Rabu, 16 Maret 2011

Catatan Lokakarya Penyusunan RAD PRB dan pembentukan Forum PRB kabupaten Bandung

Upaya yang telah dan akan dilakukan Para pihak

Tahapan

Pemerintah

Masyarakat korban

Organisasi/kelompok masayarakat

Pra bencana

1. Menyusun RAD Penanggulangan Bencana (draft Perda)

2. Melakukan upaya preventif

3. Penyediaan sarana

4. Akan melakukan komunikasi dengan berbagai pihak

5. Melakukan upaya2 mitigasi (rekayasa teknologi, perubahan perilaku, upaya konservasi,

6. Shelter dan Pembangunan posko Bencana, Penemapatan Gudang2 Penyimpanan

Siap siaga

1. Melakukan kerjasama /Kemitraan antar lembaga dan relawan-relawan ( sekitar 1200 relawan FKPA)

2. Melakukan upaya mitigasi bencana di kecamatan Pacet

3.

Saat bencana

1. Upaya pemenuhan hak dasar warga korban

1. Melakukan evakuasi secara mandiri

Melakukan kerja2 tanggap darurat

Pasca bencana

1. Melakukan perbaikan sarana sanitasi akibat bencana

2. Koordinasi dengan para pihak yang melakukan penanganan bencana (pemerintah dan masyarakat)

3. Kerjabakti massal oleh warga di saluran cigado Baleendah (korban banjir)

4. Ada rencana bantuan untuk fasilitas umum bagi korban

1. FKPA Menginisasi kelompok ibu2 dalam penanganan bencana ke depan

2. Peningkatan kapasitas terhadap rewalan2

3.

Banjir terjadi sejak tahun 1972

Jenis bencana di kabupaten Bandung (YKPA) :

1. Banjir (Bandung Selatan)

Masalah

- Sampah

- Penggudulan hutan

- Limbah industri

- Sedimentasi

- Alih fungsi hutan

- Kekeringan

- Erosi

- Kerentanan tanah

Penanganan :

1. Jangka pendek

2. Jangka menengah

3. Jangka Panjang

Potensi

- Limbah industri

- Daerah industri untuk skala

- Lahan pariwisata

- Potensi lainnya

Solusi

- Belum ada solusi yang signifikan

- Memaksimalkan peran BPBD dengan memberdayakan Pokmas

- Melakukan kerjasama antar pihak

- Melakukan tindakan nyata dalam jangka pendek

- Melakukan penyadaran kepada masyarakat

- Rencana Aksi harus memuat riwayat dan potensi kerawanan dan bencana

-

4. Gempa bumi

5. Longsor

6. Kekeringan

Pusat Mitigasi Bencana ITB

1. Penelitian dan Studi Kebencanaan

2. Studi maintraiming resiko bencana dalam kebijakan perencanaan dan

pembangunan (RTRW,

3. Peta zonasi gempa terbaru

4. Kajian resiko bencana dengan pemerintahan kota Bandung

Masalah Lain:

1. Permasalahan Tata Ruang

2. Pertumbuhan industri yang terus menerus

3. Tata Kelola lahan untuk petani di kawasan hutan dan perkebunan

4. Rencana Aksi Komunitas

5. Banyak potensi-potensi rentan terjadinya bencana di Bandung bagian selatan

BPLHD Propinsi Jawa Barat

- Ada sub bidang mitigasi becana : sosialisasi umum soal bencana, kajian SOP,

- Membentuk basis data di Jawa Barat bagian selatan tahun 2009

- Pemasangan rambu-rambu bencana mitigasi pada tahun 2010

- Kajian perubahan iklim

- Pemantauan terhadap limbah Industri

DPRD

- Undang-undang baru tidak diikuti dengan peraturan turunannnya (PP dll)

- Merumuskan rencana tata ruang di kawasan bencana

- Melakukan review RTRW Kabupaten Bandung pada tahun 2013

- Ada kesulitan dalam perumusan anggaran kebencanaan

- Proporsi anggaran, harus ada skema pendanaan : ON CALL

- Proses legalisasi Draft RAD, pembahasan di Pansus

Pa Asep

- Penanggulangan bencana mampu memberdayakan masyarakat

- Peran aktif dan progresif penyelenggara pemerintahan (eksukutif dan legislatif) dalam penanggulangan bencana

- Peran aktif BPBD sebagai lembaga yang berkaitan langsung dengan kebencanaan

- Konsolidasi BPBD dengan berbagai pihak

- Mereview rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD)

- Revisi Perda RTRW belum spesifik pada identifikisasi potensi rentan dan rawan bencana, harus diturunkan dalam RDTRK

- Penyusunan RDTRK seluruh kecamatan dan kawasan harus sensitif terhadap pengurangan resiko bencana (baru 5 kecamatan)

- Memadukan RPJMD dengan RPJM desa sensitif pengurangan resiko bencana

- Memastikan musrenbang sebagai ruang untuk mengakomodir kepentingan masyarakat

- Memastikan kesepakatan pengelolaan anggaran

Permasalahan yang dihadapi (PMI)

- Lemah dalam sistem data dan informasi

- Ketidakjelasan dalam SOP : fungsi koordinasi lemah

- Pemberdayaan masyarakat belum optimal

Aktivitas PMI: Saklak

- Mengelola dapur umum

- Melakukan pemetaan dan mitigasi

- Evakuasi

- Pertolongan pertama

- Rehabilitasi : 1200 Rumah Bambu di Pangalengan dan sekitarnya

- Menempatkan perahu karet

Upaya Pengurangan resiko bencana

- Pelatihan dalam korider pemberdayaan masyarakat sejak tahun 2008 di desa baros

Dan tahun 2009 pelatihan dilakukan di 4 desa

- Menyediakan tenaga sukarelawan sekitar KSR= 130 orang , yang on call 40 orang, TSR = 20 orang

- Pelatihan-pelatihan siaga bencana

Lencana:

- Melakukan edukasi pendidikan kebencanaan sejak dini, pelajar SD, SMP dst sehingga siap dan siaga

PVMBG (Kementrian ESDM)

- Bencana tidak akan pernah bertanya kesiapan kepada siapapun

- Masalah aturan, anggaran yang dihadapi bukanlah kendala utama dalam penanggulangan bencana tapi harus menjadi spirit

- PVMBG melakukan pemeriksaan dan memotret potensi bencana (rentan, rawan)

- Bagaimana ada perubahan dalam memaknai bencana, alam bukan untuk dilawan

- Mengubah mindset tentang kebencanaan

- Menyiapkan masyarakat untuk mampu adaptasi dengan bencana melalui edukasi yang sesuai dengan kebutuhan

Pa Ikhsan

- Perlu melihat dan mengkaji peta kerawanan dan kerentanan (bencana) : Geologis, Hidrologis dan Penyakit

- Permasalahan tata ruang adalah masalah utama, perlu mengklarifikasi kebijakan Tata Ruang

- Perlu memeriksa RDTRK (peta 1:1000), pertegas zonasi dan block plan dan kab Bandung baru memiliki 5 RDTRK

- Permasalahan kelembagaan (BPBD), sebaiknya tidak menyusun anggaran baru tapi bisa masuk dalam kebijakan anggaran di SKPD yang relevan

- Ada dua madhab dalam kebencanaan : Manajemen Penanggulangan Bencana dan Manajemen Bencana yang berimplikasi pada tindakan

- Permendagri No 13 tidak sejalan dengan upaya penanggulangan bencana

- Urusan RTRW dan Pengurangan resiko bukan hanya masalah teknik, tapi membutuhkan komitmen pemerintah/pimpinan

- Kesenjangan antara RAD dengan kebijakan –kebijakan yang sudah dikeluarkan : soal perijinan dll

- Melibatkan masyarakat dalam penanggulangan bencana

Pa Edi

- Ada 2 SD yang melakukan pendidikan kebencanaan di Cicalengka kabupaten Bandung

- Inisiasi untuk melakukan kajian RDTRK yang sensitif pengurangan resiko bencana

-

-

Tindaklanjut/Rekomendasi :

1. Mempertegas komitmen : Penyamaan Cara Pandang dalam Kebencanaan

Pengurangan resiko dan penanggulangan bencana, perluasan wawasan bencana

2. Melakukan elaborasi dan diskusi-diskusi penajaman subtansi Draft RAD

yang sedang disusun oleh BPBD

3. Kebijakan (anggaran) dalam pengurangan resiko bencana

4. Melakukan review dan evaluasi produk2 kebijakan pembangunan di Kabupaten bandung

(RTRW kabupaten Bandung dll)-à Moratorium

5. Konsolidasi antar pihak yang berkontribusi dalam penanganan bencana di Kabupaten Bandung

6. Memastikan posisi RAD yang akan disusun dengan Draft Peraturan daerah tentang penanggulangan bencana yang telah disusun oleh BPBD

Agenda Penyusunan

RAD Pengurangan Resiko Bencana di Kabupaten Bandung

Acuan Penyusunan :

1. RAN PB tahun 2009-2014

2. RAN PRB 3 tahun

Kebutuhan :

1. Penyiapan dan sharing data dan informasi :Peta-peta, riwayat bencana, kerawanan dll

2. Kajian review draft perda penanggulangan bencana di Kabupaten bandung

3. Penyelerasan dengan RPJMD yang sedang disusun : memasukan agenda pengurangan resiko dalam RPJMD

4. Kajian/ review kebijakan RTRW kabupaten dan RDTRK

5. Adanya sekretariat bersama di BPBD kabupaten Bandung


Minggu depan berdiskusi kembali, 8 Maret 2011

Koordinator Tim

Pa Ikhsan

081321027237

Tidak ada komentar: