Sabtu, 05 Maret 2011

Laporan perkembangan Kampanye Sejuta Sekolah dan Rumah sakit Aman Februari 2011

Kampanye Satu Juta Sekolah dan Rumah Sakit Aman merupakan usaha membangun ketahanan bangsa dan ketangguhan masyarakat sebagai bagian dari Kampanye Pengurangan Risiko Bencana Dunia yang digelar United Nations International Strategic for Disaster Reduction (UNISDR) untuk tahun 2010-2011 yang berfokus pada pembangunan lingkungan perkotaan. Kampanye ini secara global telah dimulai di Manila, Filipina pada tanggal 8 April 2010. Indonesia bersama India, Vietnam, Thailand dan Pakistan merupakan beberapa negara pelopornya. Di Indonesia, kampanye ini diluncurkan oleh Planas PRB, BNPB dan didukung lebih dari 25 lembaga dan instansi terkait pda tanggal 29 Juli 2010 bersamaan dengan peluncuran Surat Edaran Kemendiknas mengenai Strategi Nasional Pengarusutamaan PRB di Sekolah.

Kampanye ini juga dilaksanakan di beberapa daerah atas prakarsa beberapa pelaku penanggulangan bencana seperti Perkumpulan KerLiP, Perkumpulan SKALA, KOGAMI, ASB, Plan, WVI, German Red Cross, LPBI NU bersama kemendiknas, BNPB, Planas, Kemenkes, dan pemerintah daerah di Jawa Barat, DI Yogyakarta, Sumatera Barat, Nangroe Aceh Darussalam, DKI Jakarta, Bali dan Jawa Timur. Tim Teknis Sekolah Aman yang terdiri dari Kemendiknas, KemenPU, BAPPENAS, UNESCO, Plan Internasional. Bank Dunia, Perkumpulan KerLiP, PMB ITB berhasil menyusun rekomendasi dan panduan teknis rehabilitasi Sekolah Aman melalui DAK Pendidikan setidaknya diprioritaskan untuk 60 kabupaten/kota yang paling rawan gempa bumi, tsunami, dan letusan gunung berapi pada tanggal 18 Februari 2011. Rekomendasi ini disampaikan oleh Kepala BNPB atas permintaan Wamendiknas RI.

Dalam hal Rumah Sakit Aman, Kementerian kesehatan juga telah mensyaratkan standar pembangunan rumah sakit meliputi empat hal utama, yaitu bangunan, sumber daya manusia, peralatan medis dan kendali mutu. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor 12 tahun 2002 juga menyebutkan pentingnya koordinasi penanggulangan bencana di lapangan dalam upaya memberikan bantuan kesehatan bagi masyarakat yang terkena dampak bencana. Di Jawa Barat misalnya Pengembangan 87 Puskesmas yang berfungsi sebagai Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar (PONED) di Jawa Barat mengintegrasikan budaya aman didalamnya dan menyediakan tenaga dokter dan bidan bagi 200 Puskemas PONED yang tersebar di seluruh kawasan Jawa Barat pada tahun 2011.

Tujuan diadakannya kampanye ini adalah untuk meningkatkan dan melindungi nyawa dan keselamatan anak-anak sekolah dan rumah sakit dengan menjamin dan menjaga agar sekolah dan rumah sakit dibangun sesuai dengan ketentuan-ketentuan keamanan dan keselamatan. Diharapkan melalui kemitraan berbagai pemangku kepentingan dalam kampanye ini ada jaminan agar rumah sakit dan segala fasilitas kesehatan selalu aman secara terus menerus agar dapat terus menjalankan fungsi dan peranan dalam menyembuhkan dan merawat bagi yang memerlukannya. Selain itu juga menjamin agar sekolah-sekolah dan segala sarana pendidikan menjadi tempat yang aman bagi setiap anak didiknya serta meningkatkan ketahanan dan kapasitas pengurangan risiko dari semua pemangku kepentingan.

Tidak ada komentar: