Jumat, 19 Desember 2008

Perjalanan Perkumpulan KerLiP

Keluarga Indonesia,

Tanpa terasa sembilan tahun sudah KerLiP melakukan perjalanan di dunia pendidikan.
Tahun 1998-1999 mulai dengan obrolan keluarga muda dari berbagai sekolah berprogram khas di Bandung Raya. mendorong kreativitas anak di balaikota Bandung, ikut bird watching di taman Ganesha, obrolan terfokus di rumah keluarga Ir.H. Edi Sudrajat, membantu penyusunan LKS Terpadu susunan guru-guru MI Asih Putera sampai diterbitkan PT. Kiblat Buku Utama, diskusi terfokus setiap akhir pekan untuk merintis sekolah alternatif berbasis keluarga dan masyarakat.
Tahun 2000-2003 merintis penelitian, penerapan, dan pengembangan konsep Pendidikan Anak Merdeka dengan mendirikan SD Hikmah Teladan di Cimindi. Awalnya bersama sembilan Tim Mutafannin kemudian dialihkan ke Tim Litbang KerLiP bersama M.H. Aripin Ali. Beberapa upaya untuk kembali membangun gerakan sosial kritis berbasis keluarga melalui pertemuan komite sekolah pun dirintis seiring dengan tumbuhnya SD Hikmah Teladan. Manajemen SD Tunas Harapan ikut menggiatkan sekolah inklusi yang dirintis KerLiP dengan konsep pendidikan untuk semua. konsep inilah yang menghantarkan KerLiP ke gerakan advokasi hak atas pendidikan untuk semua.

Tahun 2003-2005 Awalnya pengawas KerLiP, Herry Sugiharto mengikuti dialog komunitas pendidikan yang diselenggarakan Oxfam GB di Yogyakarta. Prinsip Pendidikan Untuk Semua yang digagas KerLiP untuk model sekolah inklusi di SD Hikmah Teladan kemudian disosialisasikan dengan nama sekolah akhir pekan. SD Hikmah teladan dan SD Mutiara Bunda menjadi model sekolah akhir pekan yang diresmikan wagub Jabar pada tanggal 6 April 2003. Sejak saat itulah KerLiP mulai mendorong pemerintah dan pemerintah daerah untuk menyediakan anggaran yang memadai agar target EFA yang disepakati di Dakkar bisa dituntaskan pada tahun 2015. Tim Litbang KerLiP terus melakukan pengembangan model pemenuhan hak anak atas pendidikan di berbagai komunitas sambil mendorong gerakan advokasi yang lebih luas. Kampanye Education for All sejalan dengan prakarsa GCE ini kemudian menghantarkan KerLiP ke jaringan pendidikan yang lebih luas. Oktober 2004 KerLiP difasilitasi Oxfam GB mengikuti workshop kampanye EFA di Bangkok. Disana bertemu dengan cikal bakal enet for justice Indonesia. Sampai saat ini KerLiP rutin melakukan kampanye EFA bersama jaringan pendidikan untuk keadilan di seluruh Indonesia bahkan dunia. Kegiatan ini memperkuat hubungan khas KerLiP dengan Dinas Pendidikan Kota Bandung, KPKB, dan Depdiknas. Gerakan Amal Pendidikan Untuk rakyat (GAPURA) awalnya dipersembahkan untuk memastikan 12.300 anak yang ditemukan putus sekolah di kota Bandung pada tahun 2004 kembali bisa belajar. SMP terbuka menjadi pilihan GAPURA yang kemudian menjadi yayasan dibawah pimpinan Sony Sugema. Saat ini sudah lengkap 3 angkatan dengan 350 anak per angkatan. Gerakan perluasan akses ini juga makin meluas seiring dengan berdirinya Koalisi Pendidikan Kota Bandung dimana KerLiP aktif menjadi salah satu penggiatnya. KerLiP mulai aktif di pendidikan kebencanaan setelah rakyat Aceh menjadi korban Tsunami. Ada 1769 anak yatim/piatu/yatim piatu yang masuk dalam gerakan ibu asuh anak korban bencana (GIAT peduli EFA). Kegiatan ini juga dilakukan untuk membantu 615 anak dari keluarga tidak mampu di Jawa Barat. Sampai akhir tahun 2005 KerLiP mengumpulkan bantuan beasiswa bagi anak-anak tersebut melalui gerakan ibu asuh anak telantar. Kegiatan tersebut dilaksanakan sambil tetap mendorong pemerintah dan pemerintah daerah menyediakan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20% untuk pendidikan. Berbagai jaringan pendidikan diikuti untuk meningkatkan partisipasi keluarga dalam memperbaiki pendidikan di Indonesia. Amanat konstitusi NKRI yang menjadi jaminan hak atas pendidikan dasar berkualitas bebas pungutan menjadi landasan gerakan KerLiP sejak tahun 2005.

2005-2009 kepindahan Yanti Sriyulianti ke Jakarta pada tahun 2005 menjadi awal gerakan KerLiP yang lebih luas. Mulai dengan memperkuat FGII setelah bertemu di koalisi pendidikan, membangun gerakan advokasi korban Ujian Nasional 2006, merintis Education Forum sampai mendorong model komunitas belajar mandiri berbasis keluarga dan masyarakat melalui Ditjen PNFI. Advokasi korban Ujian Nasional menempatkan isu pendidikan menjadi bagian dari keseharian keluarga. Awal tahun 2007 ditandai dengan rintisan model homeschooling KerLiP yang disosialisasikan melalui seminar homeschooling pada tanggal 22 April 2007. Ini menandai masuknya LovelyKerLiP yang kemudian menjadi Direktur KerLiP pada tahun 2008. Aktivasi forum OK! sebagai basis gerakan KerLiP mulai meluas. Awalnya dibuka di Wisma Kodel Lt.11, pindah ke MP Book Point diperluas ke Rumah Belajar Mizan di Cinambo Bandung, EEP Dago, Cimanggu Bogor, Vila Nusa Indah V Bogor, dan Depok.
...dilanjutkan nanti ya

Tidak ada komentar: