Jumat, 31 Juli 2009

31 Juli 2009 Let’s Go Green With Us

Dago Elos, 31 Juli 2009 Membuat Kertas Daur Ulang




Praktik daur ulang hari ini cukup membuatku tegang. Tegang, khawatir dengan peralatan yang minim dan aku juga belum banyak tahu tentang proses ini apalagi mengelolanya bersama teman-temanku di Pesantren Homeschooling Rumah KerLiP Dago Elos. Kegiatan ini menentukan kegiatan-kegiatan selanjutnya, termasuk pada keinginan kita membuat diri kita berdaya dan mandiri lewat usaha Barbeque dan Koperasi Syariah Komunitas.
”Zakky, bagaimana sih bikin kertas daur ulang?” tanyaku pada Zakky. Zakky menjelaskan, ”Kita tinggal mengumpulkan kertas bekas, pilih dan pilah kertas tersebut. Kalo ad sisi dari kertas tersebut yang masih kosong kan bisa digunakan. Setelah itu kertas disobek-sobek, dipotong menjadi bagian kecil trus direndam dalam bak”.
”Trus peralatannya apa aja Zak?” tanyaku lagi. Karena yang kubaca di modul pembuatan kertas daur ulang, harus ada wooden box, trus ada saringan kayak buat nyablon. Agak repot juga. Memang kemarin kami menyepakati akan membuat terlebih dahulu peralatannya pada pagi hari, tapi ga jadi. Kata Zakky Wooden Box bisa diganti dengan bak, ember, atau baskom. ”Proses skrg sampe ngerendam aj kan?, berarti cukup peralatannya”, kata Zakky.
Setelah ditunda hingga siang hari, tibalah Pk. 13.00. Tapi kok warga belajar yang dari sekepicung belum datang ya. Akhirnya kita mulai aja deh, saat itu sudah Pk.14.30. Endah, Tyas, Iyen, Zakky, Icha, Wita, Ami, Nita, Wahyu, Gita, Ayu, Siti, semuanya mulai menyobek kertas menjadi bagian-bagian kecil. Semangat banget yah.


Yang kubaca di modul, katanya direndam 3 hari. Tapi menurut Tyas ga perlu 3 hari, klamaan. Tyas pernah mencoba kok cuma butuh waktu 1 jam. Tyas menjelaskan keseluruhan proses, dari memilah hingga mencetak. Bahkan dia sempat pulang ke rumahnya untuk mengambil saringan dan alat cetaknya. Alhamdulillah. Hari ini yang jadi narasumber adalah Zakky dan Tyas.
Proses menyobek belum juga selesai sementara waktu sudah menunjukkan Pk. 16.30. Sudah mulai kelelahan, tangan pegel-pegel. Secara bergantian proses tetap dilanjutkan. Ada yang makan dulu, main-main sepeda dulu. Ngobrol2 dulu. Foto-foto itu pasti....
Sampe waktu maghrib tiba. Anak-anak harus ngaji di masjid. Masih banyak juga kertas yang blom disobek2in. Yaudah deh diberesin dulu. Yuk , kita solat berjamaah dulu di masjid.

Setelah Isya Anak-anak datang lagi. Waduh semangat amat sih. Endah membujuk supaya ga usah disobek2 lagi. Cape. Langsung aj di rendam dan kita remas-remas. Oke deh.
Setelah direndam dan diremas-remas, ternyata tidak begitu saja halus. Icha dan Ami senang sekali, mereka menjahili Zamzam. Icha, Zamzam, Ami, dan Tyas sambil meremas kertas yang direndam mereka membayangkan kertas itu menjadi benda lain. Imajinasinya macem2 nih...

Belum halus juga, kami memutuskan, saat itu Pk. 21.00, untuk merendam kertas yang sudah kami remas-remas hingga besok.
Bagaimana keadaan akhir teras rumah, becek. Tapi Icha dengan senang hati membantu mengepel.

Tidak ada komentar: