Rabu, 09 September 2009

1. Laporan Perkembangan tanggal 7-9 September 2009

Alhamdulillah, kemitraan dengan berbagai pihak makin terasa manfaatnya bagi penguatan kapasitas lokal dalam respons bencana. Piagam kemanusiaan dan standar-standar minimum yang diambil dari buku proyek sphere yang diterbitkan Grasindo sangat membantu dalam menyatukan gagasan dan harapan semua pihak. Baru saja Ova mengirimkan pesan bahagianya mendapatkan sambutan yang luar biasa dari Ibu Ita (Wakadinsos) dan penerimaan Ibu Elka (Kadinsos) dan Bapak Mlenik (ASDA III) di Satkorlak Pemkab Garut terhadap rencana tindak lanjut KerLiP bersama mitra untuk merintis pembentukan Forum Relawan Siaga Bencana Kabupaten Garut yang melibatkan seluruh Satkorlak di 42 kecamatan, 15 ibu-ibu dan 15 anak perempuan dari 9 Kecamatan dengan jumlah pengungsi terbanyak seperti, Cikelet, Cibalong, Pamengpeuk, dst.
Ova masih berkordinasi di Dinsos Pemkab Bandung bersama Ibu Ita sambil menunggu Pak Dadang ketua Foggar yang juga Kepala Sekolah SMK Tarogong Kidul 1 Garut. Surat dan lampiran kebutuhan relawan untuk Pak Dadang sudah disiapkan. Ova berencana mengantar rombongan Pak Dadang yang akan membagikan bantuan kemanusiaan ke Cikelet. Diharapkan akan ada pinjaman komputer, printer, scanner, dan broadband internet dari Pak Dadang.
Saya menyambut gembira mengingat kebutuhan untuk bantuan infrastruktur memerlukan data basis yang sudah diverifikasi oleh satkorlak kecamatan dan diminta Pak Soesatyo untuk diajukan kepada Satkorlak Jabar pada hari Jum'at.

Begitu mendengar hal ini saya kembali menghubungi kordinator lapangan, Usep.
Ada kabar dari Usep bahwa Boy memberikan pengarahan untuk mengecualikan bantuan infrastruktur di Cikelet dalam program tahap rehabilitasi dan rekonstruksi bersama Serikat Petani Pasundan. Dilain pihak, tim arsitek yang dipimpin Pak Moyo, rekan Pak Soesatyo sudah menyiapkan proposal teknis untuk pembangunan infrastruktur kembali di Cikelet.

Saya meminta Usep untuk memprioritaskan pendataan sekolah, madrasah, pesantren, masjid dan mushola yang rusak untuk jalan keluarnya. Mudah-mudahan bisa diterima.
Kordinasi lewat sms dengan para relawan di lapangan sangat membantu kelancaran persiapan pendampingan psikososial di Cikelet, Cibalong dan Kiarakohok.
Dokter Efi, Ade, dan farhan baru saja sampai membawa berkas dan Atk yang diperlukan untuk pemetaan kebutuhan di lapangan. Panduan relawan, kontrak relawan, surat tugas, kode perilaku relawan, piranti kajian awal yang diprint dari kiriman Konsorsium Pendidikan Bencana, panduan penanganan psikososial dan bahan rujukan yang disiapkan psikolog kita Pak Asep menjadi bekal mereka. Bahan-bahan FGD mulai dari piranti kajian awal, absen, narasi kajian awal, sosialisasi program tahap tanggap darurat sudah disiapkan untuk kegiatan seluruh relawan mulai tanggal 9-11 Spetember 2009. Alhamdulillah ketiga relawan sudah mulai berkordinasi dengan Usep dan kawan-kawan di posko Cikelet. Mereka pergi membawa barang-barang dengan menggunakan bis estafet. Awalnya Pak Dadang berjanji menyediakan kendaraan bersama relawan Garut untuk mengantar para relawan tersebut ke Cikelet. Ova mengantar mereka sampai Garut dan tidak langsung pulang karena perlu menyelesaikan kordinasi persiapan FGD yang lebih luas untuk mkenginisiasi pembentukan Forum relawan yang multistakeholder.

Syukurlah masih banyak pemuda yang begitu baik menjunjung tinggi hak untuk memperoleh kehidupan yang bermartabat, solidaritas, keadilan sosial, anti KKN dan demi kepentingan terbaik anak dalam bekerja sepenuh hati sebagai relawan di Cikelet.
Saya terima telpon lagi dari Farhan yang mendorong kegiatan FGD dilaksanakan di desa Kiarakohok juga mengingat parahnya kerusakan disana. Namun saya mengingatkan keterbatasan waktu yang mereka miliki. Rencananya Jum'at siang KerLiP diminta kordinasi dengan Satkorlak kabupaten Garut dengan membawa hasil pemetaan kebutuhan untuk persiapan FGD sepekan bantuan kemanusiaan di Garut sebagai langkah awal perintisan pembentukan Forum Relawan SIaga Bencana di Kabupaten Garut.

Ketiga relawan dari Bandung ini merupakan rekan-rekan Ova dan Zamzam. Sungguh membahagiakan bekerjasama dengan relawan yang begitu mulia. Mudah-mudahan program pendampingan psikosial anak dan perempuan di Pamengpeuk ini memep==erkuat jalinan kerelawanan kita semua demi kepentingan terbaik anak.

Tidak ada komentar: