Minggu, 26 Februari 2012

Narasi Niar@KerLiP_Beraksi menuju Indonesia Baru _Indonesia Layak Anak (IDOLA)

Sabtu, 25 Februari 2012

Ada yang berbeda di pelatihan KerLiP yang kedua pada hari ini. Jika minggu kemarin kami hanya di damping oleh Ka Zamzam, Ka Tyas, Ka Taufik, dan Ka Regi, kali ini semakin seru dengan kehadiran Bu Nia dan Ami (dua sosok yang sangat LUAR BIASA) . waaaaaaah, saya jadi lebih semangat dengan kehadiran Bu Nia dan Ami :D .

Main activity kami hari ini yang pertama adalah membuat mahkota mimpi ( berisi mimpi yang ingin kami wujudkan, dan 3 hal baik yang sudah kami lakukan dalam hidup kami), yang kedua adalah membuat vision board ( passion + isu sosial=Ide sosial) . Awalnya, saya mengira hanya sekedar membuat daftar minat, skill, isu sosial, sasaran masyarakat, dan ide sosial.. tapi ternyata ? WOW ! kami membuat sebuah gagasan program. Saya pribadi tidak menyangka bahwa kami bisa membuat gagasan baru berupa sebuah program kerja yang insya allah akan di wujudkan nantinya. Tim saya ( kak Ulil dan Tari ) membuat ide “GERAKAN KANTIN SEHAT TRADISIONAL” di lingkungan sekolah dasar. Dengan minat dan bakat yang kami miliki, kami akan mengadakan pelatihan kepada para pedagang di sekolah untuk hanya menjajakan jajanan tradisional yang tentunya harus lebih menjamin kesehatan dari jajanan yang di jual.

Setelah mempresentasikan vision board kami, kami pun membuat vision statement. Vission statement tim saya berbunyi ;

pada tanggal 12-12-2012 kami telah mewujudkan Gerakan Kantin Sehat Tradisional di tiga Sekolah Dasar di kecamatan Coblong, Bandung.” Singkat memang, tapi kau tahu ? saya saja sampai merinding ketika membaca vision statement yang kami buat sendiri. Kedengarannya lebih seperti sebuah ikrar. Dan yah.. kami akan berusaha untuk benar-benar mewujudkan program tersebut. Insya allah pada pelatihan KerLiP minggu depan, kami akan menyusun workplan nya.. sebuah peningkatan terjadi dalam diri saya. Coba tebak? Saya melihat sesuatu yang besar dalam diri saya.

Sumber inspirasi berikutnya adalah Ami (Amilia Agustin), siswi SMA 11 Bandung yang sudah di daulat menjadi “changes maker” oleh ASHOKA ini benar-benar membuat saya kagum. Ia telah berhasil mewujudkan programnya untuk membantu menyelamatkan lingkungan dari hal yang terkecil, yaitu sampah. Ami telah menularkan kebiasaan baik kepada teman-teman di sekolahnya untuk memisahkan sampah plastik, kertas, dan sampah yang dapat dijadikan kompos . Ami beserta timnya memanfaatkan plastik bekas untuk membuat tas, dan kerajinan tangan lainnya. Dan yang terpenting, aku udah mendapatkan rahasianya Ami loooh,kenapa dia bisa sampe seperti sekarang.. kuncinya adalah 3 hal : konsisten, berkelanjutan, dan jejaring.

Pelajaran lain yang saya dapat dari Ami hari ini adalah, bukalah mata dan hati untuk melihat lingkungan terdekat kita. Dari melihat, kita akan merasakan. Dari merasakan, kita akan peduli/empati. Dari empati, kita akan melakukan. Dari melakukan,kita akan memberikan dampak sosial bagi lingkungan. Itu lah yang telah di lakukan oleh Ami hingga menjadi seperti sekarang ini.

Yang pertama harus dilakukan adalah : Ubahlah cara pandang kita tentang diri kita.

‘‘sekarang saatnya kita beraksi untuk menuju Indonesia baru”

Mughniar AzzahraMughniar Azzahra*ita beraksi untuk menuju Indonesia baru'an. itu ti untuk melihat lingkungan terdekat kita. rasakanlah jajanan

Tidak ada komentar: