Jumat, 22 Agustus 2008

teka-teki

Rasa kantuk belum juga sirna ketika pembelajaran hari ini dimulai.
Anak-anak sedang asyik main tebak-tebakan.
"Selamat pagi anak-anak. Maukah kalian meneruskan permainan dengan membuat teka-teki?" tanyaku membuka dialog dengan anak-anak kelas VII.
"Apakah kalian pernah mengisi teka-teki?" Tanyaku lagi.
"TTS ya, Bu!" seru Haikal
Anak-anak mengangguk setuju untuk menyusun teka-teki secara berkelompok dan perorangan. Ada yang mengusulkan penggunaan antonim, sinonim, nama lain, definisi, dan sebagainya.
Sengaja kupilih bangku paling belakang untuk menemani anakku bermain kata di laptop. Satu per satu menghampiriku untuk konfirmasi bentuk teka-teki yang dibuatnya. Beberapa anak terlihat menuliskan teka-teki masing-masing di papan tulis. Anak-anak mulai asyik bertukar kata sementara yang lainnya bergegas mencari buku-buku cerita untuk mencari kata-kata. Pabrik kata-kata pun mengalir dari alat tulis mereka. Ternyata tidak perlu ke Joger Bali ya untuk menemukan kata-kata.

Ada tiga bentuk teka-teki yang dibuat anak-anak. Masing-masing menunjukkan kehebatan mereka menyusun pertanyaan dari jawaban yang sudah ditulis pada rangkaian kotak untuk teka-teki mereka. Anak-anak sepakat untuk membuat buku teka-teki karya kelas hari Rabu yang akan datang.

Buku-buku cerita yang diambil anak-anak kelas VIII dari perpustakaan kubagikan untuk setiap bangku di kelas VII. Mereka masih lupa membawa perlengkapan untuk pembuatan majalah dinding. Ada beberapa anak yang membawa, tapi kesepakatannya, mading tersebut dibuat dengan kontribusi setiap anak. Akhirnya mereka asyik membaca buku-buku cerita tersebut. Faris jadi anak pertama yang kupanggil untuk membaca 1 menit dan menghitung kata-kata yang dibacanya serta menyebutkan kata yang diingat selama membaca. Jumlah kata yang relatif lebih kecil dari teman-temannya mendorong Faris untuk membaca ulang buku lainnya. Dan ternyata kecepatan membacanya bertambah. Rata-rata kecepatan membaca anak-anak kelas VII 101-162 kata per menit. Kata-kata yang mereka ingat 2-9 kata. Belum ada satupun yang memahami bacaan masing-masing. Mereka sepakat untuk membawa buku cerita masing-masing dan menceritakan kembali secara tertulis dalam 3 paragraf. Semoga mereka tidak lupa lagi ya

Tidak ada komentar: