Minggu, 30 Agustus 2009

Semangat Belajar

Pagi ini, Zakky mulai membaca dokumen-dokumen yang kukumpulkan saat pendampingan Go Green School di Jakarta. Semangat untuk mewujudkan budaya hidup hijau di Rumah KerLiP Bandung kembali menggelegak seketika setelah pertemuanku dengan teman lama. Dia sedang merintis usaha baru di bidang pengolahan limbah hotel di Kota Bandung setelah 20 tahun membangun usaha rental mobil. SUdah ada 7 pegawai yang bekerja di perusahaannya. Kami bertemu tanpa sengaja di depan pom bensin dan sama-sama antusias dengan program Budaya Hidup Hijau. Rencana detil program bersama ini akan dibahas nanti malam. Bagi Zakky ini menjadi penguatan CACT Lubang Resapan Biopori yang dilaksanakan setelah pemilahan sampah bulan Juli lalu. Zakky terlihat antusias dengan pembuatan mindmapping go green school dan dilanjutkan dengan penyusunan proposal kegiatan Go Green mandiri. Senangnya!

Bagaimana dengan semangat belajar yang lainnya?
"Mandi dulu yuk!" ajakku kepada Icha dan Ami. "Nanti Bu! sedang asyik-asyiknya main perpustakaan," seru Icha dari teras. Icha, Sarah dan Ami terlihat mengambil beberapa buku dari lemari perpustakaan. "Ayo, buku ini dijual dengan harga lima ribu, yang lainnya sepuluh ribu!" terdengar suara Icha menjelaskan kepada Sarah. Buku komik, KKPK, majalah, dan beberepa tumpukan buku berdasarkan kategori buku yang mereka tentukan sendiri terhampar diatas karpet. "Zakky buat power pointnya sampai jam 11 ya!" seruku mengingatkan Zakky yang sedang asyik membaca buku Go Green School yang dicatak oleh KEHATI. Icha dan Ami terlihat membereskan buku-buku dan bergegas mandi. "Bu, bantu Dede mengerjakan latihan matematika sehabis mandi ya!" seru Icha dari kamar mandi. Tidak lama kemudian Icha dan Ami terlihat bergegas dengan handuk menutupi badannya. "Ini bagian pribadiku!" seru Icha sambil menunjukkan pantatnya kepada Ami. Icha masih mengingat asyiknya belajar tentang bagian pribadi dari tubuh perempuan dan laki-laki yang kemarin dibacanya bersama Ami, Wita, dan Sarah. Rasa ingin tahu mereka sangat luarbiasa, meskipun terdengar berbisik-bisik menjelaskan bagian-bagian pribadi yang ditunjukkan buku tersebut.
Icha terlihat menggunakan mukena ketika keluar dari kamar. "Aku mau shalat sunat dulu ya!" serunya kepada Ami. Sudah beberapa minggu ini Icha senang sekali melakukan shalat. Entah apa yang penting shalat meskipun diluar waktu shalat wajib. Ami mulai membaca buku pilihannya. "Bude, nanti Ami nulis apa ya?" tanya Ami kepadaku. "Kira-kira Ami mau menuliskan apa ya?" aku balik bertanya. "Mau nulis senangnya baca buku ini," jawab Ami sambil melanjutkan bacaannya. Setelah shalat Icha membawa buku tulis dan LKS matematikanya dan mulai meneruskan pekerjaan kemarin disampingku. "Ah, ini susah! Gimana sih maksudnya Bu?" tanya Icha sambil menunjukkan bagian penjumlahan dan pengurangan sambil meminjam. Satu per satu kutuntun dia untuk memahami kembali nilai tempat satuan, puluhan dan ratusan. "Ini Bude!" Ami datang menghampiriku. "Coba dibaca tulisannya,"Kupegang buku tulis Ami. "Aku senang baca buku ini, aku senag..eh kurang n ya!" seru Ami sambil menunjuk tulisannya sendiri. "Ayo lanjutkan dengan menuliskan judul buku dan pengarangnya ya!" lanjutku. "Kita baca diluar yuk!" Ajak Icha sambil membawa buku tentang Nabi Musa. Tidak lama kemudian Ami menunjukkan tulisannya. "Masih senang menulis? Ayo tulis bagian yang paling disukai Ami dari buku yang tadi dibaca!" seruku lagi sambil melanjutkan pekerjaanku menguji validitas alat penelitan mahasiswi UPI. "Bingung ah!" terdengar suara Ami. "Ami suka gambar yang mana dari buku ini? Halaman mana yang Amni sukai? Nah itu ditulis di buku Ami," terdengar suara Icha menjelaskan sambil tetap menulis di bukunya sendiri. Rupanya Icha melanjutkan latihan matematikanya dengan membuat resume buku seperti Ami. "Ini Bu, sudah cukup?" tanya Icha sambil menunjukkan tulisannya. "Hm...sudah bagus, mungkin dilengkapi dengan nama pengararang dan penerbitnya bisa lebih bagus lagi," jawabku setelah melihat tulisannya. "Wah, udah adzan, aku shalat dulu ah!" seru Icha lagi sambil bergegas mengambil air wudlu. Terlihat Sarah duduk didekat Ami yang membaca buku pilihan Icha dengan antusias. "Baca yang keras ya Mi biar Sarah bisa mendengarkan cerita dari buku tersebut. Selesai membaca AMi pun bergegas mengambil air wudlu dan shalat zhuhur di depan Icha. Sarah mendekatiku sambil membaca gambar dalam buku cerita tersebut. Aku menemaninya sejenak sambil iseng mengajukan pertanyaan-pertanyaan berdasarkan gambar yang terlihat di halaman yang sedang dibaca Sarah. "Ayo lanjutkan membaca gambarnya dengan Teh Icha!" seruku kepada Sarah.

Sesekali Iyen menyela dengan menanyakan kegiatan belajarnya. Dia mulai dengan Standar Kompetensi Lulusan yang sudah dibuat mindmappnya. "Coba kita lihat satu per satu!" seruku kepadanya. "Kita mulai dari rukun Islam ya Bu,"kata Iyen. "Kita pakai CACT yuk!" ajakku kepada Iyen. Judulnya Rukun Islam. Iyen mengisi Aku Tahu dengan 5 Rukun Islam. Kubimbing dia mengisi kolom Ingin Tahu dengan menanyakan hal-hal yang ingin diketahui lebih dalam dari setiap Rukun Islam. Fikih SUnnah menjadi pilihan referensinya dan direncanakan akan diselesaikan sampai tanggal 3 September. Zakky dan aku membantunya mencari referensi tambahan terkait dengan makna Syahadat dan Shalat Sunat. Saat ini Iyen sedang membuat mindmapp untuk memahami makna Syahadatain dari Al-Qur'an terjemahan, Iman Semesta dan Sejarah Lengkap Nabi Muhammad. Rencananya akan dilanjutkan dengan memahami istilah dan rincian shalat sunat dari Fiqih Sunnah.
Sementara itu Rizky mampir sebentar untuk membawa buku mindmap Tony Buzan dan SKL SD/MI dan berjanji akan membacanya di rumah setelah disusul Eja dari tempatnya bermain. Zakky sempat menawarkan untuk membantu Rizky memahami mindmapping, tapi Rizky memilih untuk pulang.

Anak-anak yang hebat, semangat belajar mereka selalu menginspirasiku untuk terus belajar dan bekerja demi kepentingan terbaik anak. Semoga!

Tidak ada komentar: