Gerakan Sosial Kritis Berbasis Keluarga yang berupaya mendorong pemenuhan hak hidup bermartabat terutama hak atas pendidikan dan perlindungan anak
Kamis, 31 Maret 2011
Advokasi Sekolah Aman paska Rakor di Wamendikas 29 Desember 2010
Sepengetahuan kami, saat diundang BNPB dan Bank Dunia yang menindaklanjuti point 2 dalam Surat Wamendiknas kepada BNPB setelah pertemuan di Milennium, terkait dengan rencana pengintegrasian PDASES dimana saya masuk sebagai salah seorang anggota Tim dari HFI dan inisiatif KerLiP untuk ujicoba perangkat penilaian dalam PDASES yang disusun UNESCO dg Kemendiknas dan HFI.
Disepakati dalam pertemuan di Pusdalops BNPB tersebut untuk menggunakan penilaian kerentanan sekolah terhadap gempa yang diterbitkan PMB ITB (atas persetujuan Pak Krishna) dilengkapi dengan beberapa perangkat lain yang bersesuaian seperti Modul Suplemen BOS Bank Dunia, PDASES, Sekolah Ramah Anak, Sekolah Layak Anak, Sekolah Sehat dan Sekolah Siaga Bencana (Naskah Akademik, SE Kemendinas, kerangka Kerja SSB KPB), Analisa Biaya Direktorat SMK Kemendiknas RI
Pada pertemuan tim kecil penyusun draft panduan di UNESCO, kami melihat pentingnya keterlibatan Plan International terkait pengintegrasian Sekolah Ramah Anak dan Sekolah Layak Anak dalam perangkat IV Fungsional dan Kelayakan dan Perangkat V.
Mengingat terbatasnya waktu terkait DAK Pendidikan yang akan disosialisasikan Kemendiknas pada tanggal 5 Maret 2011, Perkumpulan KerLiP berinisiatif untuk 'membeli' perangkat PMB ITB dengan meyakinkan Plan untuk menyediakan biaya penggantian insinyur penyusun yang diminta Pak Krishna. Kami pun bekerja secara mandiri di Jabar bersama Lingkar Perlindungan Anak Kota Bandung, Edukasia, TP UKS Jabar, Direktorat SMK Kemendiknas, DPD RI perwakilan Jabar,, BAPPEDA Jabar, Disdik Jabar, Biro Yansos Setdaprov Jabar, BPBD Kabupaten Bandung, Pertacip Kabupaten Bandung dan BPBD Jabar untuk menyusun pengintegrasian setiap perangkat.
Disepakati kemudian perangkat menjadi 4 bagian dalam satu kesatuan dan menjadi lampiran Surat Rekomendasi Kepala BNPB kepada Bapak Wamendiknas RI.
Kami mendorong BNPB untuk membuka kesempatan kepada Kemendiknas untuk menuntaskan Panduan tersebut sesuai dengan kebutuhan dalam juknis DAK pendidikan 2011 dan terkait point 1 dalam surat Wamendiknas yang ditujukan ke BAPPENAS terkait bahan ajar pendidikan PRB. Kami memandang posisi strategis BAPPENAS terkait Sekolah Siaga Bencana yang melibatkan KPB sebagai fasilitator dan penyusun kerangka kerja SSB, ketika dengan sengaja mengosongkan satuan biaya terkait SSB. Kami sampaikan kepada BNPB, bahwa hal ini untuk mendorong partisipasi aktif para pelaku pendidikan PRB terutama di KPB dalam penyusuan Panduan Sekolah Aman.
Pak Fasli mempertemukan kami dengan Direktur SD yang baru terkait DAK Pendidikan 2011 dan pengintegrasian Sekolah Sehat yang merujuk pada SKB 4 Menteri (kemendagri, Kemenkes, kemendiknas, Kemenag). Kami mendorong penggabungan sekretariat TP-UKS menjadi sekretariat tetap TP UKS dan SA (Tim Pembina Usaha Kesehatan Sekolah dan Sekolah Aman) sebagai tindak lanjut dari berikrar aman untuk memastikan sekolah aman menjadi komitmen bersama.
Pak Fasli juga berinisiatif untuk bekerjasama dengan Kemeneg PP dan PA terkait dimasukkannya Sekolah Ramah Anak dan Sekolah Layak Anak sesuai dengan permintaan beliau pada pertemuan awal Desember 2010 dan ini sejalan dengan MOU KPPPA dan Kemendiknas untuk memastikan kebijakan yang responsif gender dan peduli anak. Penyusunan Pedoman Pendidikan ramah Anak sudah menjadi rencana aksi 2011 Deputi tumbuh kembang anak, asdep Hak Pendidikan Anak KPPPA.
Indikator kunci hasil kajian dengan Lingkar Perlindungan Anak Kota Bandung dan Edukasia berdasarkan dokumen Sekolah ramah Anak dan Sekolah Layak Anak yang diterbitkan Plan International dengan kemendiknas RI dimasukkan menjadi perangkat III (fungsional dan kelayakan). Kami mendorong kajian terhadap perangkat III panduan Sekolah Aman dalam FGD penyusunan Indikator kunci Pendidikan Ramah Anak oleh Kemeneg PP dan PA dengan melibatkan Kemenkokesra, Kemendagri, Kemendiknas, Kemenag, Kemensos, TdH, Save the Children, WVI, Childfund, KerLiP, YKAI, Gandhi Foundation, dan Unicef (dalam konfirmasi), Perguruan Darul Hikmah Cimahi. Saat ini dirumuskan ada 7 indikator kunci Pendidikan Ramah Anak yang akan dikaji ulang untuk disesuaikan dengan indikator kota Layak Anak.
Kemarin kami mendapat kepastian dari Pak Sugeng atas dorongan dari Pak kepala BNPB untuk menerbitkan SK untuk Panduan Sekolah Aman terkait dengan rencana penilaian kerentanan 44.792 sekolah di Jabar yang kami susun berdasarkan permintaan pemprov Jabar. Sinergi yang akan kami lakukan di Jabar melibatkan, BAPPEDA, BPBD, Disdikprov, Pertacip, Bakorwil, perusahaan penilai aset dan tim penilai dari SMK. Terkait hal ini, Dewan Pakar KerLiP sudah menghubungi Marqueeza (ASEAN-UNISDR) untuk menjadikan Jabar (kota Bandung) sebagai piloting penilaian sekolah aman ASEAN.
Hari ini kami diminta BAPPEDA dan Forum CSR Jabar untuk mengirimkan surat terkait rencana penggunaan Panduan Sekolah Aman dalam penilaian kerentanan sekolah, pembangunan Ruang kelas baru, Unit Sekolah baru dan mendorong budaya aman, selamat dan sehat di sekolah, madrasah dan pesantren di Jabar.
Besar harapan kami, Mbak Titi dan Neda berkenan memfasilitasi pertemuan KPB dengan SC DRR BAPPENAS, Puskur Balitbangdiknas, UNICEF dan BNPB sebelum BNPB menerbitkan SK untuk Panduan Sekolah Aman tersebut. Kami sangat memerlukan contoh satuan biaya penyelenggaraan SSB yang sesuai dengan SE kemendiknas RI.
Salam hangat
Sabtu, 05 Maret 2011
Laporan perkembangan Kampanye Sejuta Sekolah dan Rumah sakit Aman Februari 2011
| Kampanye Satu Juta Sekolah dan Rumah Sakit Aman merupakan usaha membangun ketahanan bangsa dan ketangguhan masyarakat sebagai bagian dari Kampanye Pengurangan Risiko Bencana Dunia yang digelar United Nations International Strategic for Disaster Reduction (UNISDR) untuk tahun 2010-2011 yang berfokus pada pembangunan lingkungan perkotaan. Kampanye ini secara global telah dimulai di Manila, Filipina pada tanggal 8 April 2010. Indonesia bersama India, Vietnam, Thailand dan Pakistan merupakan beberapa negara pelopornya. Di Indonesia, kampanye ini diluncurkan oleh Planas PRB, BNPB dan didukung lebih dari 25 lembaga dan instansi terkait pda tanggal 29 Juli 2010 bersamaan dengan peluncuran Surat Edaran Kemendiknas mengenai Strategi Nasional Pengarusutamaan PRB di Sekolah. Kampanye ini juga dilaksanakan di beberapa daerah atas prakarsa beberapa pelaku penanggulangan bencana seperti Perkumpulan KerLiP, Perkumpulan SKALA, KOGAMI, ASB, Plan, WVI, German Red Cross, LPBI NU bersama kemendiknas, BNPB, Planas, Kemenkes, dan pemerintah daerah di Jawa Barat, DI Yogyakarta, Sumatera Barat, Nangroe Aceh Darussalam, DKI Jakarta, Bali dan Jawa Timur. Tim Teknis Sekolah Aman yang terdiri dari Kemendiknas, KemenPU, BAPPENAS, UNESCO, Plan Internasional. Bank Dunia, Perkumpulan KerLiP, PMB ITB berhasil menyusun rekomendasi dan panduan teknis rehabilitasi Sekolah Aman melalui DAK Pendidikan setidaknya diprioritaskan untuk 60 kabupaten/kota yang paling rawan gempa bumi, tsunami, dan letusan gunung berapi pada tanggal 18 Februari 2011. Rekomendasi ini disampaikan oleh Kepala BNPB atas permintaan Wamendiknas RI.
Dalam hal Rumah Sakit Aman, Kementerian kesehatan juga telah mensyaratkan standar pembangunan rumah sakit meliputi empat hal utama, yaitu bangunan, sumber daya manusia, peralatan medis dan kendali mutu. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor 12 tahun 2002 juga menyebutkan pentingnya koordinasi penanggulangan bencana di lapangan dalam upaya memberikan bantuan kesehatan bagi masyarakat yang terkena dampak bencana. Di Jawa Barat misalnya Pengembangan 87 Puskesmas yang berfungsi sebagai Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar (PONED) di Jawa Barat mengintegrasikan budaya aman didalamnya dan menyediakan tenaga dokter dan bidan bagi 200 Puskemas PONED yang tersebar di seluruh kawasan Jawa Barat pada tahun 2011. |
Tujuan diadakannya kampanye ini adalah untuk meningkatkan dan melindungi nyawa dan keselamatan anak-anak sekolah dan rumah sakit dengan menjamin dan menjaga agar sekolah dan rumah sakit dibangun sesuai dengan ketentuan-ketentuan keamanan dan keselamatan. Diharapkan melalui kemitraan berbagai pemangku kepentingan dalam kampanye ini ada jaminan agar rumah sakit dan segala fasilitas kesehatan selalu aman secara terus menerus agar dapat terus menjalankan fungsi dan peranan dalam menyembuhkan dan merawat bagi yang memerlukannya. Selain itu juga menjamin agar sekolah-sekolah dan segala sarana pendidikan menjadi tempat yang aman bagi setiap anak didiknya serta meningkatkan ketahanan dan kapasitas pengurangan risiko dari semua pemangku kepentingan.
Selasa, 15 Februari 2011
Kerja cerdas dan cepat Tim Teknis Sekolah Aman
senang bisa menjembatani upaya di tingkat nasional dengan masukan-masukan di tingkat lokal dari tempat yang terjangkau. Upaya Planas PRB dalam mengampanyekan sekolah aman mendapat sambutan cepat dari kemendiknas yang ditindaklanjuti dengan kerja cerdas dan cepat Tim teknis Sekolah Aman yang dikordinasikan oleh BNPB dan The World Bank.
Kampanye dan Advokasi budaya aman di pendidikan dan kesehatan menjadi prioritas program perkumpulan KerLiP paska gempa`Tasik 2 September 2009.
Kami sangat bersyukur berada ditengah-tengah para pihak yang peduli terhadap pemenuhan hak ekosob.
Respon dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan jaringan Perkumpulan KerLiP di Bandung menjadikan upaya kampanye dan advokasi sekolah aman lebih cepat dengan memanfaatkan momentum silaturahmi intensif.
Saat ini, Tim Teknis Sekolah Aman berhasil menyepakati draft surat dari BNPB kepada Wamendiknas dan bekerja keras melengkapi panduan sekolah aman dengan dukungan penuh para relawan dari TP UKS, Direktorat SMK, perkumpulan KerLiP dan mitra.
Insya Allah dalam waktu beberapa minggu kedepan panduan teknis akan diterbitkan melalui kerjasama dengan pihak-pihak yang berminat untuk memberikan dukungan penuh.
Mari berikrar selamatkan jiwa di http://www.berikrar-aman.net
Minggu, 13 Februari 2011
Capaian Kampanye dan advokasi budaya lanebih aman di pendidikan dan kesehat
Pencapaian
1. Kemediknas mengeluarkan Surat Edaran Menteri Pendidikan Nasional No. 70a/SE/MPN/2010 tentang Pengarusutamaan Pengurangan Risiko Bencana di Sekolah.
2. MenkoKesra, Kemendiknas, Kemenkes, BNPB, UN-International Strategy for Disaster Reduction (ISDR), UNESCO dan Platform Nasional Pengurangan Resiko Bencana di Indonesia berkomitmen untuk meningkatkan keamanan dan keselamatan terhadap bencana di sekolah dan rumah sakit dalam launching kampanye sekolah dan rumah sakit aman di Jakarta pada tanggal 29 Juli 2009.
- Wamendiknas mencanangkan 1.000 sekolah aman dan menkokesra 1250 Sekolah Aman dalam Launching Kampanye sejuta sekolah dan Rumah Sakit Aman, tercatat ada 13000 sekolah yang diikrarkan aman di Indonesia sejak juli 2010 sampai sekarang
- Memasukan panduan teknis Sekolah Aman dalam program DAK bidang Pendidikan tahun 2011 sebesar 11 Triliun
- Menjadi Perumus Tim teknis panduan Sekolah Aman (definisi, mekanisme dan perangkat sekolah aman) bersama platform Nasional PRB, UNESCO, Direktorat SMK Kemendiknas, Plan Internasional yang dipimpin BNPB dan World Bank. Panduan teknis sekolah aman ini akan diintegrasikan dalam DAK pendidikan 2011 dan alokasi dana lain yang sesuai (mis. Dana Buffer untuk pebangunan RKB)
- Mendorong Surat Edaran Gubernur Jawa Barat untuk memasukan panduan teknis sekolah aman dalam pembangunan 3000 Ruang kelas baru dari APBD Jawa Barat 2011,
- Memakai panduan teknis sekolah aman dalam pembangunan 2000 ruang kelas baru dari forum CSR dan 1000 unit sekolah baru di Jawa barat
Hasil Penelusuran media
1. Indonesia pada hari Kamis (29/07) berjanji untuk meningkatkan keamanan bagi lebih dari 3,000 sekolah dan 100 rumah sakit sebagai bagian dari komitmennya untuk program PBB dalam memperkuat stuktur bangunan, dimana konstruksi yang buruk dapat menyebabkan angka kematian yang tinggi pada saat terjadi gempa bumi atau bencana lainnya.
- Kementerian Pendidikan Nasional menyatakan, seluruh pemerintah daerah diimbau menyelenggarakan penanggulangan bencana di sekolah di tengah kurangnya pengetahuan anak terhadap bencana alam
3. Pengetahuan pengurangan resiko bencana (PRB) segera dimasukkan ke dalam kurikulum pendidikan. Siswa mulai sekolah dasar (SD) sampai dengan sekolah menengah atas (SMA) akan mendapatkan pengetahuan dan keterampilan yang tepat untuk menyelamatkan diri saat terjadi bencana.
4. Indonesia berkomitmen untuk meningkatkan keamanan sekolah dan rumah sakit dalam skema yang didukung PBB
5. Indonesia pada hari Kamis (29/07) berjanji untuk meningkatkan keamanan bagi lebih dari 3,000 sekolah dan 100 rumah sakit sebagai bagian dari komitmennya untuk program PBB dalam memperkuat stuktur bangunan, dimana konstruksi yang buruk dapat menyebabkan angka kematian yang tinggi pada saat terjadi gempa bumi atau bencana lainnya.
- PBB Puji Tekad Indonesia Bangun Sekolah yang Aman
- DIY Canangkan Satu Juta Sekolah dan Rumah Sakit Aman Bencana
- Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mulai tahun ini ikut serta mencanangkan kampanye satu juta sekolah dan rumah sakit aman bencana.
9. Kegiatan Kampanye Berikrar-Aman di Jakarta dan Jawa Barat
- Setelah dilaunching pada tanggal 29 juli 2010 di YTKI Jakarta, PPLHB Kerlip dan Forum Komunikasi Penanggulangan Bencana (PB) Jawa Barat terus mengkampanyekan sejuta sekolah dan rumah sakit aman di Jawa Barat dan DKI Jakarta.
- Disiapkan, 1 Juta Sekolah Aman di Dunia.
- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Kementerian Pendidikan Nasional akan bekerja sama membangun 1 juta unit sekolah aman atau sekolah antibencana.
- Depdiknas Berencana Ganti Sekolah di Yogya dan Jateng Jadi Tahan Gempa 6 SR
- Aceh Canangkan Kampanye Satu Juta Sekolah dan Rumah Sakit Aman Bencana
- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Kementerian Pendidikan Nasional akan bekerja sama membangun 1 juta unit sekolah aman atau sekolah antibencana.
- Depdiknas Berencana Ganti Sekolah di Yogya dan Jateng Jadi Tahan Gempa 6 SR
17. Gubernur Bersama Bupati/Walikota Bangun 87 Puskesmas Poned Se-Jabar Dan 3000 RKB
Kamis, 10 Februari 2011
Kampanye dan Advokasi Sekolah Aman
Kemarin, bersama tim teknis sekolah aman dari UNESCO, Direktorat SMK, Plan, kami berhasil merumuskan definisi, mekanisme dan sumber perangkat untuk sekolah aman berikut:
1. Sekolah aman adalah sekolah yang mengakui dan melindungi hak-hak anak dengan menyediakan suasana dan lingkungan belajar dimana proses pembelajaran, kesehatan, keselamatan, dan keamanan siswanya terjamin setiap saat.
Indikator
1. Menyediakan suasana dan lingkungan belajar dimana proses pembelajaran, kesehatan, keselamatan, dan keamanan siswanya terjamin setiap saat.
2. Institusi yang mengakui dan menghargai hak-hak anak tidak hanya sebagai murid, melaink...an juga) :
- hak untuk sehat,
- hak mendapatkan kesempatan bermain dan melakukan kegiatan yang menyenangkan disela-sela proses pembelajaran,
- hak untuk dilindungi dari bahaya dan tindak kejahatan,
- hak untuk mengungkapkan pandangan dan pendapat secara bebas, serta
- hak untuk ikut serta dalam mengambil keputusan sesuai dengan kapasitas mereka
3. Adalah sekolah yang bersih, hijau, indah dan rindang, peserta didiknya sehat dan bugar serta senantiasa berperilaku hidup bersih dan sehat
2. Sekolah aman adalah komunitas pembelajar yang berkomitmen akan budaya aman dan sehat, sadar akan risiko, memiliki rencana yang matang dan mapan sebelum, saat, dan sesudah bencana, dan selalu siap untuk merespons pada saat darurat dan bencana.
Indikator
1. Memberdayakan peran kelembagaan dan komunitas sekolah dalam PRB (SE Kemendiknas)
2. Mengintergrasikan PRB kedalam kurikulum satuan pendidikan formal, baik intra maupun extrakurikuler (SE Kemendiknas)
3. Membangun kemitraan dan jar...ingan antar berbagai pihak untuk mendukung pelaksanaan PRB di sekolah(SE Kemendiknas)
4. Memiliki kebijakan, program dan rencana aksi sekolah, dan kegiatan terkait dengan pengurangan resiko bencana (KPB – UNESCO)
5. Komunitas sekolah yang mengenali resiko bencana di lingkungannya (WB)
6. Sekolah yang menerapkan prosedur keselamatan (WB)
7. Bangunan sekolah yang dirancang memperhitungkan resiko bencana (WB)
8. Komunitas sekolah yang secara berkala berlatih siaga bencana (WB)
3. Sekolah aman adalah sekolah yang menerapkan standard sarana dan prasarana yang mampu melindungi warga sekolah dan lingkungan disekitarnya dari bahaya bencana
1. Tidak roboh pada waktu mengalami gempa kuat sesuai dengan perencanaan (PMB ITB )
2. Tidak membahayakan manusia dari benda-benda yang jatuh, termasuk bahan-bahan berbahaya, baik di dalam maupun di luar bangunan (PMB ITB )
3. Mampu mengeva...kuasikan orang dalam keadaan darurat secara aman dari dalam bangunan ke tempat yang lebih aman (pintu cukup, terbuka keluar, jalan darurat dsb) (PMB ITB )
4. Tersedia jalan keluar dan akses yang aman (PMB ITB )
Sekolah memiliki tempat berkumpul yang aman (PMB ITB )
5. Obyek2 yang berbahaya di sekitar sekolah dikenali dan di pahami oleh murid dan guru (PMB ITB )
6. Rute dan tempat evakuasi darurat dikenali oleh murid dan guru (PMB ITB )
7. Indikator kunci sekolah sehat + Pojok UKS (SKB 4 Menteri)
10 indikator kunci sekolah sehat + Pojok UKS
1. Kepadatan ruang kelas minimal 1,75 m2/anak .
2. Tingkat kebisingan ≤ 45 db
3. Memiliki lapangan/halaman/aula untuk pendidikan jasmani
...4. Memiliki lingkungan sekolah yang bersih, rindang dan nyaman.
5. Memiliki sumber air bersih yang memadai (jarak sumber air bersih dan septic tank minimal 10 m)
6. Ventilasi kelas yang memadai
7. Pencahayaan kelas yang memadai (terang)
8. Memiliki kantin sekolah yang memenuhi syarat kesehatan
9. Memiliki kamar mandi/WC yang cukup jumlahnya (memenuhi rasio km.wc terhadap siswa laki = 1:40, dan perempuan 1:25)
10. Menerapkan kawasan tanpa rokok.
Plus... Adanya Ruang UKS
Perangkat akan mengadopsi beberapa sumber, al:
1. Formulir Penilaian Kerentanan (PMB ITB-PLAN)
2. PDASES – Bagian Rehab-Rekon (MoNE-UNESCO)
3. Direktorat SMK (MoNE)
4. Sekolah Sehat (MoNE)
5. Sekolah Layak Anak (Plan)
6. Modul Suplemen World Bank (WB)
7. INEE
Perangkat akan disusun menjadi 4 alat kajian:
Perangkat Penilaian Risiko:
Perangkat 1 : Penilaian Kerentanan Zona Risiko
Sumber : BNPB, WB, PASTI (UNESCO), AIFDR
Perangkat 2 : Penilaian Kerentanan Sekolah (Struktur, Non Struktur, dan Fungsional)
Sumber : PMB ITB-PLAN (Form 1) dan WB
Perangkat 3 : Penilaian Aspek Sosial Sekolah
Sumber: PMB ITB-PLAN (Form 2)
Perangkat 4 : Penilaian Aspek Pemenuhan Fungsi dan Kelayakan
Sumber: Sekolah Layak Anak (Plan), Sekolah Sehat (SKB 4 Menteri), INEE
Perangkat Penilaian Kebutuhan Rehabilitasi
Perangkat 5: Penilaian Aspek Kebutuhan Rehabilitasi
(Relokasi, Rekonstruksi, Renovasi, Retrofitting, Maintenance)
Sumber: PMB ITB-PLAN (Form 3); PDASES; Dit SMK
Notulen ini kami sampaikan dalam pertemuan bersama Bapak Wamendiknas dan Direktur SD tadi malam.
Sungguh menggembirakan ketika mendengar bahwa Bapak Wamendiknas akan mengupayakan semaksimal mungkin melalui DAK dan Bufer seperti RKB agar seluruh sekolah di daerah berisiko bencana tinggi dapat memenuhi standar sekolah aman ini.
Ayo berikrar aman selamatkan jiwa di www.berikrar-aman.net lalu perkuat partisipasi keluarga untuk mengawasi pelaksanaannya mulai April 2011.
Rabu, 02 Februari 2011
Inisiasi Budaya Aman dan Sehat di Pendidikan
Rapat Kordinasi pengarusutamaan pengurangan risiko bencana di sekolah pada tanggal 29 Desember 2010 yang menghadirkan SC DRR -UNDP, BAPPENAS, Kemenag, BNPB, Planas PRB, KPB, UNESCO, UNICEF, The World Bank, ditindaklanjuti dengan surat yang ditujukan wamendiknas kepada BNPB dan the World Bank yang meminta peta risiko bencana dan panduan teknis sekolah aman yang menjadi dasar pembentukan Tim teknis Sekolah Aman pada tanggal 24 Januari 2011 lalu.
Seluruh dokumen terkait ini, kami bahas secara intensif dengan pemerintah Provinsi Jabar.
28 Januari 2011
Kordinator DPD Jabar
1. Mengawal DAK Pendidikan 11 T untuk diprioritaskan di daerah berisiko bencana tertinggi (15 dari 44 kabupaten/kota prioritas di Jawa Barat)
2. Menjadikan sekolah aman sebagai milestone pemenuhan hak Atas pendidikan dan perlindungan anak di Indonesia melalui DPD RI Komite III
3. sepakat untuk membuat MoU bersama perkumpulan kerLiP terkait pemenuhan pelayanan sosial dasar terutama di Jabar
Kabiro Bangsos : sepakat untuk :
1. melakukan monitoring ketercapaian Hyogo Framework for Action di Jawa Barat pada bulan Februari 2011 dengan menghadirkan BAPPEDA, BPBD dan para pelaku PB di Jabar
2. merekomendasikan untuk pemutakhiran data RKB dan poned ke Biro Yansos Jabar terutama Pendidikan dan kesehatan
3. menghubungkan dengan Karokeuangan Bappeda jabar terkait keberhasilan Gubernur dalam mendorong CSR untuk pendidikan dan kesehatan
4. mempromosikan keberhasilan Jabar dalam side event di Global Platform Forum 8-15 Mei 2011
Kasubag pendidikan di Biro Yansos Setdaprov Jabar
1. Dari 5.000 RKB yang dijanjikan ternyata jadinya 3.000 RKB plus mebelair dan sudah melibatkan akademisi (ITB) terkait ruang tahan gempa dalam SR tertentu untuk panduan teknis
2. Menghubungkan dengan Pak Pancawidi terkait progress PONED dan Karoren Disdikprov aterkait rincian bantuan 3.000 RKB ini
Kasubag Kesehatan di Biro Yansos Setdaprov Jabar
1. Ada 87 PONED dari 200 PONED yang direncanakan akan dibangun sampai 2013
2. Sinergi dengan TPUKS yang sudah melangkah lebih jauh
29 Januari 2010
Kordinator DPD RI
1. kesepakatn rincian pekerjaan yang akan dilakukan bersama
2. membuka ruang aspirasi melalui forum belajar dwimingguan di DPD Jabar
3. mendukung penuh upaya kampanye dan advokasi kerlip terutama di jabar
1 Februari 2011
Karokeu BAPPEDA Jabar
1. hadirkan staf pendidikan, kebencanaan, perencanaan keuangan
2. siap dukung pendampingan DAK Pendidikan
3. siap sinergikan sekolah aman dan sehat dalam bantuan 3.000 RKB @ 85 juta yang sudah melibatkan ITB dalam penyusunan desainnya
4. Siap mendukung BPBD Jabar untuk menyusun Renca PB tahun 2011
5. sampaikan inisiasi internal BAPPEDA terkait dana urusan bersama untuk penuhi target MDGs di Jabar
6. Siap pertemuakan gagasan dengan Kepala BAPPEDA Jabar
BPBD Jabar
Kasie Rekons, Rehab, Pencegahan
1. penelusuran pengajuan pemulihan dari pemkab yang terkena dampak gempa tasik, tak ada satupun yang ajukan bidang pendidikan dan kesehatan
2. penjelasan perka 11/2008
3. kesepakatan untuk sinergikan dalam pelatihan tukang di Pangalengan 7-9 Januari
4. Sepakat susun panduan teknis sekolah aman a la jabar dan dorong renca jabar tanggal 14, 25, 28 Januari 2011
5. Ruang sekret kerlip baru di dekat pak iskandar dan pak Budi
6. mendorong sinergi advokasi anggaran yang jelas di BNPB mengenai pemulihan bidang pendidikan dan kesehatan
7. mendukung penuh Kampanye sejuta Sekolah dan Rumah sakit Aman
8. menyambut baik jika dilibatkan dalam kegiatan di provinsi laion terkait penanggulangan bencana di jabar
Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kab Bandung
1. Sepakat untuk membuat forum belajar setiap rabu dwimingguan mulai 2 maret 2011
2. Siap untuk mempelajari 1MSSHC dan HFA
3. Penjelasan lengkap mengenai DAK Pendidikan untuk sekolah aman
4. Pemulihan DAS Citarum melibatkan semua pihak yang bekerja disana
Kasie Sosek RR BNPB : Program pemulihan SOSEK paska Gempa tasik diajukan melalui ibu Erna di BPBD Jabar
Kasie Pemberdayaan masyarakat dan Staf : pak Sugiarto dan Bu Enny : terkait pengurangan risiko bencana di Jawa Barat dan 1 MSSHC
Kepala BPBD Ciamis terkait pengajuan dana RR untuk pendidikan dan kesehatan paska bencana di Ciamis dan DAK Pendidikan untuk sekolah aman
2 Februari 2011
Kabiro Yansos Setdaprov Jabar
1. Meminta KerLiP untuk memfasilitasi pembentukan Forum Peduli Jabar untuk menghimpun dana sosial keagamaan terutama untuk bantuan produktif pendidikan di satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh masyarakat bersama pak dadi
2. PONED dan PONEC sudah ada panduan teknis
3. Sepakat untuk mendorong penerbitan SE Gubernur untuk pemenuhan budaya aman dan sehat dalam bantuan 3.000 RKB 2011 dst sd 2013
Pak Dadi
1. menghubungkan dengan Pak Tedi kepsek SMAN 2 bandung
2. Sepakat untuk memulai pelembagaan Forum peduli jabar tanggal 16 Januari 2011 melibatkan semua perempuan dalam ormas keagamaan di jabar
3. menghubungkan dengan depag untuk bangun budaya aman dan sehat di sekolah-sekolah berbasis keagamaan
4. sepakat untuk mendorong pendidikan karakter damai dalam keanekaragaman melalui pendidikan
Pak Pancawidi, Pak Tedi, Pak Yusuf, Pak Junaedi
sinergi sekolah aman dan sekolah Sehat
Mr Bruce from PAI dan GTZ : sinergi budaya aman dan sehat serta pendidikan karakter cinta damai di pemprov jabar
Pak Wahyudin, Kadisdikprov Jabar
difasilitasi Pak pancawidi agendakan pertemuan khusus untuk sinergikan sekolah aman dan sehat
Pak EEP, Karoren dan program disdikprov Jabar
1. Momentum yang tepat untuk menyusun panduan teknis sekolah aman dan sehat terkait 3.000 RKB bantuan pemprov 2011
2. Pemutakhiran data sekolah yang terkena dampak bencana di Jabar
3. terkait CSR untuk pendidikan di daerah kawasan bencana dan industri