Sabtu, 12 September 2009

Notulen Kordinasi dengan Satlak Kab Garut



Pertemuan Koordinasi 11 September 2009
Pukul : 9.00-18.00
Ruang Kepala Dinas Kabupaten Garut
Hadir :
1. Esti (UNOCHA)
2. Nisa (SPP)
3. Yanti (KerLiP)
4. Ibang (SPP)
5. Kades Jatisari Cisompet : Pak Asep

SATKORLAK
1. Bapak Mlenik. ASDA III Kabupaten Garut
2. Pak Diki Chandra/Wabup Kabupaten Garut
3. Ibu Elka (Kadinsos Kab Garut)
4. Ibu Ita (Wakadinsos Kab Garut)

Pak ASDA III menyambut baik gagasan KerLiP untuk melakukan Diskusi Terfokus mengenai Tanggap Darurat Bencana yang mempertemukan satkorlak kecamatan, perwakilan penduduk yang terkena bencana dan lembaga bantuan kemanusiaan yang bekerja di Garut.
1. Disepakati FGD akan dilaksanakan pada
• Hari/Tanggal : Selasa, 15 September 2009
• Tempat : Pendopo Kabupaten Garut
• Pukul : 08.30-12.00
• Agenda : Evaluasi Bantuan Kemanusiaan pada tahap tanggap darurat
• Sasaran : 42 Camat terkena bencana
2. Pengajuan bantuan pangan terutama beras akan segera disampaikan ke pihak terkait setelah data terakhir disahkan Bupati dan MUSPIDA Kabupaten Garut
3. Tanggap darurat di kabupaten garut berakhir pada tanggal 16 September, namun tetap berjalan sampai penduduk bisa memenuhi kebutuhan dasar.
4. Koordinasi teknis bantuan kemanusiaan langsung dengan Ibu Elka
5. Koordinasi Logistik dengan Koordinator Logistik Satkorlak Kabupaten Garut, Bapak Mlenik ASDA 3.
6. Jangan sampai Diskusi Terfokus nanti jadi forum curhat, fasilitator harus piawai mengelola kegiatan agar dapat mencapai tujuan yang diharapkan
7. Siap mengundang 42 Camat yang daerahnya terkena bencana
8. Sangat kebetulan pada tanggl 15 September ke -42 camat tersebut diundang kordinasi menjelang tahap tanggap darurat di Garut berakhir.

Yanti
1. KerLiP mengordinasikan bantuan relawan dokter, psikolog dan kesos untuk membantu penduduk dan aparat memetakan kebutuhan dan pendampingan psikososial
2. Inisiasi pembentukan forum relawan terinspirasi oleh konsolidasi relawan, masyarakat dan aparat di Kelurahan Cikelet
3. KerLiP akan menyiapkan agenda Diskusi Terfokus untuk merintis pembentukan relawan tersebut
4. KerLiP akan mengundang lembaga bantuan kemanusiaan terutama di >20 titik pengungsian di 12 kecamatan daerah Garut Selatan yang juga membawa serta perwakilan penduduk yang mengungsi tersebut.
5. Relawan SPP dan Forum Pemuda pemudi Pamengpeuk di Cisompet, Cikelet dan Cibalong siap untuk berpartispasi dalam kegiatan tersebut.
6. Relawan KerLiP dan relawan FPPP sedang menyelesaikan lembar pengesahan proposal pembentukan Forum Relawan dan Pendampiangan Psikososial yang disusun KerLiP bersama mitra untuk penduduk yang terkena bencana di Cikelet dan Cibalong

Ibu Elka
1. Stok beras 41 ton diperkirakan mencukupi sd Minggu, akan sangat membantu jika stok beras yang disampaikan mencukupi oleh BNPB dapat diterima pada hari Sabtu
2. Masih diperlukan bantuan sarden/kornet, mie instan, kecap, saos, family kit, tenda keluarga, hygiene kit
3. Pendataan mutakhir masih dikordinasikan dengan SATKORLAK Kabupaten Garut

Nisa
1. SPP Mengkoordinir Posko Pengungsian di Desa Sagara
2. SPP Mengkoordinir bantuan yang berasal dari NGO Internasional sekaligus mendistribusikan melalui Kepala Desa, RT, dan RW, diketahui oleh Satlak.
3. SPP telah berkoordinasi dengan ASDA 3 Bpk Mlenik di Ruang ASDA 3, pada 11 Sept. 2008, membahas Fokus Area SPP, bantuan yang telah dan akan didistribusikan. Pembahasan mengerucut pada penandatanganan (diketahui oleh Koordinator Logistik Satkorlak Kabupaten Garut).
4. Focus Area SPP di Cibalong, Cikelet, Cisompet
5. Bantuan dari Plan International siap disalurkan di titik pengungsian di 3 kecamatan tersebut : terpal, tikar, selimut dewasa, selimut anak, tambang, 146 dus untuk 146 KK family kit dari Save the Children.untuk Kecamatan Cikelet (namun bila membutuhkan, desa lain bisa mengakses)
6. Kordinasi pendistribusian bantuan dan ketersediaan bantuan dari masyarakat, lembaga bantuan, dan pemerintah agar tidak tumpang tindih
7. Titik pengungsian di Desa Sagara dihuni oleh KK dari Leuwi Pari dst.
8. SPP tidak membantu dalam hal penyediaan makanan.
9. Pengungsi dari Leuwi Pari sebanyak 77 KK dengan 360 jiwa membutuhkan sarden/kornet, mie instan, kecap, saos, family kit, tenda keluarga, hygiene kit, telur, transportasi relawan dalam menyebarkan bantuan.


Esti (UNOCHA)

Rekap data kecamatan tertinggi dalam jumlah pengungsi :
632 KK/ 2528 jiwa 6206 jiwa di Sagara Cibalong di Selatan jiwa dan 1836 Banyuresmi di Utara
Kordinasi dengan fokal point
Wilayah Utara : 7 lokal
Wilayah Selatan : 7 lokal
Yang kecil-kecil sudah tertangani
Minggu depan sampai pemulihan dini 1-3 bulan
Rusak ringan kembali ke rumah  alat tukang akan diprioritaskan

Dinas Kesehatan
Rusak berat sudah ada beberapa yang tertangani Pertacip, MCK, sanitasi
Cukup tidak? Perlu penambahan MCK
Kamar kecil : 1 WC: 25 keadaan biasa 1 WC : 55 darurat
WC di pengungsian Cibalong hanya satu untuk 632 KK
Sanitasi sudah diantisipasi oleh Pemkab Garut tapi jika jumlahnya belum memadai sesuai dengan standar minimum, maka lembaga donor siap untuk mengerahkan bantuan sesuai dengan yang diperlukan
Pemerintah pasti bisa menangani, jika ada kekurangan donor menunggu untuk bergerak mengisi kekurangan. Dana 750 juta dari APBDP sudah diterima seminggu yang lalu namun perlu waktu dan prosedur untuk bisa menggunakan
A. Jumlah Pengungsi :
39156 jiwa sd tanggal 9 September menjadi 64182 jiwa sd tanggal 11 September 16021 KK asumsi 16175 KK
B. Titik Pengungsian
1. Kecamatan Cikelet
1. Masjid Cikelet
2. Pamalayan
3. Kiarakohok
4. Cijambe
5. Linggamanik
6. Karangsari
2. Kecamatan Pamengpeuk
1. Mandalakasih
2. Punaga
3. Kecamatan Cibalong : Sagara 632 = 2528 jiwa (Cimerak hilir 87 KK/324 jiwa, Cimerak Girang 62KK/212 jiwa, Yayasan 53KK/183 jiwa, Leuwi Pari 77KK/364 jiwa, Bendungan 189)
4. Peundeuy
1. Pangrumasan
2. Toblong
5. Kecamatan Bayongbong : Pamalayan
6. Kecamatan Karangpawitan : Lebakagung
7. Kecamatan Cisompet :
1. Neglasari
2. Panyindangan
3. Cihaurkuning
4. Sukamukti
5. Sukanegara
6. Cikondang
7. Jatisari 77KK RB
8. Depok
8. Kecamatan Pamulihan Desa Pakenjeng
9. Kecamatan Pakenjeng Desa Karangsari
10. Karang Tengah
Talegong
Caringin

Wabup
Kendala :
1. Kendala anggaran : Pemkab Garut tidak memiliki anggran untuk respons bencana, ada alokasi biaya tak terduga namun harus melalui berbagai prosedur
2. aparat pemkab tidak pernah melakukan simulasi respons bencana dan tidak memiliki kapasitas dalam penanganan bencana sehingga kerja pada tahap tanggap darurat masih belum berjalan optimal.
3. Pendataan terhambat oleh kantor desa yang rusak, ketidakpahaman dari mulai aparat desa sampai ke atas, masih belajar mohon dimaklumi. Contohnya saja Cibiuk Kadungora baru melaporkan kerusakan kemarin dan 6 kecamatan belum melaporkan data terkini sehingga satkorlak Garut belum memiliki data yang valid, masih berubah-ubah sesuai dengan perkembangan di lapangan.
4. Tercatat ada 18175 rumah rusak berat di kabupaten Garut dalam data resmi yang dikeluarkan Satkorlak Jabar pada tanggal 11 September 2009 sedangkan dalam data bantuan yang akan diajukan oleh Dinsos tercatat 18026 dan ini menjadi basis data permohonan bantuan beras. Pada saat notulen ini dibuat Bupati dan MUSPIDA Kabupaten Garut sedang melakukan kordinasi di ruang Kepala Dinas Sosial Kabupaten Garut.
5. Mindset pejabat masih menunjukkan bahwa semua pihak baru belajar untuk menangani dampak bencana
6. WALHI sebagai focal point dari masyarakat yang disepakati dengan BNPB sudah kordinasi dengan Wabup sejak gempa mengguncang Garut. Selain makanan dan perlindungan masyarakat mengalami depresi akibat tidak dapat melakukan hubungan seksual pasca gempa.
7. Perlu segera dipikirkan kondisi penduduk pasca tanggap darurat dan lebaran
8. Perlu hiburan, games, ceramah untuk relawan seperti yang pernah dilakukan oleh Ibu Wabup bersama PKK di tempat pengungsian.

Esti (UNOCHA)

Sampai pemulihan dini (1-3 bulan pasca gempa) konsentrasi pada bantuan kemanusiaan yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan dasar agar penduduk yang terkena bencana terpenuhi haknya atas kehidupan yang bermartabat. Setelah pemulihan dini, World Bank dan UNDP akan melakukan penilaian kerusakan rumah dan potensi usaha kecil keluarga di wilayah yang terkena bencana

Jika diperlukan lembaga donor tertentu mungkin siap membantu menyewakan truk dst, namun perlu kepastian siapa yang bertanggungjawab serta kepastian kapan stock yang siap dikirim

Wabup
Transportasi jadi masalah dalam pendistribusian terutama dari Kecamatan ke rumah-rumah yang tersebar jauh dari satkorlak. Pengiriman diusahakan selalu dilakukan setiap hari untuk 42 kecamatan terdiri dari >400 desa . Bahkan banyak daerah yang tidak masuk mobil. Uang tunai merepotkan untuk dibagikan jadi sangat tidak disarankan.
Pengawasan dijadi penting untuk penyediaan transportasi
Solusi :
1. Beri stimulan anggaran terutama untuk transportasi dari kecamatan ke kampung-kampung
2. pendistribusian dan pengawasan transportasi melibatkan stakeholder di kecamatan
3. GMBI, Mahasiswa, PASKI dan beberapa LSM lainnya sudah bertemu dengan Wagub dan wartawan di Kesbang terkait dengan pemebritaan di media mengenai pengungsi di Leuwi Pari

Catatan tambahan :

1. Agung (pegawai pendataan dan gudang di Disnakersostrans) mengolah data bantuan, kerusakan rumah, bangunan lainnya. KerLiP siap merekrut relawan IT untuk membantu pendataan penduduk yang terkena bencana, kerusakan, dan bantuan kemanusiaan di Pemkab Garut.
2. Ibu Ita dan Ibu Elka terus melakukan verifikasi data pengungsi melalui telpon langsung ke 12 kecamatan dengan 20 titik pengungsi di Garut Selatan untuk Ra[pat Kordinasi MUSPIDA Kabupaten Garut
3. SUrat
4. MUSPIDA Kabupaten Garut melakukan kordinasi internal terkait dengan estimasi anggaran untuk rehabilitasi dan rekonstruksi. Sambil menunggu relawan dari Cikelet datang, Ibu Ita dan saya berkordinasi untuk menyelesaikan surat permohonan bantuan logistik yang akan ditujukan ke BNPB dan Gubernur Jawa Barat. Surat tersebut akan difax dan disampaikan KerLiP ke BNPB.
5. Angga-Semi dan Rizal- IMM
i. Penduduk yang terkena bencana di area Garut kota hampir terlupakan, mereka masih memerlukan bantuan kemanusiaan
ii. Seluruh bantuan dari masyarakat, perusahaan dan BUMN langsung menuju Cikelet dan Pamengpeuk
iii. Pendampingan Psikososial diperlukan untuk anak dan perempuan
6. Ibu Wabup menyambut baik harapan yang disampaikan KerLiP mengenai aktivasi dasawisma untuk meningkatkan efektivitas bantuan kemanusiaan melalui para penggerak PKK seperti yang telah disampaikan Ibu Dewina dari BNPB pada rapat kprdinasi yang difasilitasi OCHA PBB di STKS pada hari Kamis, 10 September 209 pukul 15.00-17.00
7. Wabup tertarik dengan informasi yang disampaikan KerLiP terkait dengan penandaan rumah berdasarkan tingkat kerusakannya dengan meniru lampu lalu lintas seperti yang disampaikan peserta kordinasi di STKS Bandung relajar dari bencana di Padang. Merah untuk rumah hancur dan rusak berat, kuning untuk rumah rusak sedang yang masih layak huni dan hijau untuk rumah rusak ringan
8. Ova, kordinator Rumah KerLiP yang juga menjadi kordinator program respons bencana KerLiP di Garut menjelaskan hasil pengamatan langsung di Cikelet dan Cibalong lepada Wabup
9. Wabup menegaskan tentang perlunya bantuan transportasi pengiriman bantuan dari Satlak Kecakamatan ke rumah0rumah penduduk. Konsep dasawisma akan sangat membantu mengingat pada tahap pemulihan dini diharapkan seluruh penduduk yang terkena bencana segera kembali ke rumah masing-masing atau ke tenda di depan rumah masing-masing sesuai dengan informasi yang diperoleh dari BNPB.
10. Surat permohonan bantuan kemanusiaan untuk BNPB yang diajukan pemkab Bandung akan disampaikan langsung ke SATLAK Jabar dan BNPB (Ibu Dewina) oleh relawan KerLiP
11. Bapak Herman, Kesbang Kabupaten Garut menyambut baik rencana untuk mengundang seluruh LSM dan Ormas yang menyalurkan dan memfasilitasi bantuan kemanusiaan untuk penduduk korban bencana di Kabupaten Garut. Beliau siap untuk turut mengundang mereka.
12. Semi dan IMM Garut siap untuk mengerahkan relawan untuk pendampingan psicosocial dan berharap KerLiP dapat memfasilitasi pelatihan dan sarana yang diperlukan untuk pendampingan psicosocial tersebut.

Garut, 11 September 2009 pk. 19.30

Notulis : Yanti KerLiP dan Nisa SPP

Tidak ada komentar: