Jumat, 06 Maret 2009

Sekepicung, 4 Maret 2009

Sedikit ongkos yang kami punya, Alhamdulillah tidak sampai menahan langkah kami untuk mendampingi warga belajar. Dengan uang Rp. 5000,- saya dan Ova bergegas pergi ke Sekepicung, Cimenyan. Sebenarnya, kami sempat meminta Zamzam menunggu kami di Simpang Dago, agar kami bisa menumpang sampai lokasi. Ternyata Zamzam berhalangan untuk membonceng kami, tapi ia sudah mentransfer sejumlah uang ke rekening Ova. Akhirnya, kami sampai ke lokasi dengan ongkos yang cukup.
Sesampainya di rumah Pak Lala tempat kami mendampingi komunitas Bina Bhakti Persada, baru ada Nurjanah, Elis, Aisyah dan Hardi. Setelah itu, Wika datang diikuti warga belajar lainnya.
Hari ini, kami akan memandu warga belajar mempelajari Bahasa Inggris dan Ilmu Komputer. Ova membuka acara dengan salam dan refleksi pertemuan sebelumnya. Ova menawarkan kepada warga belajar dua materi yang akan dipelajari hari itu. Sebagian besar warga belajar ingin mempelajari Bahasa Inggris. Hanya Andri yang kebetulan pada pertemuan seminggu yang lalu belum belajar komputer, sehingga ia memilih belajar komputer. Andri dipandu Ova belajar komputer, sedangkan warga belajar yang lain ditemani Wika.
Wika memandu warga belajar mempelajari penyebutan waktu, khususnya jam-jam dalam Bahasa Inggris. Wika meminta warga belajar membaca teks-teks yang telah dibagikan. Warga belajar satu-persatu mulai menyebutkan pernyataan-pernyataan waktu yang tertera di papan tulis. Selanjutnya, warga belajar diminta untuk menuliskan daftar kegiatan mereka sehari-hari dengan keterangan jam dalam Bahasa Inggris. Mulailah Nur, Aisyah, Elis, Hardi, Ema, Agus dan Ujang secara bergantian menceritakan aktivitas mereka sehari-hari dengan bahasa Innggris. Sebagai penutup, Wika mengajak warga belajar untuk memainkan game ’Hang Man’. Game ini sebenarnya lebih mirip kuis, dimana warga belajar dibagi dua kelompok dan diminta untuk menebak kata-kata tersembunyi dalam Bahasa Inggris hurup-perhurup. Akhirnya, kuis ini dimenangkan oleh kelompok perempuan, meski sebenarnya semua warga belajar ini masih harus lebih banyak belajar lagi.
Di sisi lain rumah Pak Lala, Ova dengan sabar memandu Andri mengetik selembar Curriculum Vitae sebagai bagian dari pembelajaran Ilmu Komputer. Meski hanya sendirian, Andri secara tekun menikmati dan larut dalam latihan mengetik.
Kegiatan hari ini pun ditutup Ova dengan refleksi dari keseluruhan kegiatan. Ova pun meminta warga belajar menceritakan hal-hal yang menarik di sekitar mereka pada pertemuan ke depan. Sebenarnya, hal itu terpicu dengan ramainya warga belajar membicarakan fenomena ’Congling’ (pocong keliling). Sebuah mitos yang kembali merebak.
Lega rasanya kami masih tetap dapat mendampingi warga belajar meski sempat merasa waswas dengan kondisi keuangan kami. Alhamdulillah, segalanya dapat berjalan lancar. Kelelahan saya jalan kaki dari rumah di Pasir Koja ke Ledeng tadi pagi, terobati melihat senyum kawan-kawan dan larut dalam candaan mereka. Hampir saja lupa, hari ini pun aku mendapat hiburan baru. Maryam salah seorang warga belajar, membawa serta anak lelaki mungilnya yang baru berusia 15 bulan. Hampir di sepanjang kegiatan, Leyvi nama anak itu, menebar senyum dan sedikit tangisan, sambil mengobrak-abrik segala benda yang ada di hadapannya. Meski begitu, sedikit pun Leyvi tidak mengganggu ibunya belajar. Benar-benar sebuah kenyataan yang menyenangkan sekaligus mengharukan. Wallahu a’lam..

Tidak ada komentar: