Jumat, 08 Agustus 2008

Menuju Sekolah ramah Anak 2

Nama saya Astrid Okvi di kelas VIII ini saya sudah belajar atau mendengar tentang pelajaran Bahasa Indonesia dengan berjudul Bangga Berbahasa Indonesia lalu guru Bahasa Indonesia mengajarkan tentang percakapan, tanya jawab, wawancara, menulis, mendngar, membaca, mengarang kata dan memeperhatikan dan menjelaskan isis-isi Nama saya Astrid Okvi di kelas VIII ini saya sudah belajar atau mendengar tentang pelajaran Bahasa Indonesia dengan berjudul Bangga Berbahasa Indonesia lalu guru Bahasa Indonesia mengajarkan tentang percakapan, tanya jawab, wawancara, menulis, mendngar, membaca, mengarang kata dan memeperhatikan dan menjelaskan isis-isi pantun, cerpen dan tata bahasa. Lalu mengajarkan memperkenalkan diri dengan cara asyik cari tahu pantun, cerpen dan tata bahasan dengan cara pilihanku

Kalimat pembuka ini, ditulis oleh peserta didikku di SMP Bhakti Nusantara. Hari ini, tanggal 8 Agustus 2008 pk.08.20-09.40 adalah hari pertamaku masuk ke kelas VIII. Ketika aku memasuki ruangan, sudah ada Ibu Wiwi, guru IPA yang siap menggantikaknku karena ijin membaca Al Qur’an pada pernikahan seorang kawan di seberang rel depan sekolah kami.

Sebenarnya aku ingin sekali mengajak Zakky dan Icha kembali mengikuti praktek kelas seperti Senin lalu. Namun karena harus mampir di pernikahan dan sepulang sekolah mengikuti pertemuan FGII dengan Sekretaris Public Service International dari Jepang, niat ini tidak jadi dilaksanakan.

Kegemaranku mencoba hal baru, menjadi alasan kuat untuk menemani anak-anak belajar bangga berbahasa Indonesia. Kucoba untuk mempraktekkan Cara Asyik Cari Tahu di kelas setelah menuliskan kajian bahan ajar tersebut untuk komunitas homeschooling KerLiP serta mempraktekkannya langsung untuk setiap topik yang diminati anak-anak Komunitas Rumah KerLiP Kampung Jawa dan Zakky.

Senin lalu ketika masuk ke kelas IX aku masih melihat kecenderungan beberapa buku pelajaran bahasa Indonesia yang ku download dari www.bse.depdiknas.go.id. Sebelumnya dari rumah kubawa beberapa lembar kertas bekas, buku Laskar Pelangi dan Laptop. Dimulai dengan permainan kertas yang diperkenalkan Apa Utomo Dananjaya dan kusederhanakan untuk menemani anak menemukan sendiri bahwa praktek langsung jauh lebih jelas hasilnya dan dapat dinilai bersama-sama kebenarannya dibanding sekedar melihat. Media yang digunakan masih kertas yang sama ketika anak-anak kuminta untuk menyimak Bab I dari novel Laskar pelangi yang dibacakan salah satu peserta didikku yang secara sukarela maju ke depan. Nampaknya beberapa anak belum antusias menyimak temannya sampai akhirnya atas permintaan mereka kemudian dibacakan ulang oleh anak lainnya yang bersuara lebih lantang.

Ada 6 tugas yang kudiktekan kepada mereka seperti yang tercantum dalam salah satu buku pelajaran ketika memperkenalkan cerpen sebagai materi ajar bahasa Indonesia. Tugas anak-anak belum rampung ketika bel sudah berbunyi. Kututup sesi pertama dengan anak-anak kelas IX dengan evaluasi bersama. Anak-anak menyatakan bahwa hari itu mereka belajar beberapa hal sebagai berikut:
1. Cara memperkenalkan teman di sebelah kanan
2. Cara mengucapkan terima kasih kepada setiap orang yang berkenan menerima tugas secara sukarela
3. Cara me minta ijin untuk membacakan jawaban yang ditulis teman masing-masing
4. Setiap anak mengetahui hak mengijinkan atau melarang temannya membacakan jawaban milik mereka
5. Jika ada anak yang menyebutkan kata yang tidak pantas segera meminta maaf kepada teman yang dikatai.
6. Hanya melihat saja tidak cukup untuk membuktikan pekerjaan tersebut sudah dikerjakan dengan baik atau tidak
7. Memotong kertas dengan tangan adalah contoh praktek langsung mempelajari sesuatu yang secara jelas dapat dinilai langsung oleh semua pihak
8. Mempelajari tema, alur, tokoh, karakter, dan lainnya lebih asyik dengan praktek langsung setelah menyimak penggalan novel yang dibacakan temannya

Hari Jum’at ini, giliranku masuk ke kelas VIII dan VII. Kali ini aku tidak membuka buku pelajaran tapi langsung bergerak dari Topik Bangga Berbahasa Indonesia. Sperti yang ditulis Astrid, notuln hari ini di kelas VIII. Sebelum masuk ke materi CACT hari ini, pada pembukaan kumulai dengan perkenalan.

1. Teman-teman diminta berhitung 1, 2, 3
2. Adi diminta menjadi presenter karena tidak ada teman berhitung. Lalu Ibu guru memperkenalkan diri sebelum memperkenalkan Adi dan menanyakan tentang presenter idola masing-masing kepada teman-teman
3. Adi malu dan menunjuk Budi untuk menjadi temannya, lalu Budi menunjuk Amin. Adi masih malu juga
4. Amin menunjuk Akbar sebagai teman dekat Budi
5. Karena Adi dan teman-teman masih malu juga yang terakhir mereka menunjuk Ziqri
6. Akhirnya tak ada seorangpun yang mau memperkelakan diri sendiri
7. Mereka ditanyakan sudah berapa lama belajar Bahasa Indonesia? Apa saja yang sudah dipelajari?
Lalu mereka mengisi Aku Tahu di bawah topik : Bangga Berbahasa Indonesia. Masing-masing menuliskan satu kata yang berbeda :
1. percakapan
2. tanya jawab
3. wawancara
4. menulis
5. mendengar

- kelimanya dipersilakan untuk duduk di bangku masing-masing
- kemudian ditanyakan lagi siapa yang ingin menambahkan Aku Tahu lagi? lalu ada lagi yang menjawab
6. membaca
7. mengarang kata
8. memperhatikan
-Ibu guru meminta teman-teman mengisi Aku Ingin Tahu
1. pantun
2. cerpen
3. tata bahasa
- Teman-teman disuruh menulis CACT (Cara Asyik Cari Tahu) dengan topik bangga berbahasa Indonesia dan mengisi aku tahu dan cara asyik cari tahu sesuai dengan judul yang dipilih kelompok masing-masing : pantun,cerpen, tata bahasa. Masing-masing kelompok yang sudah diatur dengan berhitung 1,2,dan 3 menentukan cara pilihan yang sama yaitu mengunjungi perpustkaan untuk mencari tahu apa yang ditugaskan. Kelompok satu memilih pantun, kelompok dua memilih cerpen,dan kelompok tiga memilih
tata bahasa.
- Istirahat deh

Astrid baru beristirahat setelah selesai menuliskan semua kalimat diatas. Rupanya anak-anak kelas IX dan VII tertarik dengan kehebohan anak-anak kelas VIII. Menyenangkan sekali menyaksikan anak-anak kelas IX antusias menunjukkan ha yang mereka pelajari sebelumnya kpada adik-adik kelas mereka. Irni bahkan menuliskan sebuah pantun dalam laptopku.
Ikan hiu goyang-goyang, I love you sayang

Ah, anak-anak, dunia masih begitu indah bagi mereka. Padahal sesaat lagi anak-anak kelas IX harus menghadapi Ujian Nasional. Semoga mereka bisa bertahan sampai para pemimpin negara ini menjadikan prinsip demi kepentingan terbaik anak sebagai dasar penentuan kebijakan terutama di bidang pendidikan.
Tak lama kemudian Ibu Lia datang menggantikanku di kelas VIII.
Aku pun menuju kelas VII yang sudah menunggu gurunya masuk.
Seperti umumnya anak-anak, mereka sangat antusias menunjukkan kepandaian mereka berbalas pantun. Ada tiga anak laki-laki yang mau berbalas pantun di depan kelas. Sayangnya mereka tidak jadi melakukannya karena masih malu-malu.
Seorang peserta didik perempuan brsedia menuliskan pantunnya di papan tulis menyusul kemudian temannya.

Satu persatu pantun tersebut dibaca anak-anak. Kuminta mereka memperbaiki huruf kapital yang sesuai dari penulisan kedua pantun tersebut.
Lalu aku mulai menuliskan CARA ASYIK CARI TAHU di papan tulis. Topiknya diisi dengan matri pelajaran E nglish yang mereka terima sebelumnya. Mereka menyebutkan tubuh manusia. Lalu kutulis topik kali ini adalah tubuh manusia. Sistem peredaran darah menjadi judul pilihan. Mereka tidak mau menulis di buku tulis. Kuminta mereka mengisi Aku Tahu di papan tulis sukarelawan :
1. pembuluh darah
2. golongan darah
3. pmompa darah
4. saluran darah

Kupandu anak-anak untuk mengisi Aku Ingin tahu dengan pertanyaan-pertanyaan berikut:
1. Organ apa saja yang berhubungan dalam sistem perderan tubuh manusia?
2. Mengapa golongan darah yang dikenal A,B, O, AB?
3. Siapa penemu golongan darah ?
4. Selain nadi, pembuluh darah lainnya adalah....

Setelah itu kutanyakan apa saja yang ingin mereka ketahui dari pelajaran Bahasa Indonesia. Mereka menyebutkan belajar puisi, karangan, drama, pantun dan kalimat yang benar.Kuminta mereka berhitung sampai lima. Setiap kelompok ditugaskan memilih salah satu materi pelajaran bahasa Indonesia dan menuliskan hasil CARA ASYIK CARI TAHU minggu depan. Beberapa anak mengerumuni teman mereka yang menjadi notulen hari ini dalam laptop ini.Rupanya mereka keasyikan membuka file video dan gambar-gambar dalam laptopku. Ah, sayangnya mereka belum mengerti pentingnya meminta ijin ketika bel pulang terdengar. Salah seorang anak memimpin salam dan doa, kebudian mereka keluar kelas setelah menyalamiku.Di ruang guru dengan antusias kuceritakan kehebatan anak-anak. Ada seorang anak masuk ke ruang guru, Bu Natali guru English menanyakan perilaku anak tersebut. Kujawab, dia anak yang baik dan selalu antusias menjawab pertanyaanku. Dia memang tukang ngobrol, kata Bu Natalie dan diamini yang lainnya. Ah, tugas baru nih...Kuceritakan tentang kegelisahan ketika menyaksikan korban UN pada usia anak. Nampaknya semua guru seperti aku juga. Melihat UN sebagai penentu kelulusan mengorbankan kepentingan terbaik anak. Alhamdulillah, aku yakin mereka berkomitmen tinggi untuk menuju sekolah ramah anak a la KerLiP

Tidak ada komentar: