Selasa, 11 Agustus 2009

Berkah Silaturrahmi 1













"Bagaimana memulai belajar Bahasa Inggris yang efektif?" tanya adikku, kepada temanku. "Senang...ya...aku senang sekali belajar bahasa Inggris sejak duduk di bangku SMA!" seru temanku dengan mata berbinar-binar. "Waktu 3 tahun belajar di bangku kuliah tidak cukup untuk memastikan seseorang lancar berbahasa Inggris. Say Hi, How are you, What's your name, menjadi pembuka silaturrahmi dengan berbagai orang. Aku tak segan menyapa orang asing yang kutemui di tempat jogging atau di pinggir jalan. Dan yang luar biasa ini membawa berkah dalam perjalananku mengasah kemampuan berbahasa Inggris. Sebagai anak di rantau aku mendapatkan pengalaman yang sangat berharga ketika menunjukkan kesenanganku dalam berbahasa Inggris. Bahkan sampai membawaku berkelana ke Laos, Kamboja dan Vietnam. Teman yang kutemui di jalan menjadi seperti ayah angkat bagiku. Dia membawaku berkelana keluar negeri, hadir dalam wisudaku, juga menengokku saat aku sakit.Benar-benar berkah dari silaturrahmi seperti yang dijanjikan Tuhan!" jelas temanku.

Malam ini kami janjian bertemu di Ngopi Doeloe cafe untuk membicarakan rencana program kursus Bahasa Inggris di sekolah-sekolah. Aura yang terpancar dari tubuhnya ketika menceritakan semua kesenangannya dalam belajar dan mengajar Bahasa Inggris membuatku yakin bahwa masa depan ada ditangannya. Ini kesempatan emas bagi KerLiP untuk bermitra dan menyosialisasikan program khasnya ke sekolah-sekolah di Bandung Raya. Tentu saja seiring dengan kehendakku untuk mulai keliling bersilaturrahmi ke para pemilik sekolah-sekolah tersebut. Mudah-mudahan berkah silaturrahmi ini membuka pintu rizki bagi semua pihak. Amin.

Ingatanku kembali pada saat keluarga DKM Ar Rohim menemuiku di Rumah KerLiP. Awalnya karena khawatir dengan kebiasaan baru anak-anak Dago Elos bermain disini. Ternyata kita teman lama dan kemudian rencana kerjasama pun digulirkan. Acara Sima'an Qur'an saat peluncuran Pesantren KerLiP 9 Juli 2009 menjadi awal kebersamaan kami. Alhamdulillah, Rumah KerLiP selalu diramaikan anak-anak yang bermain dalam lingkungan yang kondusif dimana apresiasi terhadap inisiasi sekecil apapun diberi ruang seleluasa mungkin.

Setiap pagi, siang dan malam anak-anak berkumpul dan bermain bersama. Berbagai kegiatan bermain buah dari kreativitas anak-anak tanpa henti mengalir. Kegiatan bermain, memasak, bermalam dan jalan pagi setiap akhir pekan, jalan pagi dan senam jantung sehat di Taman Budaya, keliling bersepeda di Taman Budaya, apresiasi Seni Budaya Jawa Barat di Taman Budaya, Relaksasi (Rencanakan Laksanakan, Sampaikan, Diskusikan dan Evaluasi) diri, lingkungan dan budaya komunitas, CACT (Cara Asyik Cari Tahu) yang diawali dengan menggali inspirasi dari LIBRA (lembar Inspirasi Bagi ragam Anak) yang diperoleh dari kegiatan-kegiatan bermain bersama menjadi keseharian anak-anak.
CACT Iyen tentang elektrolisa Air terinspirasi dari Air Oxy dan alat yang dibawa Endah. Perubahan Fisika dan Kimia yang dilakukan Zakky hasil obrolan akhir pekan saat mengeliling lilin dan potongan kertas bekas untuk bahan daur ulang. Sampah organik dan An organik yang dikaji Iyen terinspirasi dari kegiatan membereskan sisa-sisa kegiatan Sima'an Qur'an. Lubang Resapan Biopori dan pembuatan kompos menjadi CACT Zakky dan Yudi. Display karya Icha, Ami dan Sarah menjadi portofolio anak-anak KerLiP yang bermain dengan kata-kata yang dirangkai dari kegiatan jalan pagi ke Taman Budaya.

Itu baru sebagian kecil dari kegiatan bermain yang mereka lakukan bersama. Coba kita simak betapa seriusnya mereka merencanakan lomba-lomba untuk peringatan HUT RI 2009. Hampir setiap hari Nita melatih kawan-kawannya menari dan karaokean bersama. Kegiatan inipun membuat Siti, Iyen, Gita, Nita, Zakky, Yudi dan Kanda lebih mengenal pengoperasian Microsoft Words, Microsoft Excel dan Power Point. Anak-anak mulai fokus mengorganisasikan diri untuk menyiapkan hajatan mereka dengan penuh semangat. Sejak kemarin formulir pendataan peserta lomba-lomba hasil kesepakatan dengan Pengurus RT sudah mulai terisi penuh. Mereka berkeliling dari rumah ke rumah bersilaturrahmi dengan anak-anak lainnya untuk menyiapkan kegiatan tersebut.

Berkah dari silaturrahmi yang intensif dilaksanakan anak-anak dalam ruang terbuka yang disediakan KerLiP membuat mereka belajar berkomunitas. Berbagai isu yang berkembang tidak menyurutkan semangat anak-anak untuk berkarya.

Tidak ada komentar: