Rabu, 02 Februari 2011

Inisiasi Budaya Aman dan Sehat di Pendidikan

Respon cepat Bapak Wakil mendiknas, Prof. dr. Fasli Jalal, Ph.D setelah peluncuran Kampanye Sejuta Sekolah dan Rumah Sakit Aman yang dilaksanakan Planas PRB atas permintaan BNPB dibantu oleh UNESCO, Plan, LPBI NU, Unilever dan AIFDR menumbuhkan harapan bagi pemenuhan hak atas pendidikan dan perlindungan anak di Indonesia.

Rapat Kordinasi pengarusutamaan pengurangan risiko bencana di sekolah pada tanggal 29 Desember 2010 yang menghadirkan SC DRR -UNDP, BAPPENAS, Kemenag, BNPB, Planas PRB, KPB, UNESCO, UNICEF, The World Bank, ditindaklanjuti dengan surat yang ditujukan wamendiknas kepada BNPB dan the World Bank yang meminta peta risiko bencana dan panduan teknis sekolah aman yang menjadi dasar pembentukan Tim teknis Sekolah Aman pada tanggal 24 Januari 2011 lalu.

Seluruh dokumen terkait ini, kami bahas secara intensif dengan pemerintah Provinsi Jabar.

28 Januari 2011

Kordinator DPD Jabar
1. Mengawal DAK Pendidikan 11 T untuk diprioritaskan di daerah berisiko bencana tertinggi (15 dari 44 kabupaten/kota prioritas di Jawa Barat)
2. Menjadikan sekolah aman sebagai milestone pemenuhan hak Atas pendidikan dan perlindungan anak di Indonesia melalui DPD RI Komite III
3. sepakat untuk membuat MoU bersama perkumpulan kerLiP terkait pemenuhan pelayanan sosial dasar terutama di Jabar


Kabiro Bangsos : sepakat untuk :
1. melakukan monitoring ketercapaian Hyogo Framework for Action di Jawa Barat pada bulan Februari 2011 dengan menghadirkan BAPPEDA, BPBD dan para pelaku PB di Jabar
2. merekomendasikan untuk pemutakhiran data RKB dan poned ke Biro Yansos Jabar terutama Pendidikan dan kesehatan
3. menghubungkan dengan Karokeuangan Bappeda jabar terkait keberhasilan Gubernur dalam mendorong CSR untuk pendidikan dan kesehatan
4. mempromosikan keberhasilan Jabar dalam side event di Global Platform Forum 8-15 Mei 2011

Kasubag pendidikan di Biro Yansos Setdaprov Jabar
1. Dari 5.000 RKB yang dijanjikan ternyata jadinya 3.000 RKB plus mebelair dan sudah melibatkan akademisi (ITB) terkait ruang tahan gempa dalam SR tertentu untuk panduan teknis
2. Menghubungkan dengan Pak Pancawidi terkait progress PONED dan Karoren Disdikprov aterkait rincian bantuan 3.000 RKB ini

Kasubag Kesehatan di Biro Yansos Setdaprov Jabar

1. Ada 87 PONED dari 200 PONED yang direncanakan akan dibangun sampai 2013
2. Sinergi dengan TPUKS yang sudah melangkah lebih jauh

29 Januari 2010

Kordinator DPD RI
1. kesepakatn rincian pekerjaan yang akan dilakukan bersama
2. membuka ruang aspirasi melalui forum belajar dwimingguan di DPD Jabar
3. mendukung penuh upaya kampanye dan advokasi kerlip terutama di jabar

1 Februari 2011

Karokeu BAPPEDA Jabar
1. hadirkan staf pendidikan, kebencanaan, perencanaan keuangan
2. siap dukung pendampingan DAK Pendidikan
3. siap sinergikan sekolah aman dan sehat dalam bantuan 3.000 RKB @ 85 juta yang sudah melibatkan ITB dalam penyusunan desainnya
4. Siap mendukung BPBD Jabar untuk menyusun Renca PB tahun 2011
5. sampaikan inisiasi internal BAPPEDA terkait dana urusan bersama untuk penuhi target MDGs di Jabar
6. Siap pertemuakan gagasan dengan Kepala BAPPEDA Jabar

BPBD Jabar
Kasie Rekons, Rehab, Pencegahan

1. penelusuran pengajuan pemulihan dari pemkab yang terkena dampak gempa tasik, tak ada satupun yang ajukan bidang pendidikan dan kesehatan
2. penjelasan perka 11/2008
3. kesepakatan untuk sinergikan dalam pelatihan tukang di Pangalengan 7-9 Januari
4. Sepakat susun panduan teknis sekolah aman a la jabar dan dorong renca jabar tanggal 14, 25, 28 Januari 2011
5. Ruang sekret kerlip baru di dekat pak iskandar dan pak Budi
6. mendorong sinergi advokasi anggaran yang jelas di BNPB mengenai pemulihan bidang pendidikan dan kesehatan
7. mendukung penuh Kampanye sejuta Sekolah dan Rumah sakit Aman
8. menyambut baik jika dilibatkan dalam kegiatan di provinsi laion terkait penanggulangan bencana di jabar

Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kab Bandung
1. Sepakat untuk membuat forum belajar setiap rabu dwimingguan mulai 2 maret 2011
2. Siap untuk mempelajari 1MSSHC dan HFA
3. Penjelasan lengkap mengenai DAK Pendidikan untuk sekolah aman
4. Pemulihan DAS Citarum melibatkan semua pihak yang bekerja disana

Kasie Sosek RR BNPB : Program pemulihan SOSEK paska Gempa tasik diajukan melalui ibu Erna di BPBD Jabar

Kasie Pemberdayaan masyarakat dan Staf : pak Sugiarto dan Bu Enny : terkait pengurangan risiko bencana di Jawa Barat dan 1 MSSHC

Kepala BPBD Ciamis terkait pengajuan dana RR untuk pendidikan dan kesehatan paska bencana di Ciamis dan DAK Pendidikan untuk sekolah aman

2 Februari 2011

Kabiro Yansos Setdaprov Jabar
1. Meminta KerLiP untuk memfasilitasi pembentukan Forum Peduli Jabar untuk menghimpun dana sosial keagamaan terutama untuk bantuan produktif pendidikan di satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh masyarakat bersama pak dadi
2. PONED dan PONEC sudah ada panduan teknis
3. Sepakat untuk mendorong penerbitan SE Gubernur untuk pemenuhan budaya aman dan sehat dalam bantuan 3.000 RKB 2011 dst sd 2013

Pak Dadi
1. menghubungkan dengan Pak Tedi kepsek SMAN 2 bandung
2. Sepakat untuk memulai pelembagaan Forum peduli jabar tanggal 16 Januari 2011 melibatkan semua perempuan dalam ormas keagamaan di jabar
3. menghubungkan dengan depag untuk bangun budaya aman dan sehat di sekolah-sekolah berbasis keagamaan
4. sepakat untuk mendorong pendidikan karakter damai dalam keanekaragaman melalui pendidikan

Pak Pancawidi, Pak Tedi, Pak Yusuf, Pak Junaedi
sinergi sekolah aman dan sekolah Sehat

Mr Bruce from PAI dan GTZ : sinergi budaya aman dan sehat serta pendidikan karakter cinta damai di pemprov jabar

Pak Wahyudin, Kadisdikprov Jabar
difasilitasi Pak pancawidi agendakan pertemuan khusus untuk sinergikan sekolah aman dan sehat

Pak EEP, Karoren dan program disdikprov Jabar
1. Momentum yang tepat untuk menyusun panduan teknis sekolah aman dan sehat terkait 3.000 RKB bantuan pemprov 2011
2. Pemutakhiran data sekolah yang terkena dampak bencana di Jabar
3. terkait CSR untuk pendidikan di daerah kawasan bencana dan industri

Tidak ada komentar: