Minggu, 26 Juli 2009

Notulensi Presentasi Kelompok 1 (Kobama, BOP, TKI LN dan PKBM)

WORKSHOP KESETARAAN
Hotel Panghegar, Bandung, 24 Juli 2009

08.0 Peserta mengisi profil kelembagaan
09.34 Presentasi Peserta

1. Kopa Indonesia
Kegiatannya KOBAMA, homeschooling berbasis komunitas dengan spesialisasi pengembangan keterampilan pertanian berkelanjutan dengan cara mengembalikan warga belajar kepada keterampilan pertanian dengan kearifan ekologis setempat. Awal berdirinya KOPA adalah sekumpulan komunitas anak muda di beberapa pedesaan di Pacitan. Selanjutnya, pada tahun 2008 diberi kesempatan oleh DEpdiknas untuk mendirikan KOBAMA.
Warga
Pada awal sosialisasi kami menghadapi masalah dengan tuntutan legalitas, di samping kesdaran sebagian masyarakat tentang pendidikan masih sangat rendah. KOPA terus melakukan penyadaran dan mengembangkan beberapa inovasi, salah satunya dengan cara berlajar di lingkungan-lingkungan yang akrab dengan kehidupan warga belajar seperti di sawah dan sungai.
Jaringan kemitraan yang dibangun adalah dengan LSM-LSM dan intitusi di sekitar Pacitan. Kontribusi yang didapat dari jaringan ini bukan sekedar berbentuk materi, tapi juga sumber daya manusia dan lainnya.
Kendala yang banyak dihadapi adalah sumber daya manusia sebagai tutor atau pendamping.

2. PKBM Al-Jauhar (Kuningan)
Warga belajar di sini belajar 4 bidang : pendidikan, sablon, pertanian,menjahit
Kerjasama dengan : dinas pendidikan dan dinas pertanian.
Hasil pertanian cukup mendapatkan hasil yang baik, khususnya sayur buncis.
Untuk sablon dan menjahit masih kurang dan berkendala di alat dan pemasaran.

3. PKBM Al-Barokah (Kuningan)
Khusus Paket B. Bermitra dengan pesantren, di samping disdik.

4. PKBM Batam
Masalah yang ditemui adalah minimnya sarana pembelajaran terutama buku. Kendala tempat yang terserak dan saling berjauhan. Masalah waktu pun menjadi kendala karena banyak warga belajar yang sudah bekerja. Selain, dana kobama, kami berkendala dana.
Kerajinan yang dipelajari adalah pengolahan hasil-hasil laut.

5. PKBM Murni (Sukabumi)

6. KerLiP
Dampingan di caringin, dago atas dan dago elos. Kerlip sendiri berdiri dari sekumpulan keluarga. Proses pembelajaran : Forum OK (pendampingan dengan orang tua), Relaksasi (pendampingan anak), LIBRA dan CACT. Kendala : dokumentasi dan pelibatan orang tua.

7. Yayasan Fatahilah
KURMA (komunitasku madrasahku). Kendala : birokrasi yang sangar ribet, lulusan yang akan meneruskan dihadapkan pada pencatatan Nomor Induk Nasional.

8. PUSAR
Kegiatan awal kami adalah advokasi anak dan perempuan. Kegiatan belajar : paket B dan pengolahan hasil hutan.
9. TKI LN Ketua SKB Batam
Kegiatan keterampilan (kerajinan tangan) 77 peserta didik B. Jadwal peserta didik cm libur hari minggu doang. Perbatasan batam-singapur

10. LSM Anak Bangsa Kalbar
Bidang pendidikan dan ADVOKASI. Peserta didik buruh migran (tenaga) yang kerja di luar negeri tp tinggal di indonesia. Sabtu dan minggu pulangnya. Perbatasan dengan negara lain. Bahaya juga ya. Ngga juga utk masyarakat setempat bisa leluasa krn ad kebijaksanaan. Asal ada KTP setempat

11. PKBM Bina Mandiri
PKBM, mobil kelas, layanan keluarga kerjasama dg dinas sosial. Pendidikan untuk anak jalanan dan komunitas kumuh. Permasalahan pendidik dan tenaga pendidikan belum diakui. Mobil kelas. Kemitraan dengan PT. SAP dalam hal pelatihan dan pekerjaan.

12. Yayasan Serat Bangsa TKI LN
Bekasi tp kegiatan di Sabah, Sebatik, Tawao. Konjen, dinas, syarikat ladang di malaysia, dg yayasan ponpes hidayatullah nunukan. di sabah ada 2 titik layanan. Kerjasama dg. Ladang sawit dan syaumil (penggergajian kayu).

13. Lab PLS UPI TKI LN
Pny labsite di rumah belajar lembang, majalaya (Penelitian dan Pengembangan) dan Kuala Lumpur. Labsite di Kuala Lumpur. TKI di pabrik garmen, roti, susu dan . Di sungai wey

14. PKBM Al Hidayah Tasikmalaya Selatan
Didirikan tahun 2003, fokus pd pendidikan kecakapan hidup jahit. Bekerja sama dengan dinas pendidikan. Pertanian, polybag
15. BOP Centella Asiatica Bengkulu

Tidak ada komentar: