Yanti sungai itu sudah tidak layaklah sudah untuk menjadi habitat bagi makluk hidup maupun lingkungan bagi kita. Makanya ada program dari kerlip sendiri yang memperhatikan kesehatan dan keberadaan sungai ini di tengah masyarakat. Lelah juga akhirnya sampai kami di Barak, kami di beri waktu 30 menit untuk mandi dan sholat maghrib. Seperti itu berulangkali hal yang kami lakukan kedepan. Materi lagi kali ini kami belajar cara memeberikan instruksi, perlu di maklumi karena setiap gerak-gerik yang kita lakukan pastilah ada instruksi baik makan menerima materi dan lain sebagainya.
Mulai malam ini kami di biasakan untuk apel. Ah menyita waktu istirahatlah pastinya. Tragedi itu dimulailah dengan alibi pakaian yang masih tergantung di jemuran aku di panggil provost. Tepatnya di halaman di samping barak putri aku di seret provost dan dihukum jalan jongkok mengelilingi barak. Pukulan di kepala yang masih memakai helm bodoh membuat kepala ini rasanya mau pecah. Tapi apalah yang kurasakan tidak bisa kucurahkan. Mungkin mengira aku dongkol tapi sungguh tidak terbesit sama sekalipun bagiku untuk dongkol. Senyum dan selalu senyum , melekat sudahlah siswa senyum untukku . hehe Tapi karena senyumku itu aku jadi sering mendapat hukuman, ya maklum karena selama pendidikan kami di tuntut untuk serius bukan elek-elekan *kata pelatih Istirahat Cuma sesaat karena aku harus mencuci baju yang penuh dengan debu dan tanah. Pukul 3 pagi aku di bangunkan teman untuk piket jaga serambi. Wealah laporan lagi. Selama piket serambi keliling barak mengecek semua siswi, dan yang terakhir membangunkan siswi untuk bersiap melakukan aktivitas senam pagi. Pagi itu kami kembali di giring ke areal lapangan untuk lari kurang lebih lima kali putaran . capekkk setelah itu kami di minta jalan jongkok, sampai puncaknya dalam selah-selah senam pagi di minta gulung-gulung dan shit up-push up dengan hitungan yang tak terhPagi itu terhingga  Wew lanjut ke aktivitas makan yang semakin hari semakin menyiksa saja (bagi teman-temanku) betapa tidak coba? Selama pendidikan kami mengalami kesulitan dalam BAB sedang kami harus menikmati porsi makan tiga kali lipat kami selama tiga kali dalam satu hari. Lagi-lagi kami di hukum karena teman kami melakukan kesalahan dalam laporan sebelum makan kita push up sebanyak dua seri sampai 5 seri , sesudahnya kami makan push up lagi sebanyak itu. Dan setelah selesai makan itu kami jalan jongkok ke barak untuk mengambil perlengkapan kami. kami juga mendapat pukulan di kepala kalau tidak bisa cepat. Sebelum menuju ke kelas untuk menerima materipun kami harus apel pagi. Hmmmm dwaktu apel itu ada sesi menyanyikan lagu nasional lho, dengan maksud untuk meningkatkan rasa nasionalisme kita terhadap negara, sebelum sampai ke kelas kami yang letaknya cukup jauh itu kami biasa dki minta jalan jongkok dan berguling di atas aspal. Mantap bukan? Kembali ke materi hari ini pak Syahrir dengan tema macam-macam senjata membuat kami tegang, hadee betapa tidak cara menatapnya itu loh yang bikin kami mati rasa jika berhadapan dengannya. Senjata yang masih ku ingat adalah jenis laras pendek sepertis eri FN 46, Brownie, dan lain-lain “Vita”! pak Syahrir mengagetkan ku, keluar dan temui provost! Arggghhh provost lagi, aku ketahuan mengantuk oleh pak syahrir dan di minta keluar. Diluar ada dua orang provost yang tersenyum nampaknya mereka hafal dengnaku dan ada maksud tertentu di balik senyuman itu ah ada udang di balik bakwan . Aku ternyata di minta cuci muka hampir mau di minta jongkok di bawah keran air tapi tak jadi dan tamparan meluncur ke pipi agaknya juga harus aku terima dengan menelan ludah. Tidak berhenti disitu aku juga kena tekan hidungku. Hado tambah peseklah saya .....
Hari demi hari kami lalui di skadik 204 ini ah banyak cerita dan banyak suka duka, kami rasakan ingin sekali aku mencurahkan apa yang aku rasakan mulai dari hari pertama hingga hari terakhir kami di barak karena kami harus bertolak ke gunung puntang untuk survival tapi rasanya tangan ini sudah lelah. Hehehe *alasan tapi benarlah cerita ini tidak bisa ku ungkapkan dengan kata-kata karena membekas sangat di hati saya. Mungkin aku mencoba meraba-raba dulu apa yang ku alami lagi di skadik 204 , maklumlah sudah ku coba membuat catatan harian di setiap aktivitas yang kami lakukan tapi raiblah sudah pelatih meminta catatanku itu . huhu Eh ada cerita yang belum ku bagi ternyata yaitu pengalaman pingsan ku akibat dari aksi pemukulan yang dilakukan provost, ih wow menurut penuturan teman-temankua ku di biarkan pingsan selama berjam-jam dan baru di angkat oleh teman-temanku ketika di tinggalkan provost. #tragis hal itu aku dapatkan bukan tanpa alasan tapi karena laporan dari salah seorang pelatih yang menganggap aku elek-elekan dengan teman-teman, aku mendapat pukulan itu sampai tertahan air mata sampailah aku sekonyong-konyong gak kuat lalu jatuh tersungkur ke tanah. Bnagun-banun sudamh si atas ranjang dan di kerubuti teman-teman , masih ingat ada seorang palatih yang setia menungguiku si situ ibu ayu beliau laiknya seorang kakak yang dengan sabar menunggu adiknya untuk tebangun. Malam itu seakan mencekam bagi teman-temanku ya karena selama aku tidak bisa membuka mata aku meraung-raung kesakitan dan tidak jelas arahnya. Aku tidak bisa berkata-kata tapi sesak nafas dan kejang. Sakitnya bukan di badan tapi di hatis aya karena tidak ada yang menolong atau bahkan minta maaf atas tindak yang di lakukan padaku.
Keesokan harinya bangun sudah nampak biasa apa yang ku alami semalam seakan tidak pernah terjadi karena bagai angin yang berlalu, wah sedihlah saya mana kepala masih pusing tiada terkira. Langsung ke materi , hmm apel pagi ini seakan membuatku ingin tertidur dalam posisi siap. Betapa tidaklah, wadanlatnya memberikan amanat yang membuat suasana pagi ini nyenyak. Luamaaa penyampaiannya. Kesalahan yang disampaikan pembina di setiap apel ini memaksa kami harus turun untuk push up dan parahnya kami push up dengan memakai couple dan ransel yang berisi pasir yang beraaat sangaaaat. Materi hari ini yeitu tentang manajemen staf, wah awalnya bingung sih staf yang di maksud itu dalam lingkup apa ya? Hmm menwa ya? Apakah dalam lingkup menwa ini sama halnya dengan staf yang berada dalam organisasi lainnya. Sekilas tentang unsur-unsur resimen yaitu ada pimpinan yang semata-mata menentukan kebijakan umum dan memberikan petunjuk umum dalam pelaksanaan pengawasan. Yang keduan staf itu sendiri diaman tugasnya menyelenggarakan pengwasan, penyusunandan pemberian usul dan saran dalam pertimbangan penetapan anggaran dan pelaksan aselaku kompi markas yang menjalankan apa yang telah di rencanakan.
Materi selanjutnya tentang Peraturan dinas garnisun, tidak seperti biasanya penyampaian materi berlanjut. Peraturan dinas garnisun merupakan suatu tempat atau daerah sebagai pemusatan markas yang saat ini kita menyebutnya TNI.Hari berganti rutinitas itu hampir menjadi suatu kebiasaan bagi kami materi lagi , lagi dan lagi ... ngantuk juga wah ... ada yang berbeda hari ini materi di laksanakan di luar . asyik kami mendapatkan materi navigasi darat yang menyenangkan sampai membawaku mengenal lebih dalam, sosok dari anak-anak yon II mereka itu sesuatu. Dalam personalnya memikatku untuk menggali potensi mereka lebih dalam. Dalah yang namanya Ibu Okta sosok manyun yang ramah dan cukup dekat denganku apalagi soal banyol . Dia memiliki tubuh yang bagus menurutku, hanya saja dia mengeluh anaknya, wah manjanya gak ketulungan hehehe tapi dia memiliki daya nisiatif yang cerdas.. Fatimah si choco chip , tai lalat merupakan ke khasannya dia, semangatnya luar biasa, akupun bisa berdiri sampai sekarang karena dia. Sembako dia memiliki bakat di bidang PBB pelatih dari TNI AU pun sempat di buat kagum olehnya, dia adalah rekan seperjuanganku yang biasa melayangkan tamparan untukku agar aku bisa melek. Wkwk ah itu baru perempuannya ya, belum lagi yang laki-laki. Cerita penutu selama kami di barak adalah kegiatan pengenalan beladiri militer yang di ajarkan oleh pelatih dari TNI AU. Meskipun dasar tapia da keinginan buat mencoba ikut latihan beladiri secara nyata. :D Tidak cukup di situ kami juga di manjakan untuk latihan pendaratan heli... meluncur dari ketinggian... mencekam ... mau lagi tapi ... hehehe Berlanjut dengan penyeberangan tali yang hanya bertumpu dengan satu tali ... alhamdulillah berhasil ... penutup manisnya adalah jaring aku berhasil jatuh dengan mulus . Pengelaman ini tidak akan terlupakan dan tidak akan tersudahkan masih ada perjalanan yang amat melelahkan menuju puntang ... kami bisa mencapainya ... dan kami bisa menaklukannya ,... pengalaman tersesat di hutan , makan kedebong pisang , jamur dan penutupnya darah dan daging ular agaknya perlu di bagi lewat cerita saja karena nano-nano rasanya ... Kedinginan di hutan menjadi pembelajaran hidup buatku, aku jadi lebih bisa mengingat apa yang telah aku tunaikan dan apa yang belum aku capai. Introspeksi diri, yang membwaku untuk tetap bertahan. Takut mati adalah sebersit pikiran yang menggelayut. Allah yang memberikan kayakinan aku mampu bertahan dan bayangan Ibu selalu menguatkanku. Sedih hatiku karena selama aku disibukan dengan aktivitas perkuliahan tidak ada terlintas pikiranku untuk sejenak pulang, tapi sungguh yang ku alami di hutan menggerakanku untuk ingin pulang, pulang dan pulang. Alhamdulillah aku mampu melewatinya, kaki melepuh karena berjalan selama satu hari atu malam dari puntang menuju lanud sulaiman menjadi oleh-oleh demi mendapatkan baret ungu. To be continued .......................

Tidak ada komentar: