Kamis, 16 Juli 2009

5. KESIMPULAN

Dalam situasi kondisi kerja guru yang buruk dan agensi guru yang lemah karena terlalu terkooptasi oleh negara, kelompok orang tua kelas menengah dapat memberi kontribusi yang siginifikan bagi reformasi pendidikan. Hal ini mungkin karena kelompok ini dapat mendorong terbentuknya ruang publik dalam arena pendidikan. Apa yang sudah dilakukan KerLipPmelalui strategi wacananya telah memperlihatkan kemungkinan yang positif bagi terbentuknya ruang publik itu. Jika di masa yang akan datang dapat dibangun ruang publik yang lebih luas yang melibatkan kerjasama yang lebih baik dengan serikat dan organisasi guru, maka transformasi ruang publik ke tahap yang lebih politis, yakni apa yang disebut Habermas sebagai political public sphere, akan lebih mungkin terjadi. Namun, sebelum tahap itu berlangsung, serikat dan organisasi guru harus memperkuat agensinya lebih dulu sehingga guru dapat membangun kembali perannya sebagai intelektual transformatif. Tentu saja hal ini tidak mudah karena serikat dan organisasi guru harus sembari pula mengupayakan peningkatan pendapatan dan perbaikan kondisi kerja guru secara menyeluruh. Sambil proses tersebut terus berlangsung, upaya pembentukan ruang publik pada tahap permulaan, sebagai literary public shere, perlu tetap diperkuat sehingga berbagai strategi wacana bisa dibangun. Studi ini telah memperlihatkan bahwa KerLiP dan sekolah rumahnya sudah mengupayakan hal itu, dalam segala keterbatasannya, dengan menawarkan strategi wacana “anak merdeka” dan “keluarga peduli”.

---

Daftar Acuan
Apple, Michael W. 2001. Educating the “Right” Way: Markets, Standards, God, and Inequality. New York: RoutledgeFalmer.
Arai, A. Bruce. 1999. “Homeschooling and Redifinition of Citizenship.” Education Policy Analysis Archives. Volume 7 Number 27, September.
Budianta, Melani. 2003. Multiculturalism: In Search of A Framework for Managing Diversity in Indonesia. Makalah dalam Regional Workshop “Multicultural Education: Sharing Experiences”, 17-19 Juni 2003. Depok: Universitas Indonesia.
Joesoef, Daoed. 2007. “Sekolah Rumah?”. Kompas. 9 Juni.
Dhakidae, Daniel. 2003. Cendekiawan dan Kekuasaan dalam Negara Orde Baru. Jakarta: Gramedia.
FGII. 2008. “Pernyataan Sikap Federasi Guru Independen Indonesia tentang Perlindungan Guru”. Jakarta: FGII.
Giroux, Henry A. 1983. Theory and Resistance in Education: A Pedagogy for the Opposition. Massachusetts: Bergin & Garvey.
________. 1988. Teachers As Intellectuals: Toward A Critical Pedagogy of Learning. New York: Bergin & Garvey.
Habermas, Jurgen. 1974. “The Public Sphere: An Encyclopedia Article (1964).” New German Critique 3:49-55.
KerLip. 2007. Kajian Pengembangan Model Bahan Ajar Komunitas Sekolah Rumah.
Koalisi Pendidikan. 2005. Position Paper Koalisi Pendidikan tentang Draft RUU Guru dan Dosen Keluaran 24 November 2005. Jakarta: Koalisi Pendidikan.
LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia). 2001. Kebijakan Kebudayaan Pada Masa Orde Baru. Jakarta: LIPI.
Outhwaite, William. 1994. Habermas, A Critical Introduction. Standford: Standford University Press.
Peters, Michael, Marshall, James, and Fitzsimons, Patrick. 2000. Managerialism and Educational Policy in a Global Context: Foucault, Neoliberalism, and the Doctrine of Self-Management. Dalam Burbules, Nicholas C. dan Torres, Carlos Alberto (Ed.). Globalization and Education: Critical Perspectives. New York: Routledge.
Shiraishi, Saya Sasaki. 2001. Pahlawan-pahlawan Belia: Keluarga Indonesia dalam Politik. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia.
Sleeter, Christine E. 2005. Un-Standardizing Curriculum: Multicultural Teaching in the Standards-Based Classroom. New York: Teachers College Press.
Smyth, John, dan Shacklock, Geoffrey. 1998. Re-Making Teaching: Ideology, Policy, and Practice. London: Routledge.
Smyth, John, dkk. 2000. Teacher’s Work in a Globalizing Economy. London: Falmer Press.
Sriyulianti, Yanti. 2008. Penduan Pengembangan Kurikulum Anak Merdeka (Komunitas Homeschooling KerLiP). Bandung: Penelitian dan Pengembangan Perkumpulan Keluarga Peduli Pendidikan.
Sufehmi, Harry. 2008. “Homeschooling Dikecam oleh Daoed Joesoef”. harry.sufehmi.com. Diakses tanggal 21 Agustus 2008.
Tilaar, H.A.R. 2006. Standarisasi Pendidikan Nasional: Suatu Tinjauan Kritis. Jakarta: Rineka Cipta.
Wisudo, P. Bambang. 2005a. “Gerakan Orangtua Murid Menembus Sekolah”. Kompas. 11 Oktober.
_______. 2005b. “Anak-anak Merdeka di SD Hikmah Teladan”. Kompas. 12 Oktober.
_______. 2005c. “Guru-guru yang Tak Berhenti Belajar”. Kompas. 13 Oktober.
_______. 2005d. “Pemberontakan Aripin Memperbarui Sekolah”. Kompas. 17 Oktober.
_______. 2006. “Suara Mereka Tak Didengar oleh Wakil Rakyat”. Kompas. 4 Mei.
_______. 2007. Membangun Budaya Serikat Pekerja di Perusahaan Pers. Dalam Stanley, dkk. Menggugat Amanat Hati Nurani Rakyat. Jakarta: Komite Anti Pemberangusan Serikat Pekerja.

Tidak ada komentar: