Senin, 05 Oktober 2009

Kondisi sekolah pasca gempa di Padang Pariaman

Sepanjang jalan Jati menuju Ulakan kami menemukan sedikitnya 2 SD yang rusak parah.

SD 07 di depan rumah Mika yang hancur karena gempa terlihat sangat parah. Perlu perbaikan besar-besaran. ANak-anak memerlukan tenda kelas untuk kembali belajar. SD lainnya tempat Posko SIKIB dan ASKES bermarkas belum memulai kegiatan belajar karena bangunan sekolah tidak dapat digunakan. Menurut Bapak Syukur pemilik toko di seberang sekolah tersebut, keberadaan Posko ini sangat membantu terutama ketika menyediakan pelayanan gratis. Di korong ini >80% rumah hancur dan rusak berat. Pak Syukur yang ternyata juga Kepala SMP 1 Nan Baris menyampaikan harapannya agar bantuan kemanusiaan disampaikan melalui wali korong. Seperti yang dilakukan Baznas, bantuan kemanusiaan terdistribusi dengan baik di korong ini. Pak Syukur juga menyampaikan permohonannnya dalam bentuk 17 tenda kelas untuk memulai kegiatan belajar bagi 584 pelajar di SMP 1 Nan Baris yang rusak parah akibat gempa.

Kondisi kerusakan sekolah ini adalah salah satu dari 533 gedung sekolah yang dilaporkan rusak akibat gempa seperti kutipan berita berikut ini :

Gempa Rusak 533 Gedung Sekolah di Sumbar


Media Indonesia, 05 Oktober 2009

PADANG--MI:
Sebanyak 533 unit gedung sekolah rusak akibat gempa tektonik 7,6 SR yang menguncang Sumatra Barat, Rabu (30/9).

Data Sarkorlak Penanggulangan Bencana Sumbar di Padang, Senin (5/10), menyebutkan, dari 533 gedung sekolah yang rusak, 251 unit diantaranya rusak berat dan sulit untuk bisa digunakan lagi.

Kemudian, sekolah yang rusak sedang mencapai 192 unit dan rusak ringan 90 unit. Gedung sekolah yang paling banyak rusak berat terdapat di Kabupaten Padang Pariaman yakni 124 unit, kemudian Kabupaten Agam (43), Kota Pariaman (34), Kabupaten Pasaman Barat (21) dan Padang (7).

Meski banyak gedung sekolah yang rusak, kegiatan pendidikan telah dimulai Senin ini, namun belum dilakukan secara penuh. Murid-murid yang sekolahnya hancur dan tidak bisa digunakan mengikuti proses belajar mengajar di tenda-tenda sekolah yang didirikan badan BPP,
Unicef.

Tenda-tenda sekolah dikirim Unicef sejak Minggu dan terus didatangkan hingga Rabu (7/10), yang diangut dengan dua kapal, kata Kepala Sekretariat Sarkorlak Penanggulangan Bencana Sumbar, Ade Edwar.

Tenda-tenda sekolah itu akan didirikan di sekolah-sekolah yang hancur karena gempa, atau yang tidak bisa dipakai lagi untuk belajar-mengajar. Sedangkan jumlah tenda sekolah yang akan didirikan itu mencapairatusan unit dan akan terus ditambah untuk mencukupi penggantian sementara gedung-gedung sekolah yang rusak, tambahnya.

Tenda-tenda sekolah itu kemungkinan juga ada yang dibawa dari Nanggroe Aceh Darussalam yang sebelumnya dipakai untuk tempat belajar sementara anak-anak korban tsunami di daerah itu.(Ant/OL-01)

Tidak ada komentar: