Sabtu, 25 Februari 2012

narasi Devita sahabat @KerLiP

Dan lagi Pelatihan Relawan Kerlip kembali, kali ini kami belajar bersama Ibu Nia Kurniati dan Ka Zamzam pastinya. Kami memulai pelatihan seperti biasa pukul 9 di ruang kelas A.1.4 STKS Bandung. Sebelum bercerita tentang apa yang aku peroleh pada kesempatan hari ini. Yuk mengenal salah seorang sosok pembicara kita. Ibu Nia begitu beliau disapa, Beliau adalah salah seorang tenaga pengajar di SMP 11 Bandung. Hmm Beliau ini guru IPA terpadu loh? ^_^
Tak kenal maka tak sayang begitu bunyi dari seorang Ibu Nia. Lantas siapakah beliau? Jika kalian yang sekolah di SMP 11 Bandung pasti kenalah, sosok motivator ini telah menorehkan banyak kiprah di dunia pendidikan. Kepeduliannya terhadap passion ternyata telah memberi warna pelangi inspirasi bagi anak-anak didiknya. Beliau adalah seseorang motivator yang berani membuat gebrakan dalam pendampingan anak-anak berbakat maupun mereka yang belum menemukan kelebuhan masing-masing.
Fokus pertamanya dimulai dari pendampingan anak bernama Amilia Agustin, dialah gadis pejuang sampah, kenapa mendapat julukan demikian? Karena dia mampu membuat aksi pengolahan sampah terpadu menjadi olah tangan yang bisa di jadikan buah tangan.(intermezzo) Masih kembali mengenal Bu Nia, beliau ini sempat mendapat pengalaman kerjasama dengan BLBB untuk lebih mengenal seluk beluk dunia penelitian.
Menurut kalian adakah kendala yang dialami Bu Nia? Wah tentu sahabat, pastinya meraih kesuksesan itu bak peribahasa berakit-rakit dahulu berenang-renang ketepian, ya bu Nia selama melakukan pendampingan terhadap anak ini terkendala dengan pihak sekolah yang selalu mengutamakan hasil, dan beliau selalu berusaha menjadikan disetiap proses pembelajarannya selalu dijadikan acuan keoptimisan untuk bergerak maju.
Suatu kebanggaan menurut beliau bisa mengenal Ashoka yang bergerak di bidang pencetak sosok unggulan. Ibu Nia juga menuturkan berkesempatan mengikuti lomba yang mengikutsertakan anak dampingannya. Salah diantaranya di bidang lingkungan hidup ada lomba aksi anti streofoam. Ibu ini awalnya mengakui dalam pendampingannya beliau nampak kaku, namun seiring berjalannya waktu Ibu menyadari kekurangannya menjadi pendamping, yaitu tidak seharusnya beiau memaksakan kehendak anak untuk berkreasi agar anak bisa berkembang sesuai dengan jalannya. Dampaknya jika anak mengikuti instruksi guru saja maka anak cenderung tidak leluasa dalam ruang gerak kreativitasnya. Lantas Ibu Nia mendapat masukan bersama Kerlip, Ibu bertindak bersama-sama untuk membuat anak bebas sesuai dengan minatnya. Mau tahu apa hasilnya? Sebuah wujud nyata yaitu ide Jamban Bersih Sehat dan Jujur yang berasal dari ide anak-anak yang di bimbingnya.Sekilas tenytang jamban BSJ ini, sasarannya lebih di tekankan pada anak-anak perempuan yang telah mengalami menstruasi. Karena kebersihan ini akan berdampak pada reproduksi atau bisa jadi ke penyakit misalnya kanker serviks. Nah selanjutnya Sehat, artinya jamban ini memiliki fasilitas yang di butuhkan baik pembalut dan lain-lain, akhirnya jujur, mengadopsi dari kantin kejujuran di berbagai daerah di jawa tengah maksud dari poin jujur ini maksudnya sudahkah anak-anak melakukan tahap-tahap penggunaan jamban BSJ ini? Mulai yang kecil saja yaitu membuang pembalut pada tempatnya.
Itu tadi starting dari narasumber, pelatihan ini di mulai dengan acara menonton film. MDGs film, wow :D renungan dari film itu masih terngiang-ngiang “apakah setiap orang mendapat gizi yang cukup?, apakah laki-laki dan perempuan memiliki persamaan hak?, apakah anak di negeri ini terdidik?, apakah negeri ini sejahtera lagi tiada kemiskinan yang melanda?
Wah menuju Indonesia baru? Siapa yang tidak menginginkan itu? Menurunnya angka kemiskinan global, alokasi dana bagi pendidikan yang tepat sasaran, peningkatan pelayanan masyarakat? Aku percaya bahwa Indonesia bisa mencapainya  karena apa? Aku turut serta dalam mewujudkannya. Melalui sikap aksi peduli aku mencoba untuk belajar membuat gebrakan. Semoga apa yang aku niatkan menjadi kenyataan dan menjadi ladang amal. ^^

To be continued...

Devita Murni

Tidak ada komentar: