Sabtu, 12 September 2009

Perkembangan Selama penguatan Kapasitas Lokal di Garut

1. Panduan kerja relawan tahap 1 tidak dapat dilaksanakan sepenuhnya
a. Pembekalan relawan terlalu singkat
b. Penduduk yang terkena bencana berkumpul saat pembagian bantuan setiap sore di posko Cikelet
c. Piranti Kajian Awal yang diambil dari arsip Konsorsium Pendidikan Bencana terlalu rumit, perlu dipilah dengan bahasa yang lebih mudah dipahami, tapi cukup membantu untuk panduan interview dan survey
d. Penduduk yang terkena bencana meminta relawan langsung membagikan bantuan tidak perlu dan memandang kegiatan kajian bantuan kemanusiaan ini tidak diperlukan
e. Ada indikasi menutupi keadaan yang sebenarnya ketika penduduk dan aparat difasilitasi untuk melakukan Diskusi Terfokus
2. Saran penyesuaian yang perlu dilakukan di lapangan:
a. pemetaan kebutuhan bantuan kemanusiaan dipandang cukup untuk sementara dengan adanya data dari Satlak dan interview langsung di kerumunan penduduk yang terkena bencana yang tinggadi tenda depan rumahnya masing-masing
b. Pendamping psikososial dan penyuluh kesehatan langsung dikirim
c. Fasilitasi pembentukan dasawisma untuk mempermudah bantuan pendampingan psikososial dan penyuluhan kesehatan
d. Kelompok dasawisma yang terbentuk ini difasilitasi untuk mengadakan pertemuan rutin terkait dengan bantuan kemanusiaan yang diperlukan, diterima dan dilaporkan
e. Pelatihan penanganan psikososial akan dilaksanakan pada tanggal 13 September pukul 16.00 sd selesai
f. Penyusunan panduan kerja relawan yang akan tinggal sd tanggap darurat selesai (14-16 September) oleh Kordinator Relawan
g. Laporan lengkap kerja relawan tahap I akan disusun oleh Farhan
3. Persiapan Diskusi Terfokus bekerjasama dengan SPP dan Satkorlak Kab Garut
a. Nisa, Kordinator SPP menunjuk Ibang, Usep dan Ayi untuk kontak person dari SPP dengan KerLiP
b. Ibang siap mengirim draft TOR Diskusi Terfokus tanggal 13 September 2009
c. Ibu Dewina dan pak Untung dari BNPB dilobi untuk sosialisasikan kebijakan nasional penanggulangan bencana padfa Diskusi Terfokus tersebut
d. Mbak Titi dari CDE siap untuk menyampaikan pentingnya Pendidikan Bencana
e. Usep siap mengerahkan satlak dan lurah di Cikelet, Cibalong, dan Pamengpeuk
4. Penggalangan dana operasional relawan dan sewa motor/mobil untuk distribusi bantuan melalui sms, telpon dan email :
a. Pak Istanto, Ibu Antarina dan Prof. Dr. Hamid Hasan siap transfer
b. Bapak Satridarma dari CBE sudah transfer Rp 1.000.000
c. Mbak Titi akan transfer fidyah atas nama almarhumah Ibunda tersayang, Soetarsih binti Martasoedirdja Rp 1.000.000 dan mengusahakan mobil untuk pergi ke Cikelet
d. Ibu Pudentia dari BMPS Katolik Jakarta siap untuk membantu menggalang dana
e. Ibu Evi S, Syaefini dan Bapak Lukmantias sudah transfer
f. Kupon makanan peduli gempa akan segera dicetak
5. Data dari Satkorlak Jabar, Satlak Kab Garut, Satlak Kecamatan Cikelet, Cibalong dan Pamengpeuk serta dari desa akan diolah untuk updating sasaran program pendampingan Psikososial selama penguatan Kapasitas Lokal dalam respons Bencana

Bandung, 13 September 2009 pk. 11.30

Tidak ada komentar: