Selasa, 19 Mei 2009

Sekepicung, 15 Mei 2009

Oleh Izoel KerLiP

Bangga dan terharu adalah perasaan yang saya rasakan dalam pendampingan di daerah Cibacang, Sekepicung, Kabupaten Bandung kali ini. Setidaknya dua perasaan itulah yang muncul ketika saya mendengarkan Ema, Agus, Sam, Aisyah, Elis, Nurjanah, Nurhayati, Ulfa menyampaikan cita-cita mereka setahun ke depan. Cita-cita ini mereka rumuskan dalam target setahun ke depan disertai langkah-langkah yang akan mereka ambil untuk mencapai target tersebut.

Memang dalam beberapa pertemuan pendampingan terakhir ini, secara bergantian saya, Ova dan Zamzam memandu warga belajar kearah proses pembelajaran mandiri. Warga belajar dibimbing untuk menentukan target setahun ke depan, merumuskan kebutuhan belajar dan langkah-langkah yang akan mereka ambil secara mandiri. Proses ini sebenarnya sempat membuat kaget para warga belajar, tetapi lambat-laun sebagian di antara mereka mulai mengambil inisiatif untuk menata proses belajar mereka masing-masing. Hal ini dibuktikan dengan beberapa orang warga belajar yang mulai belajar berdasar minat atau bakat mereka dan ditunjukkan dengan beberapa hasil karya mereka seperti, kaligrafi, lukisan, komik dan puisi.

Hari ini, menyambung beberapa pertemuan sebelumnya terkait dengan target satu tahun ke depan, Zamzam memandu warga belajar untuk menuliskan pengalaman-pengalaman terbaik mereka. Dalam pengalaman terbaik itu, warga belajar diminta untuk mengungkapkan perasaan dan hal-hal apa saja yang muncul saat menjalani pengalaman tersebut.

Ternyata, di antara warga belajar ada yang pernah menorehkan prestasi menjadi juara ke-2 kejuaran Golf tingkat junior se-Jawa Barat. Ema (20 tahun) yang kini bekerja sebagai caddy golf ini pernah meraih prsetasi ini ketika ia berumur sekira 15 tahun. Ema banyak belajar olah raga golf dari kakaknya yang sekarang menjadi pelatih golf. Ema yang hanya tamatan SLTP ini berkeinginan untuk menorehkan kembali prestasi di masa-masa yang akan datang.

Mungkin beberapa warga lain belum mempunyai prestasi setingkat Ema, tetapi menarik untuk kita acungi jempol cita-cita dan keinginan mereka untuk menjadi orang-orang yang berhasil. Elis yang mempunyai minat dalam penulisan puisi dan cerpen, senantiasa menunjukkan antusiasmenya dalam penulisan karya sastra. Hal ini ia tunjukkan dengan beberapa karya puisi dan cerpen yang telah ia tulis. Namun karena belum ada kesempatan, hasil-hasil karyanya ini belum bisa dipublikasikan. Sehingga, ia bertekad untuk terus menulis dan mencoba mengirimkannya ke media dan penerbitan.

Sementara warga belajar yang lain menunjukkan minat di bidang-bidang yang lain. Misalnya Aisyah yang mempunyai ketertarikan dalam seni lukis. Sejauh ini, Aisyah menyalurkan bakat melukisnya ini dengan mengajarkannya kepada murid-muridnya di sebuah TPA di daerah Ciburial.

Selanjutnya, secara bergantian masing-masing warga belajar menyampaikan pengalaman-pengalaman terbaik mereka dipandu saya dan Zamzam. Di akhir kegiatan, Zamzam memberikan refleksi dari kegiatan pendampingan hari ini. Menurutnya, perasaan-perasaan positif yang muncul ketika kita merasakan suatu pengalaman terbaik harus selalu dihidupkan pada saat kita menjalani proses pencapaian cita-cita. Dan kegiatan pun saya tutup dengan doa dan salam penutup.

Tidak ada komentar: