Kamis, 06 November 2008

KOPDAR milis Sekolahrumah

Laporan Pandangan Mata
KOPI DARAT MILIS SEKOLAHRUMAH, Jakarta 3 November 2008 – MP Book Point, Cipete


Acara dimulai molor 30 menit dari skedul, pas 9.30 pagi dengan udara cerah mengarah gerah di selasar terbuka MP Book Point. Dibuka dengan sekedar sambutan dari tuan rumah Mbak Ria, perwakilan MP Book Point. Ortu anggota milis duduk santai mendengarkan, sebagian anak berkeliaran di rak-rak buku berjejal Mizan dan sebagian tak tahan mulai mencebur di kolam renang.

Dengan kesepakatan awal bahwa ini pertemuan darat untuk diskusi dan curhat terbuka sesama pelaku HS, maka tidak ada narasumber atau pemapar khusus ataupun tema spesifik ala seminar. Jadi diskusi kemudian dipecah dalam 2 sesi terpisah. Para orangtua berdiskusi dalam ruang lesehan, dingin ber -AC dengan dipandu Lovely Kerlip. Sementara anak melakukan diskusi terpisah model belajar yang mereka inginkan – dilakukan dengan metode CACT ala Kerlip dengan dipandu Mutia Kerlip.

Sesi Curhat Orangtua
Agak susah menyimpulkan arah diskusi ortu, karena skema curhat terbuka menyebabkan topik bahasan bergulir bebas dengan saling tanggap antar pelaku. Peserta juga melebar seperti pak Ivan yang baru menanyakan bagaimana melakukan HS untuk putranya yang masih dalam kandungan…bu Devi yang memaparkan HS untuk putranya yang berkebutuhan khusus, pak Iwan menjelaskan kenapa beliau terpaksa ber-HS karena kondisi internal keluarga, sampai pak Ghonin/pak Mufid/Bu Candra yang meragukan apakah anaknya benar-benar melakukan pembelajaran dalam HS…nah, termasuk di dalamnya Bu Haniar yang melakukan penelitian tentang perilaku HS di Jakarta untuk thesis. Jadilah diskusi lengkap – berputar cepat selama lebih kurang 2 jam sampai 12 siang.

Lebih kurang poin-poin diskusi yang penting untuk dibagikan:
· Bagaimana mulai melakukan HS dan persiapan apa saja yang harus dilakukan oleh ortu?
· Dukungan infrastruktur apa saja yang diperlukan dalam melakukan HS?
· Bagaimana model-model HS, peran komunitas dan aspek legal untuk pelaku HS?
· Bagaimana menentukan kemajuan anak dalam HS? Perlukah dibandingkan dengan pelaku formal?
· Apakah anakku benar-benar belajar? Mengapa terlihat santai dan main terus. Perlukah diberikan tekanan disiplin atau kontrol yang ketat dalam proses belajar anak?

Bila bisa disimpulkan, kebanyakan ortu merasa gamang, di satu sisi anaknya terlihat menikmati belajar ala HS tetapi di sisi lain ada keraguan tentang pencapaian belajar anak ala HS. Dalam sesi paralel, anak juga melakukan diskusi antar mereka tentang model belajar apa yang mereka inginkan dan dukungan ortu seperti apa yang mereka butuhkan dalam pembelajaran mereka.

Sesi Curhat Orangtua dan Anak
Sesi diskusi anak dipandu Mutia Kerlip, dimana anak dibagi dalam 2 grup putra-putri (rentang usia 10-18 tahun). Bahasan mereka spesifik, dengan paparan seperti berikut :
Anak-anak memutuskan untuk membagi kelompok berdasarkan gender. Jadi terbentuklah Kelompok pria dan Kelompok perempuan. Setelah melakukan diskusi dan pengumpulan informasi dengan memanfaatkan fasilitas buku dan internet yang ada di lokasi, anak-anak membuat kesimpulan sebagai berikut:
No.1: Ide-Ide Belajar Nyaman
· Tak ada peraturan yang tidak kita awasi pembuatannya;
· Orang Tua dimohon jangan memarahi bila kami main game, mendengarkan musik dan membaca komik karena saat kami main game sebenarnya kami belajar juga.
· Lebih banyak belajar diluar karena kami(anak – anak) juga bisa merasa bosan walaupun di dalam rumah terdapat banyak hal.
· Sediakan fasilitas yang tepat karena kami tidak bisa belajar bila fasilitas yang kami butuhkan tidak ada.
· Mendapat kebebasan belajar karena anak – anak harus mendapatkan kebebasan belajar agar hasil yang kami dapatkan lebih berguna dan banyak.
· Biarkan kami belajar sesuai hal yang kami minati karena pembelajaran yang dianjurkan orang tua bisa tidak tepat bagi kami.
· Lebih banyak belajar bersama agar kami bisa mendapatkan kemauan dan semangat belajar serta agar bisa bertemu lebih banyak teman.
· Biarkan kami istirahat dan jangan diberi atau dianjurkan jadwal yang padat karena kesehatan kami juga penting.
· Biarkan kami Mengevaluasi diri kami sendiri untuk pertama lalu setelah itu para orang tua bisa berkomentar atau menambahkan sesuatu.
· Berikan kami waktu untuk bersenang – senang agar kami bisa lebih bisa semangat belajar.
· Cobalah untuk mnegontrol kami agar kami tak kelewat sering bersenang-senang.
· Jika kita sedang tertarik pada sesuatu, usahakan untuk memfasilitasi ketertarikan itu dan tidak malah menghambat-hambatnya.
· Support kami agar kami bisa menggapai impian dan cita-cita.
· Sediakan Internet untuk proyek belajar kami.

Beberapa Pelajaran

Dari hasil diskusi luar biasa antara orangtua dan anak, dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut:
1. Anak-anak menyadari keterbatasan mereka dalam membagi waktu antara bersenang-senang dan belajar, untuk itu secara sadar mereka meminta untuk dibantu diberikan pengawasan dari orangtua.
2. Anak-anak meminta orangtua memberikan kepercayaan bahwa meski tampaknya bersenang-senang, mereka juga tengah belajar. Masalahnya perlu disepakati bentuk portofolio yang tepat sehingga orangtua juga bisa tenang karena tahu anak-anak memang mempelajari sesuatu.
3. Anak-anak memilih belajar sesuai minatnya karena itu lebih kontekstual bagi mereka.
4. Saat ditanya asal muasal kepercayaan diri dan kemampuan mereka yang luar biasa, anak-anak menjawab hal tersebut diperoleh karena mereka diakui kemerdekaannya dan diberikan kepercayaan.
5. Anak-anak dan orangtua sama-sama menyadari pentingnya saling menghormati sehingga anak-anak berjanji akan membuat jadwal dan jurnal yang baik sebagai portofolio dari pembelajaran mereka dan orangtua berjanji akan lebih memberikan dukungan moril berupa inspirasi dan dorongan motivasi.

Penawaran Tindak Lanjut
· Usulan dari Lovely Kerlip, menawarkan sesi diskusi milis Sekolah Rumah dijadikan kegiatan reguler bulanan. Tempat bisa tetap menggunakan MP Book Point atau lokasi lain yang disepakati anggota milis.
· Kesediaan komunitas HS lain untuk terlibat dalam diskusi semacam ini. Kebanyakan peserta yang datang adalah pelaku tunggal dengan permasalahan yang cenderung spesifik, dan pelaku komunitas yang hadir cuma dari Kelompok Kerlip. Harapannya diskusi bisa lebih kaya dimensi bila komunitas lain bisa hadir.

Akhiran
Acara dihadiri oleh 34 dewasa dan 23 anak berbagai usia, mulai balita sampai remaja 18 tahun dan ditutup menjelang Ashar, jam 2.30. Terimakasih untuk antuasiasme hebat baik dari orangtua dan anak terlibat. Semoga memberi manfaat buat semua yang hadir.
Menyadari keterbatasan pewarta dalam memaparkan ringkasan Kopdar, maka kami mengundang pastisipasi teman-teman untuk memberikan tambahan masukan.
Untuk hasil diskusi kelompok perempuan akan kami susulkan, karena kebetulan fail tersebut belum pewarta dapatkan.
Terima kasih, sampai bertemu di Kopdar berikutnya.


Jakarta, 3 November 2008
Pemandu kabar,
Lovely Kerlip & Mutia Kerlip
http://www.rumahkerlip.com/

2 komentar:

devie triadi mengatakan...

kemarin di akhir acara ada seorang bapak yg melontarkan sebuah ide yg sangat menarik. pada pertemuan-pertemuan selanjutnya, bagaimana jika dihadirka semacam guest star seperti artis atau selebritis lainnya?..bagus sekali idenya. masih dengan ide yg senada, bagaimana kalau guest star nya itu tidak harus celebrity, tapi bisa siapa saja. mungkin penulis, pianist, dokter gigi, bankir, pengusaha tempe-tahu, nelayan, petani atau lainnya. mungkin uraian mereka dapat menjadi inspirasi dan menambah wawasan anak-anak dan kita semua...btw, bravo untuk para penyelenggara acara kemarin :) semoga tidak kapok, hehehe..

Komunitas Homeschooling KerLiP mengatakan...

Asyik...
Kita akan tindak lanjuti.
Plus kami melihat luar biasa jika Forum OK di MP itu kita fokuskan pada dialog antara anak dan orangtua.
Setuju?
Lovely KerLiP