Minggu, 19 Februari 2012

Cafe Ilmu "SIAGA" KerLiP, 19 februari 2012, Niar kerLiP

Minggu, 19 Februari 2012
Seperti biasa, pagi ini Bu Yanti menyelenggarakan Cafe Ilmu di Car Free day tepatnya di depan outlet teh walini. Awalnya saya kebingungan mencari teman-teman kerlip yang saya kira sudah berkumpul di cafe Ilmu, ternyata setelah saya cari-cari saya hanya menemukan Bu Yanti yang sedang berbincang-bincang dengan teman-teman GSB dari SMPN 11 Bandung. Saya dan Nadia pun langsung ikut bergabung dalam perbincangan tersebut.
Hari ini adalah pertama kalinya saya menghadiri Cafe Ilmu. Saat mendengar kata “cafe ilmu” pikiran saya langsung membayangkan tempat yang tersedia banyak buku, dengan orang-orang yang sibuk membuat segala macam kreatifitas. Ternyata eh ternyata.. saya salah. Café ilmu pagi tadi berbeda dengan pemikiran saya. Ternyata café ilmu yang sesungguhnya lebih menyanangkan dari yang saya bayangkan. Walaupun disana tidak ada buku-buku dan kami hanya sekedar sharing saja, tapi buat saya itu menyenangkan.
Pertama saya datang, saya diminta untuk bercerita tentang pelatihan yang kemarin kerlip lakukan, dan saya menceritakan tentang analisa situasi. Setelah itu, analisa situasi pun menjadi topik pembicaraan kami hari ini. Kami mencoba menganalisa situasi pendidikan di Indonesia saat ini, dan melakukan analisa stakeholder. Kami bertukar pikiran, dan mencoba mengemukakan contoh-contoh kasus yang terjadi di sekitar kami, bahkan yang dialami langsung oleh teman-teman dari GSB SMPN 11 Bandung. Dari situ pikiran saya pun mulai terbuka dan kritis dengan apa yang terjadi di dunia pendidikan Indonesia saat ini.
Selain itu, Bu Yanti menjelaskan bahwa untuk menganalisa suatu masalah kita harus menggunakan pisau analisa, yaitu ; kepentingan terbaik anak, non diskriminasi, hak untuk di dengar, dan hak keberlangsungan hidup + tumbuh kembang anak. Dari pisau analisa itu kita dapat menemukan gap-gap yang terjadi dalam masalah tersebut.
Banyak sekali yang saya dapatkan hari ini, salah satunya semangat dan motivasi yang kuat untuk menjadi volunteer di KERLIP setelah saya melihat teman-teman dari GSB SMPN 11 Bandung. Mereka anak-anak yang hebat di usianya yang belum mencapai 17 tahun sudah dapat berbuat sesuatu untuk lingkungannya. Benar-benar potensial dan mereka menginspirasi saya untuk “melakukan sesuatu” di usia yang masih muda ini. Tentunya saya harus banyak belajar dari mereka, Bu Nia dan juga Bu Yanti.
Ohya, saya merasa sangat beruntung sekali dapat mengenal langsung sosok Bu Yanti yang hebat dan memotivasi saya untuk bisa menjadi seperti beliau (dan bahkan lebih), bermanfaat untuk orang banyak, khususnya di bidang pendidikan. Seperti kata Ami, kita hebat ketika kita sudah berhasil membuat orang lain menjadi lebih hebat daripada kita . SEPAKAT!
SEMANGAT PENDIDIKAN INDONESIA :D
Mughniar Azzahra
(NIAR KERLIP 2012)

Tidak ada komentar: