Selasa, 21 Februari 2012

narasi Devita sahabat @KerLiP

21 Februari 2012

Bermula ketika sms masuk ke inbox dari seorang kawan bernama ‘iar’ . Iar bermaksud mengantarkan foto dari salah seorang sahabat kerlip, awalnya sih vita larang untuk kekosan, tapi ia mengutarakan sekalian ada urusan. Dan bertanyalah dalam hati ‘urusan?’. Setiba dikosan iar memberi tahu ada proyek dari ibu yanti semacam fundrising ato semacamnya. Wah :D dengan sumringah vita antusias menyimak ulasan iar selama diskusi di kafe ilmu bersama anak-anak gsb dan ibu nia. Sebelumnnya sih kenapa iar mau berbagi dengan vita lebih banyak itu karena ia tidak tahu menahu soal tulisannya yang terposting di blog rumahkerlip. Nah permintaan Iar minta di perlihatkan postingannya. Akhirnya senyumnnya mengembang, lantas iar berpamitan dengan vita untuk menemui Nadia. Secara tidak sengaja vita melihat messages masuk via inbox jejaring sosial, ternyata Ibu yanti memberi respon baik pertanyaan vita tentang bagaimana caranya posting di rumahkerlip. Selanjutnya vita memberanikan diri untuk menanyakan soal proyek apa geranganya yang di susun Ibu untuk iar,dy dan ka atir. Jeng jeng Vita mendapat kesempatan untuk bergabung dalam misi mereka. Dengan kaki seribu vita mengejar iar.
Sesampainya dirumah Ibu yanti kami bertiga disambut dengan senyuman hangat dari Ibu yanti dan ka dede yang sedang berdiskusi. Sejurus kemudian kamipun ikut berdiskusi. Dengan bahasan Menjadikan Remaja Mitra Gerashiaga kami menyimak penjelasan Ibu. Tema ini bersasaran untuk SSH SH GSB untuk mengajak partisipasi anak untuk menjadikan KKR 10% sebanyak 2 siswa lantas targetnya sendiri bersama Guru BK sebagai pengenalan HEBAT selain itu untuk tercapainya ini di perlukan partisipasi siswa dengan PKS baik kesiswaan kurikulum dll. Output dari kegiatan ini adalah Sa Hebat Anak. Tugas kita adalah melakukan pendampingan bersama Guru Bk melakukan penilaian, strategi fundrising, dan rencana aksi untuk meningkatkan kapasitas.
Sejauh ini tadi kami belum ada gambaran mengenai pendampingan apa yang kita lakukan. Siang itu juga Iar berkesempatan untuk menemani ka dede ke SMP 11, sementara vita berpamitan untuk kuliah,dan dy di rumah ibu untuk diskusi.
Seusai kuliah vita menemui ka atir untuk berangkat kerumah ibu bersama, dan secara tidak tahu menahu ternyata ada ka andis dan ka afri menemani kami meluncur ke kanayakan. Sesampainya di kanayakan ternyata sudah ada forum diskusi yang dipandu oleh Ibu yanti sendiri sedang pesertanya da iar , ka zam, ka lilik, ka iwang dan ka dede. Loh? Dimana dya? Ternyata dya sudah pulang sedari siang. Wah  nampaknya kita udah tertinggal materi. Ibu sudah memadukan olah pikir diskusi dengan tulisan yang terpampang di white board. Nampaknya ada diskusi seru tentang hak anak.
Tidak hilang akal karena vita sulit menghafal sedangkan banyak pembelajaran yang setiap kita lakukan dalam mengadakan forum diskusi maka vita memutuskan merekam apa yang kita suarakan sore ini. Ada pernyataan menarik Ibu Yanti tentang soal sekolah ekstrem yang jika gurunya menyuruh mencatat atau guru ceramah maka guru dipecat namun sebaliknya guru bisa mengembangkan kompetensi yang berkembang maka guru mendapat penghargaan. Wow :O kenapa vita mengingatkan tentang pernyataan itu? karena kita sempat melakukan dinamika kelompok. Ya kami diingatkan akan arti dari sistem pembelajaran dunia belajar mengajar ini dengan sistem menoton. Anak cenderung tidak tumbung kembang bersama jika hanya di hadapkan dengan pemaparan materi di depan, melalui kertas kami belajar banyak hal. Cara yang pertama vita dan ka afri menjadi peraga di depan untuk memegang kertas di hadapan sahabat kerlip yang lainnya. Tujuannya agar terbayang pembagian bangun persegi panjang bisa menjadi 6 bagian. Kami tidak percaya dengan apa yang disampaikan ibu bahwa bangun tersebut bisa di bagi menjadi 6. Melalui cara yang kedua kami mencoba melakukannya, alahasil ternyata bangun itu bisa terbagi. Melalui ka zam kami juga di belalakan dengan pembuatan burung kertas. Tapi dari bedanya dengan bu yanti, ka zam menggunakan 3 metode pembelajaran. Yang pertama mendengarkan, yang kedua menyimak dan keduanya sangat menjenuhkan bahkan kami sempat kewalahan untuk bisa melakukannya. Yang terakhir seperti cara kedua ibu yanti tadi kami melakukannya bersama, terbukti bahwa dengan belajar bersama kami lebih mudah melakukannya.
Banyak pelajaran yang dapat vita ambil dari dinamika yang kami lakukan, pertama itu Bahagia karena melalui kebersamaan berbagi ilmu kita dapat menemukan hal-hal yang baru, tidak hanya itu kami juga merasakan kepeduliaan diantara kami satu sama lain. Kedua kami mendapat motivasi karena dengan berfikir bersama kita lebih berani mengungkapkan pendapat, berinovasi dan berkreatifitas.
Terngiang dengan cerita iar dan ka dede yang membuat saya ingin bersegera jelajah dan menggali mereka yang ada di SMP 11. Betapa tidak kreativitas anak-anak yang jauh dengan usia vita sangat membuat jatuh hati saya dengan rencana kami melakukan pendampingan. Semoga dimudahkan untuk segala sesuatunya. Terima kasih Ibu Yanti, Ka zam, Ka Iwang, Ka Dede, Ka Lilis, dan sahabat Kerlip lainnya kalian adalah sumber inspirasi vita 
...to be continued

Salam hangat
Devita Murni

Tidak ada komentar: