Senin, 07 Mei 2012

Istilah Kafe Ilmu dipilih Joko ketika berencana menjangkau lebih banyak sahabat KerLiP atas nama PPLHB. Saat ini Joko sudah mengundurkan diri dari posisi Kordinator PPLHB melalui kontak via telpon. Alhamdulillah diteruskan oleh Tiyas, Taufik, Oka yang mengajak 40 an kawula muda dari STKS untuk bergabung dan diikuti sahabat-sahabat dari ISMAKES Jabar. Kami masih menunggu sahabat-sahabat yang akan mempersiapkan roadshow minggu depan ke SD-SD penerima DAK Pendidikan di Kecamatan Coblong dan Cidadap. Iwang sudah menyiapkan bahan-bahan utama untuk roadshow. Sahabat-sahabat GERA SHIAGA juga sudah konfirmasikan kesediaan. Itu mereka baru sampai... Persiapan kali ini terpaksa diambil alih lagi karena Iwang masih dalam perjalanan kembali ke Kanayakan untuk mengambil Kit GERA SHIAGA. Kilas balik berbagai asumsi dan kesepakatan untuk menyiasati keterbatasan lengkap dengan kisah penjangkauan di Kecamatan Arjasari. Sahabat-sahabat KerLiP yang hadir kali ini adalah Ayu, Intan, Riri, Esti, Evi, Daulika dan Weni. Akhirnya tiba untuk membedah Profil program yang dibawa Iwang menjadi bahan kajian kali ini. Para sahabat KerLiP berbagi peran untuk simulasi 15 menit. Weni menjadi Kepala Sekolah. Intan guru kelas 5, Ayu, Evi dan Esti jadi murid di kelas 5. Riri dan Evi menemani Daulika menjadi Tim GERA SHIAGA. Baru setengah jalan terpaksa dihentikan karena waktu sudah hampir penutupan Dago CFD. Ulasan lengkap mengenai simulasi menambah pengalaman belajar hari ini di Kafe Ilmu KerLiP "GERA SHIAGA yuk!". Senang mendengar ungkapan antusias Ayu saat membaca halaman mengenai nilai-nilai dan prinsip dalam Perka no 4/2012. One stop closer towards Safer School/madrasah in Indonesia. Insya Allah GERA SHIAGA YUK!

Tidak ada komentar: