Senin, 18 Agustus 2008

Pekerjaan

Satu per satu anak-anak datang membawa buku tulis mereka.
Mila unjuk tulis terbarunya. Dia sudah bisa menulis nama-nama dari huruf A.
Rina dan Irma lupa mengerjakan CACT puasa dan berjanji untuk menyelesaikannya Kamis nanti. Selesai berdoa bersama-sama, review pembelajaran sebelumnya pun dilakukan.
Satu per satu menyebutkan kembali definisi kepala keluarga. "Bu, Irma mau bekerja setelah besar nanti," seru Rina. "Iya Bu, saya mau bekerja di PD menjadi penjaga toko yang menjual baju," seru Irma menyusul. "Rina mau bekerja juga? tanyaku. "Aku mau seperti Irma, bekerja di toko baju," jawab Rina. "Kalau aku mau jadi raja," kata Mila. "Aku juga mau seperti Mila," kata Desi. Keempat anak tersebut ingin segera bekerja dan membantu menfkahi keluarga masing-masing. Mereka siap menjadi kepala keluarga seperti yang mereka definisikan sebelumnya. Ah, anak-anak...

Pekerjaan dan pekerja anak menjadi topik diskusi hari ini. Anak-anak memisahkan jenis pekerjaan berdasarkan ada tidaknya bos dan kebutuhan surat lamaran.
Pekerjaan-pekerjaan yang disebutkan ada bosnya pasti memerlukan surat lamaran : penjaga toko, menjadi anak buah penjual kantong dan emas serta pembuat dan penjual kulit lumpia. Sedangkan pekerjaan yang dilaksanakan secara mandiri dengan sarana milik sendiri tidak memerlukan surat lamaran contohnya adalah tukang ojek engan sarana motor dan bensin, pembuat dan penjual emping memerlukan martil, batu, tampah, penggorengan, dan pasir serta tukang parkir yang memerlukan peluit untuk bekerja.

Anak-anak cukup antusias belajar dari keseharian mereka. Mudah-mudahan bisa mengembalikan indahnya dunia belajar bagi mereka ya

Tidak ada komentar: