Senin, 14 Maret 2011

Pemberitaan yang menegarkan_dari Milis bencana

Kawan-kawan Yb,

Melihat liputan NHK Jepang, gambar-gambar yang disajikan begitu tragis, sudut pengambilan gambar terlihat memang benar-benar sudah disiapkan, bahkan dari atas helikopter, NHK berhasil mengambil gambar jalannya air laut masuk ke daratan. Tidak hanya itu NHK juga berhasil menyajikan proses yang dramatis tetapi tidak cengeng. saya membayangkan, berita yang tersaji merupakan dokumentasi berharga yang mungkin dimasa depan akan sangat berguna.

NHK berhasil menyuguhkan berita yang benar-benar apik dan menampilkan berita yang mampu membangkitkan semangat orang Jepang, tidak ada tangisan yang menyayat, tidak ada jerit tangis, tidak ada pembawa acara atau reporter yang mengabarkan 'seolah-olah" dalam situasi yang gawat.

Media di Jepang juga berhasil menyuguhkan gambar begitu tegarnya anak-anak di Jepang, anak-anak tidak terlihat menangis ketika mereka di evakuasi truk-truk yang sudah disiapkan.

Jauh berbeda ketika liputan media di Indonesia mengambil angle pada saat bencana, contoh konkrit ketika seorang reporter sebuah media TV melaporkan langsung tentang bencana Merapi, dia melaporkan seolah-olah situasi begitu gawat. Bahkan dengan "teganya" mewawancarai korban yang wajahnya meringis kesakitan, yang tengah berada di sebuah rumah sakit.

Sementara di Jepang, wawancara dilakukan dengan menyuguhkan orang-orang yang memberikan semangat, tegar, dan masih dalam kondisi baik-baik.

kemudian, walaupun si pembawa acara rambutnya kusut tetap dengan wajah yang begitu tegar menyampaikan informasi terkini tentang situasi di Jepang. Tidak ada nada kekuatiran, tidak ada seolah-olah situasi gawat, yang ada tenang dan tidak provokatif.

Itu salah satu pelajaran berharga dari bencana tsunami Jepang

Salam
Rini_Perkumpulan Skala_Planas PRB

Tidak ada komentar: