Sabtu, 17 Oktober 2009

Tanggap terhadap perubahan kebutuhan anak...terima kasih Kak Bram

Kegiatan tasyakuran dan saresehan warga Desa Pamalayan makinj semarak dengan kepiawaian Kak Bram, pemusik asal Tegal yang datang menggunakan motor yang dikendarai Oka dari Kalyanamandira. Awalnya, Bram akan menghibur anak-anak dan hadirin dengan lagu-lagu favorit sambil memetik gitar. Alunan gitar klasik dan lagu-lagu lama sempat diperdengarkan Bram pada malam sebelumnya saat aku dan relawan Rumah KerLiP melihat perahu tradisional di pantai Santolo.

Anak-anak silih berganti tampil mengalunkan lagu-lagu dario Wali, ST 12, dst. Sungguh menakjubkan menyaksikan anak-anak yang terkena gempa ini dengan berani dan percaya diri naik keatas panggung. Ada yang solo, duet atau koor bersama teman-temannya. Orang tua mereka dengan bangga menunjuk anak-anak yang hebat ini. Ruang ekspresi yang dibuka sejak awal, juga saat kak Andi Yudha mendongeng diperkuat dengan sensitivitas Bram terhadap kebutuhan anak-anak ini. Acara tasyakuran dan saresehan warga Pamalayan terasa begitu hidup sejak pembukaan sampai penutup. Jika tidak dihentikan, mungkin anak-anak dan hadirin lainnya akan tetap antusias mengikuti kegiatan ini sampai malam kedua.

Pak Endang dan komite MDA Al Falah lainnya sepakat untuk memberikan ruang ekspresi yang leluasa bagi anak-anak. Pembukaan TBM dan PAUD di MDA Al Falah hanya ditandai dengan penyimpanan buku-buku sumbangan Mizan, komputer dan printer dari Perkumpulan KerLiP, sumbangan mainan dan ATK anak lainnya dilengkapi dengan biaya untuk pembuatan ruang khusus untuk TBM dan PAUD juga konsumsi kegiatan.

Terima kasih Kak Bram, Kak Andi, Picupacu, Yayasan Ibu, Astrid dg Gitanya, Pak Istanto dan Gapenri, Ibu Anky, Bapak Awaludin, Ibu Arlyta, Ibu Evi, Ibu Uci, Pak Satria Dharma, Pak Adi, PT TMI, Ibu Ratna, Ibu Feni, Relawan Rumah KerLiP, relawan Pamengpeuk, alm. Ibunda Mbak Titi, Satlak Kabupaten Garut, Satlak Kecamatan Cikelet, Aparat desa dan DKM di Pangawaren, Pak Lukmantyas dan rekan, Mbak Tutu dg Mizan, Pak Haidar, Ratna, dan seluruh mitra Rumah KerLiP khususnya yang menitipkan bantuan ke Garut dan Sumatera Barat. Insya Allah Program Pendampingan Penanganan Psikososial di Kabupaten Garut ini akan dilanjutkan dalam bentuk Penguatan Kapasitas Lokal dalam mendorong pemenuhan hak atas hidup yang bermartabat pasca gempa.

Ova dan rekan-rekan Rumah KerLiP lainnya siap mewujudkan impian bersama penduduk yang terkena bencana di Jawa Barat khususnya agar mendaptkan hak untuk hidup bermartabat.

Tidak ada komentar: