Minggu, 04 Oktober 2009

Law of Attraction...mphhhh....Alhamdulillah

Tubuhku merinding semangatku makin bergelora mendapatkan dukungan dari banyak pihak.Sejak kemarin banyak peristiwa yang menggugah kesadaranku tentang berkah dari Yang Maha Kuasa. Mudah-mudahan aku terpelihara dari sifat ujub dan takabbur.
Kemarin siang, sesaat setelah kuputuskan untuk memesan tiket Jakarta - Padang kuhampiri adinda tersayang di kursi panjang kesayangannya. Ada Zakky disana. "Neh, teteh akhirnya memesan tiket ke Padang. Pemberangkatan sebagai relawan WALHI masih belum jelas. Mudah-mudahan kegiatan survey ke Padang bisa mendorong mitra Rumah KerLiP untuk mengirimkan bantuan ke posko yang dibuka keluarganya Yuli, teman teteh dari kota Padang dan keponakannya Teta di Padang Pariaman," jelasku sambil duduk di sebelah ananda Zakky. Zakky sedang menunggu nasi goreng pedas buatan Dedi, suami adikku. "Insya Allah penuh barokah, Teh. Banyak tempat yang belum terjangkau bantuan kemanusiaan disana. Ayo Zakky ikut ibu ke Padang, bantu saudara-saudara kita yang terkena bencana!" seru Bi Usi adikku sambil menepuk pundak Zakky. "Doakan Allah memudahkan ibu untuk mendapatkan bantuan kemanusiaan untuk ke Padang ya!" imbuhku pada Zakky sambil mencicipi nasi goreng pesanannya. "Oh ya, bantu ibu cari ATM ya! Ibu lupa nyimpen nih! Kalau ngga salah masih dipegang Zamzam," seruku lagi. Zakky dan aku berlomba menghabiskan nasi goreng lezat buatan Om Dedi. Setelah tidak berhasil menelpon Zamzam berkali-kali, kutelpon Ova. Hari ini Ova, Kordinator Rumah KerLiP pergi ke Depok untuk memfasilitasi bimbingan pelajar SMA dan SMP binaan omnya. Dari pembicaraan dengan Ova aku yakin ATM BCA ku masih dipegang Zamzam. Duh! waktu cepat sekali berlalu! Batas pembayaran tiket pesawat hanya btinggal 25 menit saat aku berhasil mengontak Zamzam di Sekretariat Kalyanamandira. Alhamdulillah, ternyata ATM ku masih dipegang Zamzam. Kudiktekan nomor booking dan info lengkap untuk pembayaran tiket pesawatku. Sementara itu kulihat ada sms masuk. Yanti, aku ingin sekali membawa anak-anakku ke Padang. Ini akan menjadi pembelajaran yang sangat berharga bagi anak-anak untuk membangun kepedulian terhadap sesama. Sesaat kemudian kutelpon Ratna dari Bali yang mengirim sms tersebut. Dengan penuh semangat kuceritakan rencanaku. Terima kasih Tuhan. Ratna, teman yang kukenal pada saat mengikuti pelatihan advokasi berbasis hak dan adil gender pada tahun 2004 di Yogyakarta ini selalu siap mendukung kegiatan-kegiatanku. Dia mengirimkan beberapa relawan dari Tanjung Benoa Bali ke SD Hikmah Teladan untuk magang implementasi Pendidikan Anak Merdeka yang kurintis dan kukembangkan bersama Aripin dan kawan-kawan di sekolah tersebut beberapa saat setelah membaca gerakan KerLiP di Kompas pada bulan Oktober 2005. Tidak hanya itu, dia mengundang Aripin yang saat itu menjabat sebagai project officer Tim Litbang KerLiP di Perguruan Darul Hikmah Cimahi. Selama beberapa hari Aripin mendampingi para relawannya mengembangkan model pendidikan alternatif bagi anak-anak nelayan di Tanjung Benoa. Kemuliaannya makin terasa saat Ratna menyediakan kendaraan dan Merlyn, staf di perusahaan real estate yang didirikan Ratna yang cantik dan baik hati untuk mempersiapkan kegiatan Rakernas sebuah organisa guru di Denpasar pada tahun 2007. Ratna dan Merlyn pun selalu siap membantuku menyusun dan menyelesaikan laporan kegiatan tersebut. Tidak hanya itu, aku mendapatkan oleh-oleh yang istimewa darinya.
Kini, saat aku tak sabar untuk mendorong penguatan relawan lokal di Padang pasca gempa, Ratna pula yang siap membantu meringankan beban penduduk yang terkena bencana di Sumatera Barat setelah pemetaan kebutuhan bantuan kemanusiaan kutuntaskan. Ratna juga berbaik hati untuk mengongkosi ananda Zakky ke Padang untuk membangun karakter bersama anak-anak kesayangannya. Alhamdulillah.Zamzam bergegas menyampaikan bukti pembelian tiket dan ATM BCA yang digunakan untuk membayar beberapa kebutuhan bantuan kemanusiaan yang akan dibawa ke Desa Pamalayan Garut besok.

Sungguh sebuah kemuliaan bagiku mendapatkan kepercayaan untuk memimpin dan mendukung orang-orang yang begitu setia dengan kepedulian yang luar biasa. Setelah adinda Rusi, Dedi suaminya, Ami, Wita dan Sarah yang setia menemani Icha setiap waktu, Ratna, Zamzam, kemudian Ova yang tak kenal lelah melaksanakan program pendampingan penanganan psikososial di Garut, aku pun mendapatkan karunia yang luar biasa. Hari ini, saat mengantri pembayaran brownies kukus di Amanda Dago, ada seorang Ibu cantik ditemani putranya menitipkan bantuan uang Rp 500.000,-. Aku sama sekali tidak mengenalnya, bahkan bertemu pun baru kali ini. Ibu mendapatkan tiket pesawat ke Padang? Ada saudara disana? begitu kudengar pertanyaan dari Ibu cantik ini saat mendengar obrolanku tentang kue yang dikemas khusus untuk oleh-oleh bagi anak-anak korban gempa di Padang. Adinda Rusi menjelaskan bahwa kami tidak memiliki saudara dekat disana, tapi sejak tsunami menimbulkan korban yang luar biasa di Aceh pada tahun 2005 lalu, aku mulai bekerja di daerah yang terkena bencana atas nama Perkumpulan KerLiP.

Sampai di rumah, kuhampiri ananda Icha dan keempat sepupunya yang tengah asyik menonton ’dangdutan’ di rumah tetangga yang menikahkan putrinya hari ini. Anak-anak masih asyik menonton saat kuputuskan untuk menuyiapkan keberangkatanku ke Padang. Dedi memperkenalkanku pada seorang mahasiswi UNPAD dari Padang. Shinta, namanya. Dia cantik dan gemar bercerita. Pengalaman pahit keluarganya memacu semangatnya untuk meraih prestasi. Dia menceritakan pahit getirnya kehidupan yang pernah dijalani keluarganya. Dia juga menceritakan kemampuan ibundanya tercinta yang dapat berkomunikasi jarak jauh dengan Rusi adindaku tersayang.
Sejak taman kanak-kanak dia menjuarai berbagai kegiatan menulis puisi bahkan novel di Bukit tinggi. Yang menarik, dia begitu bersemangat untuk menjadi relawan Rumah KerLiP dan langsung membantu Ova, kordinator program untuk menyusun laporan keuangan harian dari program bantuan kemanusiaan di Jawa Barat dan Sumatra. Alhamdulillah, kami langsung berteman, bahkan Shinta meminjamkan koper merah miliknya untuk mengangkut barang-barang pribadiku ke Padang.

Mudah-mudahan Allah memberkati kami semua untuk menjalankan amanah ini. Aku pun akan berusaha untuk tidak akan mengecewakan siapapun yang begitu setia dengan prinsip demi kepentingan terbaik anak dan perempuan. Insya Allah.

Tidak ada komentar: