Kamis, 08 Maret 2012

Advokasi berbasis pulsa

Ketika apresiasi sudah menjadi kebiasaan, maka sinergi antar pihak tidak lagi hany berupa impian. Proses panjang dan berliku-liku dalam upaya tumbuh bersama dari kapasitas masing-masing pihak untuk menyiasati keterbatasan jadi kenangan tersendiri. Ada sebuah kenikmatan baru saat menggunakan moda transportasi umum untuk menempuh jarak ratusan kilometer Bandung Jakarta pp dan antar kantor K/L/D/I, kadang diguyur hujan dan tak jarang terpanggang teriknya matahari. Beberapa foto Jakarta di pagi hari dan kilauan lampu dari gedung-gedung bertingkat sepanjang perjalanan mengisi SD card dalam handphone dan kamera digital. Suara burung bersahutan dari depan rumah melengkapi pelukan hangat putri kecilku yang masih menahan kantuk melepas kepergian bunda menjelang subuh. Tak jarang memaksa Zamzam bahkan Zakky bangun untuk mengantar dengan motor karena lupa menyiapkan bahan, bangun kesiangan, mengejar jadwal Cititrans yang sudah dipesan.

Kenikmatan yang selalu hadir dalam keseharian ini juga didukung dengan ketersediaan pulsa dan akses terhadap internet. Upaya penjangkauan melalui sms terbukti sangat efektif terutama untuk update info yang berhasil dijangkau dari satu pihak ke pihak lainnya seperti sms yang baru saja dikirim.

Assalamu'alaikum Pak Wamendik, menindaklanjuti rencana dg Setditjendikmen th 2011 perihal rakor pemodelan dukungan non fisik oleh 17 SMK sekolah penyangga di 8 provinsi terkena bencana berkordinasi dg BNPB, KemPU/ciptakarya, PPMB ITB, BPPT, Kemkes, Klaster Pendidikan, KLH, KPPPA dlm rehabilitasi SD/SMP/MI/MTs bersinergi dg Setditjendikdas, didukung LKBN antara, Plan Int, KerLiP prod, BEJ dan mitra lainnya, kami bermaksud menyebarluaskan praktik baik dg pembuatan film dokumenter selama pemodelan retrofitting melalui rehabilitasi di 8 provinsi tsb dilaksanakan, film layar lebar, lomba foto essay dan artikel, gladi, dan pameran yg dihadiri 65 negara di AMCDRR Yogya. Besar harapan kami Bapak berkenan bekerjasama. Terimakasih. Yanti@KerLiP

Sepuluh tahun yang lalu, Pak Fasli (waktu itu sebagai Dirjen PLS, Ketua Forkornas EFA)adalah pejabat pelayanan publik yang membuka sekat dan membuatku nyaman berkomunikasi seperti ini. Pernah satu kali mendapat teguran dianggap tidak sopan menanyakan konformasi dari nomor HP yang diduga milik ibu negara serta nomor Dirjen Mandikdasmen. Sejak saat itu berhenti mengirimkan sms ke kedua nomor tersebut, tapi tidak pernah menyurutkan langkah untuk memanfaatkan komunikasi melalui sms kepada pihak-pihak lainnya. Selama yang bersangkutan tidak menyatakan keberatan, meskipun tidak ada respon balik, update info melalui sms pun menjadi bagian penting dalam kampanye dan advokasi yang dijalankan bersama sahabat-sahabat KerLiP.

Bekerja berlandaskan prinsip demi kepentingan terbaik anak untuk menikmati hak atas pendidikan yang memerdekakan dalam lingkungan yang aman, sehat, hijau, inklusi dan ramah bagi kelangsungan hidup dan tumbuh kembangnya selama belajar di sekolah dan madrasah. Hanya perlu sedikit modal : keberanian, kesantunan dalam berbahasa, sikap apresiatif, dan tentunya tersedia pulsa untuk mengirim sms.

GERASHIAGA yuk!

Tidak ada komentar: