Sabtu, 20 Desember 2008

Rencana Besar Bersama HS-er Surabaya


Awalnya kami berencana langsung ke Ponorogo setelah Pacitan. Tapi ternyata setelah dikonfirmasi dengan Mas Zainul (Komandan Pusar di Ponorogo), warga belajar berkumpul tiap hari Selasa dan Jumat. Mengingat saat itu sudah Jumat malam dan besok adalah hari Sabtu (Siapa tahu Anda lupa hari seperti yang sering saya alami...) maka tampaknya tidak mungkin dan akan terlalu merepotkan jika kami memaksakan diri untuk datang ke Ponorogo. Jadi, usai berdiskusi dengan Dik Ova (yang sampai sekarang masih bingung mau memanggil saya Mbak atau Ibu... Padahal Dik juga boleh...lumayan awet muda), kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan ke Surabaya lebih dulu. Setelah keputusan diambil, saya langsung menghubungi Mbak Maria dari Klub Sinau dan P. Isha Anshori untuk memajukan janji bertemu menjadi hari Minggu dan Senin.

Saat keduanya dihubungi, ternyata waktu yang paling tepat adalah Minggu karena hari Senin P. Isha ke Jakarta. Tadinya terpikir untuk bertemu P. Isha Sabtu malam mengingat diperkirakan lama perjalanan Pacitan - Surabaya hanya 6 jam. Tapi oh tetapi ternyata perjalanan menghabiskan waktu 9 jam lebih! Sampai panas pantat dibuatnya! Akhirnya disepakati bertemu M. Maria Minggu pagi dan sorenya bertemu P. Isha. Sok sibuk banget ya kami ini...

Kami tiba di Surabaya, yang untungnya sedang hujan rintik-rintik jaid tidak terlalu panas, dalam kondisi kelelahan. Pinggang ibu tua ini sampai sakit!!! Kapok deh naik travel (maaf ya Pak Travel, bukan bermaksud mendiskreditkan usaha Bapak tapi emang bener lama dan lelah!) Sekedar tips bagi yang menempuh perjalanan Pacitan - Surabaya... Kalau terpaksa naik travel, pilih kursi di tengah dan pesan dua kursi sekaligus! Supaya lebih nyaman dan lapang. Jangan lupa juga untuk memastikan fasilitas mobil masih bagus. Jangan bayangkan travel itu senyaman travel Jakarta - Bandung. Benar-benar berbeza...!!! Cukup cerita travelnya.

Esoknya, kami langsung berangkat ke Sidoarjo untuk bertemu Mbak Maria, Mbak Wulan dan Mas Budi (yang ini suami Mbak Maria). Ketiganya penggerak aktif HS di Sidoarjo. Agak kecewa juga sih dengan pilihan tempat bertemu. Mereka memutuskan bertemu di McD...yaaaah... padahal lebih asyik jika berkumpul di Puja sera yang menyediakan aneka ragam makanan Jatim. Maklum, tiap saya pulang ke Surabaya itu sama dengan wisata kuliner... Kangen dengan semua makanan berbau petis!!!

Mbak Wulan yang baru melahirkan terlihat sangat langsing (Hmmmmm iri bow... Saya yang sudah 8 tahun lalu melahirkan, masih menderita sindrom kehamilan.. alias makan untuk berdua dan badan untuk berdua hehehe). Mbak Maria... Jangan ditanya, beliau ini memang cantik dan segar!!! Pantas Pak Budi dengan setia selalu mendampingi... Lucunya pertemuan ibu-ibu dan bapak-bapak HS-er ini (Disebut bapak-bapak karena meski belum berkeluarga Ova pasti sudah pantas disebut bapak, setidaknya punya gender yang sama gitu..) langsung mengeluarkan laptop mini masing-masing. Kecuali P. Budi yang tetap membawa Desktop (eh itu PC atau laptpop??? Bercanda lho Pak)... Jadi kami tampak seperti sekumpulan eksekutif muda or mahasiswa yang tengah berbagi tugas alias saling contek (sinergi kalau dalam bahasa kerennya hehehe).

Diskusi dimulai...

Ada tiga usuluan luar biasa yang diajukan teman-teman.
  1. Pembuatan Website untuk anak-anak HS. Saya langsung menyambut baik usulan ini. Bagaimana pun kita tetap harus mencarikan cara agar anak-anak ini bisa bertemu dengan anak-anak lain. Karena rata-rata mereka sudah terbiasa dengan teknologi, kenapa tidak hal tersebut dimanfaatkan. Disepakati nantinya website ini akan dikelola dan dinikmati oleh anak-anak. Jadi akan terbentuk jejaring anak HS-er di seluruh Indonesia bahkan dunia. Akan dicobakan dua bahasa yaitu bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia. Kita akan mencari bakat-bakat penulis di sini. Hmmmm... Tunggu saja karya nyatanya segera...
  2. Lomba Film Singkat. Awalnya timbul dari seringnya kita mendengar stigma tentang anak HS yang terlalu banyak waktu luang dan tidak melakukan apa-apa. Diharapkan hal ini bisa membuka mata hati masyarakat tentang apa sebenarnya yang terjadi dalam kehidupan anak-anak HS. Semoga setelah ini terbentuk, stigmatitsasi itu tidak lagi ada dan semua bisa memandang secara proporsional (ceileee keren kan?)
  3. Konferensi Anak Pendidikan Kesetaraan. Nah ini yang luar biasa menarik!! Sejalan dengan Kampanye Pendidikan Untuk Semua (Education For All) yang tiap tahun selalu diadakan KerLiP beserta seluruh dunia, akan sangat luar biasa bila anak-anak pendidikan kesetaraan ( tak hanya terbatas pada HS-er) bisa berkumpul dan menyuarakan pendapat mereka. Tema masih dicari tapi persiapan sudah dimulai. Hebat!

Pertemuan diakhiri dengan janji berdiskusi via YM (canggih ya ibu-ibu sekarang). Semasa di Surabaya saya sudah berbicara dengan beberapa pihak yang bersedia membantu pelaksanaannya. Salah satunya Pak Isha Anshori (beliau Dewan Pendidikan Surabaya) dan Vika Wisnu (teman yang sudah malang melintang di dunia media masa) juga Boyke (teman yang juga sudah terbiasa melakukan berbagai kegiatan mulai dari seminar sampai pameran).  Saya berharap teman-teman bisa merengkuh UNESA sebagai pencetak calon guru. Diharapkan kita bisa menyebarkan paham tentang Hak Anak dan pentingnya pendidikan berbasis Hak Anak sehingga nantinya mereka akan menjadi guru yang berkomitmen membentuk pendidikan ramah anak.

Berikutnya kami berangkat kembali ke Surabaya untuk janji bertemu dengan Pak Isha.

Karena yang ngetik sudah lelah...ceritanya dilanjutkan nanti ya...

Salam untuk keluarga,

Lovely KerLiP

Tidak ada komentar: