Tampilkan postingan dengan label Narasi Sanabat KerLiP_2012. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Narasi Sanabat KerLiP_2012. Tampilkan semua postingan

Minggu, 26 Februari 2012

Narasi Mega@KerLiP

Mega Kerlip – Pelatihan Sesi Dua

Assalamualaikuum Wr. Wb

Kerlip "MEMUKAU" saya rasa itu merupakan sebuah kata yang dapat mewakili perasaan saya setelah bergabung dengan kerlip (walaupun belum lama) tapi rasanya sudah memberikan impact bagi kehidupan saya. ini lah tulisan pertama saya, ya seharusnya sih saya sudah memulai menulis minggu lalu (seperti niar dan devita) tapi ada kendala yang tidak memungkin saya untuk mulai menulis. baiklaah "tidak ada kata terlambat bagi kerlip" kata bu yanti terus mendorong saya untuk bisa menulis dalam keadaan apapun. Pada kafe ilmu tanggal 26 Februari 2012 bu yanti kembali menceritakan berbagai program serta pengalaman terbarunya di kerlip, saya dan devita yang datang lebih awal mendengarkan dengan serius cerita bu yanti. Setelah bu yanti membagikan pengalamannya kepada saya dan devita, ia kembali menyampaikan dorongannya kepada saya untuk menulis dan itu menggugah hati saya untuk mencobanya.

Pada pelatihan kerlip sesi satu yang jatuh pada tanggal 18 Februari 2012 saya berhalangan hadir karena ada masalah dengan kesehatan saya. Akhirnya ilmu yang diberikan pada hari itu tidak dapat saya dapatkan. Menurut pengalaman teman teman yang mengikuti pelatihan kerlip pada hari itu, ilmu yang diberikan oleh Ka Zam Zam dkk adalah Analisa Situasi dan Stakeholder, materi tersebut berhasil membuat saya penasaran dan ingin mengetahuinya, sebenarnya hal apa saja yang ada pada materi itu.

Seminggu pun berlalu dan pelatihan kerlip sesi dua pun datang. Alhamdulillah senangnya bisa hadir pada hari itu :D Saya mulai masuk ke ruangan begitu juga dengan yang lainnya. Acara pun di mulai, pada awal acara kami di perkenalkan dengan sosok Bu Nia, orang yang sering diceritakan bu yanti, saya senang bisa berkenalan dengan dirinya. Bu nia menjelaskan aktivitasnya sebagai guru IPA Terpadu di SMPN 11 Bandung serta kegiatannya di kerlip. selain itu ia juga menceritakan bagaimana awalnya ia bisa bergabung dengan kerlip sampai hari ini ia bisa membagikan pengalamannya kepada kami semua. Ya setelah bu nia memperkenalkan dirinya, ia memutarkan video tentang Presentasi MDGs mengenai Indonesia Baru serta memutarkan video tentang orang orang inspiratif yang berhasil memberikan perubahan. Setelah berhasil membuat saya terkagum, bu nia menyuruh kami membuat mahkota mimpi. dimana di puncak mahkota yang paling atas dituliskan 3 hal terbaik yang pernah dilakukan serta dibagian bawah ditulis mimpi apa yang kita ingin raih. saya dkk mempresentasikan mahkota mimpi kami masing masing dan saya berhasil menemukan mimpi yang saya ingin fokuskan.

Sukses dengan mahkota mimpi kami masing masing, bu nia kembali memutarkan video, kali ini video itu berisi tentang sosok inspiratif yaitu Amilia Agustin seorang anak yang mampu memberikan perubahan bagi sekolahnya di SMPN 11 Bandung, ia membiasakan seluruh warga sekolahnya untuk memanfaatkan sampah sehingga menjadi berkah, kemudian ia memperlihatkan kepada kami sebuah buku karyanya. dan ia memberi tahu, hal apa saja yang membuat dia berhasil membuat perubahan. Masih ada hal hebat lain yang saya dapatkan, kami dibimbing bu nia untuk membua vision board (passion+isu sosial=ide sosial). awal pembuatan vision board dimulai haal kecil seperti minat dan skill kemudian dilanjutkan dengan isu sosial di masyarakat dan sasaran serta diakhiri dengan ide sosial. saya, ratu dan ajima menuliskan semua minat dan skill kami, lalu terlintas untuk membahas sekolah sehat dengan gerakan 3M. Semua orang jelas mengetahui gerakan 3M (menutup, menguras, mengubur) untuk memberantas wabah demam berdarah, tetapi gerakan ini masih sulit untuk dibiasakan di lingkungan sekolah. diharapkan dengan adanya gerakan 3M ini, anak tidak hanya tahu mengenai gerakan 3M tetapi juga mampu menerapkannya.

Dari semua aktivitas yang kami lakukan pada hari itu, ternyata memiliki makna yaitu 3C (champion,connection, change) yang diusahakan agar mampu memiliki social impact . ya akhirnya saya mengerti maksud dari bu nia, dia membimbing kita untuk bisa menjadi champion yang memiliki connection luas, dan mampu memberikan change. selesai dengan aktivitas kami pada hari itu, kami menuliskan vision statment agar ide sosial bisa terlaksana. Minggu depan akan dibahas mengenai workplan dari ide sosial yang dibuat.

Pengalaman serta makna pada hari itu begitu luas, Ami mengajarkan bagaimana agar selalu merasakan keadaan saudara saudara kita, dari merasakan timbul kepedulian dan menghasilkan tindakan yang mampu memberikan dampak sosial bagi lingkungan. Saya akan terus menggali bagaimana agar bisa memberikan kontribusi bagi negara kita tercinta ini dan memberikan kesempatan bagi anak untuk mendapatkan kesempatan pendidikan yang sama. Selagi masih muda gali terus hal hal yang bermanfaat serta jangan berkata kita "puas" karena jika kita mengatakan kita "puas" kita kan merasa cukup dan orang orang yang merasa cukup adalah orang yang rugi.

Wasallamualaikum Wr. Wb

Salam Sahabat Kerlip
Anisa Megawati

Narasi Niar@KerLiP_Beraksi menuju Indonesia Baru _Indonesia Layak Anak (IDOLA)

Sabtu, 25 Februari 2012

Ada yang berbeda di pelatihan KerLiP yang kedua pada hari ini. Jika minggu kemarin kami hanya di damping oleh Ka Zamzam, Ka Tyas, Ka Taufik, dan Ka Regi, kali ini semakin seru dengan kehadiran Bu Nia dan Ami (dua sosok yang sangat LUAR BIASA) . waaaaaaah, saya jadi lebih semangat dengan kehadiran Bu Nia dan Ami :D .

Main activity kami hari ini yang pertama adalah membuat mahkota mimpi ( berisi mimpi yang ingin kami wujudkan, dan 3 hal baik yang sudah kami lakukan dalam hidup kami), yang kedua adalah membuat vision board ( passion + isu sosial=Ide sosial) . Awalnya, saya mengira hanya sekedar membuat daftar minat, skill, isu sosial, sasaran masyarakat, dan ide sosial.. tapi ternyata ? WOW ! kami membuat sebuah gagasan program. Saya pribadi tidak menyangka bahwa kami bisa membuat gagasan baru berupa sebuah program kerja yang insya allah akan di wujudkan nantinya. Tim saya ( kak Ulil dan Tari ) membuat ide “GERAKAN KANTIN SEHAT TRADISIONAL” di lingkungan sekolah dasar. Dengan minat dan bakat yang kami miliki, kami akan mengadakan pelatihan kepada para pedagang di sekolah untuk hanya menjajakan jajanan tradisional yang tentunya harus lebih menjamin kesehatan dari jajanan yang di jual.

Setelah mempresentasikan vision board kami, kami pun membuat vision statement. Vission statement tim saya berbunyi ;

pada tanggal 12-12-2012 kami telah mewujudkan Gerakan Kantin Sehat Tradisional di tiga Sekolah Dasar di kecamatan Coblong, Bandung.” Singkat memang, tapi kau tahu ? saya saja sampai merinding ketika membaca vision statement yang kami buat sendiri. Kedengarannya lebih seperti sebuah ikrar. Dan yah.. kami akan berusaha untuk benar-benar mewujudkan program tersebut. Insya allah pada pelatihan KerLiP minggu depan, kami akan menyusun workplan nya.. sebuah peningkatan terjadi dalam diri saya. Coba tebak? Saya melihat sesuatu yang besar dalam diri saya.

Sumber inspirasi berikutnya adalah Ami (Amilia Agustin), siswi SMA 11 Bandung yang sudah di daulat menjadi “changes maker” oleh ASHOKA ini benar-benar membuat saya kagum. Ia telah berhasil mewujudkan programnya untuk membantu menyelamatkan lingkungan dari hal yang terkecil, yaitu sampah. Ami telah menularkan kebiasaan baik kepada teman-teman di sekolahnya untuk memisahkan sampah plastik, kertas, dan sampah yang dapat dijadikan kompos . Ami beserta timnya memanfaatkan plastik bekas untuk membuat tas, dan kerajinan tangan lainnya. Dan yang terpenting, aku udah mendapatkan rahasianya Ami loooh,kenapa dia bisa sampe seperti sekarang.. kuncinya adalah 3 hal : konsisten, berkelanjutan, dan jejaring.

Pelajaran lain yang saya dapat dari Ami hari ini adalah, bukalah mata dan hati untuk melihat lingkungan terdekat kita. Dari melihat, kita akan merasakan. Dari merasakan, kita akan peduli/empati. Dari empati, kita akan melakukan. Dari melakukan,kita akan memberikan dampak sosial bagi lingkungan. Itu lah yang telah di lakukan oleh Ami hingga menjadi seperti sekarang ini.

Yang pertama harus dilakukan adalah : Ubahlah cara pandang kita tentang diri kita.

‘‘sekarang saatnya kita beraksi untuk menuju Indonesia baru”

Mughniar AzzahraMughniar Azzahra*ita beraksi untuk menuju Indonesia baru'an. itu ti untuk melihat lingkungan terdekat kita. rasakanlah jajanan

Sabtu, 25 Februari 2012

Narasi Niar @KerLiP

Senin, 20 Februari 2012

Hari ini, sepulang kuliah saya, Nadia dan Devita ke rumah KerLiP. Agendanya adalah rapat pengenalan program “Menjadikan Remaja Mitra GERASHIAGA’’ serta pembagian tugasnya. Rencananya kami akan rolling peran selama dua bulan sekali. Saya, Nadia, dan Devita menjadi satu team. Untuk dua bulan pertama ini, saya mendapat tugas pendampingan ke sekolah, Nadia bertugas menjadi dokumenter/penilaian, dan Devita mendapat bagian pendampingan strategi fundraising. Minggu-minggu ini kami sedang mempersiapkan segala materi untuk program ini, diharapkan awal maret program ini sudah dapat berjalan. Ini merupakan tantangan bagi kami untuk terus belajar dan meningkatkan kapasitas diri.

Siang ini, saya dan Ka Dede melakukan pendampingan ke SMPN 11 Bandung, tetapi baru dalam tahap pengumpulan materi yang diperlukan untuk program ini. Mungkin kedepannya pendampingan ke sekolah akan saya lalui tanpa ka Dede. Sebenernya saya sendiri belum paham benar mengenai pendampingan ini, oleh karena itu saya harus memanfaatkan waktu untuk belajar banyak dari ka Dede. Dan tentunya harus optimis bahwa saya mampu melakukannya :D

Sepulang dari SMPN 11, saya dan Ka Dede kembali lagi ke rumah KerLiP. Kondisi hujan ternyata tidak menyurutkan semangat para relawan dari STKS untuk datang ke rumah KerLiP, mereka adalah Devita yang siang tadi sempat pamit karena ada kuliah , kak Mahatir, Kak Andys, dan Kak Afri. Suasana sore yang di iringi hujan itupun berlangsung menyenangkan dengan games yang diberikan oleh Bu Yanti dan Kak Zamzam. Kami dibekali pengetahuan mengenai cara-cara yang menyenangkan untuk suasana belajar, tentunya dengan tetap mengedepankan Prinsip Hak Anak . selain itu, kami juga di bekali sedikit pengetahuan tentang pendampingan yang baik dan menyenangkan bagi anak.

Saya harap, kami (teman-teman relawan dari STKS, termasuk saya) dapat menjalankan tugas kami dengan baik dan konsisten dalam menjalankan amanat yang diberikan kepada kami dengan penuh tanggung jawab, sehingga apa yang kami lakukan di KerLip ini benar-benar dapat menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi pendidikan di Indonesia.

Mughniar Azzahra

narasi Devita sahabat @KerLiP

6 Januari 2012
Pagi ini bersiap kami bergegas menapaki hari. Dengan mata terbelalak ku bangun dengan tergopoh-gopoh lari ke kamar mandi. Ya kesiangan, karena habis subuh tidur lagi maklumi ku baru tidur jam 3 pagi. Aku menanti kedatang Ega di kosan, sesaat ketika kaki ini mulai beranjak sms masuk, dan dari iar yang ternyata lebih parah dari kami bangunnya. Haha
Dengan semangat baru kami siap mendengarkan berita apa yang di sampaikan Ibu Yanti hari ini. Cukup menengok kearah depan the Walini, Ibu muncul dengan senyum khasnya. Kamipun langsung menyapa beliau, lantas Ibupun memulai sepatah dua patah kata kabar gembira untuk kita semua. Banyak pihak yang memberi respon baik untuk kegiatan Kerlip. Kamipun juga ikud bangga Ibu sekiranya apa yang kita niatkan saat ini menjadi suatu pencapaian yang memukau.
Banyak yang disampaikan Ibu , sengaja kami tidak mencatat atau merekam apa yang di sampaikan Ibu Yanti, Karena kami berusaha untuk fokus dan menyimak apa yang di sampaikan oleh Ibu. Salah satu diantaranya adalah kiprah SMP 11 . Kiprah SMP ini tidak terlepas dari peran Kerlip yang menjadi mitra yang baik, karena memiliki jaringan yang baik. Namun hal ini berkesinambungan dengan hal luarbiasa , entah dari anak-anaknya dan gurunya.
Sebenarnya ada yang kurang di kafe ilmu hari ini, ya karena tidak ada kerumunan anak-anak lucu nan cerdas mereka adalah pahlawan perubahan peradaban. ^^ Meskipun tidak ada anak-anak GSB, Tapi rasa kagum dan bangga terobati dengan sosok Ibu Yanti. Ibu yanti, mungkinlah saat ini hanya ucapan ‘Terima kasih’ yang bisa saya sampaikan, banyak hal yang tidak dapat saya luapkan dengan kata. Harapan semoga dengan hadirnya saya di tengah keluarga peduli pendidikan ini dapan membawa perubahan. :D to be continued

narasi Devita sahabat @KerLiP

25 Februari 2012
Tahukah kalian Siapa Duta Sanitasi Jawa Barat?
AMILIA AGUSTIN
Gadis remaja yang duduk di bangku kelas 1 SMA 11 Bandung ini adalah duta sanitasi Jawa Barat loh? Percaya? Dia menyandang predikat ini saat usianya masih belia ketika Ia SMP. Kiprahnya dimulai saat usianya menginjak 14 tahun. Ih wow bukan? Sahabat kerlip yuk simak ulasan singkat sang pahawan kecil ini.
Suatu kebanggaan dan kekaguman pribadi, ketika dapat menjumpai perangai cantik gadis ini. Betapa tidak? Jika saya dulu mengenalnya melalui media televisi kini dia dihadapan mata saya. Dia sang pembawa perubahan bagi orang-orang di sekitarnya membuat gebrakan di dunia lingkungan. Awalnya dia melihat banyak sampah yang terabaikan bahkan tidak ada yang memperhatikan. Namun baginya sampah itu dapat disulap menjadi aneka kreativitas yang menjanjikan bagi orang yang kehilangan lapangan pekerjaan. Dengan keberaniannya mencoba hal yang baru,awalnya merasakan apa yang ada di sekitarnya lantas melakukan. Dia mencoba memilah sampah mana yang bisa di manfaatkan, setelah memilah ampah yang organik bisa di manfaatkan untuk pupuk organik, sedangkan non organik di jadikan bahan kerajinan yang mampu meraup pundi-pundi rupiah. Tidaklah mudah memang namun berkat sikap konsistennnya ia mampu menunjukan bahwa ia bisa membuat perubahan. Melalui aksinya ini ia mencoba menyumbangkan hasil dari kerajinan sampahnya tadi untuk membelikan mesin jahit pada tetangga di sekitar sekolahnya agar bisa di manfaatkan sebagai alat produksi kerajinan dari sampah.
Satu hal yang membuat saya tertegun merinding dari seorang Ami, ia bergerak maju mulai sesuatu yang kecil namun menjadi perubahan yang besar. Dan yang terpenting katanya ‘ Belive and Do it! ‘
Mau tahu 3 hal tentang Ami yang membuatnya hingga seperti ini? 1.Team, baginya keberhasilannya tidak terlepas dari kerja team, bahkan idepun juga berasal dari sumbangasih teman-temannya. ‘Ide itu mahal?’ tuturnya. 2. Konsisten, Menurutnya suatu pekerjaan jika tidak ada sebuah konsisten tidak akan tercapai dengan optimal. Dan yan 3. Jejaring , Maksudnya dengan berinteraksi dia bisa bertanya tentang apa kekurangan dari aksi yang di tekuni, selain itu jejaring juga memudahkan ami dalam bergerak mencari lahan yang baik untuk memudahkan proyeknya secara berkelanjutan.
Petikan motivasi darinya ialah kata-kataBung Karno bahwa ‘ Seribu orang tua hanya bisa bermimpi, namun satu pemuda mampu membawa perubahan.’ Setelah sukses dengan mimpinya, ia kembali membuat gagasan membuat (komunitas bandung bercerita) dan wujud nyatanya ialah melalui Roadshow sedangkan sasarannya adalah anak SD. Semoga niatmu berbuah manis Ami, jikalau saya bisa menjadi peran yang dapat mewujudkan aksimu pastilah saya mau. Terus berfikir kreatif dan cintai apa yang kamu kerjakan percayalah ALLAH senantiasa memberimu kemudahan :D
KEBAHAGIAAN ADA DI TANGAN KITA , JIKA BUKAN KITA YANG BUKAN BERGERAK, LANTAS SIAPA?


Devita Murni

narasi Devita sahabat @KerLiP

Dan lagi Pelatihan Relawan Kerlip kembali, kali ini kami belajar bersama Ibu Nia Kurniati dan Ka Zamzam pastinya. Kami memulai pelatihan seperti biasa pukul 9 di ruang kelas A.1.4 STKS Bandung. Sebelum bercerita tentang apa yang aku peroleh pada kesempatan hari ini. Yuk mengenal salah seorang sosok pembicara kita. Ibu Nia begitu beliau disapa, Beliau adalah salah seorang tenaga pengajar di SMP 11 Bandung. Hmm Beliau ini guru IPA terpadu loh? ^_^
Tak kenal maka tak sayang begitu bunyi dari seorang Ibu Nia. Lantas siapakah beliau? Jika kalian yang sekolah di SMP 11 Bandung pasti kenalah, sosok motivator ini telah menorehkan banyak kiprah di dunia pendidikan. Kepeduliannya terhadap passion ternyata telah memberi warna pelangi inspirasi bagi anak-anak didiknya. Beliau adalah seseorang motivator yang berani membuat gebrakan dalam pendampingan anak-anak berbakat maupun mereka yang belum menemukan kelebuhan masing-masing.
Fokus pertamanya dimulai dari pendampingan anak bernama Amilia Agustin, dialah gadis pejuang sampah, kenapa mendapat julukan demikian? Karena dia mampu membuat aksi pengolahan sampah terpadu menjadi olah tangan yang bisa di jadikan buah tangan.(intermezzo) Masih kembali mengenal Bu Nia, beliau ini sempat mendapat pengalaman kerjasama dengan BLBB untuk lebih mengenal seluk beluk dunia penelitian.
Menurut kalian adakah kendala yang dialami Bu Nia? Wah tentu sahabat, pastinya meraih kesuksesan itu bak peribahasa berakit-rakit dahulu berenang-renang ketepian, ya bu Nia selama melakukan pendampingan terhadap anak ini terkendala dengan pihak sekolah yang selalu mengutamakan hasil, dan beliau selalu berusaha menjadikan disetiap proses pembelajarannya selalu dijadikan acuan keoptimisan untuk bergerak maju.
Suatu kebanggaan menurut beliau bisa mengenal Ashoka yang bergerak di bidang pencetak sosok unggulan. Ibu Nia juga menuturkan berkesempatan mengikuti lomba yang mengikutsertakan anak dampingannya. Salah diantaranya di bidang lingkungan hidup ada lomba aksi anti streofoam. Ibu ini awalnya mengakui dalam pendampingannya beliau nampak kaku, namun seiring berjalannya waktu Ibu menyadari kekurangannya menjadi pendamping, yaitu tidak seharusnya beiau memaksakan kehendak anak untuk berkreasi agar anak bisa berkembang sesuai dengan jalannya. Dampaknya jika anak mengikuti instruksi guru saja maka anak cenderung tidak leluasa dalam ruang gerak kreativitasnya. Lantas Ibu Nia mendapat masukan bersama Kerlip, Ibu bertindak bersama-sama untuk membuat anak bebas sesuai dengan minatnya. Mau tahu apa hasilnya? Sebuah wujud nyata yaitu ide Jamban Bersih Sehat dan Jujur yang berasal dari ide anak-anak yang di bimbingnya.Sekilas tenytang jamban BSJ ini, sasarannya lebih di tekankan pada anak-anak perempuan yang telah mengalami menstruasi. Karena kebersihan ini akan berdampak pada reproduksi atau bisa jadi ke penyakit misalnya kanker serviks. Nah selanjutnya Sehat, artinya jamban ini memiliki fasilitas yang di butuhkan baik pembalut dan lain-lain, akhirnya jujur, mengadopsi dari kantin kejujuran di berbagai daerah di jawa tengah maksud dari poin jujur ini maksudnya sudahkah anak-anak melakukan tahap-tahap penggunaan jamban BSJ ini? Mulai yang kecil saja yaitu membuang pembalut pada tempatnya.
Itu tadi starting dari narasumber, pelatihan ini di mulai dengan acara menonton film. MDGs film, wow :D renungan dari film itu masih terngiang-ngiang “apakah setiap orang mendapat gizi yang cukup?, apakah laki-laki dan perempuan memiliki persamaan hak?, apakah anak di negeri ini terdidik?, apakah negeri ini sejahtera lagi tiada kemiskinan yang melanda?
Wah menuju Indonesia baru? Siapa yang tidak menginginkan itu? Menurunnya angka kemiskinan global, alokasi dana bagi pendidikan yang tepat sasaran, peningkatan pelayanan masyarakat? Aku percaya bahwa Indonesia bisa mencapainya  karena apa? Aku turut serta dalam mewujudkannya. Melalui sikap aksi peduli aku mencoba untuk belajar membuat gebrakan. Semoga apa yang aku niatkan menjadi kenyataan dan menjadi ladang amal. ^^

To be continued...

Devita Murni

narasi Devita sahabat @KerLiP

24 Februari 2012
Sebuah antusiasme untuk paham benar akan dunia kebijakan mendorong saya untuk mengirim sebuah pesan singkat kepada ka dede. Isinya perihal suatu keinginan saya untuk belajar baik dalam seluk beluk penulisan maupun penggalian informasi lebih dalam tentang Kerlip . Nah tahukah kalian tentang apa itu KERLIP? Singkatnya sih Perkumpulan keluarga peduli pendidikan. Wah luar biasa, ya karenanya saya ingin belajar. Berkaitan dengan penulisan saya lebih senang mengembangkan daya olah kata saya berkesinambungan dengan proyek pembuatan proposal. Sedangkan penggalian informasi ini lebih ditekankan pada pencarian informasi baik pengalaman yang di miliki para sesepuh Kerlip maupun sahabat Kerlip.
Saat ini kami sedang menyiapkan bahan untuk penyusunan proposal fundsrising, terlintas di benak saya itu bingung , ya karena sampai sekarang itu timbul pertanyaan apakah proposal yang kami susun itu dari awal atau sudah ada file sebagai contoh? Jadi alangkah lebih baik bukan? Tinggal copas tinggal edit. Hehe
Akhirnya ada gambaran juga tentang pembuatan proposal yang ditugaskan Ibu. Beberapa contoh proposal telah dikirim ka dede ke email saya. Berharap semoga lebih mudah saya mempelajari dan mengerjakannya. Kegiatan yang tertera dalam proposal tersebut diantaranya gladi, pendampingan dan pelatihan guru, simulasi, pameran hasil roadshow, laporan dan foto narasi.
Sebelum kita bergerak maju ke arah proposal kita pertama melakukan pendampingan terhadap Guru BK SMP 11, karena momentum pendampingan ini bersamaan dengan jadwal UN sehingga Guru BK lebih sibuk mempersiapkan anak untuk tidak stress menjelang UN. Karena kita tahu bahwa kondisi anak pra UN itu sangatlah rentan terhadap psiko mental dan psiko sosial. Maksudnya psikomental pada pengaruh terhadap proses mental , sedangkan psiko sosial nya lebih ke arah interaksinya dengan individu. Ya suatu momen yang pas buat kami sendiri untuk melakukan pendekatan berhubungan dengan pendampingan yang akan kami lakukan.
Hari ini tidak banyak yang saya lakukan hanya sebatas mengobrol dibumbuhi diskusi kecil dengan ka dede. Dirumah kerlip, saya bertemu dengan teh nining, teh yadi, dan mas joko. Ada lagi teh iwang sebenarnya tapi beliau sedang sibuk dengan skripsinya. Awalnya sempat canggung untuk kembali menyesuaikan dengan dua sosok yang asing buat saya, sebatas tahu namanya dari ka dede saya tidak banyak tahu akan dua sosok ini, bu nining dan pak yadi. Dan yang satu ini tidak asing bagi saya, mas joko beliau adalah sosok inspiratif saya, dan semoga saya dapat mengikuti jejak keaktivisan beliau.
Tidak lama memang saya dirumah Ibu yanti, namun saya rasa cukup mendapat gambaran akan penyusunan proposal. Semoga Allah senantiasa memberikan kemudahan. 

To be continued...

Devita Murni

Rabu, 22 Februari 2012

narasi Devita sahabat @KerLiP

22 Februari 2012
Kisah kita dimulai dari panggilan tidak terjawab dan satu nomor tidak dikenal dan ternyata uknown itu ialah ka iwang. Ka iwang bermaksud pinjam motor, tapi lucunya motor ada di rumah tapi kunci dan Stnk ada di Vita . Makanya ba’da maghrib Vita terbang ke kanayakan bersama ka mahatir. Diperjalanan Sms di terima dari ka iwang kalau motor tidak jadi di pinjam, ka iwang ada yang mengantar. Akhirnya kami memutuskan untuk berkunjung kerumah Ibu . Sampainya di rumah Ibu bukan Ibu yang kami temuin melainkan ka zamzam yang bersitegang dengan layar computer.
Ka zamzam menyambut baik kami kami pun dengan gaya bak detektif mencoba mengkorek informasi pada ka zamzam. Diawali dengan pertanyaan Vita mengenai pendampingan yang akan kita lakukan nanti. Ka Zam mencoba menjelaskan pendampingan itu bersama guru kita membuat dan menjalankan pelatihan. Sebagai pendamping nanti kita kan menarik partisipasi anak Dalam strategi fundrising. Fundrising ini berupa produk yang nantinya kita sebagai fasilitator memperkenalkan produk-produk ini ke beberapa perusahaan yang sama sama menguntungkan.
Setelah kita membahas tentang peran kita sebagai pandampinbg lalu kita beralih topik bersama Ibu Yanti dan Ka Zam kita di sadarkan tentang pentingnya hak anak. Prinsip hak anak sendiri diantaranya kepentingan terbaik anak, non diskriminasi, hak keberlangsungan hidup dan tumbuh kembang dan hak untuk di dengar pendapat. Adanya analisa di sekitar kita itu sangatlah berpengaruh. Selama 0-16 tahun kecuali yang sudah berkeluarga. Dengan tanggapnya kita akan kesadaran anak memiliki sebuah aksi penyadaran akan hak anakpun sangatlah penting. Penyadaran ini dapat kita lakukan sebagai sosialisator dan mediator. Sosialisator ini yang diperankan oleh kita sebagai dewasa mengenalkan akan hak-hak yang selayaknya diketahui anak. Selain menjadi Sosialisaator kita juga bisa menjadi mediator kepada Negara. Negara kita meliputi Eksekutif, Legislatif dan yudkikatif , serta pihak swasta, civil society, militer.
Sebagai sosialisator ini seperti membuat kreativitas baik kerajinan maupun temuan. Sosialisator ini dapat dilakukan dengan membuat tokoh-tokoh yang menjadi kesukaan anak. Tokoh Supermen sebagai pahlawan pembela kebenaran dapat dijadikan tokoh yang membawakan lakon memberii penyadaran trentang hak anak.
Sebagai mediator kita dapat membukakan hati pemerintah akan pemenuhan hak anak. Jika pemerintah memiliki banyak fasilitas untuk kelancaran dalam melaksanakan kebijakannya maka sudahkah pemerintah mengetahui bahwa banyak anak di negeri ini yang tidak meiliki kelengkapan alat sekolah. Tahukah kalian? Siapa pemerintah di negeri ini? Pemerintah di negeri ini adalah pelayan publik. Pelayan ialah ia yang melayani, nah siapa yang di layani? Masyarakat , masyarakat sendiri merupakan sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem semi tertutup (atau semi terbuka), dimana sebagian besar interaksi adalah antara individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut. Kenapa tidak rakyat? Memang apa sih rakyat? Rakyat dalah sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem semi tertutup (atau semi terbuka) dimana sebagian besar interaksi adalah antara individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut. Nah dengan terpenuhinya hak yang dimiliki masyarakat bukankah akan tercipta suatu kesejahteraan ? Yuk kita rapatkan barisan untuk menjadi sosialisator dan mediator ^^ To be continued…
Salam hangat
Sahabat Kerlip
Devita Murni

narasi Devita sahabat @KerLiP

22 Februari 2012
Asyiknya diskusi dengan ka Dede

Siapa sih yang dengan kenal dengan sosok ini? Dede Sunarya , Kami biasa memanggilnya Ka Dede. Siapa yang dengar bunyi jangkrik pasti ingat dengan ka dede. Hehe Dia adalah salah seorang relawan profesional dari kerlip. Awalnya Ka Dede ikut kegiatan kerlip tahun 2008 dengan rekruitmen anak UPI , mereka yang menjadi relawan ini. Denagan di bentuknya team relawan tadi terbentuklah program RAKA (Reriungan anak dan keluarga), Karena kesibukan ka Dede keluar dari team relawan. Kemudian Tahun 2011 ka dede bergabung kembali hingga sekarang. Keberhasilan Ka Dede terbukti dengan bisa di lepasnya sekolah-sekolah dampingannya tadi. ka dede katanya sih pemalu, pendiam juga sama halnya dengan ka zamzam gitu. Menurut penuturan Ka dede sendiri dengan bergabungnya ka dede dengan kerlip belliau mendapat banyak manfaat diantaranya jaringan,jaringan secara personal kita mendapat banyak teman baru.Yang kedua dengan bergabungnya dengan kerlip kita mendapat ilmu baru ,ilmu itu kita dapatkan entah dari diri sendiri atau dari orang lain dan hal itu menjadi jalan keemasan kita untuk membuka mata bahwa betapa pentingnya ilmu. Yang ketiga yaitu cara berfikir, dengan diskusi dikerlip kita mendapatkan inovasi cara berfikir. Cara berfikir ini menjadi transformasi kita auntuk tumbuh dan kembang menjadi yang lebih baik. Akhirnya yang paling penting ilmunya terbuka dengan luas. Dikerlip sendiri memberikan keleluasaan untuk mereka yang mau belajar. 
Ka Dede membagi pengalamannya tentang kegiatan pendampingan dengan 3 Sekolah diantaranya SMP 11,SMA 11 dan SMK 6. Namun yang lebih menonjol sendiri menurut ka Dede SMP 11, Karena keadaan sekolah lebih mendukung seperti kepala sekolahnya terbuka menerima sesuatu yang baru, ketertarikan pihak sekolah terhadap ekstrakulikuler yang di sesuaikan dengan siswanya. Seperti SESUATU yang di sukai anak. Anak cenderung di beri kebebasan .Peran Kerlip sendiri itu sebagai mitra yang bersahabat dengan anak. Guru-gurunya pun asyik karena mau berperan aktif dalam proses pengembangan bakat anak. Sosok Bu Nia salah satu contohnya beliau sangat menghargai penyadaran hak anak. Bu Nia adalah pengajar IPA yang perannya sebagai pendamping KIR ikut mensukseskan kreatifitas yang di miliki anak-anak SMP 11. Awalnya Bu Nia mendampingi anak itu dengan cara dikte, namun hal ini justru menimbulkan ketidaknyamanan bagi anak karena anak merasa dia bukan dirinya. Selanjutnya ada suatuinisiatif dari Kerlip bersama Bu Nia lebih membebaskan anak untuk membuat inovasi dan berkreasi sehingga anak lebih mudah untuk mengembangkan potensinya melalui carabersama untuk tumbuh kembang.
Sebenarnya SMP 11 dari awal sudah memiliki potensi, Menurut ka Dede sebagai sumber istilahnya mereka sudah menemukan berlian. Nah dengan adanya kerlip lebih mudah lagi interaksinya dengan pihak luar. Penggagas dari Kerlip sendiri Ibu Yanti memberikan banyak sumbangasih sebagai mediator memperkenalkan program dari smp 11. Dengan adanya hubungan baik antara pemerintah, kerlip berusaha berbagi untuk sama-sama mewujudkan tujuannya. Semoga Bermanfaat ^_^

Salam Hangat
Devita Sahabat Kerlip
Ditulis di rumah Ibu Yanti bersama Iar, Egad an Ka Ede pastinya
Page Rank Check,
HTML Web Counter