Sabtu, 07 April 2012

perkembangan penerapan sekolah aman

Sebagai catatan, kemarin saya diantar Dede ke Kecamatan Pacet, sengaja sambil lihat SD-SD sepanjang perjalanan dan sampailah di Arjasari Kabupaten Bandung.

Alhamdulillah menemukan praktek baik yg sedang dikerjakan dan hampir tuntas oleh mandor yg sudah tua dengan 13 tukang di SDN Pinggir Sari penerima dana rehabilitasi ruang kelas rusak berat sebesar Rp 226 juta.

Kabarnya selain mereka, SDN Otista, SDN Ciburuy, SDN Arjasari III juga menerima dana rehabilitasi dari APBN.

Saya sedang menggalang dukungan dari berbagai pihak untuk membantu pembuatan film dokumenter mengenai penerapan sekolah aman dari gempa disana oleh relawan movie maker yang bergabung di KerLiP Production.

Rencananya film penerapan sekolah aman dari gempa tersebut akan ditayangkan perdana dalam peluncuran perka BNPB mengenai pedoman penerapan sekolah/madrasah aman dari bencana di gedung Kemdikbud.

Kami juga dibantu tim IT dari PT TMI sedang menggalang dukungan untuk develop PIN GERA SHIAGA (Pusat informasi nasional gerakan sekolah/madrasah aman terintegrasi dg sekolah sehat, hijau, inklusi dan ramah anak dg dukungan keluarga) dalam upaya PRB terintegrasi dg model-model pendidikan ramah anak yang sudah berkembang di Indonesia.

Pusat Data statistik Pendidikan kemdikbud yg menyiapkan data sekolah/madrasah berbasis GIS melalui education WB menyatakan siap bergabung. Menurut Ibu Ida kasuibdit sarpras madrasah, dalam rapat di kantor wapres terkait e-mon yg disiapkan Telkom juga akan disinergikan dg pedoman penerapan sekolah/madrasah aman dari bencana.

Alhamdulillah perkembangan kampanye dan penerapan sekolah/madrasah aman dari bencana menggembirakan. Bahkan dalam juknis rehab dan rkb madrasah yg kami siapkan bersama relawan Doktor Sipil dari Universitas Bakrie dinyatakan langsung merujuk pada Pedoman tersebut.

Kantor khusus utk forum kordinasi nasional sekolah aman disiapkan bersama wamendik di Gedung C lantai 19.

GFDRR juga sedang menyiapkan dukungan bagi Seknas Sekolah Aman untuk melakukan pemodelan penerapan sekolah aman di pedesaan dan perkotaan dengan melibatkan Sekolah Penyangga dr 17 SMK yg menerima bansos setditjendikmen 2011.
Setditjendikdas pun sudah melakukan bimtek bagi pengawas rehab SD dari 176 SMK dari 28 provinsi tanggal 19-26 Maret 2012. Sahabat KerLiP yang menyebut diri gerakan mahasiswa bersatu sosialisasikan GERA SHIAGA dalam event tersebut.

Pemutakhiran dalam bentuk narasi kami simpan di www.rumahkerlip.blogspot.com.

Senin pagi saya sendiri sebagai ketua seknas sekolah aman diminta fasilitasi penerapan sekolah aman dalam pendidikan khusus dan layanan khusus di daerah terpencil, perbatasan, tertinggal oleh kasie program dan evaluasi Dit PK/LK dikmen, yang akan diikuti oleh BNPP, kemnakertrans, TNI, kemsos, dst.
Zamzam yg mewakili kerlip di kantor wamendik.


GERA SHIAGA YUK!

Tidak ada komentar: