Rabu, 22 Februari 2012

narasi Devita sahabat @KerLiP

22 Februari 2012
Kisah kita dimulai dari panggilan tidak terjawab dan satu nomor tidak dikenal dan ternyata uknown itu ialah ka iwang. Ka iwang bermaksud pinjam motor, tapi lucunya motor ada di rumah tapi kunci dan Stnk ada di Vita . Makanya ba’da maghrib Vita terbang ke kanayakan bersama ka mahatir. Diperjalanan Sms di terima dari ka iwang kalau motor tidak jadi di pinjam, ka iwang ada yang mengantar. Akhirnya kami memutuskan untuk berkunjung kerumah Ibu . Sampainya di rumah Ibu bukan Ibu yang kami temuin melainkan ka zamzam yang bersitegang dengan layar computer.
Ka zamzam menyambut baik kami kami pun dengan gaya bak detektif mencoba mengkorek informasi pada ka zamzam. Diawali dengan pertanyaan Vita mengenai pendampingan yang akan kita lakukan nanti. Ka Zam mencoba menjelaskan pendampingan itu bersama guru kita membuat dan menjalankan pelatihan. Sebagai pendamping nanti kita kan menarik partisipasi anak Dalam strategi fundrising. Fundrising ini berupa produk yang nantinya kita sebagai fasilitator memperkenalkan produk-produk ini ke beberapa perusahaan yang sama sama menguntungkan.
Setelah kita membahas tentang peran kita sebagai pandampinbg lalu kita beralih topik bersama Ibu Yanti dan Ka Zam kita di sadarkan tentang pentingnya hak anak. Prinsip hak anak sendiri diantaranya kepentingan terbaik anak, non diskriminasi, hak keberlangsungan hidup dan tumbuh kembang dan hak untuk di dengar pendapat. Adanya analisa di sekitar kita itu sangatlah berpengaruh. Selama 0-16 tahun kecuali yang sudah berkeluarga. Dengan tanggapnya kita akan kesadaran anak memiliki sebuah aksi penyadaran akan hak anakpun sangatlah penting. Penyadaran ini dapat kita lakukan sebagai sosialisator dan mediator. Sosialisator ini yang diperankan oleh kita sebagai dewasa mengenalkan akan hak-hak yang selayaknya diketahui anak. Selain menjadi Sosialisaator kita juga bisa menjadi mediator kepada Negara. Negara kita meliputi Eksekutif, Legislatif dan yudkikatif , serta pihak swasta, civil society, militer.
Sebagai sosialisator ini seperti membuat kreativitas baik kerajinan maupun temuan. Sosialisator ini dapat dilakukan dengan membuat tokoh-tokoh yang menjadi kesukaan anak. Tokoh Supermen sebagai pahlawan pembela kebenaran dapat dijadikan tokoh yang membawakan lakon memberii penyadaran trentang hak anak.
Sebagai mediator kita dapat membukakan hati pemerintah akan pemenuhan hak anak. Jika pemerintah memiliki banyak fasilitas untuk kelancaran dalam melaksanakan kebijakannya maka sudahkah pemerintah mengetahui bahwa banyak anak di negeri ini yang tidak meiliki kelengkapan alat sekolah. Tahukah kalian? Siapa pemerintah di negeri ini? Pemerintah di negeri ini adalah pelayan publik. Pelayan ialah ia yang melayani, nah siapa yang di layani? Masyarakat , masyarakat sendiri merupakan sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem semi tertutup (atau semi terbuka), dimana sebagian besar interaksi adalah antara individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut. Kenapa tidak rakyat? Memang apa sih rakyat? Rakyat dalah sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem semi tertutup (atau semi terbuka) dimana sebagian besar interaksi adalah antara individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut. Nah dengan terpenuhinya hak yang dimiliki masyarakat bukankah akan tercipta suatu kesejahteraan ? Yuk kita rapatkan barisan untuk menjadi sosialisator dan mediator ^^ To be continued…
Salam hangat
Sahabat Kerlip
Devita Murni

1 komentar:

Muhni mengatakan...

wah... tulisan Vita keren. Semangat semangat :)